Anda di halaman 1dari 9

Manajemen Keuangan

Syari'ah
Pengertian Manajemen Keuangan Syari'ah
Manajemen keuangan syari'ah adalah pengaturan kegiatan keuangan perusahaan
berdasarkan prinsip-prinsip syari'ah

Manajemen keuangan syari'ah bisa diartikan sebagai manajemen


terhadap fungsi-fungsi keuangan dengan bingkai syari'ah Islam
yang berkaitan dengan masalah keuangan perusahaan.

Kemudian fungsi-fungsi manajemen dapat dibagi dalam beberapa


hal yaitu : 1) Perncanaan (planning); 2) pengorganisasian
(organizing); 3) staffing; 4) Pelaksanaan; dan 5) pengendalaian.

Dengan demikian manajemen keuangan syari'ah dapat diartikan


sebagai kegiatan perencanaan, pengorganisasian, staffing,
pelaksanaan, dan pengendalian fungsi-fungsi keuangan yang
dituntun oleh prinsip-prinsip syari'ah.
Perusahaan sebagai Serangkaian Kontrak

Dalam ilmu fiqih, rangkai kontrak bisnis atau dagang dikenal dengan istilah
syirkah.

Syirkah adalah akad antara dua orang atau lebih yang keduanya
sepakat untuk melakukan usaha bersama dengan tujuan mencari
keuntungan.

Macam Syirkah:
1)Syirkah Abdan : lebih mengandalkan tenaga atau keahlian saja
2)Syirkah al-Wujuh : dibiayai oleh pihak luar yang melakukan syirkah
3)Syirkah Mudarabah, shohibul maaal menyerahkan dana kepada
mudharib
4)Syirkah al-Inan atau musyarakah: sama-sama menyertakan modal.
5)Syirkah Mufawadah: gabungan dari berbagai bentuk syirkah
Model Neraca Keuangan Untuk Memahami
Manajemen Keuangan Syari'ah
Sisi kiri neraca: meringkas aset yang dimiliki oleh
perusahaan
Sisi kanan neraca : meringkas sumber dana yang dipakai
untuk membiayai sisi kiri

Hal yang membedakan konsep MKK dan MKS:


Aktivitas keuangan tidak bertentangan dengan prinsip
syariah
Memaksimumkan nilai perusahaan yang diukur dari
seberapa banyak jumlah zakat yang dapat dikeluarkan oleh
perusahaan.
Model Neraca Keuangan Untuk Memahami Manajemen Keuangan Syari'ah
Nilai-nilai Islam yang mengatur transaksi keuangan

Aktiva Pasiva
Aktiva Lancar Kewajiban Lancar
Kewajiaba Jangka Panjang & Modal
Aktiva Tetap (Jangka Panjang)
Saham
Kewajiban lancar
Aktiva lancar Modal
Aktiva tetap Kerja Kewajiban jangka
panjang
Keputusan Investasi
Modal saham
Mencari Investasi dengan
keuntungan paling tinggi Keputusan Pendanaan
(pada tingkat risiko
tertentu)
Mencari dana dengan
Keputusan Modal biaya paling rendah
Kerja

Melakukan Investasi pada modal kerja yang


optimal

Tujuan normatif manajemen keuangan : Maksimumkan


nilai perusahaan

Pembayaran zakat perusahaan


Maksimisasi Keuntungan dan Zakat
Perusahaan
Tujuan manajemen keuangan konvensional, seringkali dinyatakan
sebagai maksimisasi keuntungan.
Berbeda dengan manajemen keuangan syari'ah, yang mana
kesyari'ahan menjadi nilai utama yang menjadi payung strategis dalam
bisnis. Dengan kendali syari'at, bisnis bertujuan untuk mencapai empat
hal utama :
1) target hasil: profit-materi dan benefit-nonmateri
2) pertumbuhan, artinya terus meningkat,
3) keberlangsungan, dalam kurun waktu selama mungkin, dan
4) keberkahan atau keridhaan Allah.
Fungsi Manajemen Keuangan
Keputusan Investasi : manajer keuangan mengalokasikan dana kedalam
bentuk investasi yang akan mendatangkan keuntungan dimasa yang akan datang
Keputusan Pendanaan :manajer keuangan mendapatkan dana atau modal
Keputusan bagi hasil dan deviden :proyeksi besar kecilnya
kemakmuran investor dalam menamamkan dananya dalam suatu perusahaan.
Manajer Keuangan dan Pasar Keuangan

Hubungan konseptual antara manajer keuangan dengan


pasar keuangan

Aspek-aspek Syari'ah dalam


keuangan
(1)

(3) (2)
Mana-
Operasi jer Pasar
Perusahaan (6) Keuangan
Keuan
Return
gan
(4) (5)
1) Manajer keuangan dalam menjalankan aktivitas perusahaan harus mendasarkan
pada ideologi islam. Ideologi islam ini yang termanifestasikan dalam aspek-aspek
syari'ah yang dijasikan landasan dalam aktivitas manajer keuangan baik dalam
mengoperasionalkan perusahaan maupun melandasi bergeraknya aktivitas ekonomi
dan keuangan di pasar keuangan, misalnya : penerapan bagi hasil, tidak
menggunakan riba, terhindar dari tindakan judi tidak jelas,kewajiban berzakat.
2) manajer keuangan mencari dana dari pasar keuangan dengan jalan menerbitkan
sekuritas atau memperoleh penyertaan dari lembaga keuangan yang berbasis
syari'ah. Pada dasarnya ada dua jenis sekuritas/instrumen dasar, yaitu : saham
syari'ah dan sukuk. Sisi kanan neraca keuangan meringkaskan sumber dana yang
diperoleh oleh manajer keuangan.
3) Dana tersebut kemudian diinvestasikan oleh manajer keuangan, membeli aset yang
dapat menghasilkan kembalian. Sisi kiri neraca keuangan meringkaskan aset yang
diperoleh manajer keuangan, dengan menggunakan dana yang diperoleh pada
langkah 2 di atas.
4) Aset tersebut menghasilkan kembalian keuntungan atau return.
5) Sebagian dana tersebut dikembalikan ke pasar keuangan melalui medium yang
berbeda-beda. Untuk pemegang saham, perusahaan membagikan deviden,
sementara untuk pemegang obligasi syari'ah atau sukuk, perusahaan membagikan
bagi hasil, profit margin tergantung pada jenis obligasi syari'ah atau sukuk yang
digunakan dan mengembalikan penyertaannya.
6) Sebagian kembalian atau tingkat keuntungan (rate of return) ditanamkan kembali
oleh manajer keuangan ke dalam perusahaan. Kebijakan dividen dan bagi hasil akan
membicarakan seberapa besar keuntungan dibagikan ke pemegang saham dan
penyerta dalam bentuk quasi equity ( yaitu aset-aset yang berdasarkan bagi hasil).