Anda di halaman 1dari 23

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENG. ALAM


UNIVERSITAS PADJADJARAN

Kuliah
GEOLOGI TEKNIK
BATUAN
OLEH :
Febri Hirnawan
(4)
FUNGSI BATUAN dan TANAH
Dalam geologi teknik, fungsi batuan dan
tanah adalah sebagai :

1. Massa penyangga tubuh bangunan


( = batuan fundasi) abutment
2. Material bangunan (material pengisi tubuh
bangunan termasuk batu hias dinding-
dinding bangunan) construction materials
FUNDASI

Dalam studi fundasi, batuan dan/atau tanah


dipelajari sebagai massa, artinya kondisi
massa batuan pada saat seolah-olah
bangunan telah bertumpu di atasnya
Oleh karena itu, data yang perlu diperoleh
adalah sifat massa batuan/tanah mass
properties (perhatikan : bukan sifat material
not material properties).
FUNDASI
Sifat massa batuan yang dipelajari utk
kepentingan calon fundasi bangunan :
1) Untuk bangunan kering (gedung, jembatan, jalan
raya, air port, dsb) :
daya dukung (bearing capacity)
2) Untuk bangunan basah (bendung/weir, bendungan/
dam, dsb) :
daya dukung, dan
Karakteristik pengaliran (drainage characteristic)
FUNDASI BANGUNAN KERING
1.Daya dukung Tanah Fundasi Dangkal
Terzaghi (1943 dlm Susilo, 1996) mengembangkan
persamaan daya dukung tanah sbb :

qu = c Nc + D N + 0.5 B Nq
dengan :
qu = daya dukung batas (Ton/m2),
c = kohesi (Ton/m2),
D = kedalaman fundasi (m)
= bobot satuan isi tanah asli basah (Ton/m3),
B = lebar fundasi (m)
Nc, N , Nq = faktor daya dukung (=merupakan fungsi )
Dalam studi mekanika tanah (geoteknik)
variabel-variabel c, , dan dijelaskan
cara pengujiannya di lab. mektan,

Contoh tanah kohesif diambil secara tidak


terganggu (undisturbed sample),

Juga cara perhitungan daya dukung


dibahas dan diberikan pelatihannya.
Pemboran tangan
(hand augering)
untuk pengambilan
contoh tanah tidak
terganggu
2. Daya Dukung Vertikal Tiang Pancang
berdasarkan data SPT (=Standard
Penetration Test) cara Meyerhoff
(Susilo, 1996) :

Pa = 4.Np.Ab + Na. As/50


dengan :
Pa = daya dukung yang diizinkan (Ton),
Np= SPT number (banyak pukulan/30 cm penetrasi),
Na = rata-rata nilai N hingga kedlm fundasi,
Ab = luas penampang tiang (cm2)
As = luas selimut tiang (cm2)
Pemboran mesin, biasanya disertai SPT
Semarang,
2000
Pemboran di Tanjung Batu, Balikpapan, rencana Dermaga Supply Base, 2002
(SPT sedang berlangsung)
Balikpapan Supply Base, 2002
SPT test is on the way,
Balikpapan Supply Base, 2002
3. Daya Dukung Vertikal Tiang Pancang
berdasarkan data Sondir (Dutch Cone
Penetration Test)

qc x Ab qs X As
Pa = +
3 5
dengan :
Pa = daya dukung yg diizinkan (Ton),
qc = tekanan konus (kg/cm2),
Ab = luas penampang (cm2),
qs = jumlah hambatan pelekat (kg/cm2),
As = keliling tiang (cm)
Sondir manual di
Jakarta, sekitar
Hotel Mandarin,
(Foto F. Hirnawan,
1974-an)
Sondir mesin,
Semarang (Karim,
2000)
DAYA DUKUNG BATUAN
Daya dukung batuan sama dengan
besarnya crushed strength (ketahanan
hancur) batuan tsb dalam Ton/m 2 (paling
tidak utk gravity dam qu batuan fundasi = 4.000 Ton/m2)
Untuk menghitungnya dilakukan uji kuat
tekan batuan di laboratorium mekanika
batuan thd sampel batuan hingga hancur
dan dihitung ketahanannya
FUNDASI BANGUNAN BASAH
Di samping perhitungan daya dukung, juga
dilakukan pengujian lapangan untuk
mengukur k (permeabilitas; cm/det),
Pengujian dilakukan di dalam lubang bor
mesin (bor inti) atau bor tangan,
Dlm bor mesin dengan packer test,
maupun manual, dlm bor tangan secara
manual.
KEGUNAAN DATA k
Kegunaan data k adalah untuk merancang
flow net dan menghitung kemungkinan
bocoran (seepages) melalui aliran bawah
bangunan pada bendungan atau bendung
(kuliah hidrogeologi atau hidrolika air
tanah).
Koefisien permeabilitas
(Casagrande & Fadum)
Sifat pengaliran Aplikasi utk bendung- Tipe tanah
an tanah dan tanggul

Pengaliran baik Bagian lulus air Berangkal bersih


(good drainage) (clean gravels) campur
k = 10-4 102 cm/det pasir bersih (clean
sands)

Pengaliran buruk Bagian tdk lulus air Pasir sangat halus,


(poor drainage) lanau organik campur
k = 10-6 10-4 cm/det pasir, lempung
berlapis
Praktis tdk lulus air Bagian tdk lulus air Lempung homogen di
(practically impervi- bawah bagian atau
ous) zona pelapukan
k > 10-7 cm/det
BAHAN BANGUNAN
Bahan bangunan berupa batu dan pasir
digunakan untuk :
Material pengisi fundasi bangunan (bagian
dasar atau paling bawah dari bangunan),
berupa batu-batu pecah (bersudut) maupun
bulat-bulat dari sungai,
Material pengisi dinding, tiang (bahan beton),
dan permukaan dinding luar (batu hias).
Test yang diperlukan
Unconfined compression test untuk
mendapatkan nilai strengthnya (UCS),
BAHAN BANGUNAN
Bahan bangunan berupa tanah digunakan
untuk :
Bahan urugan fundasi, tanggul, di beberapa
tempat untuk dinding (e.g., India) contoh
tanah diuji di lab mektan tanah terganggu
(uji pemampatan, klasifikasi tanah USCS,
konsolidasi, dsb).,
Bahan bata, genting, keramik, dlsb.
(praktikum geoteknik).