Anda di halaman 1dari 16

KEKERASAN

TERHADAP
PEREMPUAN DAN
ANAK

Dr. Tania Nugrah Utami


Definisi Undang-
undang No.
23 Tahun
2004

adalah setiap perbuatan terhadap seseorang


terutama perempuan yang berakibat
timbulnya kesengsaraan atau penderitaan
secara seksual, fisik, psikologi atau
penelantaran rumah tangga termasuk juga hal-
hal yang mengakibatkan pada ketakutan,
hilangnya rasa percaya diri, hilangnya
kemampuan untuk bertidak, rasa tidak percaya
atau penderitaan psikis berat pada seseorang.
Dasar Hukum
Permenkes no 68 tahun 2013
kewajiban tenaga kesehatan melapor
ketika menukan indikasi
UU Perlindungan Anak
UU Pengahapusa KDRT
UU Perlindungan Saksi dan Korban
Yang Dilakukan Dalam Proses
Pendampingan
Perkenalan
Informed concent
Tempat private
Intonasi, pemilihan kata
Jangan terlalu cepat memberi nasehat atau menyimpulkan
sebelum mendengarkan keluhan pasien karena pada awal-
awal, pasien tidak memerlukan solusi, tapi ketenangan,
keamanan
Jangan memperkuat bias ( membenarkan kejadian )
Memberikan ruang (jika belum siap, saya bsaip membantu),
tidak memaksakan korban.
Meyakinkan korban tidak salah, bahwa yang salah adalah
pelaku.
Kejadian haru dilalui, tidak mesti dilupakan.
Apa sih yang ibu takutkan? tidak boleh (propokator)
Solusi bisa datang dari klien/pasien sendiri, kita hanya
mengarahkan.
Tanda-tanda Terjadinya
KTP
Tidak nyaman ketika membicarakan keluarga
Pasangan selalu temani dan mendominasi, terlalu perhatian
dan tidak meninggalkan pasien dengan nakes
Sering datang dengan keluhan atau kesakitan yang tidak jelas
Mengeluhkan masalah kesehatan yang diasosiasikan dengan
kekerasan
Luka atau memar yang tidak dapat dijelaskan (ex ad sulutan
rokok)
Keluhan somatik
Luka memar di daerah kepala, leher, perut, apyudara
Luka saat hamil, terutama di payudara atau di bawah perut
Seringnya berkunjung ke puskesmas, dari dokter ke dokter
lain
Alami infeksi menular seksual, hamil, keguguran dan aborsi
serta infeksi area kelamin
Tanda-tanda Terjadinya KTA
Semua tanda pada orang perempuan dewasa
+ Luka / memar yang tidak sesuai dengan usia di
daerah genital
+ Masalah perkembangan dan tingkah laku
Masalah perkembangan (menempel terus dengan ortu,
menarik diri)
Masalah psikologis
Depresi
Keinginan bunuh diri
Masalah dalam membina kedekatan dengan orang dewasa
Serangan panik
Kelainan tidur atau makan
Gejala PTSD
Masalah penyalahgunaan NAPZA
Jenis Kekerasan
Fisik
Psikis
Spiritual
Pola pikir
Perilaku
Sosial
Protocol Skrining
Skrining semua pasien untuk
kemunknan mengalami kekerasan
Ajukan pertanyaan yang bersifat
langsung dengan cara empatik
Validasi perasaan dan pengalaman
pasien
Evaluasi beri informasi dan lakukan
rujukan
Penanganan awal
Pastikan keamana pasien
Lakukan di tempat yang privat
Lakukan ketika dengan pasien saja tanpa
pengantar
Lakukan setelah pasien selesai diperiksa dan
berpakaian
Kalimat pengantar bu, sesauai imbahuan
pemerintah kami diminta
Perhatikan gerakan tbuh
Jamin kerahasaian pasien
Jika terindikasi KTP/A
Sampaikan kepedulian
Tanyakan apakah aman baginya pulang
ke rumah
Informasikan lembaga layanan yang
tersedia
Hindari sikap memaksa dan jelaskan
mengapa suatu langkah penting untuk
dilakukan
pendeteksian dini :
Keamanan dan kerahasiaan pasien
dijamin
Staf yang kompeten
Lembaga rujukan tersedia, aan lebih
baik ada lembaga yan khusus dampingi
pasien
Beberpa pertanyaan untuk
perujuk pelapor (kasus KTA)
Paparan dengan kekerasan seberapa
sering
Kekerasan psikologis
Pengabaian
Kekerasan fisik
Kekerasan seksual
Peran Tenaga Medis
Identifikasi
penanganan medis
rujuk
SCREENING TOOL
WAST = Woman Abuse Screening Toll
KETERLIBATAN LAKI-LAKI
DALAM MENANGGULANGI
KTPA
Tujuannya adalah untuk mencegah KTPA. Bisa diakukan
oleh tenaga kesehatan
Pemeriksaan kehamilan istri, suami ikut datang (SOP dari
pemerintah), mendekatkan si ayah dan anak sebelum lahir
sehingga menibmulkan rasa sayang. Keinginan
membangun rumah tangga bersama-sama
Laki-laki bisa dipandang sebagai :
Individu
Pendamping (tugas tidak hanya istri, tapi laki-laki juga, ex :
mengingatkan obat, tidak hanya ibu tapi laki-laki juga)
Agen perubahan di masyarkat lebih didengar di masyarakat
Menyediakan leaflet tentang bahaya IMS & Edukasi bahaya
terhadap pelaku, istri, keturunan.
Terjun ke masyrakat untuk melakukan seminar ke para
lelaki.