Anda di halaman 1dari 26

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

M DENGAN DIAGNOSA
MEDIS TUMOR MANDIBULA POST OPERASI
HEMIMANDIBULEKTOMI
DI RUANG IB GEDUNG RAJAWALI
RSUP. DR. KARIADI SEMARANG

Disusun oleh :
Evi Oktaviani Amesti 22020116210003
Nindhita Setyaningrum 22020116210004

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXVIII


DEPARTEMEN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tumor merupakan sekelompok sel-sel abnormal yang terbentuk hasil proses
pembelahan sel yang berlebihan dan tak terkoordinasi. Penyebab tumor antara lain virus
dan bakteri yang mampu mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Bakteri dapat
menyerang semua bagian bagian tubuh termasuk pada rongga mulut sehingga
mengakibatkan infeksi. Akibat dari infeksi tersebut adalah timbulnya abses yaitu
kumpulan tertutup jaringan cair (nanah) di dalam tubuh. Ini adalah hasil dari reaksi
pertahanan tubuh terhadap benda asing. Tumor mandibula adalah tumor yang terjadi di
mandibula. tumor dapat terbentuk di ruang mandibula atau salah satu komponennya
sebagai kelanjutan infeksi dari daerah leher (Smeltzer dan Bar). Tumor mandibula adalah
jenis tumor leher yang menduduki urutan tertinggi dari semua jenis tumor leher. Tumor
mandibula menempati urutan tertinggi dari seluruh tumor leher dalam. 70-85 % kasus
yang disebabkan oleh infeksi gigi merupakan kasus terbanyak, selebihnya disebabkan
oleh sialadenitis, limfadenitis, laserasi dinding mulut atau fraktur mandibula (Novialdy &
Asyari, 2011).
Penggunaaan antibiotik dan kesehatan mulut mampu menurunkan angka mortalitas
tumor mandibula. Walaupun demikian, angka morbiditas dari komplikasi yang timbul
akibat tumor mandibula masih cukup tinggi sehingga diagnosis dan penanganan yang
cepat dan tepat sangat dibutuhkan. Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk
memberikan asuhan keperawatan kepada pasien dengan Tumor mandibula di ruang 1B
RSUP. Dr. Kariadi Semarang.
B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Mampu memahami asuhan keperawatan secara teoritis dan secara aplikatif pada pasien
dengan tumor mandibula.
2. Tujuan Khusus
Mampu memahami anatomi dan fisiologi submandibular
Mampu memahami definisi tumor mandibula
Mampu memahami etiologi tumor mandibular
Mampu memahami patofisologi tumor mandibular
Mampu memahami manifestasi klinis tumor mandibular
Mampu memahami komplikasi tumor mandibular
Mampu memahami Pemeriksaaan penunjang tumor mandibular
Mampu memahami penatalaksanaan tumor mandibular
Mampu memahami asuhan keperawatan teoritis tumor mandibular
Mampu memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan tumor mandibular
Mampu menganalisa antara teori dengan aplikasi pada pasien dengan Ca. Mandibula di
RSUP. Dr. Kariadi Semarang
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian
Tumor (neoplasia) merupakan sekelompok sel-sel abnormal
yang terbentuk hasil proses pembelahan sel yang berlebihan dan tak
terkoordinasi. Dalam bahasa medisnya, tumor dikenal sebagai
neoplasia.
Neoplasia mandibula adalah suatu kondisi medis yang jarang
terjadi ditandai dengan pertumbuhan sel yang abnormal pada sendi
temporomandibular (TMJ). TMJ menghubungkan maksila, yang
merupakan tulang rahang bagian atas dengan tulang rahang bagian
bawah yang dikenal sebagai mandibular (Efiaty,2014).

B. Klasifikasi
Tergantung keadaan tumor (T), pembesaran kelenjar regional ( N ),
dan metastasis jauh ( M ).
Stadium : I : T1 No Mo
II : T2 No Mo
III : T3 No Mo, T2 N1 Mo, T3 N1 Mo
IV : T4 No Mo, semua T N2 M1, semua T semua N dan M
C. Etiologi
1. Kelainan kongenital
Benjolan dapat berupa benjolan yang timbul sejak lahir, pada usia kanak-
kanak bahkan usia dewasa. Benjolan yang paling sering terletak di leher
samping bagian kiri atau kanan di sebelah atas dan juga di tengah-tengah
di bawah dagu.
2. Genetik
Sebagian tumor dapat terjadi karena predisposisi genetik langsung
(sebuah gen tunggal menjadi penyebab tumor, seperti pada penyebab
tumor Wilm dan retinoblastoma) ataupun tidak langsung (keadaan yang
diturunkan seperti Sindrom Down atau penyakit imunodefisiensi).
3. Rangsangan fisik berulang
Gesekan atau benturan pada salah satu bagian tubuh yang berulang
dalam waktu yang lama. Luka atau cedera pada tempat tersebut tidak
sempat sembuh dengan sempurna tumor.
4. Hormon
Hormon steroid seks seperti estrogen, progresteron dan testoteron yang
menstimuli proliferasi sel-sel payudara dan endometrium terlibat menjadi
promotor penyebab kanker tersebut. Pajanan estrogen yang lama seperti
wanita dengan menarche dini dan menopause terlambat dapat
memperbesar risiko
5. Gaya hidup
Gaya hidup yang tidak sehat seperti makan makanan instan, minuman
beralkohol dan merokok.
6. Karsinogenik (bahan kimia, virus, radiasi) : senyawa karbon, virus
onkogenik, sinar X

E. Tanda dan Gejala


Keadaan lemah, lesu, malaise dan disertai demam. Pada pemeriksaan
ektra oral didapatkan :
Asimetris wajah
Tanda rahang tidak jelas
Fluktuasi positif
Tepi rahang sering tidak teraba
Terdapat benjolan di area lahang bawah
Pada pemeriksaan intra oral didapatkan :
Peridontitis akut
Muccobucal fold
Fluktasi negatif
D. Pathways
F. Pemeriksaan Penunjang
1.CT-Scan kepala : mengetahui keberadaan tumor sehingga tumor
primer yang tersembunyi pun akan ditemukan.
2.Serologi IgA anti EA dan IgA anti VCA : mengetahui infeksi virus E-B.
3.Biopsi mandibula : penegakan diagnosis
4.Pengerokan dengan kuret daerah mandibula yang mengalami
metastase

G. Penatalaksanaan Medis
1.Radioterapi
2.Pengobatan tambahan : diseksi leher, pemberian tetrasiklin,
kemoterapi, vaksin dan antivirus
3.Hemimandibulektomi
H. Pengkajian
1.Faktor herediter atau riwayat kanker pada keluarga misal ibu atau nenek dengan
riwayat kanker payudara.
2.Lingkungan yang berpengaruh seperti iritasi bahan kimia, asap sejenis kayu tertentu.
3.Kebiasaan memasak dengan bahan atau bumbu masak tertentu dan kebiasaan makan
makanan yang terlalu panas serta makanan yang diawetkan ( daging dan ikan).
4.Golongan sosial ekonomi yang rendah juga akan menyangkut keadaan lingkungan dan
5.kebiasaan hidup.
6.Tanda dan gejala :
1. Aktivitas : Kelemahan atau keletihan. Perubahan pada pola istirahat; adanya
faktor-faktor yang mempengaruhi tidur seperti nyeri, ansietas.
2. Sirkulasi : Akibat metastase tumor terdapat palpitasi, nyeri dada, penurunan
tekanan darah, epistaksis/perdarahan hidung.
3. Integritas ego : Faktor stres, masalah tentang perubahan penampilan,
menyangka diagnosis, perasaan tidak berdaya, kehilangan kontrol, depresi,
menarik diri, marah.
Eliminasi : Perubahan pola defekasi konstipasi atau diare, perubahan eliminasi
urin, perubahan bising usus, distensi abdomen.
Makanan/cairan : Kebiasaan diit buruk ( rendah serat, aditif, bahanpengawet),
anoreksia mual/muntah, mulut rasa kering, intoleransi makanan,perubahan berat
badan,nkakeksia, perubahan kelembaban/turgor kulit.
Neurosensori : Sakit kepala, tinitus, tuli, diplopia, juling, eksoftalmus
Nyeri/kenyamanan : Rasa tidak nyaman di telinga sampai rasa nyeri telinga
(otalgia), rasa kaku di daerah leher karena fibrosis jaringan akibat penyinaran
Pernapasan : Merokok (tembakau, mariyuana, hidup dengan seseorang yang
merokok), pemajanan
Keamanan : Pemajanan pada kimia toksik, karsinogen, pemajanan matahari lama /
berlebihan, demam, ruam kulit.
Seksualitas : Masalah seksual misalnya dampak hubungan, perubahan pada
tingkat kepuasan.
Interaksi sosial : Ketidakadekuatan/kelemahan sistem pendukung

I. Diagnosa Keperawatan
Nyeri b.d kompresi / destruksi jaringan saraf
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
anoreksia, mual muntah sekunder kemoterapi radiasi
TINJAUAN KASUS
A. PENGKAJIAN
Tanggal pengkajian : Kamis, 06 April 2017
Tanggal masuk : Jumat, 31 Maret 2017
1. Data Demografi (Identitas Klien)
Nama : Tn. M 2. Identitas Penanggung Jawab
No. RM : C625790 Nama : Ny. A
Umur : 33 tahun Umur : 30 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki Pendidikan : Tamat SMA
Agama : Islam Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Pendidikan : Tamat SMA Hubungan dengan klien : Istri
Pekerjaan : Wiraswasta Suku : Jawa
Suku : Jawa Bahasa : Jawa dan Indonesia
Bahasa : Jawa dan Indonesia Alamat : Batang, Jawa Tengah
Alamat : Batang, Jawa Tengah No. telepon : 085201468xxx
Pembiayaan kesehatan : JKN NON
PBI
B. Keluhan Utama
Klien mengeluh nyeri pada bekas operasi hemimandibulektomi yang ditandai
dengan klien menunjuk pada bagian yang sakit dan mengangguk saat ditanyakan
apakah merasa nyeri pada bekas operasi.

C. Riwayat Kesehatan
1. Riwayat Penyakit Sekarang
Klien mengatakan bahwa ia pernah sakit gigi pada bulan Juli 2016 namun
tidak diperiksakan ke Dokter dan hanya mengkonsumsi obat sakit gigi yang dibeli di
warung. Tiba-tiba klien merasa timbul benjolan kecil pada rahang bawah sebelah kiri
namun tidak terasa nyeri. Klien tetap tidak memeriksakan benjolannya tersebut
dengan alasan tidak merasa sakit. Lama-kelamaan benjolan semakin bertambah
besar dan klien memeriksakan benjolan tersebut ke Puskesmas pada bulan
Desember 2016. Kemudian klien dirujuk ke Rumah Sakit Bendan Pekalongan untuk
dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Di RS Bendan klien didiagnosa Tumor
Mandibula lalu klien dirujuk ke poli gigi RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani
pemeriksaan lebih lanjut. Klien datang ke poli gigi RSUP Dr. Kariadi Semarang
dengan keluhan ada benjolan pada regio kiri bawah 33-38 dan tidak ada keluhan
sakit. Di poli RSUP Dr. Kariadi kien didiagnosa Tumor mandibula suspek Maligna.
Klien diprogramkan untuk konsultasi bedah dan foto thorax. Klien menjalani rawat
jalan sampai 9 Maret 2017 dan dianjurkan untuk menjalani rawat inap. Setelah
mendapat informasi ketersediaan ruang rawat inap di RSUP Dr. Kariadi, tanggal 31
Maret 2017 klien datang ke IGD RSUP Dr. Kariadi Semarang dan dibawa ke ruang
Rajawali IB.
2. Riwayat Penyakit Dahulu
Klien mengatakan belum pernah dirawat di rumah sakit.
3. Riwayat Penyakit Keluarga
Klien mengatakan tidak ada anggota keluarganya yang menderita Hipertensi, DM, Asma
atau penyakit jantung.
Genogram :
D. Pemeriksaan Fisik Head to Toe
Keadaan Klien
Keadaan Umum : klien post operasi Hemimandibulektomi hari pertama, klien tampak
lemah dan terbaring di tempat tidur
Kesadaran : Composmentis
GCS : 15 (E4M6V5)
TTV (TD : 120/80 mmHg, RR : 20 x/menit, HR : 84 x/menit, T : 36,8C)
Pemeriksaan Fisik
1. Pemeriksaan Kepala :
Terdapat luka post operasi Hemimandibulektomi pada rahang bawah kiri, luka tertutup
kassa, panjang luka 15 cm. Terdapat nyeri tekan. Pengkajian nyeri menggunakan VAS
didapatkan skala nyeri 5 dari 0-10.
2. Pemeriksaan Mulut
Klien tidak mampu membuka mulut, terpasang plat post operasi hemimandibulektomi
pada rahang kiri, mukosa bibir lembab, tidak terdapat hematom, tidak ada peradangan,
tidak terdapat perdarahan, tidak ada lesi, tidak terdapat stomatitis.
Pengkajian Kebutuhan Dasar 2. Balance Cairan
1. Kebutuhan Nutrisi dan Cairan Intake :
A (Antropometri) :
Minum + makan (sonde) : 400 cc/ 7 jam
BB = 74 kg
TB = 172 cm Parenteral: 420 cc/ 7jam
IMT = 25,0 Injeksi: 10 cc/7 jam
B (Biokimia) Total : 830 cc/7 jam
Hb = 11,4 g/dL
Ht = 32,6 %
Eritrosit = 3,47 10^6/UL Output :
C (Klinis) Urine : 500 cc/ 7 jam
Konjungtiva anemis, turgor kulit elastis, CRT
kembali <2 detik, rambut hitam dan lembab, Feses : -
kulit kepala berminyak, kulit sawo matang dan Drain : 10 cc/ 7 jam
kering, mukosa bibir kering, , muka pucat.
D (Diet) IWL : 15x74x7/ 24 jam=323/7 jam
Jenis makanan : Cair (sonde) Total : 833 cc/7 jam
Jenis minuman : Air putih
Turgor kulit : Baik
Kendala : Tidak mampu mengunyah dan
Balance cairan = Intake Output :
membuka mulut, klien post operasi = 830-833
mandibulektomi, program puasa oral selama
7 hari, klien mengangguk ketika ditanya = - 3 cc/ 7 jam
apakah merasa mual dan merasa panas pada
taju pedang.
2. Kebutuhan Persepsi- Sensori Kognitif
Klien dapat mendengar dan memahami informasi dengan baik
Penglihatan dan pendengaran klien baik
Klien belum mampu membuka mulut dan berbicara, klien melakukan dengan bahasa
isyarat dan menulis bila menginginkan sesuatu
Klien sedikit mengetahui tentang penyakitnya

3. Kebutuhan konsep diri


a.Identitas diri : Istri klien mengatakan bahwa klien memiki persepsi yang baik tentang
dirinya sebagai ayah dan suami.
b.Peran diri : Istri klien mengatakan bahwa klien menyadari tentang perannya sebagai
seorang ayah yang bertanggungjawab mencari nafkah untuk keluarganya.
c.Ideal diri : Istri klien mengatakan bahwa klien dapat menerima keadaan dirinya dan
ingin segera sembuh dari sakitnya.
d.Harga diri : Istri klien mengatakan bahwa klien merasa dirinya berharga dan masih
dibutuhkan di dalam keluarganya serta klien tidak malu dengan kondisinya saat ini.
e.Citra tubuh : Klien menggelengkan kepala saat ditanya apakah klien merasa malu
dengan kondisinya saat ini. Istri klien mengatakan bahwa klien dapat menerima kondisi
tubuhnya saat ini.
4. Kebutuhan Komunikasi Informasi
Klien mampu memahami informasi yang diberikan kepadanya.
Klien mampu menjalankan instruksi yang diberikan kepadanya.
Istri klien mengatakan bahwa klien menggunakan bahasa Jawa dan Indonesia dalam
berkomunikasi
Klien berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat dan menuliskannya pada
kertas

5. Kebutuhan Rekreasi Spiritual


Klien ditemani istri dan anaknya sehingga klien merasa diperhatikan dan terhibur.
Selama di rumah sakit, klien tetap menjalankan sholat dan selalu berdoa untuk
kesembuhannya.

6. Kebutuhan Aman Nyaman


Klien mengeluh nyeri dengan menunjuk pada bagian yang terasa nyeri pada bekas
operasi hemimandibulektomi pada rahang bawah regio kiri. Pengkajian nyeri dengan
VAS didapatkan nyeri 5 dari 0-10. Klien tampak meringis kesakitan.
E. Pemeriksaan penunjang
F. Terapi
G. ANALISA DATA
Nama Klien : Tn. M
No RM : C625790
Ruang Rawat : Rajawali IB

No Data Masalah Etiologi


1 S: Nyeri akut Pembedahan (post operasi
-Klien mengeluh nyeri dengan menunjuk pada bagian yang terasa nyeri pada bekas operasi hemimandibulektomi)
hemimandibulektomi pada rahang bawah regio kiri.
-Istri klien mengatakan bahwa klien tidak nyenyak saat tidur karena merasa nyeri pada bekas operasi
hemimandibulektomi rahang bawah regio kiri.
-Klien tidur siang selama 1 jam dan tidur malam 5 jam

O:
-Terdapat luka post operasi Hemimandibulektomi pada rahang bawah kiri
-Luka tertutup kassa, panjang luka 15 cm
-Terdapat nyeri tekan
-Pengkajian nyeri menggunakan VAS didapatkan skala nyeri 5 dari 0-10.
-Klien tampak meringis kesakitan

2 S: Mual Program pengobatan


-Klien mengangguk ketika ditanya apakah merasa mual dan merasa panas pada taju pedang. (Ceftriaxone, Metronidazole,
-Istri klien mengatakan bahwa klien mendapat minum dari ahli gizi 6x200 cc/hari namun klien hanya minum Morphin)
100 cc tiap kali mendapat minum dari gizi.

O:
-Klien post operasi mandibulektomi
-program puasa oral selama 7 hari

3 S:- Risiko Prosedur invasif


O: infeksi
-Terdapat luka post operasi Hemimandibulektomi pada rahang bawah kiri
-Luka tertutup kassa, panjang luka 15 cm
-Keadaan luka baik
-Terpasang plat post operasi hemimandibulektomi pada rahang kiri
-Lekosit : 11,5x10^3/UL
-Hb : 11,4 g/dL
-Suhu : 36,8C
H. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Nama Klien : Tn. M
No RM : C625790
Ruang Rawat : Rajawali IB

Tanggal Tanggal
No Diagnosa Keperawatan
Ditemukan Teratasi
1 Nyeri akut berhubungan dengan 06 April 2017 Belum teratasi
Pembedahan (post operasi
hemimandibulektomi)
2 Mual berhubungan dengan program 06 April 2017 08 April 2017
pengobatan
3 Risiko infeksi berhubungan dengan 06 April 2017 Belum teratasi
prosedur invasif
IMPLEMENTASI

EVALUASI

PEMBAHASAN
TERIMAKASIH