Anda di halaman 1dari 17

TONSILITIS

KELOMPOK 10

1. N A N D A R I Z K Y R I YAN T O
2. N I WAYA N M U L I A R T I
3. N I N A A R D I Y AT I
4. NINDI KUMALA SARI
5. TEGUH TRI PRAKOSO
DEFNISI

Tonsilitis merupakan suatu peradangan pada tonsil


yang disebabkan karena bakteri atau virus prosesnya
bisa akut dan bisa kronis.
ETIOLOGI

1. Streptokokus beta Hemolitikus


2. Streptokokus Viridans
3. Streptokokus Piogenes
4. Virus influenza
Infeksi ini menular melalui kontak dari sekret hidung
dan ludah (droplet infections)
PATHWAY
Manifestasi klinis

1. Nyeri tenggorokan
2. Nyeri telan
3. Sulit menelan
4. Demam
5. Mual
6. Anoreksia
7. Kelnjar limfe leher membengkak
8. Faring hiperemis
9. Edema faring dll.
Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk


memperkuat diagnosa tonsilitis akut adalah
pemeriksaan laboratorium meliputi:
1. Leukosit
2. Hemoglobin
3. Usap tonsil untuk pemeriksaan kultur bakteri akut
dan tes sensitifitas otot.
KOMPLIKASI

1. Tonsilitis Kronis
2. Otitis Media
PENATALAKSANAAN

1. Penatalaksanaan Medis
a. Antibiotik baik
b. Antipiretik
c. Analgetik
2. Penatalaksanaan Keperawatan
a. Kompres dengan air hangat
b. Istirahat yang cukup
c. Pemberian cairan adekuat perbanyak minum air
hangat
d. Kumur dengan air hangat
e. Pemberian diit cair atau lunak sesuai kondisi pasien.
ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian
1. Keluhan utama
2. Riwayat penyakit sejarang
3. Riwayat penyakit masalalu
a. Riwayat kelahiran
b. Riwayat imunisasi
c. Penyakit yang pernah di derita
d. Riwayat hospitalis
4. Pengkajian umum
5. Pernafasan, kesulitan bernafas, batuk
6. Nutrisi
7. Aktivitas dan latihan
8. Keamanan atau kenyamanan
9. Hygine
B. Diagnosa Keperawatan
1. hipetermi b/d proses inflamasi pada faring
dan tonsil
2. intoleransi aktivitas b/d kelemahan
3. gangguan presepsi sensori b/d proses penyakit
4. resiko perubahan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh b/d ketidak mampuan makan
C. Rencana Keperawatan
a. Dx. 1
NOC:
Thermoregulation
Kriteria Hasil:
1. Suhu tubuh dalam rentang normal
2. Nadi dab RR dalam rentang normal
NIC:
Fever treatment:
3. Monitor suhu sesering mungkin
4. Monitor TD, nadi, dan RR
5. Kompres pasien pada lipat paha dan aksila
6. Ajarkan pasien cara mencegah keltihan
7. Kolaborasi pemberian cairan intravena
8. Kolaborasi pemberian anti piretik
b. Dx. 2
NOC:
Energy conservtion
Activity tolerance
Kriteria hasil:
1. Mampu melakukan aktivitas sehari-hari secra mandiri
2. Tanda- tanda vital normal
3. Mampu berpindah : dengan atau tanpa alat bantuan.
NIC:
Activity therapy
4. Monitor respon fisik, emosi, sosial dan spiritual
5. Bantu pasien untuk mengembangkan motivasi diri dan penguatan
3. Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas yang
mampu dilakukan
4. Bantu untuk memilih aktivitas konsisiten yang
sesuai dengan kemampuan fisik, psikologi dan sosial
c. Dx. 3
NOC:
Risk control
Kriteria hasil:
1. Klien terbebas dari cedera
2. Mampu memodifikasi gaya hidup untuk mencega injury
NIC:
Envirotment management (managemenet lingkungan)
3. Mengontrol lingkungan dari kebisingan
4. Menganjurkan keluarga untuk menemani pasien
5. Sediakan lingkungan yg aman untuk pasien
6. Membatasi pengunjung
d. Dx.4
NOC:
Nutrition status:
Nutritional : food and fluid
Intake
Nutritional status : nutrient intake
Kriteria hasil:
1. Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi
2. BB ideal sesuai dengan tinggi badan
NIC :
Nutrition management
1. Kaji alergi makanan
2. Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
3. Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi
4. Berikan makanan yang terpilih
5. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan
jumlah kalori dan nutrisi yg dibutuhkan pasien.
TERIMAKASIH