Anda di halaman 1dari 10

IDRAK SILLAH BILLAH

KESADARAN AKAN
HUBUNGANNYA DENGAN
ALLAH

Muhammad Ilham Yahya


HAKEKAT MANUSIA

Pandangan Asing
Filsafat Yunani Kuno

Pandangan Islam
al Quran
FILSAFAT YUNANI KUNO

Manusia Terdiri Dari Materi Dan Ruh(Ghoib),Usaha


memperkuat salah satu unsur, akan memperlemah
unsur yang lainnya
Ketika ruh menguasai materi (Rohaniawan), maka
manusia menjadi luhur (tingkah lakunya mendekati
kesempurnaan sifat ketuhanan) (Kamal Illaahiyah)
Ketika materi yang menguasai ruh (Teknokrat/
Politikus), maka merosotlah tingkah laku manusia
Konsep
KonsepAsing
Asingini
inisalah:
salah:
Tidak
Tidaksesuai
sesuaidengan
denganfakta
fakta
Bertentangan
Bertentangandengan
denganIslam
Islam
PANDANGAN ISLAM

(T.Q.s. al Hajj [22] : 05) ... sesungguhnya Kami telah mencipta-


kan kalian dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari
segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna
kejadiannya dan yang tidak sempurna, supaya Kami jelaskan
kepada kalian, dan Kami tetapkan dalam rahim apa yang Kami
kehendaki sampai pada batas waktu yang sudah ditentukan,
kemudian Kami keluarkan kalian sebagai bayi, kemudian (dengan
berangsur-angsur) sampailah kalian pada kedewasaan
(T.Qs Shaad [38]:72) Dan Kutiupkan kepadanya ruh (nyawa)...
SETIAP MANUSIA DICIPTAKAN DARI MATERI YANG DIBERI
RUH (NYAWA) SEHINGGA BISA TUMBUH DAN BERKEMBANG
Ruh dalam arti nyawa tidak ada pengaruhnya terhadap keluhuran
perilaku manusia (Lihat Q.s. al Israa [17] : 85)
MAKNA RUH YANG
MENJADIKAN MANUSIA
MENJADI LUHUR
Ruh yang mempengaruhi keluhuran perilaku manusia bukanlah
nyawa atau ruh yang menjadi bagian dari diri manusia, melainkan
sesuatu yang datang dari luar diri manusia, yaitu adanya
kesadaran hubungannya dengan Allah (Idrak sillahbillah)
Allah Swt senantiasa mengingatkan akan hal ini dalam banyak
ayat, sebagaimana Q.s. Ali Imran [3] : 190-191 yang artinya:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta silih-
bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda kekuasaan
Allah bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang
senantiasa mengingat Allah ketika berdiri, duduk dan
berbaring, serta berfikir mengenai penciptaan langit dan bumi
(seraya berkata):Ya Rabbi, tidaklah Engkau menciptakan ini
dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari
siksa neraka.
BAGAIMANA MENGUATKAN
RUH?
Memahami Aspek Memadukan perilaku
Ruhiyah dengan Iman

Q.s. An Nisaa [4] : 1 Q.s. al Araf :3


Q.s. al Qhaasyiyah [88] : 17-21 Q.s. al Anam :153
Q.s. al Alaq [96] : 1-2 Q.s. al Ahzab :36
dll dll
MEMAHAMI ASPEK RUHIYAH

Q.s. An Nisaa [4] : 1


Artinya: Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabmu yang telah
menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan
pasangannya, dan dari keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki
dan perempuan yang banyak....

Q.s. al Qhasyiyah 17-20


Artinya :Maka apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana dia
diciptakan? Dan langit bagaimana ia ditinggikan? Dan Gunung-gunung
bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan. Maka
berilah peringatan.

Q.s. al Alaq 1-2


Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah
MEMAHAMI ASPEK RUHIYAH

Q.s. al Hajj : 5
Arinya: Hai manusia, jika kalian dalam keraguan tentang kebangkitan dari
kubur, maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari
tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian
dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna,
supaya Kami jelaskan kepada kalian, dan Kami tetapkan dalam rahim apa
yang Kami kehendaki sampai pada batas waktu yang sudah ditentukan,
kemudian Kami keluarkan kalian sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-
angsur) sampailah kalian pada kedewasaan.

Semakin sering seseorang merenungkan ayat-ayat Allah dan


mengingatnya, maka ia akan menyadari kelemahan, kekurangan dan
keterbatasannya sebagai mahkluk yang diciptakan. Dengan kata lain
semakin tinggi aspek ruhiyahnya
MEMADUKAN AMAL DENGAN
RUH
Senantiasa mengatur amal perbuatannya agar sejaran dengan apa-apa
yang diturunkan Allah berupa perintah dan larangan (halal-haram)
Q.s. an Nuur [24] :51
Artinya: Sesungguhnya jawaban orang mukmin bila mereka dipanggil kepada
Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) diantara mereka, ialah
ucapan: Kami mendengar dan kami patuh. Dan merekalah orang2 yang
beruntung
Q.s. al Anam [6] :153
Artinya: Dan bahwa (yang kami perintahkan adalah) ini jalanku yang lurus,
maka ikutilah dia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena
jalan-jalan itu mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya.
Q.s. al Ahzab[33] :36
Artinya: Dan tidak patut bagi mukminin dan mukminat, apabila Allah dan Rasul-
Nya telah menetapkan sesuatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang
lain) tentang urusan mereka
PREDIKAT SESEORANG

Q.s. al Baqarah : 183 ... Supaya kalian menjadi orang-


orang yang bertaqwa
kami mau beriman kepada
Q.s. an Nisa :151
sebagian dan mengkufuri kepada
sebagian dan mereka hendak
mengambil satu jalan di antara itu.
Meraka itulah orang yang kafir
sebenar-benarnya
Q.s. al Maidah : 44 ... Barangsiapa tidak berhukum
pada apa-apa yang diturunkan
Allah, maka dia termasuk orang-
orang yang kafir.
Q.s. al Maidah : 44 ... maka dia termasuk orang-orang
yang fasik
Q.s. al Maidah : 47 ... maka dia termasuk orang-orang
yang dholim