Anda di halaman 1dari 18

Fluoridasi air

minum
Amanda Jilan Dhiya (2015 11 007)
Anisa Husnawati (2015 11 012)
Annisa dillah (2015 11 - 013)
Astuty Nur Faridah (2015 11 - 018)
Ayunissa armita dewi (2015 11 - 021)
Cahyani Redina (2015 11- 027)
Dhamma Cahya Paramitha (2015 11 033)
Diona (2015 11 - 035)
Karies Gigi
Penyakit Infeksi.
Merupakan suatu proses
demineralisasi yang
progresif pada jaringan
keras permukaan
mahkota dan akar gigi
yang dapat dicegah.
Disebabkan produk yang dihasilkan
oleh bakteri (misalnya asam) yang
melarutkan permukaan keras enamel gigi
dan menyebabkan gigi berlubang.
Menyebabkan hilangnya struktur
gigi, nyeri dan gigi rusak sama sekali dan
bisa infeksi sistemik yang akut.
Fluor menurut para
ahli:
Featherstone, 1999
Fluor berkonsentrasi di plak dan saliva menghambat
demineralisasi enamel dan meningkatkan
remineralisasi enamel yang telah mengalami
demineralisasi
Hamilton, 1999
Fluor menghambat karies gigi dengan mengganggu
aktivitas bakteri kariogenik. Semasa fluor
berkonsentrasi di plak gigi, ia menghambat proses
metabolisme karbohidrat oleh bacteria dan
mengganggu produksi polisakarida oleh bakteri.
Fluor

Salah satu mineral esensial


pembentukan gigi dan tulang seperti
mineral lain
yang tidak memiliki bentuk bebas di
alam,
karena zat ini selalu bergabung
dengan unsur lain dan membentuk
senyawa yang disebut fluoride,
yang digunakan untuk mencegah
Secara sistemik fluor efektif diberikan
pada saat :
pertumbuhan dan perkembangan gigi, mulai
awal kehamilan (prenatal) maupun setelah
kelahiran (postnatal),
Fluor mampu menembus barrier plasenta
sehingga penambahan fluor pada ibu hamil
diharapkan dapat memperkecil jumlah karies
gigi sulung anaknya.
Fluor berfungsi sebagai:
1.pelawan alami pada kavitas gigi
2.mencegah kavitas gigi pada anak-anak dan dewasa
3.membuat permukan enamel lebih tahan terhadap asam yang
menyebabkan kerusakan gigi
Fluor melindungi gigi dengan 2 cara:
1. Systemic Benefit
Sebelum gigi erupsi
Dari makanan, minuman, dan suplemen makanan
2. Topical Benefit
Setelah gigi erupsi
Terdapat pada pasta gigi, obat kumur, makanan,
dan minuman, termasuk air yang terfluoridasi
Dosis Fluor
1.Deficiency
Kavitas >>>
Bertambah rentan terhadap terjadinya kavitas
Gigi dan tulang <<<
Lemah / kurang komponen pada gigi dan tulang
2. Overdose
Fluorosis (gigi dan tulang)
Toksik
Penggunaan fluoride dapat dibagi menjadi
dua,yaitu:
1. Fluoridasi Sistemik:
tablet, obat tetes, dan fluoridasi air minum.
2. Fluoridasi Topikal / Lokal:
topikal aplikasi, penggunaan pasta gigi yang mengandung
fluor, dan obat kumur.
Fluoridasi air minum

cara yang paling efektif untuk menurunkan


masalah karies pada masyarakat secara umum.

Konsentrasi optimum fluorida yang dianjurkan dalam


air minum adalah 0,71,2 ppm. Air dengan
konsentrasi fluor yang tinggi kebanyakannya adalah
air tanah yang kekurangan kalsium misalnya air kolam
air panas.
Menurut penelitian Murray and Linanof bahwa
fluoridasi air minum dapat menurunkan karies 40
50% pada gigi susu.
Menurut sejarah fluoridasi air minum, lebih
dari 65 tahun lalu - pada 25 Januari 1945
Grand Rapids di Michigan menjadi kota
pertama di dunia yang telah
memfluoridasikan sumber airnya.

Fluoridasi air ini bermula pada penemuan


secara tidak sengaja, dengan menemukan
bahwa penduduk di kota yang kadar fluor di
dalam airnya secara natural lebih tinggi,
mempunyai gigi yang lebih sehat
Dari berbagai penelitian ditemukan sejumlah bukti
awal bahwa kadar fluor minimal tertentu dalam air
minum dapat menghambat karies gigi pada anak
tanpa menimbulkan bintik bintik (motling) pada
enamel.

Kadar fluor air minum 1 ppm telah terbukti


mampu menurunkan resiko karies cukup nyata
tanpa adanya bercak pada enamel.

Penambahan fluor sebaiknya saat tahap


perkembangan gigi erupsi dan setelah erupsi agar
reduksi karies efektif dan maksimal.
Hubungan gigi dengan fluor selama kalsifikasi dan
erupsi memberikan perlindungan terhadap karies
gigi dan perlindungan ini bertahan selama kontrol
dengan fluor diteruskan dan akan menghilang
dengan lambat bila dihilangkan.

Jadi untuk memperoleh pengaruh anti karies


terbesar pemberian fluor secara periodik
merupakan suatu keharusan.
Fluoridasi air minum
disekolah
Hal ini dilakukan, karena ada masyarakat yang tinggal di
daerah yang belum mendapat distribusi air minum dari Pusat
Air Minum (PAM).

Pada konsentrasi fluor 4.5 kali konsentrasi optimum fluondasi air


minum untuk masyarakat seperti yang dianjurkan, telah terbukti
dapat menurunkan angka karies secara signifikan, tanpa ada yang
mengalami fluorosis (WHO, 1978).
STANDARD DAN GARIS PANDUAN KADAR
FLUOR DI DALAM AIR MINUM

WHO mendapati bahwa fluorosis gigi berlaku pada


kadungan fluor di dalam air minum yang melebihi
1.5mg/l dan fluorosis tulang berlaku pada kadar fluor
melebihi 10mg/l.
Oleh Sebab itu, nilai 1.5mg/l telah direkomendasi oleh
WHO sebagai kadar dimana fluorosis gigi adalah
minimal
EPA (1974) telah menetapkan maximum
contaminant level (MCL) fluorp ada air minum
yaitu 4.0mg/l atau 4 ppm. MCL ini adalah kadar
kontaminasi maksimal di dalam air minum yang
tidak akan menyebabkan efek samping kepada
kesehatan.
Depkes (2010), kadar maksimum fluoride yang
diperbolehkan didalam air minum adalah 1,5
mg/liter.
PENGAPLIKASIAN FLUORIDASI AIR MINUM DI BERBAGAI NEGARA

Negara-negara di dunia yang memfluoridasikan


air oleh British Fluoridation Society (2004) adalah:
Amerika (64%) Ausralia(61%) United Kingdom(10%)
Kanada(43%) Israel(75%) Singapore (100%)
Panama (18%) Malaysia (70%) Brazil (41%)
Argentina(21%) Chile (40%) Spanyol (10%)
Columbia (80%) Hongkong (100%) Republik Ireland (73%)
TERIMAKASIH