Anda di halaman 1dari 25

KULIAH ARUS

LONGSHORE CURRENT (ARUS MENYUSUR


PANTAI)

Oleh : Dr. Kunarso, ST, MSi


Dr.Sc. Anindya Wirasatriya, ST, MSi, MSc

PS. OSEANOGRAFI-FPIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2015
A. Pengertian Longshore Current

Longshore current merupakan arus yang


bergerak menyusur garis pantai. Arus ini timbul
akibat adanya gelombang pecah yang
membentuk sudut dengan garis pantai

Arus ini mempunyai peran dalam mentransport


sedimen dan polutan di daerah pantai. Arus ini
menentukan arah pergerakan sedimen dan
berperan dalam pembentukan topografi pantai
meliputi akresi dan abrasi pantai.
Mekanisme Pembentukan Transport Sedimen
1. Gelombang yang dibangkitkan oleh angin
merambat dari perairan dalam ke perairan dangkal
(shoaling)
2. Di perairan dangkal gelombang akan
mengalami refraksi.
3. Pada kedalaman tertentu maka gelombang akan
pecah membentuk sudut terhadap garis pantai.
4. Gelombang akan mengalami disipasi
(gesekan) energi, stress radiasi yang
dimiliki gelombang akan membentuk suatu
gerak arus sejajar pantai yang terjadi
di daerah surfzone.
5. Pada saat gelombang telah pecah, maka gelombang yang
sampai ke pantai akan mendorong partikel sedimen ke arah
pantai sehingga terjadi swash, kemudian partikel tadi akan
kembali ke laut sehingga terjadi backswash

Mekanisme pembentukan Longshore


Current
B. Stress Radiasi

Kehadiran suatu gelombang yang menjalar ke arah


pantai akan menghasilkan aliran momentum yang
didefinisikan sebagai stress radiasi.

Fluk momentum diatas dibentuk oleh dua faktor:


1. Kecepatan partikel air yang disebabkan gelombang
2. Tekanan

Stress radiasi adalah stress yang diintegrasikan


terhadap kedalaman (depth integrated stress) atau
gaya per satuan lebar yang dapat didefinisikan
sebagai excessive flux (fluk yang berlebihan) dari
momentum karena adanya gelombang.
B.1. Gelombang Normal Terhadap Garis
Pantai

Panta
i
(1)

Dimana:
U = kecepatan dalam arah x (normal terhadap garis
pantai)
V = kecepatan dalam arah y (sejajar garis pantai)
W = kecepatan dalam arah z (arah vertikal)

Bentuk lain dari persamaan di atas:


(2)

Arti fisis dari persamaan 2:

Gaya efektif seketika per satuan luas dari suatu


volume kontrol, suatu fluida dengan sisi x, y, dan
z adalah perubahan momentum lokal terhadap
waktu dari volume kontrol tersebut.
Pada kedalaman air yang konstan, apabila
komponen-komponen dari persamaan (2)
diintegrasikan, pada perioda T dan kedalaman
(dari z = -h ke z = ), kemudian dikurangi dengan
tekanan fluida hidrostatik yang tidak diakibatkan
gelombang, maka menghasilkan gaya-gaya radiasi.

Gaya radiasi adalah gaya horisontal yang dirata-


ratakan terhadap waktu per satuan lebar,
formulasi-formulasinya adalah sebagai berikut:
(3
)

(4
)

(5)

Pada kasus gelombang menjalar normal


terhadap garis pantai (v = 0)
Persamaan 3,4, dan 5 merupakan gaya radiasi per
satuan lebar (N/m).

Bila gaya-gaya tersebut dihubungkan terhadap


parameter-parameter dengan melakukan integrasi
setelah mensubstitusikan p, u, v, dan , dari teori
gelombang linier maka diperoleh:

(6)

(7)
Analisis:

Apabila gelombang menjalar di dalam domain


(daerah) dengan kedalaman konstan dan
diasumsikan tidak ada energi yang hilang (tinggi
gelombang konstan), maka diperoleh:
Maka :

Ini berarti tidak ada perubahan momentum.

Gradien dari , , disebut stress


radiasi, bisa disimbolkan:
B.2. Gelombang Membentuk Sudut
Dengan Garis Pantai

Apabila gelombang datang dengan membentuk


sudut, maka diperoleh gaya radiasi sebagai berikut:

(8)

(9)

(10)
C. Teori Arus Longshore

Teori Arus Longshore telah dibangun oleh


Longuest-Higgins (1970).

Arus longshore terbatas di daerah surf zone


yaitu berada diantara daerah gelombang pecah
dan garis pantai.

Kecepatan arus longshore rata-rata di


pertengahan surf zone, secara teoritik
dirumuskan:
(11)

Dimana :
D. Distribusi Kecepatan Arus
Longshore

Secara umum kecepatan maksimum terjadi di


daerah dekat dengan mid surf position.

Kecepatan longshore berubah dengan cepat


dari mid surf position ke arah off shore.

Longuest-Higgins (1970), menurunkan formulasi


untuk menghitung kecepatan arus longshore
dalam arah sejajar garis pantai:
(12
)

Dimana:
Adalah perbandingan antara tinggi
gelombang dengan kedalaman
perairan lokal yang nilainya
bervariasi antara 0,8-1

Parameter tidak berdimesi

Yang menyatakan signifikan percampuran


horisontal yang dinyatakan oleh koefisien N
terhadap gesekan
Dimana N adalah koefisien tak berdimensi dari
percampuran horizontal
Distribusi arus longshore hasil dari Persamaan (12) untuk
berbagai harga P diperlihatkan dalam gambar di bawah:

Dept. of Army ( 2002)


Apabila efek percampuran horisontal tidak diperhitungkan
maka tidak ada gaya pendorong yang mendistribusikan
arus longshore keluar break line (ke arah off shore).

Apabila P bertambah besar terlihat bahwa profil


kecepatan maksimum bergeser ke arah pantai dengan
magnitudo yang berkurang.

Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa dengan


memasukkan efek percampuran horisontal tidak ada lagi
diskontinuitas di break line dan arus longshore juga
berada di break line.

Kondisi yang diperoleh dengan menghitung efek


percampuran horisontal lebih memperlihatkan kondisi
sebenarnya di alam
Distribusi kecepatan arus
longshore
1. Dept. of Army. 2002. Coastal Enginering Manual, vol 1,
US. Army Corps of Enginering, CERC.

2. Hadi, S. 2002. Diktat Kuliah Arus Laut. FITB-ITB,


Bandung.

3. Longuet-Higgins, M.S. 1970. On the Longshore Currents


Generated by Obliquely Incident Sea Wave, 2, Journal of
Geophysics, Res. 75.
4. Ichsan, M. 2005. Model Distribusi Kecepatan Arus
Longshore Di Daerah Pantai Thesis. FIKTM, ITB,
Bandung.
WASSALAMUALAIKUM. WR.WB