Anda di halaman 1dari 52

KELOMPOK

CA PARU
NAMA KELOMPOK
Agita Anggun Mawarni (121.0003)
Aprillia Putri Sartika (121.0013)
Erisky Try P. (121.0033)
Mustika Larasati P. (121.0067)
Rizki Adista Sukma (121.0091)
Anatomi dan Fisiologi Sistem
Respirasi
pernafasan atau respirasi adalah
suatu proses mulai dari
pengambilan oksigen,
pengeluaran karbohidrat hingga
penggunaan energi di dalam
tubuh. Manusia dalam bernapas
menghirup oksigen dalam udara
bebas dan membuang
karbondioksida ke lingkungan.
Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :

Respirasi luar
Respirasi dalam
2 cara melakukan
pernapasan
Respirasi/Pernapasan Dada
Respirasi/Pernapasan Perut
Normalnya manusia butuh
kurang lebih 300 liter oksigen
perhari. Dalam keadaan tubuh
bekerja berat maka oksigen yang
diperlukan pun menjadi berlipat-
lipat kali dan bisa sampai 10
hingga 15 kali lipat. Ketika
oksigen tembus selaput alveolus,
hemoglobin akan mengikat
oksigen yang banyaknya akan
Proses Kimiawi Respirasi Pada
Tubuh Manusia

Pembuangan CO2 dari paru-paru


Pengikatan oksigen oleh
hemoglobin
Pemisahan oksigen dari
hemoglobin ke cairan sel
Pengangkutan karbondioksida di
dalam tubuh
Sistem Pernapasan pada Manusia
terdiri atas
Rongga Hidung (Cavum Nasalis)
Faring (Tenggorokan)
Faring (Tenggorokan)
Pangkal Tenggorokan (laring)
Cabang Batang Tenggorokan
(Bronkus)
Paru-paru (Pulmo)
Trakea (batang tenggorok)
adalah tabung berbentuk pita
seperti huruf C yang di bentuk
oleh tulang-tulang rawan yang
di sempurnakan oleh selaput.
Trakea terletak di antara
vertebrata servikalis ke-6
sampai ke tepi bawah
kartilago.
Bronkus (cabang tenggorok)
merupakan lanjutan trakea
yang terdapat ketinggian
vertebrata torakalis ke-4 dan
ke-5. Bronkus memiliki
struktur yang sama dengan
trakea, yang dilapisi oleh
sejenis sel yang sama dengan
trakea yang berjalan ke
bawah menuju tampuk paru-
Paru-paru adalah salah
satu organ sistem
pernapasan yang berada di
dalam kantong yang di
bentuk oleh pleura
parietalis dan viseralis.
Pleura adalah suatu membaran serosa yang
halus membentuk suatu kantong tempat
paru-paru berada yang jumlahnya ada dua
buah dan masing-masing tidak berhubungan.
Pleura mempunyai dua lapisan, parietalis dan
viseralis:
Lapisan permukaan disebut permukaan
parietalis, lapisan ini langsung berhubungan
dengan paru-paru serta memasuki fisura dan
memisahkan lobus-lobus dari paru-paru.
Lapisan dalam disebut pleura viseralis,
lapisan ini berhubungan denganfasia
endotorakika dan merupakan permukaan
dalam dari dinding toraks.
CA PARU
Definisi Kanker Paru
Keganasan yang terjadi 90% di
epitelium bronkus yang tumbuh
lambat memakan waktu 8-10
tahun dan tumor mencapai
ukuran 1 cm, dimana lesi terkecil
dapat dideteksi dengan x-Ray.
Etiologi
Mayoritas kanker paru disebabkan
oleh merokok dan juga akibat
terpapar oleh asap rokok. Semakin
banyak rokok yang dihisap maka
akan semakin besar kemungkinan
terkena kanker paru. Rokok dipercaya
dapat merusak sel yang melapisi
paru-paru. Ketika menghisap rokok
yang penuh dengan zat karsinogen
(zat penyebab kanker), perubahan
pada jaringan paru-paru pun segera
Patofisiologi
Kasinoma bronkogenik
adalah kanker yang timbul
dari lapisan epitelial bronki;
ini merupakan bentuk kanker
paru yang paling umum dan
mencapai sekitar 90% kasus
(Finkelmeier 2000).
Peta konsep
Kanker paru

Karsinoma Karsinoma
bronkogenik (90%
dari semua kanker bronkoalveolar
paru)

Karsinoma Karsinoma sel


kecil
bukan sel kecil
(non small cell) (small cell)

Adenokarsinoma (50% dari semua


kanker paru) karsinoma skuamosa /
epidemoid (30-35%) karsinoma sel
besar ()large cell (7-10%)
Manifestasi Klinis
Kanker paru-paru biasanya tidak
menyebabkan tanda dan gejala
pada tahap awal. Tanda dan
gejala kanker paru biasanya
terjadi hanya ketika penyakit
sudah lanjut.
Tanda dan gejala kanker paru-paru
dapat meliputi
Batuk yang tidak kunjung sembuh (lebih dari 2 minggu)
Perubahan batuk kronis
Batuk berdarah
Perubahan warna dan meningkatnya jumlah dahak
Bunyi seperti yang terjadi pada penderita asma saat bernafas
pada bukan penderita asma
Sesak nafas
Nyeri pada dada dan tulang
Nyeri pada saat menarik nafas dalam-dalam
Perubahan suara menjadi serak
Penurunan berat badan yang drastis
Sakit kepala
Pembengkakan di wajah atau leher
Faktor Resiko Kanker Paru
Merokok
Polusi udara
Polusi lingkungan kerja
Rendahnya asupan vitamin A
Faktor herediter
Usia
Tanda Bahaya Kanker Paru
Hoarsenes
Perubahan pola napas
Batuk persisten
Sputum darah
Sputum purulen
Hemoptisis
Nyeri dada, punggung dan lengan
Pleur efusi, pneumonia, atau bronkitis
Dispnea
Demam berhubungan dengan satu atau dua tanda
lain
Wheezing
Penurunan berat badan
Penatalaksanaan
3 penatalaksanaan
Non-Small Cell Lung
Cancer
Small Cell Lung Cancer
Terapi Metastasis
Pemeriksaan Diagnosis
Radiologi
Bronkhoskopi
Sitologi
Histologi
Mediastinoskopi
Uji galium
Komplikasi
Sesak nafas
Batuk darah
Rasa nyeri akibat penyebaran
kanker
Penumpukan cairan di dada
(efusi pleura)
Penyebaran kanker ke organ
tubuh lainnya (metastasis)
Kematian
Prognosis secara keseluruhan
bagi klien dengan karsinoma
paru adalah buruk (kelangsungan
hidup lima tahun) dan hanya
sedikit meningkat dalam
beberapa tahun terakhir ini,
meskipun telah diperkenalkan
berbagai agen kemoterapi yang
baru.
Pencegahan

Kanker paru tidak dapat dicegah secara


pasti, namun risiko dapat dikurangi
Hindari rokok dan asap rokok
Pola makan sehat, perbanyak makan
buah dan sayur
Kurangi minum alkohol
Berolahraga secara teratur
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN
CA PARU
Pengkajian
Pola aktivitas dan istirahat
Subjektif: Rasa lemah cepat
lelah, aktivitas berat timbul.
sesak (nafas pendek), demam,
menggigil
Objektif: Takikardia,
takipnea/dispnea saat kerja,
irritable, sesak, demam subfebris
(40-41C) hilang timbul
Pola nutrisi
Subjektif: Anoreksia, mual,
tidak enak diperut, penurunan
berat badan
Objektif: Turgor kulit jelek,
kulit kering/bersisik,
kehilangan lemak sub kutan
Respirasi
Subjektif: Batuk produktif/non produktif sesak
napas, sakit dada.
Objektif: Mulai batuk kering sampai batuk
dengan sputum hijau/purulen,mukoid kuning
atau bercak darah, pembengkakan kelenjar
limfe, terdengar bunyi ronkriteria hasili basah,
kasar di daerah apeks paru, takipneu (penyakit
luas atau fibrosis parenkim paru dan pleural),
sesak napas, pengembangan pernapasan tidak
simetris (effusi pleura), perkusi pekak dan
penurunan fremitus (cairan pleural), deviasi
trakeal (penyebaran bronkogenik)
Rasa nyaman/nyeri

Subjektif: Nyeri dada meningkat


karena batuk berulang.
Obiektif: Berhati-hati pada area
yang sakit, perilaku distraksi,
gelisah, nyeri bisa timbul bila
infiltrasi radang sampai ke
pleura sehingga timbul pleuritis.
Integritas ego
Subjektif: Faktor stress lama,
masalah keuangan, perasaan
tak berdaya/tak ada harapan
Objektif: Menyangkal
(selama tahap dini), ansietas,
ketakutan, mudah
tersinggung
Keamanan

Subyektif: adanya kondisi


penekanan imun, contoh
AIDS, kanker
Obyektif: demam rendah
atau sakit panas akut
Interaksi Sosial

Subyektif: Perasaan
isolasi/penolakan karena
penyakit menular,
perubahan pola biasa dalam
tanggung jawab/perubahan
kapasitas fisik untuk
melaksanakan peran
Diagnosa Keperawatan
Bersihan jalan napas tidak efektif b/d sekret kental atau sekret darah,
kelemahan, upaya batuk buruk, edema trakeal/faringeal.
Gangguan pertukaran gas b/d berkurangnya keefektifan permukaan
paru, atelektasis, kerusakan membran alveolar kapiler, sekret yang
kental, edema bronkriteria hasilial.
Gangguan keseimbangan nutrisi, kurang dari kebutuhan b/d kelelahan,
batuk yang sering, adanya produksi sputum, dispnea, anoreksia,
penurunan kemampuan finansial.
Nyeri akut b/d inflamasi paru, batuk menetap.
Hipertermi b/d proses inflamasi aktif.
Intoleransi aktivitas b/d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan
oksigen.
Kurang pengetahuan tentang kondisi, pengobatan, pencegahan b/d
tidak ada yang menerangkan, interpretasi yang salah, informasi yang
didapat tidak lengkap/tidak akurat, terbatasnya pengetahuan/kognitif
Risiko tinggi infeksi penyebaran/aktivitas ulang infeksi b/d pertahanan
primer tidak adekuat, fungsi silia menurun/statis sekret, kerusakan
jaringan akibat infeksi yang menyebar, malnutrisi, terkontaminasi oleh
lingkungan, kurang informasi tentang infeksi kuman.
Intervensi dan
Rasional
Diagnosa Keperawatan Tujuan

Bersihan jalan nafas Setelah diberikan Kaji ulang fungsi Penurunan bunyi napas
tidak efektif b/d sekret tindakan keperawatan pernapasan: bunyi napas, indikasi atelektasis, ronki
kecepatan, irama, indikasi akumulasi sekret/
kental atau sekret darah, kebersihan jalan nafas kedalaman dan ketidakmampuan
kelemahan, upaya batuk efektif, dengan kriteria penggunaan otot aksesori. membersihkan jalan
napas sehingga otot
buruk, edema hasil:
aksesori digunakan dan
trakeal/faringeal. Mempertahankan jalan Catat kemampuan untuk kerja pernapasan
napas pasien. mengeluarkan sekret atau meningkat.
batuk efektif, catat
Mengeluarkan sekret karakter, jumlah sputum, Pengeluaran sulit bila
tanpa bantuan. adanya hemoptisis. sekret tebal, sputum
berdarah akibat
Menunjukkan perilaku Berikan pasien posisi kerusakan paru atau luka
untuk memperbaiki semi atau fowler, bronkriteria hasilial yang
bantu/ajarkan batuk memerlukan
bersihan jalan napas. efektif dan latihan napas evaluasi/intervensi lanjut.
Berpartisipasi dalam dalam.
Meningkatkan ekspansi
program pengobatan
Bersihan sekret dari paru, ventilasi maksimal
sesuai kondisi. mulut dan trakea, suction membuka area atektasis
Mengidentifikasi bila perlu. dan gerakan sekret agar
mudah dikeluarkan.
potensial komplikasi dan Pertahankan intake
melakukan tindakan cairan minimal 2500 Mencegah
ml/hari obstruksi/aspirasi. Suction
tepat. kecualikontaindikasi. dilakukan bila pasien tidak
mampu mengeluarkan
Lembabkan sekret.
udara/oksigen inspirasi.
Membantu
Kolaborasi: mengencerkan sekret
Berikan obat agen sehingga mudah
mukolitik, bronkodilator, dikeluarkan.
kortikosteroid sesuai
indikasi. Mencegah pengeringan
membran mukosa.
Gangguan Setelah diberikan Kaji dispnea, Tuberkulosis paru
pertukaran gas b/d tindakan takipnea, bunyi dapat rnenyebabkan
pernapasan meluasnya jangkauan
berkurangnya keperawatan abnormal. dalam paru-paru
keefektifan pertukaran gas Peningkatan upaya yang berasal dari
respirasi, bronkopneumonia
permukaan paru, efektif, dengan
keterbatasan yang meluas menjadi
atelektasis, kriteria hasil: ekspansi dada dan inflamasi, nekrosis,
kerusakan membran Melaporkan tidak kelemahan. pleural effusion dan
meluasnya fibrosis
alveolar kapiler, terjadi dispnea. Evaluasi perubahan dengan gejala-gejala
sekret yang kental, Menunjukkan tingkat kesadaran, respirasi distress.
catat tanda-tanda
edema bronkriteria perbaikan ventilasi sianosis dan , Akumulasi sekret
hasilial. dan oksigenasi membran mukosa, dapat menggangp
dan warna kuku. oksigenasi di organ
jaringan adekuat vital
dengan GDA dalam Demonstrasikan/anj
urkan untuk Meningkatnya
rentang normal.
mengeluarkan napas resistensi aliran
Bebas dari gejala dengan bibir udara untuk
distress pernapasan. disiutkan, terutama mencegah kolapsnya
pada pasien dengan jalan napas.
fibrosis atau
kerusakan parenkim. Mengurangi
konsumsi oksigen
Anjurkan untuk pada periode
bedrest, batasi dan respirasi.
bantu aktivitas
sesuai kebutuhan. Menurunnya saturasi
oksigen (PaO2) atau
Monitor GDA meningkatnya PaC02
menunjukkan
perlunya penanganan
yang lebih.
adekuat atau
Kolaborasi: berikan perubahan terapi.
Gangguan Setelah diberikan Catat status nutrisi Berguna dalam
keseimbangan nutrisi, tindakan keperawatan paasien: turgor kulit, mendefinisikan derajat
timbang berat masalah dan intervensi
kurang dari kebutuhan diharapkan kebutuhan yang tepat
badan, integritas
b/d kelelahan, batuk nutrisi adekuat, mukosa mulut,

yang sering, adanya dengan kriteria hasil: kemampuan

produksi sputum, Menunjukkan berat menelan, adanya Membantu intervensi
bising usus, riwayat kebutuhan yang
dispnea, anoreksia, badan meningkat mual/rnuntah atau spesifik, meningkatkan
penurunan mencapai tujuan diare. intake diet pasien.
kemampuan finansial. dengan nilai
Kaji ulang pola diet Mengukur keefektifan
laboratoriurn normal pasien yang nutrisi dan cairan.
dan bebas tanda disukai/tidak
disukai. Dapat menentukan
malnutrisi. jenis diet dan

Melakukan perubahan mengidentifikasi
Monitor intake dan
pemecahan masalah
pola hidup untuk output secara
untuk meningkatkan
meningkatkan dan periodik. intake nutrisi.
Monitor intake dan
mempertahankan berat output secara
badan yang tepat. periodik. Membantu
menghemat energi
Catat adanya kriteria hasilusus saat
anoreksia, mual, demam terjadi
muntah, dan peningkatan
tetapkan jika ada metabolik.
hubungannya
Mengurangi rasa tidak
dengan medikasi.
enak dari sputum atau
Awasi frekuensi, obat-obat yang
volume, konsistensi digunakan yang dapat
Buang Air Besar merangsang muntah.
(BAB).
Memaksimalkan
Anjurkan bedrest. intake nutrisi dan
menurunkan iritasi
gaster.
Lakukan perawatan
Kolaborasi: Memberikan
Rujuk ke ahli gizi bantuan dalarn
untuk menentukan perencaaan diet
komposisi diet. dengan nutrisi
adekuat unruk
Awasi pemeriksaan kebutuhan metabolik
laboratorium. (BUN, dan diet.
protein serum, dan
albumin). Nilai rendah
menunjukkan
malnutrisi dan
perubahan program
terapi.
Nyeri akut b/d inflamasi Setelah diberikan Observasi karakteristik Nyeri merupakan respon
paru, batuk menetap. tindakan keperawatan nyeri, mis tajam, subjekstif yang dapat
konstan , ditusuk. diukur.
rasa nyeridapat
Selidiki perubahan
berkurang atau karakter
Perubahan frekuensi
terkontrol, dengan /lokasi/intensitas nyeri.
jantung TD menunjukan
kriteria hasil: bahwa pasien mengalami
Pantau TTV nyeri, kriteria
Menyatakan nyeri hasilususnya bila alasan
berkurang untuk perubahan tanda
atauterkontrol Berikan tindakan vital telah terlihat.
nyaman mis, pijatan
Pasien tampak rileks. punggung, perubahan Tindakan non analgesik
posisi, musik tenang, diberikan dengan
relaksasi/latihan nafas. sentuhan lembut dapat
menghilangkan
ketidaknyamanan dan
memperbesar efek terapi
analgesik.
Tawarkan pembersihan mulut dengan sering.


Anjurkan dan bantu pasien dalam teknik menekan dada selama episode batukikasi.

Kolaborasi dalam pemberian analgesik sesuai indikasi.

Tawarkan Pernafasan mulut


pembersihan mulut dan terapi oksigen
dengan sering. dapat mengiritasi
dan mengeringkan
njurkan dan bantu membran mukosa,
pasien dalam teknik potensial
menekan dada ketidaknyamanan
selama episode umum.
batukikasi.
Alat untuk
Kolaborasi dalam mengontrol
pemberian analgesik ketidaknyamanan
sesuai indikasi. dada sementara
meningkatkan
keefektifan upaya
batuk.

Obat ini dapat


digunakan untuk
menekan batuk non
produktif,
meningkatkan
kenyamanan.
Hipertermi b/d proses Setelah diberikan Observasi karakteristik Nyeri merupakan respon
inflamasi aktif. tindakan keperawatan nyeri, mis tajam, konstan, subjekstif yang dapat
rasa nyeri dapat ditusuk. Selidiki diukur.
berkurang atau terkontrol, perubahan karakter Perubahan frekuensi
dengan kriteria hasil: /lokasi/intensitas nyeri. jantung TD menunjukan
Menyatakan nyeri Pantau TTV bahwa pasien mengalami
berkurang atauterkontrol Berikan tindakan nyaman nyeri, kriteria
Pasien tampak rileks mis, pijatan punggung, hasilususnya bila alasan
perubahan posisi, musik untuk perubahan tanda
tenang, relaksasi/latihan vital telah terlihat.
nafas. Tindakan non analgesik
Tawarkan pembersihan diberikan dengan
mulut dengan sering. sentuhan lembut dapat
Anjurkan dan bantu menghilangkan
pasien dalam teknik ketidaknyamanan dan
menekan dada selama memperbesar efek terapi
episode batukikasi. analgesik.
Kolaborasi dalam Pernafasan mulut dan
pemberian analgesik terapi oksigen dapat
sesuai indikasi. mengiritasi dan
mengeringkan membran
mukosa, potensial
ketidaknyamanan umum.
Alat untuk mengontrol
ketidaknyamanan dada
sementara meningkatkan
keefektifan upaya batuk.
Obat ini dapat digunakan
untuk menekan batuk non
produktif, meningkatkan
kenyamanan
Hipertermi b/d proses Setelah diberikan Kaji suhu tubuh pasien. Mengetahui peningkatan
inflamasi aktif. tindakan keperawatan Beri kompres air hangat. suhu tubuh,
diharapkan suhu tubuh Berikan/anjurkan pasien memudahkan
kembali normal dengan untuk banyak minum intervensi. Mengurangi
kriteria hasil: 1500-2000 cc/hari panas dengan
Suhu tubuh 36C-37C (sesuai toleransi). pemindahan panas
Anjurkan pasien untuk secara konduksi. Air
menggunakan pakaian hangat mengontrol
yang tipis dan mudah pemindahan panas
menyerap keringat. secara perlahan tanpa
Observasi intake dan menyebabkan hipotermi
output, tanda vital (suhu, atau menggigil.
nadi, tekanan darah) tiap Untuk mengganti cairan
3 jam sekali atau sesuai tubuh yang hilang akibat
indikasi. evaporasi.
Kolaborasi : pemberian Memberikan rasa
cairan intravena dan nyaman dan pakaian
pemberian obat sesuai yang tipis mudah
program. menyerap keringat dan
tidak merangsang
peningkatan suhu tubuh.
Mendeteksi dini
kekurangan cairan serta
mengetahui
keseimbangan cairan
dan elektrolit dalam
tubuh. Tanda vital
merupakan acuan untuk
mengetahui keadaan
umum pasien.
Pemberian cairan sangat
Kurang pengetahuan Setelah diberikan Kaji ulang kemampuan Kemampuan belajar
tentang kondisi, tindakan keperawatan belajar pasien misalnya: berkaitan dengan
pengobatan, pencegahan tingkat pengetahuan perhatian, kelelahan, keadaan emosi dan
b/d tidak ada yang pasien meningkat, tingkat partisipasi, kesiapan fisik.
menerangkan, dengan kriteria hasil: lingkungan belajar, Keberhasilan tergantung
interpretasi yang salah, Menyatakan pemahaman tingkat pengetahuan, pada kemarnpuan
informasi yang didapat proses media, orang dipercaya. pasien.
tidak lengkap/tidak penyakit/prognosisdan Berikan Informasi yang Informasi tertulis dapat
akurat, terbatasnya kebutuhan pengobatan. spesifik dalam bentuk membantu mengingatkan
pengetahuan/kognitif Melakukan perubahan tulisan misalnya: jadwal pasien.
perilaku dan pola hidup minum obat. Meningkatkan partisipasi
unruk memperbaiki Jelaskan pasien mematuhi aturan
kesehatan umurn dan penatalaksanaan obat: terapi dan mencegah
menurunkan resiko dosis, frekuensi, tindakan putus obat.
pengaktifan ulang dan perlunya terapi dalam Mencegah keraguan
luberkulosis paru. jangka waktu lama. Ulangi terhadap pengobatan
Mengidentifikasi gejala penyuluhan tentang sehingga mampu
yang mernerlukan interaksi obat menjalani terapi.
evaluasi/intervensi. Tuberkulosis dengan obat Kebiasaan minurn alkohol
Menerima perawatan lain. berkaitan dengan
kesehatan adekuat. Jelaskan tentang efek terjadinya hepatitis.
samping obat: mulut Efek samping etambutol:
kering, konstipasi, menurunkan visus,
gangguan penglihatan, kurang mampu melihat
sakit kepala, peningkatan warna hijau.
tekanan darah. Debu silikon beresiko
Anjurkan pasien untuk keracunan silikon yang
tidak minurn alkohol jika mengganggu fungsi
sedang terapi INH. paru/bronkus.
Rujuk perneriksaan mata Pengetahuan yang cukup
saat mulai dan menjalani dapat mengurangi resiko
terapi etambutol. penularan/ kambuh
Intoleransi aktivitas b/d Setelah diberikan tindakan Evaluasi respon pasien Menetapkan kemampuan
ketidakseimbangan antara keperawatan pasien terhadap aktivitas. Catat atau kebutuhan pasien
suplai dan kebutuhan diharapkan mampu laporan dispnea, memudahkan pemilihan
oksigen. melakukan aktivitas dalam peningkatan kelemahan intervensi.
batas yang ditoleransi atau kelelahan. Menurunkan stress dan
dengan kriteria hasil: Berikan lingkungan rangsanagn berlebihan,
Melaporkan atau tenang dan batasi meningkatkan istirahat.
menunjukan peningkatan pengunjung selama fase Tirah baring
toleransi terhadap akut sesuai indikasi. dipertahankan selama
aktivitas yang dapat Jelaskan pentingnya fase akut untuk
diukur dengan adanya istirahat dalam rencana menurunkan kebutuhan
dispnea,kelemahan pengobatandan perlunya metabolik, menghemat
berlebihan, dan tanda vital keseimbangan aktivitas energy untuk
dalam rentan normal. dan istirahat. penyembuhan.
Bantu pasien memilih Pasien mungkin nyaman
posisi nyaman untuk dengan kepala tinggi, tidur
istirahat. di kursi atau menunduk ke
Bantu aktivitas perawatan depan meja atau bantal.
diri yang diperlukan. Meminimalkan kelelahan
Berikan kemajuan dan membantu
peningkatan aktivitas keseimbangan suplai dan
selama fase kebutuhan oksigen.
penyembuhan.
Risiko tinggi infeksi Setelah diberikan Review patologi penyakit Membantu pasien agar
penyebaran/aktivitas tindakan keperawatan fase aktif/tidak aktif, mau mengerti dan
ulang infeksi b/d tidak terjadi penyebaran infeksi menerima terapi yang
pertahanan primer tidak penyebaran/aktivitas melalui bronkus pada diberikan untuk
adekuat, fungsi silia ulang infeksi, dengan jaringan sekitarnya atau mencegah komplikasi.
menurun/ statis sekret, kriteria hasil: aliran darah atau sistem Orang-orang yang
malnutrisi, terkontaminasi Mengidentifikasi limfe dan resiko infeksi beresiko perlu program
oleh lingkungan, kurang intervensi untuk melalui batuk, bersin, terapi obat untuk
informasi tentang infeksi mencegah/menurunkan meludah, tertawa., mencegah penyebaran
kuman. resiko penyebaran ciuman atau menyanyi. infeksi.
infeksi. Identifikasi orang-orang Kebiasaan ini untuk
Menunjukkan/melakukan yang beresiko terkena mencegah terjadinya
perubahan pola hidup infeksi seperti anggota penularan infeksi.
untuk meningkatkan keluarga, teman, orang Mengurangi risilio
lingkungan yang. aman. dalam satu perkumpulan. penyebaran infeksi.
Anjurkan pasien menutup Pengetahuan tentang
mulut dan membuang faktor-faktor ini
dahak di tempat membantu pasien untuk
penampungan yang mengubah gaya hidup
tertutup jika batuk. dan
Gunakan masker setiap menghindari/mengurangi
melakukan tindakan. keadaan yang lebih
Identifikasi individu yang buruk.
berisiko tinggi untuk Periode menular dapat
terinfeksi terjadi hanya 2-3 hari
ulangTuberkulosis paru, setelah permulaan
seperti: alkoholisme, kemoterapi jika sudah
malnutrisi, operasi terjadi kavitas, resiko,
bypass intestinal, penyebaran infeksi dapat
menggunakan obat berlanjut sampai 3 bulan.
penekan imun/ INH adalah obat pilihan
kortikosteroid, adanya bagi penyakit
SELESAI