Anda di halaman 1dari 12

A N

G
EN R
I D PA
K E
LA N H
I A 1
K I NS U S
LA ELAI K A
K TUD
S
ANGGOTA

030.11.221 030.12.036 Asfarul Anam


030.11.006 030.12.037 Atika Rosada
030.11.016 030.12.038 Audrey Desiree S
030.12.031 Arip Setya Budiman 030.12.039 Audriana
Hutami P
030.12.032 Arissa Reissa Utami 030.12.040 Aulia Rizky Meutia
030.12.033 Aristya Nur Fitasari 030.12.041 Aulia Whiratama P
030.12.034 Armi Setya Kusuma 030.12.042 Ayang Rashelda M
030.12.035 Arnita Ilanur 030.12.043 Ayu Victoria
Budi
STUDI KASUS
Tuan H, umur 30 tahun, seorang pecandu narkobasuntik, datang ke RS dengan

keluhan fisiknya semakin lemah, tidak nafsu makan dan berat badan menurun.

Dari anamnaesa didapatkan bahwa Tn H telah menjadi pecandu narkoba suntik

sejak umur 15 tahun (sejak SMP).

Dari pemeriksaan fisik dan laboratorium, didapatkan hepatitis C (+).Pada

pemeriksaan USG ditemukan ada benjolan bulat dengan ukuran 5cm, solid

hipoechoik di lobuskiri.Pada pemeriksaan Patologi Anatomi (PA) ditemukan sel-

sel ganas hati.Tn H didiagnosa: Hepatoma (hepatoseluler CA = HCC).


Hepatitis C adalah infeksi
virus yang dapat
menyebabkan peradangan
pada hati. Baru diketahui
pada tahun ke-20 atau 30,
menular melalui darah
dan dapet menyebabkan
siriosis hati.
NUKLEOSOM

Struktur : Seperti manic-manik.


Komponen : DNA sebagai talinya dan histon (protein) sebagai
manik-maniknya. Histon pada nukleosom terdiri dari
H2A, H2B, H3, H4 dan H1. Dimana H2A dan H2B akan
bergabung menjadi H2AH2B dimer, H3 dan H4 bergabung
menjadi H3H4 tetramer, H1 bertugas menngunci struktur yang
nantinya akan dililit DNA di dalam nukleosom.
Fungsi : Menyokong DNA dan mengatur keadaan untuk
replikasi dan transkripsi.
DNA

Struktur Double Helix :


Dua pita anti parallel yang berpilin
(pita terbuat dari nukleotida) akibat
dari interaksi ikatan hydrogen yang
terjadi antar basa nitrogen. Gula dan
fosfat diibaratkan sebagai induk
tangganya dan basa nitrogen (Purin :
Adenin dan Guanin, dan Pirimidin :
Timin dan Sitosin) serta pasangannya
sebagai anak tangganya.
Replikasi DNA merupakan perbanyakan
materi genetic, dimana DNA mempunyai
kemampuan heterokatalik dan
autokatalik. Heterokatalik adalah
kemampuan DNA untuk membentuk
molekul lain dari salah satu atau
sebagaian rantainya, autokatalik adalah
kemampuan DNA untuk membentuk DNA
baru yang sama persis dari rantai
induknya. Replikasi DNA juga merupakan
tahap pertama produksi sel sebelum
mitosis. Terdapat tiga hipotesis
bagaimana terjadinya replikasi DNA;
konservatif, semikonservatif dan
diversif. Pada penelitian yang dilakukan
oleh Meselson-Stahl diketahui bahwa
replikasi DNA terjadi secara
semikonservatif.
Transkripsi DNA
adalah proses
pembuatan mRNA
yang terjadi pada
saat interfase. Tahap
ini dibantu oleh
enzim polymerase
yang menyalin kode
genetic dan enzim
ligase untuk
memutus untaian.
Arah terjadinya
transkripsi adalah
dari 3 ke 5.
Translasi protein atau yang biasa disebut sebagai sintesis
protein adalah dimana tRNA membawa asam amino (terjadi
di Ribosom) yang kemudian dipasangkan dengan kode
genetik yang dibawa oleh mRNA. Enzim peptydiltranferase
bertugas untuk membentuk ikatan peptide dan enzim
asilsintase bertugas untuk mengaktifkan asam amino.
VIRUS HEPATITIS C MENGINSERSI
GENNYA KE DALAM DNA SEL HATI

VHC (Virus Hepatitis C) masuk ke


dalam pembuluh darah melalui jarum
suntik yang terpapar oleh virus atau
aliran darah dari ibu ke anak dan
langsung menuju ke sel hati.
RNA VHC masuk ke sel hati dan mulai
mengambil alih fungsi dari sel hati dan
menggandakan diri dengan
menggunakan komponen sel hati.
VHC merupakan jenis virus RNA
berpilin tunggal dari family flaviridae.
PERBEDAAN JALUR SINYAL SEL NORMAL
DAN SEL KANKER
Sel Normal Sel Kanker
Mampu berhenti menggandakan diri Terjadi mutasi gen sehingga jumlahnya
ketika mencapai tingkat dewasa atau terus bertambah walaupun sudah
ketika mencapai jumlah terntentu. mencapai tingkat dewasa.
Tidak dapat membuat sel darahnya Memiliki vaskuler endothelium growth
sendiri sehingga harus mendapatkan factor sehingga dapat membentuk sel
suplai dari sel tubuh yang lain. darah sendiri yang dapat menyuplai
nutrisinya sendiri.
Memiliki mekanisme pengurangan Tidak mengenal apoptosis dikarenakan
jumlah sel karena memiliki kemampuan adanya mutasi gen sehingga
apoptosis (proses kematian sel) kemampuan untuk bereplikasi tidak
sehingga kemampuan sel untuk terbatas.
beraplikasi terbatas.
HIPOTESIS TERJADINYA KARSINOMA HATI
OLEH INFEKSI VIRUS.