Anda di halaman 1dari 23

PEDOMAN PENYIMPANAN HANDAK

DI BIDANG PERTAMBANGAN UMUM


Pertama
Pertama ::
MPR No.
MPR No. 342
342 Lembar
Lembar Negara
Negara Tahun
Tahun 1930
1930
Pasal 102
Pasal 102 122
122

Kedua ::
Kedua
Keputusan Dirjen
Keputusan Dirjen Pertambangan
Pertambangan Umum
Umum
No. 316.K/2016/DDJP/1990
No. 316.K/2016/DDJP/1990

Ketiga
Ketiga ::
Keputusan Menteri
Keputusan Menteri Pertambangan
Pertambangan dan
dan Energi
Energi
No. 555.K/26/M.PE/1995
No. 555.K/26/M.PE/1995
Pasal 52
Pasal 52 -- 79
79

Ketentuan :
Ketiga peraturan tersebut masih tetap berlaku di Bidang
Pertambangan Umum sampai sekarang.
Khusus untuk peraturan penanganan bahan peledak dan peledakan
diberlakukan Kepmen P & E No. 555.K/26/M.PE/1995
KESELAMATAN PENANGANAN HANDAK
I. PENGERTIAN
UMUM :
1. Detonator adalah suatu benda yang mengandung isian handak sebagai
penyala awal ledakan (penggalak).
2. Handak peka detonator adalah handak yang dapat meledak dengan
detonator no. 8.
3. Handak peka primer adalah handak yang hanya dapat meledak dengan
menggunakan booster bersama detonator no. 8.
4. Handak adalah semua senyawa kimia, campuran atau alat yang dibuat,
diproduksi atau digunakan untuk membuat handak dengan reaksi kimia
yang berkesinambungan di dalam bahan-bahannya.
5. Bahan ramuan handak adalah bahan baku yang apabila dicampur dengan
bahan tertentu akan menjadi handak peka primer.
6. Gudang adalah suatu bangunan atau kontainer yang secara teknis mampu
menyimpan handak secara aman.
7. Gudang handak utama adalah gudang yang digunakan sebagai tempat
penyimpanan handak yang letaknya di lokasi tambang.
8. Gudang handak transit adalah gudang yang digunakan sebagai tempat
penyimpanan handak sementara sebelum diangkut ke gudang utama.
9. Gudang handak sementara adalah gudang yang dipergunakan untuk
kegiatan pertambangan tahap eksplorasi.
10. Juru Ledak adalah orang yang diangkat sebagai pekerja untuk
mempersiapkan handak dan peledakan yang memiliki KIM.
SYARAT PENYIMPANAN
HANDAK :
1) Jumlah maksimum daya tampung
2) Lokasi tempat penyimpanan
3) Konstruksi
4) Kondisi di dalam tempat penyimpanan
5) Cara-cara penyimpanan di dalam gudang
6) Cara-cara pengamanan dan pengawasan tempat
penyimpanan
7) Pembukuan handak di dalam tempat penyimpanan

FUNGSI GUDANG
HANDAK :
1) Tempat untuk penyimpanan handak
2) Handak agar tidak jatuh kepada orang yang tidak
berhak
3) Handak agar tidak mudah rusak
4) Pemasukan dan pengeluaran dapat terkontrol
5) Tidak meledak sendiri
II. PENGAMANAN GUDANG
HANDAK
Setiap Gudang Handak harus tersedia :
1. Thermometer di dalam gudang
2. Tanda dilarang merokok di luar gudang
3. Hanya satu pintu masuk / keluar gudang
4. Tabung APAR di luar gudang
5. Gudang Handak Peka Detonator terdiri 2 ruangan
6. Buku Administrasi dalam gudang
7. Lampu penerangan di luar gudang
8. Pagar pengaman sekeliling gudang
9. Tanggul tanah sekeliling gudang Peka Detonator dan Peka
Primer
10. Dijaga 24 jam terus menerus
11. Memenuhi jarak aman lingkungan
12. Memasuki gudang menggunakan lampu kedap gas
13. Dilarang memakai sepatu alas besi atau membawa barang-
barang yang dapat menimbulkan percikan api
14. Didalam gudang AN di bawah 5 ton dipasang pemadam api
otomatis
15. Gudang AN di atas 5 ton dipasang hydrant di luar gudang
16. Penyelenggara administrasi orang yang memiliki sertifikat juru
ledak
III. PERSYARATAN GUDANG HANDAK
PERMUKAAN
A. Gudang Handak Peka Detonator
1. Gudang Berbentuk
Bangunan
Bahan :tidak mudah terbakar
Atap seringan mungkin
Dinding pejal
Dilengkapi lobang peranginan atas - bawah
Mempunyai satu jalan keluar/masuk
Dilengkapi penangkal petir, tahanan < 5 ohm
Bebas kebakaran radius 30 meter
Lantai tidak menimbulkan percikan api
Tidak boleh ada besi tersingkap 3 meter dari lantai

2. Gudang Berbentuk
Kontainer
: dari pelat metal
Terbuat
Dilengkapi lobang peranginan
Bagian dalam dilapisi kayu
Air hujan tidak merembes masuk
Hanya satu jalan keluar/masuk
Dilengkapi penangkal petir, tahanan < 5 ohm
Bebas kebakaran radius 30 meter
B. Gudang Handak Peka Primer
1. Gudang Berbentuk
Bangunan
Bahan:tidak mudah terbakar
Atap seringan mungkin
Dilengkapi lobang peranginan atasbawah, dinding
Mempunyai satu jalan keluar/masuk
Dilengkapi penangkal petir, tahanan < 5 ohm
Bebas kebakaran radius 30 meter
Lantai tidak menimbulkan percikan api
Tidak boleh ada besi tersingkap 3 meter dari lantai

2. Gudang Berbentuk
Kontainer
: dari pelat metal 3 millimeter
Terbuat
Dilengkapi lobang peranginan atas - bawah,
dinding
Air hujan tidak merembes masuk
Hanya satu jalan keluar/masuk
Dilengkapi penangkal petir, tahanan < 5 ohm
Bebas kebakaran radius 30 meter
C. Gudang Bahan Ramuan Handak
1. Gudang Berbentuk
Bangunan
Bahan:tidak mudah terbakar
Atap seringan mungkin
Dilengkapi lobang peranginan atasbawah, dinding
Mempunyai satu jalan keluar/masuk
Dilengkapi penangkal petir, tahanan < 5 ohm
Bebas kebakaran radius 30 meter
Lantai tidak menimbulkan percikan api
Tidak boleh ada besi tersingkap 3 meter dari lantai

2. Gudang Berbentuk
Kontainer
: dari pelat metal
Terbuat
Dilengkapi lobang peranginan atas - bawah,
dinding
Air hujan tidak merembes masuk
Hanya satu jalan keluar/masuk
Dilengkapi penangkal petir, tahanan < 5 ohm
Bebas kebakaran radius 30 meter
IV. PERSYARATAN GUDANG HANDAK BAWAH
TANAH
1. Permukaan kering dan datar
2. Mempunyai satu pintu keluar/masuk
3. Mempunyai 2 ruangan dan mempunyai pintu masing-
masing
4. Terlindung dari kejatuhan batu
5. Ada lobang ventilasi dan aliran udara cukup
6. Konstruksi kuat
7. Lokasi gudang dalam garis lurus berjarak :
a) 100 meter dari sumur tambang terdekat atau dari gudang
lain di bawah tanah
b) 25 meter dari tempat kerja
c) 10 meter dari lobang naik untuk orang atau lalu-lintas
pengangkutan
d) 50 meter dari lokasi peledakan

8. Dipergunakan hanya menyimpan handak untuk pemakaian


selama 2 hari 2 malam yang jumlahnya tidak lebih 5 ton
9. Tempat penyimpanan handak kurang dari 24 jam, harus
mendapat persetujuan KAPIT
V. TATACARA PENYIMPANAN
HANDAK
A. Persyaratan Umum
1) Handak harus disimpan dengan kemasan aslinya
2) Tercantum tanggal penerimaan pada
kemasannya
3) Detonator disimpan terpisah dengan handak lain
di dalam satu gudang
4) Handak Peka Detonator tidak boleh disimpan di
gudang Handak Peka Primer atau di gudang
Bahan Ramuan Handak
5) Handak Peka Primer dapat disimpan bersama-
sama di dalam gudang Handak Peka Detonator,
tapi tidak boleh bersama-sama di dalam gudang
Bahan Ramuan Handak
6) Bahan Ramuan Handak dapat disimpan bersama-
sama di dalam gudang Handak Peka Primer atau
di dalam gudang Handak Peka Detonator
PEKA PEKA BAHAN
DETONATOR
DETONATOR PRIMER RAMUAN

GD. DETO
GD. PEKA DETO
GD. PEKA PRIMER
GD. BAHAN RAMUAN

NB : # Arah panah menunjukkan bahan peledak tersebut dapat disimpan/


ditimbun di dalam gudang yang dimaksud
# Khusus detonator ditimbun di dalam gudang tersendiri dan tidak
boleh ditimbun bersama-sama handak lain dalam satu gudang
B. Handak Peka Detonator
1. Gudang Berbentuk
Bangunan

:
Tetap dalam kemasan asli
Di atas bangku tinggi 30 cm dari lantai
Tinggi tumpukan maksimum 5 peti
Lebar tumpukan maksimum 4 peti
Diantara lapisan peti diberi papan penyekat
Jarak antara tumpukan minimum 80 cm
Ruang bebas antara tumpukan dengan
dinding, minimum 30 cm

2. Gudang Berbentuk
Kontainer

:
Disusun sedemikian rupa, sehingga udara
dapat mengalir dengan baik
Jumlah maksimum kapasitas 4 ton
C. Handak Peka Primer
1. Gudang Berbentuk
Bangunan :
a) Dalam Kemasan 25 kilogram
Tetap dalam kemasan aslinya
Di atas bangku tinggi 30 cm dari lantai
Tinggi tumpukan maksimum 5 peti
Lebar tumpukan maksimum 4 peti
Panjang tumpukan sesuai gudang
Diantara lapisan peti diberi papan penyekat
Jarak antara tumpukan minimum 80 cm
Ruang bebas antara tumpukan dengan dinding, minimum 30 cm

b) Dalam Kemasan 1000


kilogram
Disimpan dengan paletnya
Ruang bebas antara tumpukan dan dinding 75 cm
Tinggi tumpukan maksimum 3 kemasan
Tersedia lorong untuk operasi alat angkut
Jarak antara tumpukan sesuai alat angkut dapat manuver dengan
aman
Alat angkut tidak boleh ditinggal di dalam gudang
Penerimaan/pengeluaran tidak boleh secara manual

2. Gudang Berbentuk
Kontainer
: dalam kemasan aslinya
Tetap
Handak dalam kemasan 25 kilogram sesuai ketentuan pada 1a
Kapasitas tidak lebih 5 ton
D. Bahan Ramuan Handak
1. Gudang Berbentuk
Bangunan :
a) Dalam Kemasan 25 kilogram
Tetap dalam kemasan aslinya
Di atas bangku tinggi 30 cm dari lantai
Tinggi tumpukan maksimum 10 kemasan
Lebar tumpukan maksimum 8 kemasan
Panjang tumpukan sesuai gudang
Diantara lapisan peti diberi papan penyekat
Jarak antara tumpukan minimum 80 cm
Ruang bebas antara tumpukan dengan dinding, minimum 30 cm

b) Dalam Kemasan 1000


kilogram
Disimpan dengan paletnya
Ruang bebas antara tumpukan dan dinding 75 cm
Tinggi tumpukan maksimum 3 kemasan
Tersedia lorong untuk operasi alat angkut
Jarak antara tumpukan sesuai alat angkut dapat manuver dengan
aman
Alat angkut tidak boleh ditinggal di dalam gudang
Penerimaan/pengeluaran tidak boleh secara manual

2. Gudang Berbentuk
Kontainer
: ditumpuk dengan baik sehingga udara dapat mengalir
Harus
disekitar tumpukan
Kapasitas kontainer tidak lebih 20 ton
Lanjutan

3. Penyimpanan Bahan Ramuan


Handak Dalam Kontainer
Aslinya :
Kontainer ditempatkan pada lokasi yang telah
mendapat izin
Kontainer harus disusun rapat dan baik
sehingga pintu-pintunya tidak dapat dibuka
Tumpukan maksimum 2 kontainer
Untuk satu lokasi maksimum ditimbun 2000 ton
Kapasitas perkontainer 20 ton

4. Gudang Berbentuk Tangki


Mobile :
Untuk penyimpanan handak bentuk cair atau
gel
Ketentuan penyimpanan sama seperti
penyimpanan bahan ramuan handak dalam
kontainer aslinya
VI. CATATAN HANDAK DALAM
GUDANG :
1. Tersedia buku untuk mencatat :
Nama, jenis dan jumlah serta tanggal penerimaan
Lokasi dan jumlah handak yang disimpan

2. Tersedia daftar persediaan secara teratur dalam


rinciannya tercatat :
Nama dan tanda tangan petugas yang diberi wewenang
menerima dan mengeluarkan handak yang namanya
tercatat dalam buku tambang
Jumlah setiap jenis handak atau detonator yang masuk
dan keluar dari gudang handak
Tanggal dan waktu pengeluaran serta pengambilan
handak
Nama dan tanda tangan petugas yang menerima handak
Lokasi peledakan atau tujuan permintaan/pengeluaran
handak
VII.
PEMERIKSAAN
1) : dalam seminggu, harus diperiksa mengenai isi gudang
Setiap satu kali
handak
2) Penangkal petir harus diperiksa setiap 6 bulan sekali dan atau setiap
terjadi petir yang hebat
3) Harus memeriksa penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran handak
4) Persediaan detonator harus seimbang dengan jumlah handak

VIII. PENGANGKUTAN
HANDAK
:
Jumlah sesuai dengan kebutuhan
Didalam peti atau tas tertutup
Detonator dan handak terpisah
Menghindari route yang ramai
Dilengkapi dengan tanda khusus
Dilarang merokok
Dilakukan pada siang hari
Jangan terkena sinar matahari
Jangan sampai terbanting
Jangan ke luar tambang
Untuk tambang bawah tanah memakai lampu keselamatan
safety lamp pada jam kerja, melalui sumur secara mekanis
Dilakukan satu orang pengantar
IX.
PELEDAKAN :
1) Terlebih dahulu dipersiapkan lobang ledak
2) Dipersiapkan Blasting Accessories dan Blasting Tool
3) Saat melakukan persiapan di lapangan :
- Sebelum pembuatan primer, handak berada di
tempat teduh
- Penempatan detonator dan handak terpisah dan
tertutup
- Saat pembuatan primer jangan terpusat
- Leg wire detonator dihubung pendekkan
- Periksa lobang bor dengan tongkat dari kayu
- Memasukkan primer ke dalam lobang ledak,
jangan dipaksa
- Lakukan tes rangkaian kalau menggunakan
detonator listrik
- Hindari cuaca mendung/petir
X. PROSEDUR
PELEDAKAN
1. Selama Persiapan
- Memasang tanda peringatan (bendera merah)
- Sesuai jadwal peledakan
- Penanganan handak :
* handak diedarkan ketiap lobang
* pembuatan primer satu persatu
- Dilarang merokok

Pembuatan Primer :
a) Dengan detonator biasa
- Periksa lobang detonator
- Periksa ujung sumbu api (potong 2 cm)
- Sumbu dengan detonator benar-benar kontak
dengan baik
- Gunakan crimper alat penjepit
- Lobangi salah satu ujung dinamit dengan stick
pendek dari bahan kayu
- Masukkan detonator ke lobang dinamit
- Sumbu detonator diikat ke dinamit dengan tali
Lanjutan

b) Dengan detonator listrik


- Tes terlebih dahulu detonator dengan cara aman
- Ujung leg wire disatukan
- Lobangi dinamit, kemudian dimasukkan
detonator;
lalu diikat dengan menggunakan leg wirenya
sendiri

c) Dengan sumbu ledak


- Periksa isian ujung sumbu ledak, harus baik dan
tidak tertekuk
- Sumbu ledak dapat langsung sebagai pengikat ke
batang dinamit

d) Dengan nonel
- Periksa kondisi nonel dan tube jangan tertekuk
- Lobangi dinamit, kemudian masukkan nonel
- Tube nonel diikat ke dinamit
Lanjutan

Pengisian lobang ledak :


- Periksa lobang ledak
- Hati-hati memasukkan primer
- Dilarang memadatkan primer

Pengisian stemming :
- Menggunakan pasir halus atau cutting bor
- Cukup padat/dipadatkan dengan tongkat

Merangkai :
a) Dengan sumbu api
- Menggunakan sumbu khusus dengan connector
- Tanpa sumbu khusus dengan connector penyalaan harus
dilakukan minimum oleh 2 orang
- Penyalaan oleh orang yang berpengalaman

b) Dengan detonator listrik


- Sambungan antar connecting wire harus baik
- Hindari connecting wire kusut atau terlipat
- Tes rangkaian dan cek tahanan rangkaian
Lanjutan

Tempat perlindungan :
a) Tambang terbuka
- Memperhitungkan arah dan jarak lemparan
- Periksa sekeliling tempat perlindungan
- Bila perlu dibuat tempat berlindung khusus
- Pemegang eksploder, orang yang
berpengalaman
- Terakhir, tes rangkaian

b) Tambang bawah tanah


- Harus diketahui arah angin/ventilasi
- Bila menggunakan detonator biasa, terlebih
dahulu ditentukan tempat berlindung yang
aman
- Periksa sekeliling tempat berlindung
- Penyalaan oleh orang yang berpengalaman
- Terakhir, tes rangkaian
Lanjutan

2. Menjelang Peledakan

Tanda peringatan
a) Aba-aba pertama :
- Semua orang menyingkir
- Jalan masuk diblokir
- Kabel detonator masih disatukan

b) Aba-aba kedua :
- Pengawas melakukan pemeriksaan daerah
peledakan
- Pengawas melaporkan daerah peledakan aman
- Blasting machine switch ke ON
- Kabel utama dimasukkan ke blasting machine

c) Aba-aba ketiga :
- Blasting machine switch ke FIRE
- Terjadi ledakan
Lanjutan

3. Setelah Peledakan

- Pemeriksaan dilakukan setelah 5 menit


ledakan berakhir dengan menggunakan
detonator listrik
dan 15 menit setelah ledakan terakhir bila
menggunakan detonator biasa
- Pemeriksaan terhadap gas-gas beracun,
batu-batu menggantung dan peledakan
mangkir
- Bila ada lobang ledak mangkir diberi tanda,
kemudian segera laporkan keatasan untuk
segera diatasi
- Bila meledak dengan baik dan konsentrasi
gas-gas beracun sudah netral dan aman diberi
aba-aba tanda peledakan berakhir
dengan keadaan aman