Anda di halaman 1dari 13

Rencana judul

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF


tesis:
FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN
KONSEP DAN DISPOSISI BERPIKIR KRITIS PADA
MATERI TERMODINAMIKA

Oleh

SADAM HUSEIN
I2E016025

PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN IPA


PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS MATARAM
2017
ANALISIS JUNAL

PENGARUH
JUDUL: PENGGUANAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF
TERHADAP MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI
SUHU DAN KALOR

Sumber:

Husein Sadam., H. Lovy., & Gunawan. (2015). Pengaruh Pengunaan Multimedia


Interaktif Terhadap Penguasaan Konsep dan Keterampilan Berpikir Kritis. Jurnal
Pendidikan Fisika dan Teknologi,1 (3).
Referensi:
1. Ennis, R. H. (1996). Critical thinking dispositions: Their nature and assessability. Informal
Logic, 18(2).

2. Facione, P. A. (2011). Critical thinking: What it is and why it counts. Insight Assessment,
2007(1), 1-23.

3. Fisher, Alek. (2008). Berpikir Kritis: Sebuah Pengantar. Jakarta: Penerbit Erlanga.

4. Gunawan, G., Harjono, A., Sahidu, H., & Satrio, S. (2014). Penggunaan Multimedia
Interaktif Dalam Pembelajaran Fisika Dan Implikasinya Pada Penguasaan Konsep
Mahasiswa. Jurnal Pijar Mipa, 9(1).

5. Gunawan. (2012). Penggunaan Simulasi Interaktif untuk Meningkatkan Penguasaan


Konsep Mahasiswa pada Konsep Mekanika. Jurnal Kependidikan. Vol 2 (1), 25-30.

6. Gunawan, G., Harjono, A., & Sutrio, S. (2017). Multimedia Interaktif dalam Pembelajaran
Konsep Listrik bagi Calon Guru. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, 1(1), 9-14.

7. Gunawan, G., Harjono, A., & Imran, I. (2016). Pengaruh Multimedia Interaktif Dan Gaya
Belajar Terhadap Penguasaan Konsep Kalor Siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia,
12(2), 118-125.

8. Hasrul. 2010. Langkah-Langkah Pengembangan Pembelajaran Multimedia Interaktif. Jurnal


MEDTEK. Vol 2 (1).

9. Kartimi dan Liliasari. 2012. Pengembangan Alat Ukur Berpikir Kritis Pada Konsep
Lanjutan
11.Norris, S. P. (1992). Testing for the disposition to think critically. Informal Logic, 14(2).

12.Rahmatiah, R., Gunawan, G., & Sutrio, S. (2013). Model Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif (Mmi) Untuk
Meningkatkan Penguasaan Konsep Dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Optik. Jurnal Lensa Kependidikan
Fisika, 1(2), 80-88.

13.Redhana. 2012. Model Pembelajaran Berbasis masalah dan Pertanyaan Socratic Untuk Meningkatkan Keterampilan
Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Cakrawala Pendidikan. Vol XXXI (3), 351-356.

14.Sanjaya. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

15.Silaban, Bajongga. 2014. Hubungan Antara Penguasaan Konsep Fisika dan Kreativitas dengan Kemampuan Memecahkan
Masalah pada Materi Pokok Listrik Statis.Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan. Vol 20 (1), 65-75.

16.Sodikin dkk. 2009. Jurnal Penyesuaian Dengan Modul Pembelajaran Untuk Siswa SMK Kelas X. Jurnal Teknologi Informasi.
Vol 5 (2), 740-754.

17.Sutarno. 2011. Pengunaan Multimedia Interaktif Pada Pembelajaran Medan Magnet Untuk Meningkatkan Keterampilan
Berpikir Generic Sains Mahasiswa. Jurnal Exacta. Vol IX (1), 60-66.

18.Tawil, Muhammad dan suryansari kemala. 2012. Implementasi Model Pembelajaran Fisika Berbasis Portofolio Untuk
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif. Jurnal Pendidikan MIPA. Vol 13 (1), 1-7.

19.Wiyono, K., Setiawan, A., & Paulus, C. T. (2012). Model Multimedia Interaktif Berbasis Gaya Belajar Untuk Meningkatkan
Penguasaan Konsep Pendahuluan Fisika Zat Padat. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 8(1).

20.Wiyono, Kentang. 2012. Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Calon Guru Dengan Model Mia-Piza. Forum
MIPA (Majalah Ilmiah Jurusan PMIPA FKIP Unsri). Vol 14 (1), 10-16.

21.Yulianti, Penerapan Model Pembelajaran Poe (Predict-Observe-Explain) Untuk Meningkatan Penguasaan Konsep Dan
Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Subkonsep Pencemaran Air, Tesis, Bandung. UPI, 2012.
Uraian singat isi karya tulis ilmiah terkait permasalahan
IPA/Pend. IPA yang di teliti atau dikaji penulis:

PADA PENELITIAN SADAM DKK (2015), ADA BEBERAPAH MASALAH DALAM


PENDIDIKAN IPA, KHUSUS PADA MATERI FISIKA SUHU DAN KALOR YAITU
KONSEPNYA MASIH BERSIFAT ABSTRAK, ADA SEBAGIAN KONSEP YANG
TIDAK DI EKSPERIMENKAN DAN KURANGNYA PROSES PEMBELAJARAN
DALAM MEMBERIKAN CONTOH DI KEHIDUPAN SEHARI-HARI.
Pertanyaan-pertanyaan (apa, mengapa,
bagaimana)
APA PENGUNAAN MULTIMEDIA DAPAT DIGUNAKAN
PADA MATERI FISIKA YANG LAINNYA?
MENGAPA MEMILIH 3 INDIKATOR BERPIKIR KRITIS
SEBAGAI INDIKATOR PADA PENELITIAN DENGAN
MENGGUNAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF?
BAGAIMANA KAREKTERISTIK MULTIMEDIA
INTERAKTIF YANG DIGUNAKAN?
1.Apa
PENGGUNAAN
pengunaanMULTIMEDIA PEMBELAJARAN
multimedia COCOK
dapat digunakan
DIGUNAKAN
pada materiPADA MATEI
fisika FISIKA
yang YANG LAIN,
lainnya?
SEBAGAIMANA DIKEMUKAN OLEH DARYANTO
(2010), MEDIA PEMBELAJARAN ADALAH MEDIA YANG
DIGUNAKAN SEBAGAI ALAT DAN BAHAN KEGIATAN
PEMBELAJARAN. ARTINYA MEDIA PEMBELAJARAN
SANGAT DIBUTUHKAN DISETIAP PROSES
PEMBELAJARAN. HAL INI KARENA MEDIA
PEMBELAJARAN SEBAGAI PEMBAWA INFORMASI
DARI GURU KE PESERTA DIDIK.
ADAPUN PENELITIAN-PENELITIAN YANG RELEVAN
MENGENAI PERAN POSITIF PENGGUNAAN
MULTIMEDIA INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA
PEMBELAJARAN YAITU:
Penelitian dan Tahun Hasil Penelitian
Sadam dkk (2015). Jurnal Penggunaan multimedia interaktif dapat meningkatkan
pendidikan fisika dan pengusaan konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa
teknologi. Vol. 1 Pp 221-225 pada materi suhu dan kalor.
Gunawan dkk (2015). Jurnal Penguasaan konsep listrik mahasiswa yang diajarkan dengan
Pendidikan Fisika dan pembelajaran dengan pembelajaran berbasis multimedia
Teknologi. Vol 1. Pp. 9-14 interaktif lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang
diajarkan secara konvensional.
K. Wiyono dkk (2012). Jurnal Peningkatan penguasaan konsep pendahuluan fisika zat
pendidikan fisika Indonesia. padat yang menggunakan model pembelajaran multimedia
Vol.8 Pp. 74-82 interaktif adaptif secara signifikan lebih tinggi dibandingkan
dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran
konvensional.
R. Rahmahtiah dkk (2013). Peningkatan pengguasaan konsep dan keterampilan berpikir
Jurnal ilmiah pendidikan kritis siswa dengan menggunakan multimedia interaktif dari
fisika. Vol 1 Pp. 80-88 pembelajaran konvensional.
Gunawan dan Lilisari (2012). Disposisi berpikir kritis mahasiswa yang belajar fisika modern
Cakrawa Pendidikan. Vol dengan virtual laboratory lebih tinggi dibandingkan dengan
XXXI Pp. 185-199 mahasiswa yang belajar secara konvensional.
Noor Fazakkir (2015). Adanya peningkatan terhadap pengguasaan konsep yang
Anterior Jurnal. Vol 15. Pp memperoleh pembelajaran menggunakan media
39-47
Gunawan dkk. (2013). Jurnal Multimedia interaktif yang dikembangkan terbukti mampu
Kependidikan. Vol. 12 Pp. membantu meningkatkan pengguansaan konsep optik
133-140. mahasiswa.
2. Mengapa memilih 3 indikator berpikir kritis
sebagai indikator pada penelitian dengan
menggunakan multimedia interaktif?
ENNIS, 1994
FICIONE, 2009 KEJELASAN SETIAP
UCAPAN/TULISAN
TRUTH-SEEKING
MENENTUKAN DAN
OPEN- MENJAGA FOCUS PADA
MINDEDNESS KESIMPULAN
ANALYTICITY PERTIMBANGAN
DALAM KESELURUHAN
SYSTEMATICITY SITUASI
SELF- MENCARI DAN
CONFINDENCE MEMBERI
ALASAN/PERTIMBANN
INQUISITIVENESS GAN

MATURITY OF MENCARI ALTERNATIVE


JUDGEMENT REFLEKTIF TERHADAP
3. Bagaimana karekteristik Multimedia
Interaktif yang digunakan
GUNAWAN DKK (2013), YANG MENJELASKAN KAREKTERISTIK DAN KEUNGGULAN MULTIMEDIA
INTERAKTIF PADA MATERI OPTIK YAITU:
1. PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA MAHASISWA, DAN DOSEN HANYA BERTINDAK SEBAGAI
FASILITATOR. PARA MAHASISWA LEBIH BANYAK BELAJAR SECARA MANDIRI ATAU
BERKELOMPOK;
2. TERJADI INTERAKSI DUA ARAH, KETIKA PEMBELAJARAN BERLANGSUNG MAHASISWA
MENGAJUKAN PERTANYAAN/PERMASALAHAN YANG MEREKA TEMUKAN KEMUDIAN
DIDISKUSIKAN DI KELAS YANG DI PANDU OLEH DOSEN;
3. DAPAT MENINGKATKAN MINAT MAHASISWA TERHADAP PEMBELAJARAN FISIKA.
4. EVALUASI INTERAKTIF YANG DIBUAT MEMOTIVASI MAHASISWA UNTUK TERUS MENCOBA
MEMBUAT PERKIRAAN DAN MENEMUKAN SENDIRI KESALAHAN YANG MUNGKIN TERJADI.
5. PERKEMBANGAN ASPEK KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTOR MAHASISWA SELAMA
PEMBELAJARAN DAPAT DIKETAHUI. MAHASISWA YANG TERLIBAT AKTIF DALAM
PEMBELAJARAN, SEPERTI: MEMBACA MATERI, BERLATIH MENGERJAKAN SOAL EVALUASI,
DAN SEBAGAINYA DAPAT DIPANTAU SECARA LANGSUNG.
6. MAHASISWA DAPAT MELAKUKAN EKSPERIMEN FISIKA YANG SEBELUMNYA TIDAK PERNAH DILAKUKAN
KARENA TIDAK ADANYA SARANA PENDUKUNG DI LABORATORIUM.
F. Kesimpulan

DARI PENJELASAN DI ATAS, DAPAT DI SIMPULKAN


BAHWA PENGGUNAAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
EFEKTIF DIGUNAKAN PADA PROSES PEMBELAJARAN
IPA.
G. Refleksi diri (metakoknisi).
DARI KESIMPULAN DI ATAS, PENULIS INGIN
MENGEMBANGKAN SEBUAH MEDIA
PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN
PENGUASAAN KONSEP DAN DISPOSISI BERPIKIR
KRITIS PADA MATERI TERMODINAMIKA SEBAGAI
SALAT SATU ALTERNATIF DALAM PEMBELAJARAN
FISIKA.
TERIMA KASIH
lamen balong bakarante..
tu ramenong bakamore..
belo notang jangka mate..