Anda di halaman 1dari 29

KEPEMIMPINAN

CV
DEFINISI

Kepemimpinan (leadership) adalah suatu proses mempengaruhi


orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

UNSUR-UNSUR KEPEMIMPINAN :
1. Pemimpin / Atasan
Mempunyai wewenang untuk memimpin
Mendelegasikan tugas

2. Anggota / Subordinate / Bawahan


Membantu pemimpin sesuai tugasnya

3. Misi Tujuan Target


Direalisasi sesuai landasan budaya/filosofi organisasi
Memimpin orang atau mengarahkan orang atau mengatur orang adalah suatu hal yang gampang-gampang susah
(bawahan sering mempunyai pendapat, pengalaman, kematangan jiwa, kemauan, dan kemampuan yang berbeda bahkan di atas pemimpin)
Variasi kemauan dan kemampuan bawahan :

Ada bawahan yang tidak mau dan tidak mampu


Ada bawahan yang mau, tetapi tidak mampu
Ada bawahan yang tidak mau, tetapi mampu
Ada bawahan yang mau dan mampu
Bagaimanakah gaya kepemimpinan yang efektif ?

Tidak ada satu cara yang terbaik untuk


mempengaruhi perilaku orang-orang.
Gaya kepemimpinan yang efektif adalah
kepemimpinan yang disesuaikan dengan tingkat
kedewasaan (maturity) bawahan.
Kedewasaan bawahan terkait dengan dua hal,
kematangan pekerjaan dan kematangan psikologis.
Gaya Kemepimpinan

Teori X (McGregor): dg asumsi bahwa orang harus


dipaksa, dikendalikan dan diancam dengan
hukuman untuk mau bekerja
Teori Y (McGregor): dg asumsi bahwa bekerja
pada hakikatnya sama dengan bermain atau
beristirahat; orang-orang akan mengen-dalikan
diri sendiri untuk mencapai tujuan; mereka
mempunyai potensi,kepandaian, dan kreativitas.
Terori Z(Fiedler): kombinasi dari keduanya
(situasional/kontingensi)
Disarankan kepada Pemimpin:

Mengkaji situasi mereka-orang-orang, tugas, dan


organisasi
Luwes dalam menggunakan berbagai keterampilan
dalam keseluruhan gaya
Mempertimbangkan untuk memodifikasi unsur-
unsur pekerjaan mereka guna memperoleh
kesesuaian yang lebih baik dengan gaya yang
mereka sukai.
Bila ingin memimpin, kenali 6 hal:

Kenali dirimu sendiri


Kenali situasi yang dihadapi
Pilih gaya yang cocok dengan situasi tersebut
Penuhi kebutuhan tugas
Penuhi kebutuhan kelompok
Penuhi kebutuhan individu
Gaya kepemimpinan versi Ki Hadjar Dewantara

Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan memberi contoh)


Ing Madyo mangun karso (di tengah memberikan
memotivasi)
Tut Wuri Handayani (di belakang memberi
dorongan/support)
Kapan seseorang menjadi pemimpin?

Dilahirkan untuk jadi pemimpin (Rosul/Nabi)


Faktor keturunan (raja/ratu)
Dipilih oleh kelompok, karena:
a. Kharismatik
b. Kaya
c. Sebelumnya telah menjadi pemimpin pada bagian
kelompok itu
d. Memiliki pengetahuan, keterampilan yang lebih dari yang
lain
e. Dapat dipercaya, jujur dsb.
Wewenang/kekuasaan (power)

Wewenang digunakan untuk mengarahkan dan menerangkan


peranan / tanggungjawab seseorang.

JENIS-JENIS WEWENANG :
1. Wewenang Struktural
Karena jabatan dalam organisasi
2. Wewenang Kearifan (Karismatik)
Karena memiliki sikap dan perilaku positif, pengetahuan, kemampuan
dan pengalaman
3. Wewenang Moral
Karena memiliki integritas, bermoral baik, berada di tengah anggota
terutama saat ada masalah
4. Wewenang Reputasi
Karena prestasi masalalu
5. Wewenang Jasmaniah
Karena bentuk atau penampilan fisik seseorang baik yang nyata
maupun kesan yang terpantul darinya
Semakin banyak jenis wewenang yang dimiliki seorang
pemimpin maka semakin BAIK

Pemimpin yang baik menggunakan kewenangan secara


CERDAS dan PEKA sehingga menjadi sangat berwenang
tanpa sewenang-wenang

Menjadi pemimpin bukan berarti mendapatkan hak untuk


MEMERINTAH, tetapi justru kewajiban memberi
TELADAN KUALITAS sehingga orang lain bisa menerima
perintahnya tanpa merasa direndahkan

Kepemimpinan adalah TINDAKAN, bukan KEDUDUKAN


Karakteristik pribadi pemimpin

1. Memiliki kecerdasan cukup tinggi


2. Memiliki kecakapan berkomunikasi
3. Memiliki kecakapan mendidik
4. Emosi terkendali
5. Memiliki motivasi berprestasi
6. Memiliki kepercayaan diri
7. Memiliki ambisi
Cara memotivasi bawahan

1. Tegurlah tapi jangan kasar


2. Pekalah terhadap manusia
3. Bijaksana terhadap hal-hal sensitif dibawah ini :
Jangan remehkan seorang bawahan
Jangan kritik bawahan didepan orang lain
Sekali-kali beri perhatian penuh bawahan
Jangan mementingkan diri sendiri dan bawahan
berpikir demikian
Jangan memunculkan anak emas
Selalu berusahalah mengembangkan bawahan
Mengertilah hal-hal kecil namun sangat menyentuk
bawahanJangan membanggakan diri di hadapan
bawahan
Jangan racuni iklim kerja yang sudah baik karena
adanya seorang bawahan yang kurang berprestasi
Jangan terombang-ambing dalam mengambil
keputusan
Tipe-Tipe Kepemimpinan

1. Tipe Otokrasi
2. Tipe Laissez Faire
3. Tipe Paternalistik
4. Tipe Militeristik
5. Tipe Demokratis
6. Tipe Open Leadership
1. Tipe Otokratis

a. Mengandalkan kepada kekuatan /


kekuasaan
b. Menganggap dirinya paling ber-
kuasa.
c. Keras dalam mempertahankan
prinsip
d. Jauh dari para bawahan
e. Perintah diberikan secara paksa
2. Tipe Laissez Faire

a. Memberi kebebasan kepada para


bawahan
b. Pimpinan tidak terlibat dalam
kegiatan
c. Semua pekerjaan dan tanggung
jawab dilimpahkan kepada bawahan
d. Tidak mempunyai wibawa
e. Tidak ada koordinasi dan penga-
wasan yang baik
3. Tipe Paternalistik

a. Pemimpin bertindak sebagai bapak


b. Memperlakukan bawahan sebagai
orang yang belum dewasa
c. Selalu memberikan perlindungan
d. Keputusanada ditangan pemimpin
4. Tipe Militeristik
a. Dalam komunikasi menggunakan
saluran formal
b. Menggunakan sistem komando/
perintah
c. Segala sesuatu bersifat formal
d. Disiplin yang tinggi, kadang bersifat
kaku
5. Tipe Demokratis

a. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi


b. Bersifat terbuka
c. Bawahan diberi kesempatan untuk memberi
saran dan ide-ide baru
d. Dalam pengambilan keputusan utamakan
musyawarah untuk mufakat
e. Menghargai potensi individu
6. Tipe Open Leadership

Tipe ini hampir sama dengan tipe


demokratis. Perbedaannya terletak
dalam hal pengambilan keputusan.
Dalam tipe ini keputusan ada ditangan
pemimpin.
Rangkuman
. Kepemimpinan yang efektif harus memberikan
pengarahan terhadap usaha-usaha semua pekerja
dalam mencapai tujuan tujuan organisasi. Tanpa
kepemimpinan atau bimbingan, hubungan antara
tujuan perseorangan dan tujuan organisasi mung-
kin terjadi renggang (lemah) keadaan ini menim-
bulkan situasi dimana perseorangan berkerja
untuk mencapai tujuan pribadinya, sementara itu
keseluruhan organisasi menjadi tidak efisien
dalam mencapa sasaran-sasarannya.
Pengertian Pemimpin

Pemimpin adalah inti dari manajemen. Ini berarti bahwa


manajemen akan tercapai tujuannya jika ada pemimpin.
Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang
pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang
mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan
mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau
sekelompok orang tanpa menanyakan alasan-alasannya.
Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat
rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan
dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-
sama.
Tugas dan Peran Pemimpin
1. Pemimpin bekerja dengan orang lain
2. Pemimpin adalah pemegang tang-gung
jawab dan mempertanggungja-wabkan
(akuntabilitas).
3. Pemimpin menyeimbangkan pencapaian
tujuan dan prioritas
4. Pemimpin harus berpikir secara analitis
dan konseptual
5. Manajer adalah seorang mediator
6. Pemimp. membuat kep. yang sulit
Prinsip-Prinsip Kepemimpinan

1. Pemimpin adalah seorang yang yang belajar


seumur hidup
2. Berorientasi pada pelayanan
3. Membawa energi yang positif
a. Percaya pada orang lain
b. Keseimbangan dalam kehidupan
c. Melihat kehidupan sebagai tan-tangan
d. Sinergi
e. Latihan mengemb. diri sendiri
Kesimpulan

1. Efektifitas atau performan sebuah organisasi


ditentukan oleh kondisi dan karakter setiap
individu yang ada di dalamnya. Bagaimana pola
pikirnya, perilaku, komunikasi, dan kerja sama
TIM baik kecil maupun
yang terjadi dalam sebuah
besar sangat memegang peranan penting dalam
membentuk performa organisasi tersebut.
2. Menyadari hal tersebut, maka Teamwork yang
solid merupakan jawaban yang tidak bisa
dibantah lagi dalam rangka mencapai tujuan
organisasi.
Kesimpulan (Lanjutan)

1. Persamaan persepsi dari setiap individu dalam Tim sangat


penting dan strategis dalam membangun kekuatan organisasi.
Keberhasilan organisasi sangat ditunjang oleh kemampuan
karyawan dalam mewujudkan The Excelent Team yaitu tim yang
harmonis.
2. Untuk mendapatkan itu semua perlu adanya upaya manajemen
dalam memfasilitasi kebersamaan agar interaksi yang sinergik
terjadi melalui berbagai eksperiential learning process.
3. Dgn demikian maka kerja sama menjadi sumber daya manajemen
yang berkekuatan dan siap menyambut perubahan, tidak hanya
kumpulan sejumlah orang yang tidak berdaya.