Anda di halaman 1dari 19

BAGIAN NEUROLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Laporan Kasus
FEBRUARI 2017

VERTIGO
Pembimbing:
dr. Andi Weri Sompa, M.kes, Sp.S

Oleh:
Abdul Fattah Ch. Bachmid

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2017
Gangguan keseimbangan dinyatakan sebagai pusing, pening, rasa
berputar putar, sempoyongan, rasa seperti melayang atau
merasakan badan atau dunia sekelilingnya berputar putar dan
berjungkir balik. Istilah kedokteran yang mencakup semua
perasaan gangguan keseimbangan ialah vertigo.
Vertigo adalah perasaan seolah-olah penderita bergerak atau
berputar, atau seolah-olah benda di sekitar penderita bergerak
atau berputar, yang biasanya disertai dengan mual dan kehilangan
keseimbangan. Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau
bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari. penderita kadang
PENDAHULUAN
merasa lebih baik jika berbaring diam, tetapi vertigo bisa terus
berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali. Efeknya
bisa ringan atau bahkan berat hingga kita bisa jatuh ke lantai.

Mardjono,M. Sidharta, P. neurologi klinis dasar. Jakarta: Dian Rakyat. 2008. Hal 169
LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. Abd. Jalil


Usia : 54 tahun
Status : menikah
Pekerjaan : TNI AD
Agama : Islam
Tanggal masuk : 02 Maret 2017
No.RM : 26 60 23
Bangsal : Teratai
RS: Pelamonia
Alamat : BTN Jenetallasa
Keluhan Utama:
Pusing berputar.

Riwayat Penyakit Sekarang:


Masuk rumah sakit dengan keluhan pusing berputar, dirasakan sejak 1 hari yang lalu. Biasanya pasien merasa
pusing pada saat banyak pikiran dan setelah marah-marah dikantor. Pusing biasanya muncul setelah marahnya
agak redah. Pasien merasa lingkungan di sekelilingnya berputar. Keluhan dirasa berkurang dengan berbaring
telentang dan memberat ketika merubah posisi (memiringkan badan atau dari tidur menjadi duduk). Keluhan
berlangsung kurang dari +5 menit setelah berubah posisi. Saat pusing berputar pasien juga merasa mual dan
muntah, keluar keringat dingin, dan sempoyongan. Pusing berkurang saat pasien memejamkan matanya atau
tidak mengubah posisinya ( memiringkan badan atau dari tidur menjadi duduk). Pasien juga mengeluhkan tegang
pada leher, dan kaki kanan sering keram kalau gula darah naik. BAB dan BAK lancar.

Nyeri telinga (-), gangguan pendengaran (tuli) (-), Telinga berdenging (-), keluar cairan dari telinga (-). Kelemahan
tubuh satu sisi (-), bicara pelo (-), sulit bicara (-), gangguan menelan/tersedak (-), gangguan penglihatan (-),
diplopia (-), nyeri mata (-), sensitif cahaya (-), Demam (-), Kejang (-), pingsan (-), riwayat trauma (-),
menkonsumsi obat (-). Pasien sudah pernah merasakan sakit seperti ini.

Riwayat Penyakit Dahulu:


Sakit telinga (-)
Telinga berair (-)
Trauma (-)
Alergi obat (-)
DM (+)

Riwayat Penyakit Sekarang:


Hipertensi dan diabetes melitus (+).
Status generalis
Kepala dan leher
Kepala : Normochepal
Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Hidung : Normonasi, sekret (-/-), epistaksis (- /-).
Telinga : Normotia,serumen (-/-), sekret (-/-), darah
(-/-).
Mulut : mukosa basah (+), bibir simetris, sianosis
(-), lidah kotor (-), lidah tremor (-), faring
hiperemis (-).
DIAGNOSIS KERJA

Dignosis klinis : vertigo perifer


Diagnosis topis : canalis semisircularis
Diagnosis etiologi: BPPV
PENATALAKSANAAN

Nonmedikamentosa:
Edukasi pasien mengenai penyakit dan prognosisnya
Latihan vestibular

Medikamentosa :
IUPD Asering 20 tpm
Vastigo tab/8 jam/oral
Ketorolac 3% 1 amp/8 jam/drips
Ranitidine 1 amp/ 12jam/iv
Candesartan 16 mg/24 jam/oral
Sohobion 1 amp/ 24 jam / drips
DISKUSI KASUS

Vertigo adalah persepsi yang salah dari gerakan seseorang atau


lingkungan sekitarnya. Secara spesifik, penyebab vertigo, adalah :

Vertigo vestibular adalah rasa berputar yang timbul pada


gangguan vestibular.

Vertigo non vestibular adalah rasa goyang, melayang,


mengambang yang timbul pada gangguan system proprioseptif
atau system visual.

Kementerian kesehatan. IDI. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Primer. IDI. Edisi 1. 2013. Hal 269
Tabel 1. Perbedaan Vertigo Vestibular dan Non Vestibular

Gejala Vertigo Vestibular Vertigo Non Vestibular

Sifat vertigo rasa berputar melayang, hilang keseimbangan

Serangan episodik kontinu

Mual/muntah + -

Gangguan pendengaran +/- -

Gerakan pencetus gerakan kepala gerakan obyek visual

Situasi pencetus - keramaian, lalu lintas

Tabel 1. Perbedaan vertigo vestibular dan vertigo non


vestibular2

Kementerian kesehatan. IDI. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer. IDI. Edisi 1. 2013. Hal 269
Berdasarkan letak lesinya dikenal 2 jenis vertigo
vestibular, yaitu:

Vertigo vestibular perifer: terjadi pada lesi di labirin


dan nervus vestibularis.

Vertigo vestibular sentral: timbul pada lesi di


nucleus vestibularis batang otak, thalamus sampai ke
korteks serebri.

Kementerian kesehatan. IDI. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Primer. IDI. Edisi 1. 2013. Hal 269
Tabel 2. Perbedaan Vertigo Vestibular Perifer dan Sentral

Gejala Vertigo Vestibular Perifer Vertigo Vestibular Sentral

Bangkitan vertigo lebih mendadak lebih lambat

Derajat vertigo berat ringan

Pengaruh gerakan kepala ++ +/-

Gejala otonom (mual, muntah, ++ +

keringat)

Gangguan pendengaran (tinitus, +/- -

tuli)

Tanda fokal otak - +/-

Tabel 2. Perberdaan vertigo vestibular perifer dan vertigo vestibular sentral2

Kementerian kesehatan. IDI. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer. IDI.
Edisi 1. 2013. Hal 269
Past-pointing test (Uji Tunjuk Barany)
dalam batas normal

Pemeriksaan nistagmus
nistagmus (+)

pemeriksaan neurologis
Lumbantobing, S,M. neurologi klinik, pemeriksaan fisik dan mental. Jakarta. Balai Penerbit
FKUI.2007. hal 74, 50.
Perifer sentral

Period laten 2-20 detik

Lama berlangsung < 1 menit >1 menit

Lelah Tak timbul bila di ulang ulang


Tidak lelah

Arah 1 arah, kesisi yang sehat


Berubah arah dengan perubahan posisi

kepala

Vertigo Berat
ringan

Tabel 3. Beda lesi perifer dan sentral pada pemeriksaan


nistagmus5

nistagmus
Markam, Soemarmo. Neurologi Praktis. Jakarta: Widya Medika.2002. hal 202
Vertigo vestibular perifer
disebabkan oleh benign paroxysmal positional
vertigo, menieres disease, neuritis vestibularis,
oklusi arteri labirin, labirhinitis, obat ototoksik,
autoimun, tumor N. VIII, microvascular
compression, fistel perilimfe.

Sidharta,P. Neurologi Klinis Dalam Praktek Umum. Jakarta. Dian Rakyat.2009. hal 65
benign paroxysmal positional vertigo

Vertigo posisionil benigna dikenal juga sebagai


vertigo barany. Sindroma vestibuler ini paling,
umum, dan dijuluki posisional karena vertigonya
timbul kalau kepala berputar ke kanan atau ke kiri.
Hal ini terjadi jika kepala menoleh ke kanan dan ke
kiri dan jika merebahkan badan untuk berbaring
atau berbalik kesamping sewaktu berbaring.

Etiologinya jarang dapat ditentukan secara mantap


dan biasanya tidak diketahui.

Sidharta,P. Neurologi Klinis Dalam Praktek Umum. Jakarta. Dian Rakyat.2009. hal 65
diagnosis banding
Gangguan otology Gangguan neurologi Keadaan lain

Penyakit Meniere Migraine associated dizziness Kecemasan

Neuritis vestibularis Insufisiensi vertebrobasiler Gangguan panic

Labirthinitis Penyakit demielinisasi Efek samping obat

Vertigo pasca trauma Lesi susunan saraf pusat Hipotensi postural

Tabel 4. Diagnosis banding vertigo2

Kementerian kesehatan. IDI. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Primer. IDI. Edisi 1. 2013. Hal 271
Non medikamentosa:
metode brandt-daroff
latihan visual vestibular

Medika mentosa:
antihistamin ( demenhidrinat, difenhidramin,meksilin,siklisin)
Deminhidrat lama kerja obatnya 4 6 jam. Obat yang dapat diberikan per oral
atau parenteral ( suntikan intramuskuler atau intravena), dengan dosis 25 mg
50 mg ( 1 tablet ) 2 kali sehari.

Histaminergik: Senyawa betahistin ( suatu nalog histamine):


Betahistin mesylate dengan dosis 12 mg, 3 kali sehari per oral

Penatalaksanaan komprehensif
Akbar, Muhammad. Diagnosis vertigo. Unhas.2013. diakses 1 agustus 2016 www.repository.unhas.ac.id
DAFTAR PUSTAKA

Mardjono,M. Sidharta, P. neurologi klinis dasar. Jakarta: Dian


Rakyat. 2008. Hal 169
Kementerian kesehatan. IDI. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter
Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer. IDI. Edisi 1. 2013. Hal
269
Sidharta,P. Neurologi Klinis Dalam Praktek Umum. Jakarta. Dian
Rakyat.2009. hal 65
Lumbantobing, S,M. neurologi klinik, pemeriksaan fisik dan mental.
Jakarta. Balai Penerbit FKUI.2007. hal 74, 50.
Markam, Soemarmo. Neurologi Praktis. Jakarta: Widya
Medika.2002. hal 202
Akbar, Muhammad. Diagnosis vertigo. Unhas.2013. diakses 1
agustus 2016 www.repository.unhas.ac.id