Anda di halaman 1dari 35

KANKER

PROSTAT
KELOMPOK 5
CAHYANI
SELLA N.
21152056 MEILANI
PUJASARI
SINTIA EKA
NISA YULIANI 21152066
RISDIANI RATI
21152071
21152091 PERMATASARI
21152076

RISKY FEBI
ASTARY
21152086

NURUL
TAUFIQOH
21152101
RIADHATUL EVA TETI
AZIZAH APRILYANA R. MAULINDA
21152081 21152061 21152096
Key Points
Kanker prostat paling sering terjadi pada pria Amerika Serikat

PSA : penanda kanker prostat

Prognosis kelas histologi, ukuran tumor, dan tahap penyakit.

Ablasi androgen dengan LHRH agonis + antiandrogen sebelum terapi


radiasi u/ kanker prostat tingkat lanjut terlokalisasi sehingga hasil terapi
radiasi

Terapi ablasi androgen, dengan orkiektomi, agonis LHRH saja, atau LHRH +
antiandrogen (CAD), u/ kanker prostat tingkat lanjut (tahap D2).

Penghentian anti-androgen, pada penyakit progresif saat menerima kombinasi blokade


hormon dengan agonis LHRH + antiandrogen penyembuhan simptomatik.

Kemoterapi, dengan docetaxel dan prednisone atau docetaxel, kualitas hidup pada pasien kanker
prostat-refraktori hormon
PROSTAT

Apa itu prostat?

Fungsi?

Kanker prostat?
Epidemiologi

Tahun 2006, diperkirakan sekitar 234.460


?
orang didiagnosis karsinoma prostat dan
lebih dari 27.350 orang meninggal kareNa
kanker prostat
Epidemiologi
Prevalensi kanker prostat
di Indonesia tahun 2013
adalah sebesar 0,2% atau
diperkirakan sebanyak
25.012 penderita

Sumber: Pusat data dan


informasi kementerian
kesehatan RI
O GI ET
I O L IO
FIS LO
ATO GI
P

KLA
SIFI IS
KAS S
I GNO
DIA

EN T PREVE
TM NT IF
T REA
Etiologi
Ras dan Etnik

Riwayat Keluarga

Usia

Diet

Hormon
FAKTOR RESIKO
Ras
Laki-laki
afrika
usia
yang
>55
tinggal di
Riwayat tahun
amerika Makanan
famili dengan
menderi asam
ta lemak
kanker Kontak
jenuh
prostat dengan
logam
Kurang berat
gerak, seperti
perokok
cadmiu
m.
Patofisiologi

Perubahan Proses diferensiasi dan


keseimbangan hormon proliferasi sel
Penyebab pasti testosteron dan terganggu, dapat
belum diketahui estrogen pada usia menyebabkan kanker
lanjut

Meningkatnya lama hidup


Pertumbuhan stroma sel-sel prostat karena
berkurangnya sel-sel yang
yang berlebihan mati sehingga
menyebabkan terjadinya
perubahan materi genetik

(Price, 1995)
Diagnosis
Pemeriksaan Utama
DRE (Digital Rectal PSA (Prostate Spesific
Examination) Antigen)
Terdapat kecurigaan kanker
prostat jika: nodul keras,
Nilai baku PSA di
asietrik, dan berbenjol-benjol Indonesia = 4 ng/ml

TRUS (Transrectal
Ultrasonography) dan
Biopsi Prostat

Pharmacoterapi Principal &


Practice, 2008
Kemenkes
PRESENTASI KLINIK

Asimptomatik

Disfungsi uretra Kanker


Perubahan prostat
frekuensi urinari invasif
Aliran urin kecil / lokal
menetes
Penyakit lanjut
Sakit punggung
Perasaan seperti ditekan
Edema kaki & tangan
Anemia
berat badan
Pharmacoterapi Principal
& Practice, 2008
STADIUM DAN SISTEM
KLASIFIKASI KANKER
PROSTAT

American Joint Committee


American Urologic System International Union Against
Cancer

Stadium A Stadium B T1 T2

Stadium C Stadium D T3 T4

Pharmacoterapi Principal
& Practice, 2008
Klasifikasi Kanker Prostat
Pencegahan

X X
Terapi Non Farmakologi
Orchiectomy
Operasi Prostatectomy

External-
Radiasi beam
radiotherapy
Terapi brachytherapy
Pemantauan
perkembangan
Observasi penyakit ASP dan
PDR dilakukan
setiap 6 bulan
Pengobatan:
VAKSIN KANKER
PROSTAT

Vaksin ini dirancang


untuk mengobati, bukan
mencegah, kanker
prostat dengan memacu
sistem kekebalan tubuh
untuk menyerang sel-sel
kanker prostat.

Nop 2010 - From: www.itokindo.org (free pdf: Manajemen Modern dan Kesehatan Masyarakat)
Terapi Farmakologi
Golongan Nama Obat Dosis Lazim

7,5 mg IM /bulan
22,5 mg IM / 3 bulan
Leuprolid 30 mg IM / 4 bulan
45 mg IM / 6 bulan
LHRH 3,6 mg SC implan / bulan
Agonis Goserelin 10,8 mg SC implan / 3 bulan

3,75 mg IM / bulan
Triptorelin 11,25 mg IM / 3 bulan
22,5 mg IM / 6 bulan
Terapi Farmakologi
Golongan Nama Obat Dosis Lazim
Flutamide 750 mg / hari
Bikalutamid 50 mg / hari
300 mg/ hari untuk bulan
Antiandrogen
Nilutamid pertama, kemudian 150 mg/ hari

Enzalutamid 160 mg/ hari


240 mg SC Loading dose
80 mg /28 hari, setelah 28 hari
GnRH-
Degarelix dilanjutkan loading dose
Antagonis

CAB ( Combined Androgen Blokade) Pharmacotherapy


handbook ed 9, 2015
Antiandrogen + LHRH Agonis
JENIS KEMOTERAPI

Kemoterapi yang
ADJUVANT diberikan sesudah
CHEMOTHERAPY operasi pengambilan
tumor

Kemoterapi yang
NEOADJUVANT diberikan sebelum
CHEMOTHERAPY operasi pembedahan
Pilihan Obat

Docetaxel 75 mg/m2 setiap 3 minggu +


prednison 5 mg dua kali sehari
Cabazitaxel 25 mg/m2 setiap 3 minggu
+ prednison 10 mg sehari

Pharmacotherapy
handbook ed 9, 2015
Pengobatan:
CRYOTHERA
PY

Cryotherapy
membekukan dan
membunuh sel-sel
kanker dalam prostat

Nop 2010 - From: www.itokindo.org (free pdf: Manajemen Modern dan Kesehatan Masyarakat)
Sumber: Kanker Prostat, Panduan Nasional Penanganan Kanker. 2015

Penatalaksanaan Kanker terlokalisir


(locally advanced)
Resiko Usia
>80 tahun >71-80 tahun 70 tahun

Rendah : 1. Monitoring Aktif 1. Monitoring Aktif 1. Prostatektomi radikal


T: 1a atau 1c dan 2. EBRT atau 2. EBRT atau
Gleason : 2-5 Brakhiterapi Brakhiterapi permanen
PSA : <10 permanen 3. Monitoring aktif
Temuan biopsi : 3. Terapi 4. Terapi investigasional
Unilateral <50% investigasional

Sedang : 1. Monitoring aktif 1. EBRT, Brakhiterapi 1. Prostatektomi radikal


T : 1b, 2a atau 2. EBRT, permanen atau 2. EBRT, Brakhiterapi
Gleason : 6, atau 3+4 atau, Brakhiterapi kombinasi permanen atau
PSA : <10 atau Temuan permanen atau 2. Prostatektomi kombinasi
biopsi : kombinasi radikal 3. Terapi investigasional
Bilateral, <50% 3. Terapi 3. Terapi
investigasional investigasional
Lanjutan
Resiko Usia

>80 tahun >71-80 tahun 70 tahun


Tinggi : 1. Terapi hormonal 1. EBRT + terapi 1. EBRT + terapi
T: 2b, 3a, 3b atau 2. EBRT + terapi hormonal (2-3 hormonal (2-3 tahun)
Gleason : 4+3 hormonal tahun) 2. Prostatektomi
Atau 3. Terapi 2. Terapi hormonal radikal+ diseksi KGB
PSA : 10-20 atau investigasional 3. Prostatektomi pelvis
Temuan biopsi : > 50% radikal + diseksi 3. Terapi investigasional
perineural, duktal KGB pelvis 4. Terapi hormonal
4. Terapi
investigasional

Sangat tinggi : 1. Terapi hormonal 1. Terapi hormonal 1. EBRT+terapi


T: 4 atau Gleason : 8, atau 2. EBRT+ terapi 2. EBRT+ terapi hormonal
PSA : >20, atau temuan hormonal hormonal 2. Terapi hormonal
biopsi : 3. Terapi 3. Prostatektomi 3. Prostatektomi
Limfovaskuler, investigasional radikal+diseksi KGB radikal + diseksi
neuroendokrin pelvis KGB pelvis
4. Sistemik terapi non 4. Terapi sistemik +
hormonal terapi hormonal
Sumber: Kanker Prostat, Panduan Nasional Penanganan Kanker. 2015

Penatalaksanaan kanker metastasis

Androgen Deprivation Therapy (ADT) terapi


kanker prostat tingkat lanjut.

Pemberian LHRH agonis + anti-androgen u/


mencegah flare up, minimal 14 hari.

ADT dengan penunjang LHRH Agonis +


Antiandrogen (CAB) atau hanya LHRH agonis
saja.
Evaluasi Hasil Terapi

Monitoring :
Efek samping
Ukuran tumor
Keterlibatan nodus limfa
Kadar ASP diperiksa tiap 6 bulan pada 5 tahun
pertama, kemudian tiap tahun.

Sumber: Kanker Prostat, Panduan Nasional Penanganan Kanker. 2015


Evaluasi Hasil Terapi

Dilakukan Evaluasi :
Status penampilan,
Berat
Kualitas hidup, dan
ASP atau PDR pada interval 3 bulan

Sumber: Kanker Prostat, Panduan Nasional Penanganan Kanker. 2015


STUDI KASUS
Seorang laki-laki 65 tahun datang ke rumah sakit untuk mendapatkan evaluasi
terhadap anemia, trombositopenia dan sakit punggung. Namun pasien tidak
mengalami trauma pada punggung. Pasien mengeluhkan exertional dyspnea,
fatigue dan palpitasi. Juga kehilangan berat badan, demam dan lemas. Tegang
saat buang air kecil dan disuria. Pasien mengalami normocytic normochromic
anemia dengan kadar 5.4g/dL dan thrombocytopenia dengan kadar 42,000/L.
Jumlah reticulocyt 101,500 cells/L dan index reticulocyt 1.1. test darah lain
menunjukkan hipercalcemia 2,9 mmol/L, kenaikan alkaliphosfatase (ALP) yaitu
509IU/L lactatate dehydrogenase (LDH) 547IU/L. Urinalisis menunjukkan
proteinuria 30 mg/Dl dengan hematuria dan kultur E.colli sensitif cefuroxime.
PSA lebih dari 100ng/mL. DRE menunjukkan pembesaran prostat yang tidak
simetris. X-ray menunjukkan osteolitic. Biopsi menunjukkan infiltrasi
adenokarsinoma prostat dengan skor gleason 9.
Exertional Dyspnea
Fatigue dan Palpitasi
Kehilangan Berat Badan
Demam
Lemas
Tegang saat Buang Air Kecil
dan Disuria

SUBJECTIVE
normocytic normochromic anemia: 5.4g/dL,
thrombocytopenia : 42,000/L.
reticulocyt : 101,500 cells/L, index reticulocyt 1.1.
hipercalcemia 2,9 mmol/L
kenaikan alkaliphosfatase (ALP) : 509IU/L
lactatate dehydrogenase (LDH) 547IU/L.
proteinuria 30 mg/dL dengan hematuria dan kultur
E.colli sensitif cefuroxime.
PSA lebih dari 100ng/mL. DRE menunjukkan
pembesaran prostat yang tidak simetris.
X-ray menunjukkan osteolitic.
Biopsi menunjukkan infiltrasi adenokarsinoma
prostat dengan skor gleason 9

OBJECTIVE
Assessment
sakit punggung
Plan 1

proteinuria dengan hematuria dan kultur


Plan 2 E.colli

Anemia dan thrombocytopenia


Plan 3

adenokarsinoma prostat
Plan 4 Metastatic tulang
PLAN
Plan 1 (sakit punggung)
Menyarankan dokter untuk memberikan terapi analgetik golongan narkotik yaitu
tramadol 100 mg setiap 8 jam, karena sakit punggung disebabkan oleh adanya
kanker.

Plan 2 (ISK)
Menyarankan dokter untuk memberikan terapi cefuroxime selama tujuh hari

Plan 3 (anemia & trombositopenia)


Menyarankan dokter agar pasien mendapatkan tranfusi darah
Karena komplikasi kelainan darah dapat disebabkan oleh kanker prostat
Plan

Plan 4 (adenokarsinoma prostat)


Menyarankan dokter untuk memberikan
terapi hormon dengan agonis LHRH dan
mempertimbangkan tindakan operasi
Terima Kasih