Anda di halaman 1dari 51

Kencing Tidak

Lampias
TUTOR 7A
SKENARIO 3
TUJUAN PEMBELAJARAN

Mahasiswa/I mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan


mengenai:
1. Anatomi Prostat
2. Definisi BPH
3. Etiologi BPH
4. Manifestasi Klinis BPH
5. Patofisiologi BPH
6. Pemeriksaan Penunjang BPH
7. Pencegahan dan Penatalaksanaan BPH
8. Komplikasi BPH
Anatomi Prostat
Definisi BPH
Definisi
Hipertrofi Prostat Benigna (HPB) adalah kelainan
histologis yang khas ditandai dengan proliferasi
sel sel prosat. Akumulasi sel sel dan
pembesaran kelenjar merupakan hasil dari
proliferasi sel epitel dan stroma prostat.
HBP pertumbuhan histologic kelenjar prostat
jinak (non malignan)
HBP digunakan apabila terdapat indikasi
pembesaran prostat atau seseorang yang
mempunyai gejala gangguan berkemih yang
diyakini Karena adanya sumbatan kelenjar
prostat pada kandung kemih
Etiologi
Bertambahnya usia, akan terjadi perubahan
keseimbangan testosterone dan estrogen
Karena produksi terstosteron menurun dan terjadi
konversi testosterone menjadi estrogen pada
jaringan adiposa di perifer
Banyaknya testosteron yang bebas dan aktif
pada aliran vena prostat yang ekstrem tinggi
akan meningkatkan proliferasi sel prostat dan
menyebabkan pembesaran kelenjar prostat.

Malfungsi katup vena spermatika interna akibat


varikokel.

Dehidrotestosteron, yang merupakan metabolit


testosterone yang terdapat di sel stroma, bila
berikatan dengan reseptor androgen akan
menyebabkan pertumbuhan sel epitel dan sel stroma
Teori Hormonal
Kenaikan DHT dalam sel prostat akan merangsang
pertumbuhan sel
Teori Sel Punca
Terjadinya proliferasi sel pada hyperplasia prostat akibat
produksi yang berlebihan sel stroma maupun sel epitel
Teori Berkurangnya Apoptosis
Menyebabkan jumlah sel prostat secara keseluruhan meningkat
dan menyebabkan pertambahan massa prostat
Teori Interaksi Stroma-Epitelial oleh faktor pertumbuhan yang
merangsang proliferasi sel
Adanya akumulasi sel epitel senescence yang mengekspresikan
IL-1 alfa yang menyebabkan sekresi FGF7 dan Proliferasi non
senescence
Teori epithelial
Faktor Inflamasi dan Sindrom Metabolik
Adanya rangsangan proinflamasi di dalam kelenjar prostat
Adanya faktor risiko oleh sindrom metabolic berupa DM tipe 2,
Hipertensi, Obesitas dan HDL-cholesterol rendah
Angka Kejadian

Perubahan mikroskopik pada prostat


ditemukan pada usia 30 40 tahun.
Kemudian berkembang menjadi perubahan
patologik anatomic.
Pada lelaki usia 50 tahun 50%
80 tahun 80%
Manifestasi Klinis BPH
Manifestasi Klinis
Ditemukan gejala dan tanda obstruks:
Penderita harus menunggu keluarnya kemih
pertama
Miksi terputus
Urin menetes pada akhir miksi
Pancaran miksi menjadi lemah
Adanya rasa belum puas sehabis miksi

Gejala iritasi disebabkan oleh


hipersensitvitas otot detrusor menyebabkan:
Bertambahnya frekuensi miksi
Nokturia
Miksi sulit ditahan
disuria
Gejala obstruksi Karena M. Detrusor gagal
berkontraksi dengan cukup kuat dan lama.
Gejala iritasi Karena pengosongan yang
tidak sempurna pada saat miksi atau
pembesaran prostat menyebabkan
rangsangan pada kandung kemih sehingga
vesika sering berkontraksi meskipun belum
penuh.
Patofisiologi
PATOFISIOLOGI
Patofisiologi
5-alfa-
reductase Dehidrotestost Hiperplasia
Testosteron tipe 2 eron Prostat

Obstruksi dan Mengelilingi Menekan aliran


disfungsi dan menekan urin dalam
kandung kemih uretra kandung kemih

Menyebabkan
hipertrofi otot Kandung kemih akan
detrusor dan bertahap bertambah Peningkatan
penebalan lemah dan kehilangan sensitifitas otot
kandung kemih kesanggupan untuk detrusor
akibat mengosongkan urin
peningkatan secara sempurna
beban melawan
retensi
Pemeriksaan Penunjang
PEMERIKSAAN FISIK

VU terisi penuh dan teraba massa kistus di


daerah supra simfisis
Colok dubur : konsistensi prostat kenyal,
simetris, dan tidak didapatkan nodul
LABORATORIUM

Sedimen urine
Gula darah
PSA
PENCITRAAN

Foto polos
Pemeriksaan IVU :
1. Kelainan pada ginjal maupun ureter berupa
hidroureter atau hidronefrosis
2. Memperkirakan besarnya kelenjar prostat
3. Penyulit yang terjadi pada buli-buli
USG
Trans abdominal :
- Perkiraan besar prostat
- Panjang protrusi prostat ke buli-buli
- Menghitung sisa residu urine pasca miksi
- Hidronefrosis atau kerusakan ginjal

Trans rektal :
- Fokus keganasan dan sebagai penunjuk dalam
melakukan biopsi
Pemeriksaan Lain

Pemeriksaan derajat obstruksi prostat :


- Residual urin
- Pancaran urin
Sistografi

Basuki B. Purnomo. 2016. Dasar-dasar Urologi. Edisi III. Jakarta : CV Sagung Seto.
Hal 131-134.
Pencegahan dan
Tatalaksana
Pencegahan BPH

Prediksi kemungkinan adanya BPH dengan


pemeriksaan PSA
Memberikan penghambat 5-alfa reductase
Tatalaksa
na BPH
Terapi Medikamentosa

1. Penghambat Alfa
2. Penghambat 5 alfa reductase
3. Fitofarmaka
4. Kombinasi
Terapi Pembedahan
Konvensional

Indikasi pembedahan pada BPH


Retensi Urin
Infeksi Saluran Kemih Berulang
Hematuria
Gagal Ginjal
Timbul Batu Saluran Kemih
Tindakan Bedah yang dilakukan berupa:
Transurethral resection of the prostate (TURP)
Transurethral incision of the prostate
Open Simple Prostatectomy
Laser Therapy
Transurethral electrovaporization of the prostate
Hyperthermy
Transurethral needle ablation of the prostate
High-intensity focused ultrasound
Intraurethral stents
Transurethral Balloon dilation of the prostate
Komplikasi
Komplikasi BPH

1. Retensi Urin
2. Batu Kandung kemih
3. Inkontinensia
4. Ejakulasi Retrograde
5. Infeksi
6. Impotensi
Daftar Pustaka

Netter, Frank H. 2014. Atlas Anatomi Manusia. Edisi V.


Jakarta: Elsevier, 2014, h.346 dan 350
Richard L Drake; Wayne Vogl; Adam W M Mitchell. 2014.
Grays Anatomy: Anatomy of the Human Body. Elsevier;
2014. h.222 dan 224
Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 3 bab 40 hal 899
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 2 Hal 2139
Basuki B. Purnomo. 2016. Dasar-dasar Urologi. Edisi III.
Jakarta : CV Sagung Seto. H.131-134.
Sabiston. Buku Ajar Bedah Bagian II Bab 39 h.479 - 483