Anda di halaman 1dari 24

PROTOZOA

JARINGAN
Toxoplasma gondii
dr. Armon Rahimi. Sp.PD-KPTI FINASIM
FK UISU Medan
2017
Toxoplasma gondii
Menyebabkan penyakit
toxoplasmosis.
Hospes : kucing (famili FELIDAE).
Hospes perantara : mammalia, dan
burung, juga manusia
Penyakit : - toksoplasmosis
kongenital
- toksoplasmosis akuisita
Distribusi geografis : kosmopolit
Toksoplasmosis
kongenital
Infeksi pada bayi baru lahir yang berasal
dari penularan lewat plasenta pada ibu
yang terinfeksi asimptomatik gejala
lanjut korioretinitis, strabismus,
epilepsi, retardasi psikomotor,
Hamil muda abortus
Hamil trimester II stillbirth
Bila lahir hidup :
Eritroblastosis, hidrops fetalis dan
Trias klasik (hidrosefalus, retinokoroiditis
dan perkapuran intra kranial) atau
Tetrade Sabin (triad + kelainan
psikomotor)
Toksoplasmosis akuisita
Biasanya asimtomatis (tdk disadari)
Ibu yg mendapat infeksi primer dapat
melahirkan anak dgn toksoplasmosis
kongenital.
Manifestasi klinis tersering berupa
limfadenopati, rasa lelah, demam dan
sakit kepala, menyerupai
mononukleosis infektiosa.
Pada penderita AIDS terdapat
kelainan SSP.
EPIDEMIOLOGI
Di Indonesia prevalensi zat anti T.
gondii yg positif pada manusia 2
% 63%.
Prevalensi zat anti pada binatang :
Kucing 35 % - 73%, - Anjing 75%
Babi 11% -36%, - Ternak lain
< 10%
Kambing 11%-61%
Prevalensi zat anti yang (+) meningkat
dgn usia.
Keadaan toksoplasmosis di suatu daerah
dipenga-ruhi banyak faktor, a.l.:
Kebiasaan makan daging kurang
matang,
Memelihara kucing
Adanya tikus dan burung
Adanya vektor : lipas atau lalat.
Cacing tanah.
ETIOLOGI
Toxoplasma gondii adalah parasit intraseluler
yang menginfeksi burung dan mammalia.
Morfologi dan Siklus
hidup
Spesies dari Coccidia, mirip
Isospora
Pada kucing berlangsung daur
aseksual (skizogoni) dan seksual
(sporogoni).
Ookista 2 sporokista & 4
sporozoit
Bila ookista tertelan oleh hospes
perantara maka dibentuk
kelompok trofozoit yg membelah
aktif disebut takizoit
Morfologi T. gondii
Takizoit pada manusia adalah
parasit obli-gat intraseluler.
Berkembangbiak dalam sel secara
endodiogeni.
Kista jaringan dibentuk dalam sel
hospes bila takizoit yg membelah
telah membentuk dinding.
Kista terutama di otak, otot
jantung dan otot bergaris.
Siklus Hidup T. gondii
PATOGENESIS
Toxoplasmosis dapat menular ke manusia melalui
beberapa cara :
1. Pada toxoplasmosis kongenital ibu terinfeksi
primer saat hamil plasenta janin.
2. Pada toxoplasmosis akuisita makan daging
mentah / kurang matang yang mengandung tikozoid
toxoplasma. Pada orang yang tidak makan daging
dapat terjadi infeksi bila makanan terkontaminasi
ookista dari tinja kucing.
3. Infeksi terjadi di laboratorium pada pekrja labor
dengan binatang percobaan yang terinfeksi dengan
T. Gondii.
4. Infeksi dapat terjadi dengan transplantasi organ dari
donor yang menderita toxoplasmosis laten.
5. Penularan dari transfusi darah lengkap yang
mengandung T. Gondii.
PATOLOGI
Kematian sel dan nekrosis fokalakibat
replikasi tikozoid menginduksi respons
inflamasi mononukleus di semua
jaringan atau sel yang khas terinfeksi.
Tikozoid jarang terlihat pada
pewarnaan histopatologi rutin lesi
inflamasi.
Pewarnaan imunofluoresensi dengan
antibodi spesifik antigen parasit
organisme atau antigen.
1. Kelenjar getah bening (KGB).
Biopsi KGB gambaran khas termasuk
hiperplasia folikuler dan kluster tidak
beraturan, makrofag jaringan dengan
sitoplasma eusinofilik.
2. Mata
Pada mata, infiltrat monosit, limsfosit
dan sel plasma dapat menghasilkan lesi
uni atau multifokal. Lesi granulomatosa
dan koreoretinits dapat dilihat di bilik
mata belakang mengikuti kejadian
retinitis nekrotik akut. Komplikasi infeksi
lain yaitu iridosiklitis, katarak dan
glaukoma.
3. SSP
Jika SSP terlibat dapat terjadi menigoensefalitis
lokal dan difus dengan ciri khas nekrosis dan
nodul mikroglia. Ensefalitis nekrotikans pada
pasien tanpa AIDS dengan ciri khas lesi difus
berukuran kecil dengan perivaskuler kufing
pada daerah berdekatan. Pada pasien AIDS
selain monosit limfosit dan sel plasma dapat
ditermukan leukosit PMN
4. Paru
Pada pasien AIDS yang meninggal akibat
toxoplasmosis 40-70% memiliki keterlibatan
pada jantung dan paru. Pneumonitis interstisial
dapat terjadi pada neonatus dan pasien imuno
kompromais.
5. Jantung
kista dan parasit yang
mengalami agregasi di otot jantung
ditemukan pada pasien AIDS yang
meninggal akibat toxoplasmosis.
6. Lain lain
Otot lurik, pankreas, lambung
dan ginjal pasien AIDS dapat
terlihat disertai nekrosis, invasi sel
inflamasi dan ditemukan tikozoid
pada pewarnaan rutin.
Patologi dan Klinis
Toksoplasmosis
GAMBARAN KLINIS
Untuk penanganan klinis maka toxoplasmosis
dapat dibagi dalam 4 kategori :
1. Infeksi pada pasien imunokompeten
(didapat/acquired, baru dan kronik).
2. infeksi pada pasien imunokompromais (didapat
dan reaktivasi).
3. infeksi mata (okular).
4. Infeksi kongenital.
DIAGNOSIS
1. Menemukan parasit T. gondii dalam sediaan
histologis.
2. Isolasi parasit dari bahan kel. limfe, kemudian
inokulasi pada mencit.
3. Tes serologi :
Tes warna Sabin Feldman
Tidak langsung : IHA, IFA, ELISA.
4. Test TORCH pada ibu hamil setiap bulan selama
kehamilan.
5. Deteksi DNA parasit dgn PCR.
6. Serologi igG banayak digunakan untuk infeksi
lama. Awalnya igM muncul terlebih dahulu
sebelum igG.
7. Pemeriksaan CT Scan otak pada pasien ensefalitis
toxoplasma gambaran seperti cincin yang
multipel pada 70-80% kasus.
8. MRI merupakan prosedur diagnostik terbaik dari CT
Scan dan sering menunjukkan lesi2 yang tidak
terdeteksi dgn CT Scan.
PENATALAKSANAAN
Obat yg dipakai saat ini hanya membunuh
bentuk tikozoid bukan bentuk kista sehingga
obat ini dapat memberantas infeksi akut
tetapi tidak dapat menghilangkan infeksi
menahun yang dapat menjadi aktif kembali.
Irimetamin dan sulfonamin bekerja sinergis
kombinasi ini diberi 3-4 minggu.
Irimetamin : dosis 50-75 mg sehari untuk
dewasa selama 3 hari kemudian dikurangi
menajadi 25 mg sehari (0,5-1 mg/kgBB/hari)
selama beberapa minggu pada penyakit
berat.
Spiramisin AB makrolid
tidak menembus plasenta
tetapi ditemukan konsentrasi
tinggi di plasenta dengan
dosis 100 mg/kgBB/hari
selama 30-40 hari.
Obat makrolid lain seperti
klaritromisin dan azritomisin.
PENCEGAHAN
Toxoplasmosis dapat dicegah di 3
tingkatan yang berbeda :
1. Pencegahan infeksi primer
2. Pencegahan transmisi vertikal
dalam penyakit kongenital
3. Pencegahan penyakit pada
individu yang
imunokompromais
PROGNOSIS
1. Toksoplasmosis akut untuk pasien
imunokompeten prognosa baik.
2. Toxoplasmosis pada bayi dan janin
dapat berkembang menjadi
retinokoroiditis.
3. Toxoplasmosis kronis asimptomatik
dengan titer antibodi yang persisten
prognosa baik.
4. Toxoplasmosis pada pasien
imunodefesiensi prognosa buruk.
TERIMA KASIH