Anda di halaman 1dari 16

UNSUR UNSUR

TRANSISI
PERIODE 4
KELOMPOK 19:
HAIFA RAMADHANI ANNISA
RATNA AYU GARINI
TITANIUM
Sifat-Sifat Titanium
Berwarna metalik
Merupakan logam ringan, kuat,
tahan terhadap korosi, serta tahan
terhadap air laut dan klorin
Kuat seperti baja, tetapi lebih ringan
kira-kira 60% dari massa baja
Kelimpahan Titanium
Titanium
banyak terdapat dalam mineral
rutil (TiO2) dan ilmenite (FeTiO3) yang
tersebar luas di alam. Ada dua bentuk
alotrop dan lima isotop dari titanium.
Isotop tersebut adalah sebagai berikut.
1) 8,0% : Ti stabil dengan 24 neutron
2) 7,3% : Ti stabil dengan 25 neutron
3) 73,8% : Ti stabil dengan 26 neutron
(paling banyak terdapat di alam)
4) 5,5% : Ti stabil dengan 27 neutron
5) 5,4% : Ti stabil dengan 28 neutron
Pembuatan Titanium
Produksi titanium yang semakin meningkat
karena titanium lebih disukai daripada alumunium
dan baja. Alumunium akan kehilangan
kekuatannya pada temperatur tinggi dan baha
terlalu rapat.

Langkah awal produksi titanium dilakukan dengan


mengubah bijih rutil yang mengandung TiO2
menjadi TiCl4, kemudian TiCl4 direduksi dengan
magnesium pada temperatur tinggi yang bebas
oksigen. Persamaan reaksinya adalah sebagai
berikut.

TiO2(s) + C(s) + 2 Cl2(g) TiCl4(g) + CO2(g)


Kegunaan Titanium
Beberapa kegunaan logam titanium yang penting
sebagai berikut.

1) Bahan konstruksi, karena mempunyai sifat


fisika sebagai berikut:
a) Rapatannya rendah (logam ringan)
b) Kekuatan strukturnya tinggi
c) Tahan panas
d) Tahan terhadap korosi
2) Bahan pesawat terbang dan pesawat
supersonic, karena pada temperatur tinggi tidak
mengalami perubahan kekuatan
3) Bahan katalis dalam industry polimer polietlen
4) Pigmen putih, pemutih kertas, kaca, keramik,
dan kosmetik
5) Membuat jam tangan tahan karat dan bingkai
KROMIUM
Sifat-Sifat Kromium
Kromium sangat keras, mempunyai titik
lebur dan titik didih tinggi
Bilangan oksidasi yang terpenting adalah
+2, +3, dan +6
Dalam keadaan murni logam kromium
melarut dengan lambat sekali dalam asam
kuat encer membentuk garam kromium(II)
Senyawa kromium mempunyai warna yang
sangat menarik, misalnya merah, ungu,
hijau, dll.
Tabel Warna Beberapa
Senyawa Krom
Kelimpahan Kromium di
Alam
Kromium terdapat di kerak bumi dengan
konsentrasi sekitar 122 part permillion
(ppm). Bijih krom yang utama adalah
kromit (Fe(CrO2)2) atau FeCr2O4.
Pembuatan Kromium

Krom merupakan salah satu logam yang


terpenting dalam industry lgam. Bijih krom
utama yaitu kromit (Fe(CrO2)2) direduksi dan
dihasilkan campuran Fe dan Cr yang disebut
ferokrom. Reaksinya sebagai berikut:
(Fe(CrO2)2) + 4 C(s) Fe(s) + 2 Cr(s) + 4
CO(g)
Ferokrom ditambahkan pada besi untuk
membentuk baja.
Kegunaan Kromium
1) Dalam bidang industry
Logam kromium dapat dicampur dengan besi
kasar (pig iron) membtnuk baja yang sifatnya keras
dan permukaannya tetap mengilap.

2) Penyepuhan Kromium
Dalam pembuatan barang terdapat tahap
finishing, prosesnya dapat dilakukan dengan
penyepuhan kromium. Penyepuhan adalah cara
pelapisan suatu logam dengan logam lain dengan
cara elektrolisis. Barang yang akan disepuh dibuat
sebagai katode, sedangkan logam penyepuh dijadikan
anode.
Proses penyepuhan kromium ini berbeda dari
penyepuhan lainnya, dimana logam kromium tidak
digunakan sebagai anode karena logam ini mudah
Reaksi Penyepuhan
Kromium
Anode : 2 H2O(l) O 2(g) + 4 H+
(aq) + 4 e-

Katode : Cr2O72-(aq) + 14 H+(aq) + 12 e- 2 Cr(s) + 7


H2 O
Kedalam wadah elektrolisis selalu
ditambahkan CrO3 untuk mempertahankan
kadar kromium.
Kegunaan Kromium
3) Aloi (Logam Paduan)
Aloi adalah paduan bahan-bahan yang
terdiri dari dua logam atau kebih atau
antara logam dengan nonlogam. Aloi dapat
berupa senyawa larutan padat atau
campuran komponen.
Aloi lebih keras dari logam murni, namun
daya hantar listriknya lebih kecil daripada
logam murni. Oleh karena itumkabel listrik
seperti tembaga harus dibuat semurni
mungkin. Pada umumnya, aloi mempunyai
a)Larutan padat subtitusi
Pada aloi ini terdapat dua logam yang
atom-atomnya hampir sama besar dan tidak
banyak berbeda dalam sifat kimia. Salah
satu atom logam dapat mengganti
kedudukan atom logam lain seperti dalam
aloi perak-emas.

b) Larutan padat selitan


meskipun struktur logam itu sudah
terlarut, tetapi ada kemungkinan terdapat
rongga diantara susunan atom-atomnya,
sehingga rongga ini dapat diisi oleh atom-