Anda di halaman 1dari 28

Laporan Kasus

DEMENSIA PADA PENYAKIT ALZHEIMER (F00) DAN


GANGGUAN STRESS PASCA-TRAUMA (F43.1)

Dwi Wahyu Setyo Irawan 21504101071

Pembimbing: dr. Agustina Sjenny, Sp.KJ

BAGIAN / DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN JIWA


FK UNISMA/ RSUD BLAMBANGAN BANYUWANGI
2017
Identitas Pasien
Nama : Tn. B
TTL : Malang, 19-04-1953
Umur : 63 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Suku bangsa : Jawa
Status : Menikah
Pendidikan Terakhir : -
Pekerjaan Terakhir : Tidak bekerja
Alamat : Dsn. Sampangan RT/RW 4/1 Kedung Rejo
Nomor RM : 099006

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 2


Anamnesa
Keluhan Utama
Pasien merasa bingung dan cemas

B. Riwayat Penyakit Sekarang (Autoanamnesa dan Alloanamnesa)


Pasien Tn.B laki-laki berumur 63 th datang dengan keluhan merasa sering
bingung dengan dirinya sendiri dan cemas. Pasien juga masih sering terbayang-
bayang tentang kejadian sejak 1 tahun yang lalu saat masih menjadi nelayan. Pasien
bercerita bahwa saat itu pernah mengalami peristiwa yaitu karamnya kapal. Pasien
merasa itu adalah peristiwa yang sangat menakutkan sekali dalam hidupnya dan tidak
akan dilupakan. Sejak saat itu pasien merasa teringat dan terbayang-bayang akan
kejadian tersebut. Karena kejadian tersebut juga pasien merasa ketakutan sendiri
memikirkan nasib anaknya dan juga istrinya bagaimana nantinya. Pasien juga
mengeluhkan tidak bisa tidur saat memulainya dan saat tidur pasien sering terbangun-
bangun. Biasanya hanya bisa tidur 2-3 jam saja. (Autoanamnesa) Menurut istri pasien,
suaminya tersebut sering mondar-mandir tidak jelas dan jalan-jalan kadang hingga
malam hari. Suaminya tersebut juga sering merasa berpikir dibicarakan oleh
tetangganya/orang lain padahal mereka tidak membicarakannya. Selain itu jika malam
sulit tidur dan biasanya tidur saat siang hari (alloanamnesa)

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 3


1. Riwayat Gangguan Psikiatri
Tidak pernah mengalami seperti ini sebelumnya.
RPD 2. Riwayat Gangguan Medik
Dalam riwayat medis pasien menderita post CVA, tetapi pasien berbicara
bahwa terkena vertigo. Riwayat post op prostat th 2011. HT (-), DM (-)

RPO Pasien pengobatan CVA di poli Syaraf. (Terakhir September 2016)

Di keluarga pasien tidak terdapat keluarga yang memiliki keluhan serupa


RPK dengan pasien.

Tidak pernah menggunakan Zat psikoaktif dan alkohol, Pasien


R.Keb dan merokok 1 pak perhari. Minum kopi disangkal. Pasien termasuk
Sosial menengah ke bawah. Pasien sudah tidak bekerja hanya kadang-
Ekonomi kadang sebagai makelar ikan. Pasien sering terlihat mondar-mandir
menurut istrinya.

R. Alergi Makanan (-) Minuman (-) obat -obatan(-)


Leukemia Limfblastik Akut - 2015 4
Riwayat Kehidupan
Pribadi
1. Riwayat prenatal : Tidak ada data
2. Riwayat masa kanak-kanak awal : Tidak ada data
3. Riwayat masa kanak pertengahan : Tidak ada data
4. Riwayat masa remaja : Tidak ada data
5. Riwayat dewasa muda : Tidak ada data
6. Riwayat pendidikan : Tidak ada data
7. Riwayat pekerjaan : Pasien dulunya seorang nelayan,
sekarang pasien sudah tidak bekerja
8. Riwayat pernikahan : Pasien sudah menikah
9. Riwayat kehidupan beragama : Tidak ada data
10. Riwayat Psikoseksual : Tidak ada data
11. Riwayat pelanggaran hukum : Tidak ada data
12. Aktivitas sosial : Pasien saat ini masih berinteraksi dengan
orang sekitar

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 5


Pemeriksaan Fisik
Vital Sign
TD : Tidak ada data RR : Tidak ada data
Nadi : Tidak ada data Suhu : Tidak ada data
KU : Baik, Compos Mentis GCS: 4,5,6

Kulit : Tidak Ada Kelainan


Kepala : Tidak Ada Kelainan
Mata : Tidak Ada Kelainan
Hidung : Tidak Ada Kelainan
Telinga : Tidak Ada Kelainan
Mulut : Tidak Ada Kelainan
Leher
Struma : Tidak Ada Pembesaran
KGB : Tidak Ada Pembesaran
Thoraks : (Tidak diperiksa)
Abdomen : (Tidak Diperiksa)
Genitalia : (Tidak diperiksa)
Ekstremitas : Akral Hangat, Oedem (-/-), deformitas (-)

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 6


Pemeriksaan Status
Mental
A. Deskripsi Umum
1. Penampilan
Baik dan cukup rapi sesuai umur
2. Kesadaran
Compos mentis.
3. Perilaku dan Aktivitas Psikomotor
Keadaan pasien tenang. Pasien tidak memperlihatkan gerak-gerik yang tidak
bertujuan, gerak berulang, maupun gerakan abnormal/involunter.
4. Pembicaraan
Kuantitas: pasien dapat menjawab pertanyaan dan dapat mengungkapkan i
si hatinya dengan cukup jelas.
Kualitas: pasien dapat menjawab pertanyaan jika ditanya dan menjawab
pertanyaan dengan spontan, Pasien sering bercerita dengan spontan mengenai
keadaan dirinya saat ini. Intonasi berbicara pasien cukup jelas. Pembicaraan dapat
dimengerti.
5. Sikap terhadap pemeriksan
Pasien kooperatif dan menjawab semua pertanyaan.

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 7


B. Keadaan Afektif
1. Mood : Disforia
2. Afek : luas

C. Gangguan Persepsi
Tidak terdapat gangguan persepsi pada pasien. Halusinasi visual (-), olfaktorik (-),
audiotorik (+), taktil (-)

D. Proses Pikir
1. Bentuk pikir : realistik
2. Arus pikir
a. Produktivitas : Pasien dapat menjawab spontan saat diajukan pertanyaan.
b. Kontinuitas : Koheren, mampu memberikan jawaban sesuai pertanyaan.
c. Hendaya berbahasa : Tidak terdapat hendaya berbahasa
3. Isi pikiran : waham (-), fobia (-), halusinasi auditorik (+) pasien mendengar bahwa
tetangga membicarakan dia padahal kenyataannya tidak.

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 8


E. Fungsi Intelektual / Kognitif
1. Taraf pendidikan, pengetahuan umum dan kecerdasan
Taraf pendidikan
Pengetahuan Umum
Baik. Pasien hafal nama presiden dan nama bupati banyuwangi saat ini.
2. Daya konsentrasi dan perhatian
Konsentrasi pasien berkurang. Pasien hanya bisa menyebutkan hasil berturut-turut
100-7 hanya 3x yang benar. Perhatian juga mengalami pengurangan karena pasien
hanya benar 1 kata saat diminta untuk menyebutkan pengulangan kata-kata jika,
tidak, dan, atau, tetapi.
3. Orientasi
Waktu : Pasien salah dalam menyebutkan bulan dan tanggal
Tempat : Baik, pasien mengetahui dia sedang berada di RS
Orang : Baik, pasien mengetahui dirinya diwawancarai oleh siapa.
4. Daya Ingat
Baik. Pasien dapat menyebutkan 3 benda dan dapat mengulanginya lagi

F. Daya Nilai
Daya nilai sosial : baik.
Uji daya nilai realitas pasien : baik.

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 9


G. Pengendalian Impuls
Pengendalian impuls pasien baik, selama wawancara pasien dapat
mengendalikan emosi dengan baik dan tampak selama pemeriksaan
dilakukan pasien menceritakan kondisinya dengan tenang.

H. Tilikan
Tilikan derajat 4. Pasien menyadari bahwa dirinya sedang sakit dan butuh
bantuan namun tidak memahami penyebab sakitnya.

I. Taraf Dapat Dipercaya


Kemampuan pasien untuk dapat dipercaya cukup baik, pasien berkata
dengan jujur mengenai peristiwa yang terjadi, karena saat cross check di
istri benar.

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 10


Diagnosis Multiaksial
Aksis I : F 00 (Demensia pada penyakit
ALZHEIMER)
Aksis II : Tidak ada Diagnosis Axis II
Aksis III : Post CVA (vertigo)
Aksis IV : Masalah dengan ekonomi
Aksis V : 90-81 (Gejala Ringan, disabilitas
Ringan)

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 11


Penatalaksanaan
Psikofarmaka
Psikoterapi & Konseling
Doneprezile 1x5 mg/hr (pagi)
(Alzheimer ringan-sedang)
Risperidone 2x2 mg/hr
(Antipsikosis)
Clobazam 2x10 mg/hr Memberi informasi tentang
(Ansiolitik) kondisi pasien serta kesadaran
Zolpidem 1x5mg/hr (malam) akan kewajiban menjalankan
(insomnia) pengobatan dan pemeriksaan
teratur demi kesembuhan pasien
Piracetam 3x400 mg (kognitif)
Memberi motivasi agar keluarga
tetap memberi support kepada
pasien
DEMENSIA

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 13


PENDAHULUAN

Peningkatan usia harapan hidup

Penuaan adalah suatu proses


biologis. Proses penuaan otak Disisi lainnya peningkatan usia
abnormal merupakan bagian dari harapan hidup merupakan sumber
proses degenerasi pada seluruh masalah baru yang bisa diakibatkan
organ tubuh. Hal ini akan oleh lansia itu sendiri (berupa
menimbulkan berbagai gangguan ketergantungan, menjadi beban
neuropsikologis, dan masalah keluarga, penyakit degeneratif)
lainnya.

Demensia Alzheimer-2016 14
PENDAHULUAN

Demensia Alzheimer-2016 15
PENDAHULUAN

Alzheimer

Ytt Demensia Vaskular

Penyakit lain

Demensia Alzheimer-2016 16
Epidemiologi

Diperkirakan 35,6 juta orang di dunia


hidup dengan demensia pada tahun 2010.
Eropa Barat adalah negara dengan jumlah
penduduk dengan demensia tertinggi (7
juta orang), diikuti Asia Timur dengan 5,5
juta orang, Asia Selatan dengan 4,5 juta
orang dan Amerika Utara dengan 4,4 juta
orang.
Di Indonesia pada tahun 2006, dari
20 juta orang lansia diperkirakan
satu juta orang mengalami
demensia.

- Prevalensi Wanita : Pria / 3:1


- 60 % menderita Demensia
Alzheimer

Demensia Alzheimer-2016 17
Menurut Umur:
Demensia senilis (>65th)
Klasifikasi
Demensia prasenilis (<65th)
Menurut perjalanan penyakit:
Reversibel
Ireversibel (Normal pressure hydrocephalus, subdural hematoma, Defisiensi vitamin B,
Hipotiroidism, intoksikasi Pb)
Menurut kerusakan struktur otak
Tipe Alzheimer
Tipe non-Alzheimer
Demensia vaskular
Demensia Jisim Lewy (Lewy Body dementia) o Demensia Lobus frontal-temporal
Demensia terkait dengan HIV-AIDS o Morbus Parkinson
Morbus Huntington
Morbus Pick
Morbus Jakob-Creutzfeldt
Sindrom Gerstmann-Strussler-Scheinker o Prion disease
Palsi Supranuklear progresif o Multiple sklerosis
Neurosifilis

Berdasarkan PPDGJ III demensia termasuk dalam F00-F03

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 18


Etiologi

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 19


Leukemia Limfblastik Akut - 2015 20
F.Genetik, Infeksi,
Patofisiologi Lingk, Immunologi,
trauma

lesi yang disebut


Atrofi otak senile (amyloid)
plaques

Degenerasi
neuron Defisit kolinergik
irreversible

Kelainan
ALZHEIMER Asetilkolin neurotransmitter

Penurunan daya ingat, gangg. Kognitif, memori, fungsi


bahasa, peubahan intelektual, perubahan perilaku

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 21


Diagnosa
Menurut PPDGJIII, Demensia merupakan suatu
sindrom akibat penyakit/gangguan otak yang biasanya
bersifat kronikprogresif, dimana terdapat gangguan
fungsi luhur kortikal yang multiple (multiple higher
cortical function), termasuk di dalamnya : daya ingat,
daya pikir, orientasi, daya tangkap (comprehension),
berhitung, kemampuan belajar, berbahasa, dan daya
nilai (judgement). Umumnya disertai dan ada kalanya
diawali dengan kemrosotan (deterioration) dalam
pengendalian emosi, perilaku sosial, atau motivasi
hidup.

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 22


Pedoman diagnostik demensia menurut PPDGJ III :
Adanya penurunan kemampuan daya ingat dan daya
pikir, yang sampai mengganggu kegiatan harian
seseorang (personal activities of daily living) seperti :
mandi, berpakaian, makan, kebersihan diri, buang air
besar dan kecil
Tidak ada gangguan kesadaran (clear consiousness).
Gejala dan disabilitas sudah nyata untuk paling sedikit
6 bulan.

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 23


Kriteria DSM-IV
Adanya bukti signifikan penurunan kognisi dari sebelumnya pada
satu atau lebih domain kognisi (atensi kompleks, fungsi
eksekutif, kemampuan belajar dan memori, bahasa, persepsi-
motorik, atau kognisi social) berdasarkan
Keluhan individu, informan yang dapat dipercaya, atau klinisi,
bahwa terjadi penurunan yang signifikan pada fungsi kognisi
Gangguan performa kognisi, yang didokumentasikan dengan
tes neuropsikologi, atau pemeriksaan kuantitatif lainnya
Defisit kognisi mengganggu kemandirian dalam melakukan
aktivitas seharihari
Defisit kognisi tidak disebabkan oleh adanya delirium
Defisit kognisi tidak disebabkan kelainan mental yang lain
(contoh : depresi mayor, skizofrenia)

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 24


Pemeriksaan Kognitif

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Lab
Imaging
Electroencephalogram (EEG)

Leukemia Limfblastik Akut - 2015 25


PENATALAKSANAAN
Non-Farmakologi Sosioterapi
Psikoterapi Pertahankan pasien berada dalam
lingkungan yang sudah dikenalnya
dengan baik.
Pertahankan keterlibatan pasien
Pasien biasanya akan melalui kontak personal, orientasi
mendapatkan manfaat dari yang sering (mengingatkan nama
psikoterapi suportif dan hari, jam, dsb).
edukatif sehingga mereka dapat Diskusikan berita aktual bersama
pasien.
memahami perjalanan dan sifat
Aktifitas harian dibuat terstruktur
alamiah dari penyakit yang dan terencana.
dideritanya.

PSIKOFARMAKA
Demensia Alzheimer-2016 26
PROGNOSIS

Baik tergantung tipe dari demensia

Quo ad Dubia ad
dan keinginan dari pasien. Selain
itu dukungan keluarga juga sangat
vitam bonam
penting

Quo ad Dubia ad
functionam malam
Demensia Alzheimer-2016 27
TERIMA KASIH

Demensia Alzheimer-2016 28