Anda di halaman 1dari 9

PENDEKATAN KLINIS PADA PENDERITA

GANGGUAN PSIKOTIK AKUT


KELOMPOK B5:
1. EVALONE VEBRIYANTI PATTILEAMONIA (102010244)
2. TRIA USMA PUTRA (102013093)
3. FEBY SONDANG JUNITA SIBURIAN (102013152)
4. HARISMA MINARTI MAAKH (102014021)
5. GABRIELLA SELARA PANGAREPO (102014085)
6. JEFRI PATRIAWAN (102014092)
7. EVALUSTY KARUNIA PAULUS LOPA (102014093)
8. FATIMAH HARTINA FARADILLAH (102014143)
PENDEKATAN KLINIS PADA PENDERITA
GANGGUAN PSIKOTIK AKUT
SKENARIO 4 :
Seorang pemuda berusia 25 tahun dibawa ke puskesmas oleh orangtuanya karena
malam tidak bisa tidur, bicara melantur, selalu ketakutan, tidak berani keluar
rumah, mengatakan dirinya akan dibunuh, ia mendengar ancaman melalui bisikan
di telinganya

Keluhan
Anamnes
Fisik Diagno
is Keluhan sis
Mental
Prognosis Pemeriksaan
Pencegaha Keluhan Fisik
n Utama Pemeriksaan
Rehabilitas Penunjang
i Terapi Etiolog
i
Farmakol
ogi
Non
Farmakologi
ANAMNESIS Status mental (6P
+ 1T)

IDENTITAS PASIEN
Penampilan
KU
Pembicaraan
STRESOR
MENANYAKAN ADA/
Perilaku
TIDAKNYA GG FUNGSI Perasaan (mood,
RKP afek)
RK Pikiran (proses, isi)
RKS
Presepsi
Tilikan
DIAGNOSIS Gangguan Psikotik Akut Skizofrenia Paranoid Gangguan Psikotik
BANDING Lir-Skizofrenia
Onset < 2 minggu (1 hari - <1 bulan) > 1 bulan < 1bulan
Manifestasi satu (atau lebih) gejala berikut: memenuhi kriteria umum skizofrenia gejala gejala yang
klinis -waham sebagai tambahan: memenuhi kriteria
-halusinasi - halusinasi dan/atau waham harus menonjol untuk skizofrenia
-bicara kacau ( cth: inkoherensi) -gangguan afektif, dorongan kehendak dan
-perilaku katatonik atau kacau pembicaraan, serta gejala katatonik secara relatif tidak
nyata/tidak menonjol
secara keseluruhan

- onset harus akut biasanya tegang, mudah curiga, berjaga-jaga, - onset psikotiknya
- harus ada beberapa jenis berhati-hati, dan terkadang bersikap bermusuhan akut
halusinasi atau waham atau agresif, namun mereka kadang-kadang dapat - gejala-gejala yang
(berubah dalam jenis dan mengendalikan diri mereka secara adekuat pada memenuhi kriteria
intensitasnya dari hari ke hari situasi sosial. untuk skizofrenia
atau dalam hari yang sama)
- harus ada keadaan emosional Ciri lainya meliputi ansietas, kemarahan, menjaga
yang berubah jarak, dan suka berargumentasi, dan agresif.
- walaupun gejala beraneka
ragam, tidak satupun dari
gejala itu ada secara cukup
konsisten dapat memenuhi
kriteria skizofrenia atau
episode manik atau episode
depresif
Etiologi Epidemiologi

Jarang
Sering pada pasien muda >
Gangguan Kepribadian pasien lanjut usia
Stress Berat Sosioekonomi rendah
(traumatis, konflik keluarga, Gangguan kepribadian yang
masalah pekerjaan, kecelakaan, telah ada sebelumnya (historic,
sakit parah, dan kematian orang narsistik, paranoid, skizotipal,
yang dicintai ) dapat memicu dan ambang). Orang yang telah
psikosis reaktif singkat. mengalami bencana berat atau
Genetik perubahan kultural yang besar.
Perilaku kacau,
Hiper-reaktivitas Peningkatan
Patofisiolo sistem densitas reseptor
Waham,
Halusinasi,
gi dopaminergik D2 Illusi,Tilikan Yang
Buruk
MANIFESTASI KLINIS
MENDENGAR SUARA SUARA
KEYAKINAN / KETAKUTAN (YANG ANEH/ASING)
KEBINGUNGAN
WAS-WAS
PEDOMAN DIAGNOSTIK :
AWITAN/ONSET BARU DARI :
HALUSINASI
WAHAM
AGITASI/PERILAKU ANEH(BIZARRE)
PEMBICARAAN ANEH ATAU KACAU
KEADAAN EMOSIONAL LABIL DAN EKSTREM
GEJALA TIMBUL MENDADAK KURANG DARI 1 BULAN
PENATALAKSANAAN

FARMAKOLOGI NON FARMAKOLOGI

PERAWATAN DI RUMAH SAKIT


ANTIPSIKOTIK
PSIKOTERAPI :
(HALOPERIDOL 3X2-5MG SEHARI/
CHLORPROMAZINE 3 X 100-200 MG 1. INDUVIDUAL,KELOMPOK, DAN
SEHARI) KELUARGA.

ANTIANSIETAS DIGUNAKAN BERSAMA 2.MENGATASI STRESOR & EPISODE SIKOTIK


DENGAN ANTIPSIKOTIK ( MISALNYA 3. MENGEMBALIKAN HARGA DIRI DAN
LORAZEPAM 3 X 1-2 MG SEHARI ) KEPERCAYAAN

Pencegahan & prognosis


Pencegahan

Prognosis
Prognosis pada umumnya baik jika ditangani dengan baik
REKAM MEDIS
1. IDENTITAS PASIEN
2. KELUHAN UTAMA
3. RPS
4. RPD
5. RIWAYAT KELUARGA
6. STATUS FISIK
7. STATUS MENTAL
8. WD
9. TERAPI
10. NONFARMAKOLOGI DAN EDUKASI
KESIMPULAN
BANYAK FAKTOR YANG MENYEBABKAN GANGGUAN PSIKOTIK YAITU FAKTOR PSIKODINAMIK YANG HARUS
DIPERHATIKAN DI DALAM KELOMPOK GANGGUAN PSIKOTIK INI ADALAH STRESOR PENCETUS DAN
LINGKUNGAN INTERPERSONAL, PEMERIKSAAN PASIEN PSIKOTIK HARUS MEMPERTIMBANGKAN
KEMUNGKINAN BAHWA GEJALA PSIKOTIK ADALAH DISEBABKAN OLEH KONDISI MEDIS UMUM (SEBAGAI
CONTOHNYA, SUATU TUMOR OTAK) ATAU INGESTI ZAT (SEBAGAI CONTOHNYA, PHENCYCLIDINE), ZAT
PSIKOAKTIF ADALAH PENYEBAB YANG UMUM DARI SINDROMA PSIKOTIK. ZAT YANG PALING SERING
TERLIBAT ADALAH ALKOHOL, HALUSINOGEN INDOL SEBAGAI CONTOHNYA, LYSERGIC ACID DIETHYLAMID
(LSD) AMFETAMIN, KOKAIN. MESCALIN, PHENCYCLIDINE (PCP), DAN KETAMIN. BANYAK ZAT LAIN,
TERMASUK STEROID DAN THYROXINE, DAPAT DISERTAI DENGAN HALUSINASI AKIBAT ZAT.
PROGNOSIS GANGGUAN PSIKOTIK YAITU BERDASARKAN ONSET AKUT DENGAN FACTOR PENCETUS YANG
JELAS, RIWAYAT HUBUNGAN SOCIAL DAN PEKERJAAN YANG BAIK (PREMORBID), ADANYA GEJALA AFEKSTIF
(DEPRESI), SUDAH MENIKAH, BANYAK SIMPTOM POSITIF, KEBINGUNGAN, TENSION, CEMAS HOSTILITAS.
DAN DIPERLUKAN TERAPI PSIKIATRI SEBAGAI TATALAKSANANYA SEPERTI PSIKOTERAPI, PSIKOSOSIAL DAN
PSIKOSPIRITUAL