Anda di halaman 1dari 17

Oleh :

MAYA APRISTA
TUJUAN PALPASI
Untuk menentukan besarnya rahim dan
dengan ini menentukan tuanya kehamilan
menentukan bagian2 janin, letak,
presentase
gerakan janin
Kontraksi rahim braxton his dan His
selain itu apakah ada tumor2 lain dlm
rongga perut
Cara melakukan
palpasi
Cara melakukan
palpasi adalah
menurut leopot
yang terdiri atas
4 bagian :
A. Leopod I
B.Leopod II
C.Leopod III
D.Leopod IV
1. Pasien tidur terlentang dengan kepala lebih
tinggi
2. Kedudukan tangan pada saat pemeriksaan
dapat membujur di samping badan
3. Kaki ditekuk sedikit sehingga dinding uterus
lemas
4. Bagian perut pasien dibuka seperlunya
5. Pada cara pemeriksaan leopold I, II, III,
pemeriksa menghadap pasien dan pd leopold
IV pemeriksa menghadap kekaki pasien
Leopold I
Tujuan leopold I :
1. u/ mengukur TFU n menentukn
tuanya kehamilan
2. Untuk menentukan bagian apa yg
ada di fundus (bokong/kpl)
3. TBJ
Leopold I
1. Kedua telapak tangan pada fundus uteri
untuk menentukan tinggi funds uteri, sehingga
perkiraan umur kehamilan dapat disesuaikan
dg tanggal haid terakhir serta mengukur TFU
dg metelin.
2. yang terletak pada fundus uteri.
a. Pada letak membujur:
sungsang akan terba kepala pad fundus:

bulat keras dan melenting pada goyangan.


kepala akan terba bokong pada fundus:

tidak keras tak melenting dan tidak bulat.


b. Pada letak lintang, fundus uteri tidak diisi oleh
bagian-bagian janin.
Leopold I
Tujuannya :
1.Menentukan letak pungguang
anak n bagian2 tkecil
2.Mendengarkan DJJ

Pemeriksaan yg Membantu Leopold


II : pemeriksaan menurut Budine dan
Ahlfeld
Leopold II
Kemudian tangan
diturunkan menelusuri
tepi uterus untuk
menentukan bagian
apa yang terletak di
bagian samping .
Letak membujur dapat
ditetapkan punggung
anak yang teraba rata
dengan tulang iga seperti
papan cuci.
Pada letak lintang dapat
ditentukan di mana letak
kepala janin.
Leopold II
menurut budin
Dipergunakan untuk
letak membujur, untuk
lebih menetapkan
dimana punggung
janin berada.
Teknik : fundus uteri
didorong ke bawah,
badan janin akan
melengkung sehingga
punggung janin mudah
ditetapkan.
Leopold II
menurut
alfet
Janin dengan letak
membujur didorong
ke salah satu sisi
sehingga janin
mengisi ruangan
yang lebih terbatas.
Dengan mendorong
janin ke satu arah,
maka pemeriksaan
punggung janin lebih
mudah dilakukan.
TUJUANNYA :
1.Menentukan bagian apa yg ada di bawah
(tepi atas simpisis)
2.Apakah bagian janin ini sudah terpegang
atau blm o/ PAP

Pemeriksaan yg Membantu Leopold II


: pemeriksaan menurut Knebel
Leopold III

Menetapkan bagian
apa yg terdapat di atas
simpisis pubis .
Kepala akan teraba
bulat dan keras
sedangkan bokong
teraba tidak keras dan
tidak bulat. Pada letak
lintang atas simpisis
pubis akan kosong.
Leopold
menurut knebel
Pemeriksaan ini
sama dengan
pemeriksaan
menurut Leopold III,
yaitu menentukan
letak kepala atau
bokong dengan satu
tangan di fundus
dan tangan yang
lain berada di atas
simpisis.
Tujuanya :
1.Untuk menentukan apa yg menjadi
bagian bawah n berapa masuknya
bagian bawah ke dlm rongga panggul.
Leopold IV
Pemeriksa menghadap ke
kaki penderita untuk
menetapkan bagian
terendah janin yang masuk
ke pintu atas panggul.
Bila bagian terendah
masuk PAP telah
melampaui lingkaran
terbesarnya, maka tangan
yang melakukan pemeriksa
divergen, sedangkan bila
lingkatan terbesarnya
belum masuk PAP maka
tangan pemeriksa
konvergen.
j a r
t b ela
a ma
Sel