Anda di halaman 1dari 23

-AKUNTANSI KEPRILAKUAN-

ASPEK
KEPERILAKUAN
PADA AUDIT
INTERNAL
NAMA KELOMPOK
NI LUH PUTU ITA
1 NOPAYANTI
NI LUH MEINA
2
MULIANINGSIH
NI KADEK BUDI
3
PUSPITASARI
Akuntan Auditor
Publik Internal
terikat dengan terkait dengan
catatan-catatan aktivitas-aktivitas
suatu organisasi dan manajemen dan
prinsip-prinsip orang-orang yang
akuntansi yang menjalankan operasi
dibangun oleh badan organisasi.
profesi akuntansi.

Audit internal mengevaluasi aktivitas


yang dilakukan oleh orang-orang
sehingga terdapat hubungan pribadi
antara orang yang dievaluasi dengan
orang yang mengevaluasi dengan para
auditor.
MEMOTIVASI PIHAK YANG DIAUDIT

Motivasi merupakan alat bantu


keperilakuan terbesar bagi audit internal.

keinginan
kebutuhan
untuk
untuk
menjadi
diterima
bagian dari
dan dikenal
organisasi
Lima
Kebutu
han
Pokok
Maslow
Kebutuhan Menjadi Bagian
dari Organisasi

* Mendekati pihak yang


Pendapat pihak yang diaudit dengan bahasa
diaudit akan diterima yang memperkuat
kebutuhan ini dan
dan dipertimbangkan potensi penyelesaian
untuk dimasukkan
* Mempercayai pihak
dalam pertimbangan
yang diaudit untuk
keseluruhan membantu atau
manajemen guna mengambil bagian
memperbaiki kondisi atas pencapaian tujuan
operasi organisasi. dari pekerjaan audit
sekarang.
Menghormati Diri Sendiri
dan Orang Lain
Auditor mengidentifikasikan tindakan-
tindakan pihak yang diaudit secara
langsung sebagai bagian dari usaha
audit.

Pihak yang diaudit biasanya akan


menerima rasa hormat dan respons
manajemen melalui penerapan audit.
HUBUNGAN DENGAN GAYA
MANAJEMEN

Gaya
mengarah
kan

Gaya 4 GAYA
mendelegasi MANAJEM
Gaya
kan EN melatih

Gaya
mendukun
g
Perubahan Manajemen

3 Faktor Terpenting yang Menimbulkan


Keengganan untuk Melakukan Perubahan

Ketakutan
terhadap Aspek
apa yang birokrasi
Aspek
tidak dari ego
diketahui kenyataan
perubahan
Pendekatan Terkait Aspek
Birokrasi
Auditor internal seharusnya melihat perubahan
audit dengan cara pandang manajer.
Konsep auditor terhadap pengendalian
seharusnya sejauh mungkin menyerupai konsep-
konsep manajemen.
Auditor seharusnya mengutamakan suatu
pendekatan partisifatif.

Auditor seharusnya menjadi suatu audit yang


seimbang, tidak sebagai suatu yang menghakimi.

Auditor seharusnya melengkapi kegagalan dari


suatu pendekatan manajemen.
Auditor internal seharusnya mencoba untuk
bertindak sebagai seorang penasihat dan bukan
sebagai seorang kebijakan.
PENGELOLAAN KONFLIK
Konflik adalah suatu
karakteristik yang kerap kali
terjadi pada proses audit
(Chambers et al., 1987).

Tanggu
Lingku
Tujuan ng Nilai
p
jawab
Kesimpulan Survei Terhadap
Auditor (Aranya dan Ferris ,
1984)
Konflik yang terjadi pada organisasi profesi akuntan
lebih tinggi dibandingkan dengan konflik yang
terjadi pada akuntan yang bekerja dilingkungan
organisasi bisnis bukan profesi.

Dalam organisasi professional, tingkat konflik yang


diterima berbanding terbalik dengan posisi individu
dalam suatu birokrasi.

Persepsi konflik berhubungan secara negatif


dengan kepuasan kerja dan berhubungan secara
positif dengan kecenderungan untuk berpindah
kerja.
Kompro Langsu
mi ng

Arbitra
Mediasi Metode si
Penyelesa
ian
Konflik
Masalah-Masalah Hubungan
Terdapat variasi umum dalam
kemampuan dan sifat-sifat dasar
individu
Keberagaman perasaan-perasaan
dan emosi
Keberagaman persepsi

Ukuran kelompok pihak yang diaudit


dapat berpengaruh pada hubungan

Pengaruh dari berbagi situasi operasi


sebagai suatu variasi akhir.
Karakteristik Umum Individu
Sifat yang muncul pada berbagai tingkatan dalam setiap individu dari pihak yang diaudit, meliputi:
1. Menjadi produktif, sibuk pada pekerjaan-pekerjaan yang bermakna.
2. Mempunyai dorongan ke arah dedikasi terhadap suatu usaha yang dianggap penting.
3. Mempunyai keinginan untuk melayani dan memberikan bantuan kepada individu lain.
4. Bebas untuk memilih guna mendapatkan independensi dan kebebasan pilihan.
5. Memiliki sifat yang adil dan jujur.
6. Memiliki bias pada diri sendiri, tercermin pada sikap yang lebih suka
dipuji dibandingkan dengan dikritik.
7. Mencari kepuasan diri sendiri.
8. Memiliki nilai untuk mendapatkan imbalan atas usaha-usahanya.
9. Bersikap seperti orang-orang yang patuh dan dapat beradaptasi secara baik.
10.Menjadi bagian dari tim yang sukses.
11.Memiliki rasa haru atas bencana yang menimpa orang lain.
12.Memiliki keterkaitan pada pemaksimalan kepuasan diri sendiri.
13.Lebih cenderung untuk sensitif dibandingkan dengan membantu orang.
KESADARAN PADA DIRI SENDIRI

Suatu perasaan keterpaduan yang berasal dari kepercayaan bahwa


seseorang berpartisipasi dalam suatu lingkungan secara etis.
Adanya pengetahuan terhadap kekuatan dan kelemahan orang lain
dalam hubungan secara mental, fisik, emosional, dan karakteristik
pribadi.
Rasa memiliki terhadap produktivitas dan kepuasan kelompok kerja.
Kesadaran terhadap perintah dasar dalam lingkungan relatif yang
dimiliki seseorang, dimana orang tersebut harus menyesuaikan diri
dengan kelompok organisasi yang luas
Suatu keinginan untuk melayani kebutuhan-kebutuhan orang lain.
Suatu perasaan memiliki atas produktivitas yang didasarkan pada ego
seseorang.
KOMUNIKASI
SECARA
EFEKTIF
Jangan bicara atau menulis dalam bentuk langsung
sebab auditor bukanlah bagian dari manajemen

Jangan menggunakan istilah-istilah yang berimplikasi


pada kesalahn-kesalahan kerja dari pihak yang diaudit

Jangan menjadikan pihak yang diaudit sebagai pokok


bahasan, baik secara verbal atau tertulis

Pertimbangkan sifat ego pihak yang diaudit ketika


memberi saran, sebab ini berimplikasi pada anggapan
mereka

Mengizinkan pihak yang diaudit untuk melakukan


perubahan-perubahan dalam bahasa laporan sepanjang
tidak mengubah substansinya.

Jangan berargunen mengenai moralitas, karena auditor


mencari fakta dan tidak bertindak sebagai seorang
penasihat yang berhubungan dengan moral
Menjaga laporan dan memberikan keadilan

Mengaitkan dengan kondisi lingkungan ketika


mencari penyebab dari temuanya.
Mengizinkan pihak yang diaudit, sepanjang
proses penyusunan laporan mengizinkan pihak
yang diaudit untuk mengungkapkan
pendapatnya
Sopan dengan seluruh karyawan pihak yang
diaudit dan menyambut manajemen pihak yang
diaudit dengan rasa hormat.
Melakukan pertemuan dan wawancara di
kantor pihak yang diaudit. Pihak yang diaudit
akan merasa senang dan lebih memudahkan
munculnya kerja sama
Mempertimbangkan kemungkinan tekanan
yang muncul dalam diri pihak yang diaudit
MENGHADAPI BANYAKNYA OPOSISI

1. Terdapat suatu indikasi yang menunjukkan bahwa


kurang pentingnya audit.

2. Pihak yang diaudit bertindak dalam suatu gaya


konfrontasional, misalnya saja catatan-catatan tidak
tersedia

3. Pihak yang diaudit menolak untuk mengambil


tindakan selama maupun setelah periode audit, dan
operasi terus dijalankan seperti sebelumnya

The Power of PowerPoint | thepopp.com 19


PELAKSANAAN AUDIT PARTISIPATIF

Elemen- elemen keperilakuan diantaranya:


1. Pada awal audit, tanyakan pada pihak yang diaudit bidang
mana yang akan diaudit.
2. Bangun suatu pendekatan kerjasama dengan staff pihak
yang diaudit dalam menilai
pemrogram audit serta pelaksanaan audit
3. Perolehan persetujuan dan rekomendasi untuk tindakan
koreksi
4. Dapatkan persetujuan atas isi laporan.
5. Memasukkan informasi nyata pada laporan audit.
Penggunaan Pengetahuan Keperilakuan
Dalam Audit

KONDISI MOTIVASI

SIKAP ATAU DASAR


KARAKTERISTIK
UNSUR-UNSUR BUDAYA ORGANISASI

KOMITMEN KUALITAS IDENTITAS


KARYAWAN PELATIHAN PERUSAHAN

PEMBUATAN FOKUS
KEPUTUSAN MANAJEMEN
The Power of PowerPoint | thepopp.com 22
SESI DISKUSI