Anda di halaman 1dari 20

MEMBANTU KLIEN DALAM

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Titing Hartiningsih,S,ST
A. Strategi Membantu Klien dalam
Pengambilan Keputusan
KEPUTUSAN YANG BERSIFAT
KOMPLEKS
1. Ada 4 strategi yang dapat membantu klien
membuat keputusan :

a. Membantu klien meninjau kemungkinan pilihannya

b. Membantu klien dalam mempertimbangkan


keputusan pilihan

c. Membantu klien dalam mengevaluasi pilihan

d. Membantu klien menyusun rencana kerja


2. 3 K dalam membuat keputusan yang baik
Langkah Pertama Identifikasi kondisi yang dihadapi oleh
klien

Langkah kedua susunlah daftar kehendak atau pilihan


Keputusan

Langkah ketiga untuk setiap pilihan, buatlah daftar


konsekkuensinya baik yang positif maupun yang negativ,
pengambilan keputusan, pemecahan masalah, perencanaan
sesuai dengan masalah dan kondisi klien, konselor
membantu klien memecahkan masalah yang dihadapi atau
membuat perencanaan untuk mengatasinya
nyambung

3. Tahapan ini inti dari proses konseling

Konselormembantu klien memahami


permasalahannya

Konselor membantu memberikan


alternative pemecahan masalah

Konselor membantu klien memilih


alternative pemecahan masalah dengan
segala konsekuensinya
B. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi
dalam pengambilan keputusan

1. Faktor fisik.
Mengambil keputusan didasarkan pada
pertimbangan fisik, pada rasa yang dialami tubuh
seperti rasa sakit, tidak nyaman atau kenikmatan

2. Faktor emosional
Pengambilan keputusan hanya berdasarkan emosi
atau perasaan biasa terjadi pada kaum perempuan
sikap subjektivitas akan mempengaruhi keputusan
yang diambilsehingga orang akan bereaksi pada
suatu situasi secara subjektif
3. Faktor rasional
Pengambilan keputusan secara rasional
biasanya didasarkan atas pengetahuan
dan dilakukan oleh orang-orang
terpelajar dan intelektual

4. Faktor praktikal
Berdasarkan atas keterampilan
individual dan kemampuan
melaksanakanya, seseorang akan
menilai potensi diri dan kepercayaan diri
melalui kemampuannya dalam bertindak
5. Faktor interpersonal
Berdasarkan pada pengaruh jaringan
sosial yang ada, hubungan antara orang
ke orang lain yang dapat mempengaruhi
tindakan individual

6. Faktor struktural
Berdasarkan pada lingkungan sosial,
ekonomi, dan politik. Lingkungan mungkin
memberikan hasil yang mendukung atau
mengkritis suatu tingkah laku tertentu
C. Tipe Pengambilan
Keputusan
Pengambilan keputusan untuk tidak
berbuat apa-apa karena merasa tidak
sanggup

Pengambilan keputusan intuitif, sifatnya


segera langsung diputuskan karena
keputusan tersebut dirasakan paling
tepat

Pengambilan keputusan yang terpaksa,


karena segera dilaksanakan
Pengambilan keputusan yang reaktif,
seringkali dilakukan dalam situasi
marah dan tergesa-gesa

Pengambilan keputusan yang


ditangguhkan, dialihkan pada orang
lain yang bertanggung jawab

Pengambilan keputusan secara


berhati-hati, dipikirkan baik-baik dan
mempertimbangkan berbagai pilihan
D. Pemberian informasi efektif

Adalah upaya membantu orang lain


untuk dapat mengenali dirinya,
memahami masalahnya, dan mengambil
keputusan sesuai dengan keadaan dan
kebutuhan dirinya, yang disadari dan
bukan karena terpaksa atau terbujuk
CARA MELAKUKAN KONSELING

ADA 6 LANGKAH KONSELING, YG DISINGKAT


SATU TUJU, YAIT U :
Sa : Sambut dia dg ramah.
T : Tanyakan apa masalahnya.
U : Uraikan pokok bahasan yg menjadi
permasalahannya.
Ban Tu : Gambarkan mengenai berbagai macam
pilihan yg bisa dipertimbangkan.
J : Jelaskan sec rinci mengenai pilihannya.
U : Ulangi hal-hal yg perlu diperhatikan atau
diingatnya, yakinkan bahwa anda selalu bersedia
untuk menerimanya.
KOMUNIKASI EFEKTIF
Mendengarkan secara baik dan aktif

Kontak mata

Volume dan intonasi suara

Sikap yg tidak menghakimi

Umpan balik

Menjaga bahasa tubuh


informasi yang diberikan sesuai kondisi dan
kebutuhan klien,

Informasi yang diberikan spesifik, dapat


membantu klien dalam pengambilan keputusan
Informasi disesuaikan dengan situasi klien, dan
mudah dimengerti
Diberikan dengan memperhatikan hal-hal berikut:
o. Singkat dan tepat
o. Menggunakan bahasa sederhana
o. Gunakan alat bantu visual saat menjelaskan
o. Memberi kesempatan klien bertanya dan
meminta klien mengulang hal-hal penting yang
perlu diingat
E. Saat-saat sulit dalam
penerapan KIP/K

Diam
Klien Menangis
Konselor meyakini bahwa tidak ada
pemecahan bagi masalah klien
Konselor melakukan kesalahan
Konselor tidak mengetahui dari
pertanyaan klien
Klien menolak bantuan konselor
sambungan

Klien merasa tidak nyaman dengan jenis kelamin


konselor
Waktu yang dimiliki konselorf terbatas
Konselor tidak menciptakan hubungan yang baik
Konselor dan klien sudah saling kenal
Klien berbicara terus dan yang dibicarakan tidak
sesuai dengan topik pembicaraan
Klien bertanya tentang hal-hal pribadi konselor
Konselor merasa dipermalukan dengan suatu
topik pembicaraan
Keadaan kritis
F. Kesulitan Saat
Konseling
Seorang bidan akan mengalami kesulitan
ketika melakukan koseling:
Berusaha terlalu banyak dan terlalu dini
Lebih banyak mengajar daripada membina
hubungan baik
Penerimaan yang berlebihan
Penampilan masalah konseling pada orang
yang tidak berpengalaman
Kecenderungan untuk menampilkan
kepribadian konseling
Merenungkan setelah sesi yang sulit
G. Upaya untuk Mengatasi
Kesulitan

Mengatasi kesulitan yang biasanya terjadi


dalam konseling tergantung pada konselor.
Untuk
memperlancar komunikasi persiapan materi,
bahan, alat, yang dapat mempermudah dalam
penerimaan klien terhadap dengan apa yang
akan kita sampaikan.
Dapat menguasai ilmu komunikasi agar dapat
melakukan konseling dengan baik pada semua
klien dengan berbagai macam karakter.
Kearifan merupakan dasar kepribadian
konselor efektif
kearifan merupakan konsep lama dan
lintas kultural sebagai suatu perangkat ciri-
ciri kognitif dan efektif tertentu pada
keterampilan dan pemahaman hidup.
Karakteristik kearifan meliputi :
Aspek afektif
Kesadaran yang meliputi kepedulian,
pengenalan rasa, deotomatisasi (menolak
kecenderungan kebiasaan prilaku dan pola
berpikir otomati, menekan kesadaran
tindakan dan pilihan bertanggung jawab )
Aspek Kognitif
KIAT MENJADI KOMUNIKATOR YG EFFEKTIF :
Uraikan pesan dg jelas, ringkas, sederhana.

Peka atau sensitif dan tanggap thd sikap penerima


pesan.

Berusaha menempatkan diri pd posisi penerima pesan.

Pesan diberikan sec bertahap dan sistematis.

Ulangi hal-hal yg penting yg ingin disampaikan


Beri contoh nyata yg memudahkan untuk memahami.

Kemukakan hal yg penting terlebih dahulu.

Hindari gangg komunikasi karena perbedaan persepsi.