Anda di halaman 1dari 43
Laporan Kasus Ilmu Kesehatan Anak Oleh: Kiki Amilia Brillianita 102011101011 Pembimbing: dr. H. Ahmad Nuri, Sp.A
Laporan Kasus
Ilmu Kesehatan Anak
Oleh:
Kiki Amilia Brillianita
102011101011
Pembimbing:
dr. H. Ahmad Nuri, Sp.A
dr. Gebyar Tri Baskoro, Sp.A
dr. Saraswati Dewi, Sp.A
dr. Lukman Oktadianto, Sp.A
SMF ILMU KESEHATAN ANAK
RSD dr. Soebandi Jember
2016

IDENTITAS PASIEN

Nama Umur Jenis kelamin Alamat Rambipuji Tanggal MRS

: An. A : 7 bulan : Perempuan : WR Supratman 21

: 15 Februari 2016

Tanggal Pemeriksaan

: 17 Februari 2016

No RM

: 09.36.85

2
2
IDENTITAS ORANGTUA PASIEN AYAH IBU  Nama Ayah  Umur  Alamat Supratman : Tn. F
IDENTITAS ORANGTUA
PASIEN
AYAH
IBU
 Nama Ayah
 Umur
 Alamat
Supratman
: Tn. F
: 27 tahun
: WR
21 Rambipuji
 Nama Ibu
 Umur
 Alamat
Supratman
: Ny. K
: 25 tahun
: WR
21 Rambipuji
 Pendidikan : SMA
 Pendidikan : SMA
 Pekerjaan
: Pedagang
pupuk di
 Pekerjaan
: Ibu Rumah
tangga
koperasi
3

ANAMNESIS

Heteroanamnesis dilakukan kepada

orang

tua

an.A

pada

hari

ke

3

masuk

rumah sakit di RKK RS S pada hari rabu

tanggal 17 februari 2016 pukul WIB.

15.00

4
4
Riwayat Penyakit Keluhan Utama Demam Riwayat Penyakit Sekarang H7SMRS : (08/02/2016) Ibu pasien menceritakan pasien mengalami
Riwayat Penyakit
Keluhan Utama
Demam
Riwayat Penyakit Sekarang
H7SMRS : (08/02/2016)
Ibu pasien menceritakan pasien mengalami demam secara tiba tiba pada siang hari
pukul 13.00 WIB, demam kemudian dirasakan sepanjang hari, demam tidak diserai
menggigil, pasien juga tidak kejang dan tidak mengalami penurunan kesadaran. Mata
pasien tidak kuning. Ibu pasien menceritakan anaknya tidak mengalami batuk dan
pilek. Pasien tidak tampak sesak nafas, tidak dikeluhkan kedua telinga pasien
mengeluarkan cairan. Buang air besar pasien normal seperti biasanya berwarna
kuning dengan frekuensi 2x/hari, konsistensi padat lunak, tidak berlendir, tidak
berwarna hitam dan tidak bercampur darah. Ibu pasien juga tidak mengeluhkan
adanya gangguan buang air kecil, buang air kecil normal seperti biasanya, tidak
berbuih, tidak berbau menyengat, pasien tidak rewel dan tidak tampak kesakitan saat
buang air kecil. Ibu pasien mengatakan tidak muncul bercak kemerahan pada kulit
pasien, tidak timbul bintik-bintik merah, tidak mimisan dan tidak terdapat gusi
berdarah. Ibu pasien mengatakan pasien tidak pernah berpergian ke luar kota 1 bulan
terakhir, pasien tidak pucat, pasien dapat bergerak secara aktif dan tidak tampak
kesakitan atau rewel ketika bergerak. Ibu pasien tidak memeriksakan pasien namun
hanya membelikan obat penurun panas di apotek berupa paracetamol syr yang
5
diminumkan kepada pasien 2 kali dalam sehari (pagi dan sore hari).

H6SMRS : (09/02/2016)

Ibu pasien mengatakan bahwa pasien masih demam tinggi, demam tidak naik turun dan demam dirasakan sepanjang hari, demam tidak disertai menggigil. Oleh Ibunya pasien diberikan obat penurun panas yang dibeli di apotek berupa paracetamol syr 2x1/2 sendok teh. Nafsu makan dan minum pasien baik, pasien tidak tampak lemas dan tidak rewel. Mual (-) Muntah (-), BAB (+) berwarna kuning konsistensi padat lunak, tidak berlendir, tidak bercampur darah. BAK (+) berwarna kuning jernih.

H5SMRS : (10/02/2016)

Ibu pasien mengatakan bahwa pasien masih demam tinggi, demam tidak naik turun dan demam dirasakan sepanjang hari, tidak dipengaruhi waktu (baik pagi, siang, maupun malam, suhu tubuh pasien tetap tinggi), demam tidak disertai menggigil oleh ibunya pasien diberikan obat paracetamol syr 2x1/2 sendok teh dalam sehari namun demamnya tidak kunjung turun kemudian pasien dibawa ke Poli Anak RS S dan mendapat obat paracetamol syr 4x 0,7 ml serta obat puyer 3x1 dalam sehari. Nafsu makan dan minum pasien baik, pasien tidak tampak lemas dan tidak rewel. Mual (-) Muntah (-)

H4SMRS : (11/02/2016)

Ibu pasien menceritakan demam pasien sudah turun sejak dini hari, Nafsu makan dan minum pasien baik, pasien tidak tampak lemas dan tidak rewel. Mual (-) Muntah (-). BAB (+) berwarna kuning konsistensi padat lunak, tidak berlendir, tidak bercampur darah. BAK (+) berwarna kuning jernih.

H3SMRS : (12/02/2016)

Ibu pasien menceritakan pasien sudah tidak mengalami demam mulai kemarin pagi. Nafsu makan dan minum pasien baik, Mual (-) Muntah (-). BAB (+) berwarna kuning konsistensi padat lunak, tidak berlendir, tidak bercampur darah. BAK (+) berwarna kuning jernih.

H2SMRS : (13/02/2016)

Pasien dikeluhkan mengalami demam kembali tinggi mulai pukul 08.00 WIB dan diberikan obat paracetamol syr dan obat puyer dari poli Anak RS S namun demamnya tidak kunjung turun , kemudian pasien dibawa lagi ke IGD RS S pada pukul 12.00 WIB disarankan oleh dokter untuk melakukan cek laboratorium. Menurut ibunya nafsu makan dan minum pasien baik dan pasien tidak tampak lemas dan tidak rewel. BAB (+) berwarna kuning konsistensi padat lunak, tidak berlendir, tidak bercampur darah. BAK (+) berwarna kuning keruh.

H1MRS : (14/02/2016)

Ibu pasien menceritakan anaknya mengalami demam kembali tinggi sejak kemarin, kemudian pasien muntah sebanyak 2 kali, muntahan berupa bubur berwarna putih, sebanyak kira kira setengah gelas ‘aqua’. Pasien tampak lemas dan tidak mau makan. BAB (+) berwarna kuning konsistensi padat lunak, tidak berlendir, tidak bercampur darah. BAK (+) berwarna kuning keruh.

HMRS : (15/02/2016)

Ibu pasien membawa anaknya kembali ke Poli Anak RS S untuk menunjukkan hasil laboratorium. Kemudian oleh dokter pasien disarankan untuk Rawat Inap. Saat pemeriksaan, pasien dalam perawatan hari pertama di RKK RS S suhu tubuh pasien 38,2 C. BAB (+) berwarna kuning konsistensi padat lunak, tidak berlendir, tidak bercampur darah. BAK (+) berwarna kuning keruh.

 Perjalanan Penyakit 08/02/2016 09/02/2016 10/02/2016 11/02/2016 12/02/2016 13/02/2016 14/02/2015 (H-7 SMRS) (H-6 SMRS) (H-5 SMRS)
 Perjalanan Penyakit
08/02/2016
09/02/2016
10/02/2016
11/02/2016
12/02/2016
13/02/2016
14/02/2015
(H-7 SMRS)
(H-6 SMRS)
(H-5 SMRS)
(H4- SMRS)
(H-3 SMRS)
(H-2 SMRS)
(H -1 SMRS)
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
MINGGU
15/02/2016
(H MRS)
11
22 33
44
55
66
77
SENIN
Demam,
Demam
Tidak
Pukul 08.00
Pukul
demam
sudah
demam,
WIB
13.00 WIB
tidak naik
turun
nafsu
Pasien
Demam
turun,
sejak dini
makan
mengalami
tiba-tiba,
demam
hari, nafsu
baik, tidak
demam
tidak
Demam,
periksa ke
Poli Anak
RS S →
Rawat
Inap
dirasakan
makan
rewel dan
kembali
disertai
sepanjang
baik, tidak
tidak
tinggi,
mengigil,
hari.
rewel dan
tampak
dibawa ke
tidak
Minum
tidak
lemas
IGD dan
kejang,
obat
tampak
disarankan
tidak
paraceta
Demam,
demam
tidak naik
turun,
demam
dirasakan
sepanjang
hari →
periksa ke
poli Anak →
Paracetamol
lemas
cek
mengalam
mol 2x1/2
laboratoriu
Demam,
Muntah
sebanyak 2
kali berupa
bubur
berwarna
putih,
jumlah ± ½
gelas aqua,
pasien
tampak
lemas dan
i
sendok
Syr 4x0,7
ml dan obat
puyer 3x1
m
penuruna
takar
tidak nafsu
makan
n
kesadaran
. Minum
9
obat
paraceta
mol 2x1/2

Riwayat Pengobatan

Obat Paracetamol syr 2x1/2 sendok teh

(dihentikan) Obat Puyer 3x1 bks

Paracetamol syr 4x 0,7 ml

Riwayat Penyakit Dahulu

Belum pernah sakit demam dengue sebelumnya

11
11

Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada penyakit yang diturunkan

12
12
Silsilah Keluarga 58 th 52 th 60 th 59 th 27 th 25 th 31 th
Silsilah Keluarga
58 th
52 th
60 th
59 th
27 th
25 th
31 th
28 th
25 th
7 bulan
: Laki-laki
: Perempuan
: Pasien
Kesan: tidak ada penyakit yang diturunkan dan
risiko penyakit yang ditularkan
13

Riwayat Pribadi

  • I. Riwayat Kehamilan : Pasien merupakan anak pertama saat hamil ibu berusia 23 tahun. Tidak ada riwayat keguguran sebelumnya (G1P0A0). Usia kehamilan hingga 9 bulan. Ibu pasien rutin memeriksakan kehamilannya sebulan sekali ke bidan dan posyandu sejak usia kehamilan 4 minggu. Selama kehamilan ibu pasien tidak pernah mengalami tekanan darah tinggi, tidak kejang, tidak muntah berlebih, tidak demam, tidak pernah mengalami pendarahan melalui jalan lahir, tidak merokok dan tidak pernah minum-minuman yang mengandung alkohol. Kuantitas dan kualitas makanan yang dikonsumsi baik, makan 3-4 kali sehari, seporsi

14
14

lengkap dengan nasi, lauk dan sayur.

II. Riwayat persalinan : Anak lahir dari ibu G1P0A0 secara spontan di Bidan Jenggawah, usia kehamilan cukup bulan,

air

ketubannya

jernih,

bayi

langsung

menangis, berat badan

2700 gram

dan

panjang badan lahir 49 cm. tidak terdapat

trauma

saat

kelahiran,

tidak

cacat

dan

perawatan tali pusat dilakukan baik oleh

bidan.

III. Riwayat pascapersalinan : Tali pusat

dirawat

dengan

baik

oleh

bidan

dan

dipotong

dengan

gunting

steril, ASI

ibu

lancar, tidak terjadi pendarahan pada tali

pusat, dan

bayi tidak kuning.

Ibu

rutin

Riwayat Imunisasi

Imunisasi PPI : di berikan di posyandu

Hepatitis B

3x, usia : 0, 1, 6 bulan

Polio

4x, usia : 0, 2, 4, 6 bulan

BCG

1x, usia : 2 bulan

DPT

3x, usia : 0, 2, 4, 6 bulan

Kesan: Imunisasi baik sesuai PPI

Riwayat Makan dan Minum

0 - 6 bulan : ASI Pasien minum ASI dengan baik ad libitum 6 - 7 bulan : ASI + Bubur Susu Pasien minum ASI setiap pasien ingin minum dan bubur susu diberikan 3x/hari dan selalu habis (± 8-10 sdm)

Kesan: kualitas dan kuantitas makanan baik

17
17

Riwayat Pertumbuhan

BB lahir

: 2700 gram

BB sekarang

: 6700 gram

PB lahir

: 49 cm

PB sekarang

: 60 cm

Menurut ibu pasien, berat badan anaknya naik – turun

sekitar 1 minggu pertama setelah kelahiran, namun masih dalam batas normal. Kemudian seiring dengan bertambahnya usia, berat badan dan tinggi badan pasien meningkat dan dalam KMS selalu berada di atas garis merah.

Kesan:

Riwayat

seusianya

Pertumbuhan

baik

sesuai

dengan

anak

Riwayat Perkembangan

Motorik Kasar Mengangkat kepala Tengkurap

: 3 bulan : 5 bulan

Tengkurap dan terlentang sendiri: 6 bulan

Motorik Halus Mata mengikuti gerakan objek

Meraih benda di depannya Menaruh benda di mulut Merangkak meraih benda

: 3 bulan : 4 bulan

: 5 bulan : 6 bulan

19
19

Bahasa Mengoceh spontan : 3 bulan

Tertawa dan menjerit saat diajak bermain : 4 bulan

Berkata – kata tanpa makna

: 6 bulan

Sosial Kemandirian Tersenyum spontan : 2 bulan

Mengenal wajah ibunya

: 3 bulan

Mengenali wajah anggota keluarga : 6 bulan

20
20

Kesan: riwayat perkembangan baik sesuai anak seusianya

Riwayat Sosial Ekonomi dan Lingkungan

Sosial ekonomi

Ayah bekerja sebagai wiraswasta (pedagang pupuk) dan ibu sebagai seorang Ibu rumah tangga. Penghasilan sebulan ± Rp. 2.500.000 untuk menghidupi 2 orang anggota keluarga. Lingkungan Pasien tinggal bersama kedua orang tuanya. Ukuran rumah 20m x 10m x 5m, terdiri dari 3 kamar tidur dengan ukuran 4m x 4m. Memiliki 10 buah jendela tanpa dipasang kelambu, dinding permanen dari tembok, lantai semen, atap genteng, ventilasi dan pencahayaan baik, sumber air minum dari sumur tetapi dimasak dulu sebelum diminum, memiliki kamar mandi/WC di rumah, bak mandi dibersihkan/dikuras setiap 2 minggu sekali, memiliki dapur di dalam rumah dan menggunakan bahan bakar kompor gas. Rumah berdekatan dengan sawah dan tidak berdekatan dengan pabrik serta sungai, tidak dekat dengan peternakan. Orangtua pasien tidak memelihara binatang dan bila hujan halaman rumah sering tergenang air. Semua anggota keluarga tidak ada yang menggunakan lotion anti-nyamuk saat akan tidur. Keluarga pasien tidak ada yang menderita keluhan yang serupa dengan pasien. Tetangga di samping rumah pasien ada yang menderita keluhan serupa dengan pasien.

21
21

Kesan: Riwayat sosial-ekonomi baik dan Riwayat lingkungan tidak baik

Anamnesis Sistem

Sistem Serebrospinal : demam (+), kejang (-), kesadaran baik Sistem Kardiovaskular : sesak saat beraktivitas (-) Sistem Respirasi : batuk (-), pilek (-), sesak (-) Sistem Gastrointestinal : BAB (+) normal, berwarna kuning, konsistensi padat lunak, tidak bercampur darah, tidak BAB hitam, tidak berlendir, mual (+), muntah (+), nafsu makan menurun Sistem Muskuloskeletal : nyeri otot dan sendi (-) Sistem Urogenital : BAK (+) normal, tidak nyeri, berwarna kuning keruh, tidak berbuih, tidak berbau menyengat

Sistem Integumentum

:

tidak kuning,

bercak kemerahan (-) pada

seluruh badan, tidak mimisan & gusi berdarah (-)

22
22

PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan Umum

  • 1. Keadaan umum

: cukup

  • 2. Kesadaran

: kompos mentis

  • 3. Tanda-Tanda Vital

:

Frekuensi jantung : 124 x/menit, reguler, kuat angkat

Frekuensi Pernapasan : 44 x/menit, reguler, tipe thorakal

Suhu

:

38,2 0 C suhu aksila

Waktu pengisian kapiler: < 2 detik

23
23
  • 4. Status gizi BB sekarang

PB

: 60 cm

: 6,7

kg

BB Ideal

Status gizi

: 7,5 kg : -2 < Z < 2 → Baik

  • 5. Kulit

: turgor kulit normal, tidak sianosis,

tidak ikterik

  • 6. Kelenjar limfe : tidak ada pembesaran kelenjar getah bening

  • 7. : tidak ditemukan atrofi otot

Otot

  • 8. Tulang

: tidak ada deformitas dan tanda-

tanda peradangan

  • 9. : tidak ada deformitas dan tanda-tanda

Sendi

peradangan

24
24

Kesan: Keadaan umum pasien cukup, kesadaran

Pemeriksaan khusus

Kepala Bentuk datar

: normocephal, Ubun – ubun besar

Rambut : lurus warna hitam Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-

Telinga

: sekret -/-, darah -/-

Hidung

: sekret -/-, darah -/-

Mulut : sianosis (-) Bibir : sianosis (-), oedema (-), perdarahan (-) Mukosa : pucat (-), hiperemia (-), perdarahan (-)

25
25

Leher Bentuk

: simetris

Pembesaran KGB

: tidak ada

Kaku kuduk Tiroid Deviasi Trakea

: tidak ada : tidak membesar : tidak ada

26
26

Dada

1.

Jantung

Inspeksi

: iktus kordis tidak tampak

Palpasi : iktus kordis tidak teraba Perkusi : redup

Batas kanan atas : ICS II garis parasternal kanan

Batas kanan bawah

:

ICS

IV garis parasternal

kanan Batas kiri atas : ICS II garis parasternal kiri

Batas kiri bawah : ICS IV garis midklavikula kiri

Auskultasi:

tambahan

27
27

S 1 S 2

tunggal

,

tidak

ada

suara

2. Paru-Paru Kanan Kiri Depan I: Simetris, Retraksi (-) I: Simetris, Retraksi (-) P: Fremitus raba
2.
Paru-Paru
Kanan
Kiri
Depan
I: Simetris, Retraksi (-)
I: Simetris, Retraksi (-)
P: Fremitus raba (+), dBN
P: Fremitus raba (+), dBN
P: Sonor
P: Sonor
A: Ves (+), Rho (-), Whe (-)
A: Ves (+), Rho (-), Whe (-)
Belakang
I: Simetris, Retraksi (-)
I: Simetris, Retraksi (-)
P: Freamitus raba (+), dBN
P: Freamitus raba (+), dBN
P: Sonor
P: Sonor
A: Ves (+), Rho (-), Whe (-)
A: Ves (+), Rho (-), Whe (-)
28

Perut Inspeksi

:cembung

Auskultasi : bising usus (+) normal

Perkusi

Palpasi hepar dan turgor kulit

: tympani

: soepel, nyeri tekan (-), lien tidak teraba, kembali cepat

Alat Kelamin dan Anus Alat kelamin (+) perempuan

Anus (+) dalam batas normal tidak terdapat kelainan

29
29

Anggota gerak

Atas Akral hangat

: +/+

Oedem

: -/-

Sianosis

: -/-

Otot tidak tampak atrofi

Bawah :

Akral hangat

: +/+

Oedem

: -/-

Sianosis

: -/-

Otot tidak tampak atrofi

30
30
PEMERIKSAAN PENUNJANG  Pemeriksaan penunjang tanggal 12 Februari 2016  Darah Lengkap Hemoglobin Laju Endap Darah
PEMERIKSAAN PENUNJANG
 Pemeriksaan penunjang tanggal 12 Februari 2016
 Darah Lengkap
Hemoglobin
Laju Endap Darah
12,0
Sampel
Kurang
9,5 – 13,5
0 – 25
Lekosit
Hitung Jenis
7,2
6,0 – 17,5
1/-/-/21/62/16
0-4/0-1/3-
5/54-62/25-
33/2-6
Hematokrit
35,5
Trombosit
143
29 – 41
150 - 450
31
PEMERIKSAAN PENUNJANG URINE LENGKAP Warna Kuning agak keruh Kuning Jernih pH BJ Protein Glukosa Urobilin Bilirubin
PEMERIKSAAN PENUNJANG
URINE LENGKAP
Warna
Kuning agak
keruh
Kuning Jernih
pH
BJ
Protein
Glukosa
Urobilin
Bilirubin
Nitrit
Keton
Lekosit Makros
6,5
1,010
Negatif
Normal
Normal
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
4,8 – 7,5
1,015 – 1,025
Negatif
Normal
Normal
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Blood Makros Eritrosit Negatif 0-2 Lekosit 2-5 Epitel Squamous Epitel Renal Kristal Silinder Bakteri Yeast Tricomonast
Blood Makros
Eritrosit
Negatif
0-2
Lekosit
2-5
Epitel Squamous
Epitel Renal
Kristal
Silinder
Bakteri
Yeast
Tricomonast
Lain-lain
0-2
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
0 – 2
0 – 2
2 – 5
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
 Pemeriksaan penunjang tanggal 15 Februari 2015  Darah Lengkap Hemoglobin Laju Endap Darah Lekosit Hitung
 Pemeriksaan penunjang tanggal 15
Februari 2015
 Darah Lengkap
Hemoglobin
Laju Endap Darah
Lekosit
Hitung Jenis
12,4
Sampel Kurang
6.0
9,5 – 13,5
0 – 25
6,0 – 17,5
-/-/-/12/74/14
0-4/0-1/3-5/54-
62/25-33/2-6
Hematokrit
35,4
Trombosit
56
29 – 41
150 - 450
 Pemeriksaan penunjang tanggal 16 Februari 2015  Darah Lengkap Hemoglobin Laju Endap Darah Lekosit Hitung
 Pemeriksaan penunjang tanggal 16
Februari 2015
Darah Lengkap
Hemoglobin
Laju Endap Darah
Lekosit
Hitung Jenis
11,0
Sampel Kurang
8,4
9,5 – 13,5
0 – 25
6,0 – 17,5
1/-/-/12/72/15
0-4/0-1/3-5/54-
62/25-33/2-6
Hematokrit
32,1
Trombosit
33
29 – 41
150 - 450
 Serologi-Imunologi
Dengue Blood
Dengue Blood IgM
Positif
Negatif
Dengue Blood IgG
Negatif
Negatif
 Pemeriksaan penunjang tanggal 17 Februari 2015  Darah Lengkap Hemoglobin 10,7 Lekosit 8,3 Hematokrit 31,6
 Pemeriksaan penunjang tanggal 17
Februari 2015
 Darah Lengkap
Hemoglobin
10,7
Lekosit
8,3
Hematokrit
31,6
Trombosit
21
9,5 – 13,5
6,0 – 17,5
29 – 41
150 – 450
Kumpulan Data Diagnosis/ Diagnosis Rencana Rencana Terapi Etiologis Banding Diagnosis - Demam (+) Dengue Fever DL
Kumpulan Data
Diagnosis/
Diagnosis
Rencana
Rencana Terapi
Etiologis
Banding
Diagnosis
-
Demam (+)
Dengue Fever
DL Serial
Kebutuhan Cairan
:
-
Mual (+)
-
Muntah (+)
:
Pemeriksaan fisik :
125 ml x6,7 kg = 837,5
ml/hari
Kebutuhan Kalori
98 kkal x 6,7 kg =
656,6 kkal/hari
Kebutuhan Protein :
-
Febris
1,5 g x 6,7 kg =
g/hari
10,05
Pemeriksaan lab :
Trombositopenia
Terapi :
Inf. D5 ¼ NS 800 cc/24
jam
Drip Paracetamol 1x100
mg (k/p)
Inj. Ondancetron 3x1 mg
(k/p)

Diagnosis Kerja

Dengue Fever

38
38

Tatalaksana

Planning diagnostic : DL Serial Planning monitoring:

  • - keadaan umum

  • - tanda-tanda vital

  • - asupan makanan dan minuman yang masuk

39
39
 Planning Terapi Inf. D5 ¼ NS 800 cc/24 jam Drip Paracetamol 1x100 mg (k/p) Inj.
 Planning Terapi
Inf. D5 ¼ NS 800 cc/24 jam
Drip Paracetamol 1x100 mg (k/p)
Inj. Ondancetron 3x1 mg (k/p)
 Cairan dan Nutrisi
 Kebutuhan Cairan
 Kebutuhan Kalori
 Kebutuhan Protein
: 125 ml x6,7 kg
: 98 kkal x 6,7 kg
: 1,5 g x 6,7 kg
=
=
837,5 ml/hari
656,6 kkal/hari
= 10,05 g/hari

Edukasi yang diberikan kepada Orang tua

  • 1. Menjelaskan kepada keluarga pasien tentang kondisi pasien saat ini, tindakan yang akan dilakukan, dan terapi yang diberikan kepada pasien.

  • 2. Menjelaskan kepada orangtua pasien tentang penyakit yang diderita pasien: penyebab, perjalanan penyakit, perawatan, prognosis, komplikasi, serta usaha pencegahan dan penularan.

  • 3. Menjelaskan kepada orangtua bahwa penyakit demam dengue dapat ditularkan melalui perantara nyamuk, sehingga segera melapor kepada RT agar dapat dilakukan usaha pencegahan bersama seperti fogging, abatisasi, dan kerja bakti bersih lingkungan (mengubur sampah di dekat rumah yang bisa menjadi sarang nyamuk, menutup sumber-sumber kubangan air, menguras bak penampungan air minimal 1 minggu sekali, menjaga kebersihan lingkungan rumah, jangan menggantung pakaian di rumah).

Prognosis

ad bonam

TERIMA KASIH

43
43