Anda di halaman 1dari 22

KONSEP EKONOMI DAN

INVESTASI
PADA ERA GLOBALISASI
EKONOMI

MAGISTER MANAJEMEN
UNIVERSITAS PASUNDAN
ISSUE CENTRAL

Memiliki Masalah :
Republik Indonesia: IPM
Negeri Yang Kaya Raya
Zamrud di Katulistiwa
? Pengangguran
Kemiskinan
Tanah Yang Subur
Letak Yang Strategis
Daya saing

?
Infrastruktur, SDM,
Modal
KonsepPerekomian
Peningkatan Kinerja
Investasi
KEBUTUHAN INVESTASI
2010
TOTAL KEBUTUHAN INVESTASI 2010 = Rp 1.631 T
Laju peningkatan yang diharapkan Minimal 2 Kali
LPE

Sumber :
1. Anggaran belanja modal pemerintah = 198 T
2. Anggaran belanja modal BUMN = 182 T
3. Kucuran kredit perbankan = 297 T
4. Laba ditahan perusahaan = 153 T
5. Pasar modal = 188 T
6. P. M. A dan P. M . D. N = 450 T
7. Investasi rumah tangga = 162 T
PRIORITAS BIDANG
INVESTASI
1. BIDANG KESEHATAN

2. BIDANG PENDIDIKAN

3. BIDANG PERTANIAN DAN PETERNAKAN

4. BIDANG INFRASTRUKTUR

5. BIDANG INDUSTRI
PENDUDUK MISKIN
Th. Th. Th. Th.
2004#) 2006*) 2007*) 2008#)
(Maret) (Maret)

Jumla (16,7%) (17,75%) (16,58%) (15,4%)


h

*) -Sumber Sussenas BPS 2007


#) Sumber Presentasi Menkeu 22-7-08
-36,97 jt / 2004,
39,30 jt / 2006,
37,17 jt / 2007,
34,96 jt / 2008
Daya saing Indonesia merosot dari tahun ke tahun
Country 2003 2004 2005 2006 2007 2008
USA 1 1 1 1 1 1
Singapore 4 2 3 3 2 2
Hong Kong 10 6 2 2 3 3
Switzerland 9 14 8 8 6 6
Australia 7 4 9 6 12 12
China 27 22 29 18 15 15
Taiwan 17 12 11 17 18 18
Malaysia 21 16 26 22 23 23
India 42 30 33 27 27 27
Korea 32 31 27 32 29 29
Thailand 28 26 25 29 33 33
Philippines 41 43 40 42 45 45
Venezuela 51 51 51 53 55 54
Indonesia 49 49 50 52 54 55
Source: International Institute for Management Development, World Competitiveness Yearbook, 2007.
FDI performance and potential
Performance High Low
FDI Performance FDI Performance
Potential
High Front - runners: Below
FDI Brunei, China, potential:
Potential Hong Kong, Iran, Israel,
Malaysia, Kuwait,
Singapore Philippines,
Taiwan, Thailand
Low Above potential: Under
FDI -performers:
Potential Azerbaijan, Bangladesh, India,
Tajikistan, Viet Indonesia,
Nam Pakistan, Sri
Lanka
Source: UNCTAD, 2006
Dualisme
Dualisme Industri
Industri Indonesia
Indonesia Terus
Terus Berlanjut
Berlanjut
Usaha
Usaha mikro
mikro dan
dan kecil
kecil mendominasi
mendominasi dari
dari sisi
sisi unit
unit usaha
usaha (99,1%)
(99,1%) dan
dan penyerapan
penyerapan
tenaga
tenaga kerja
kerja (84,4%),
(84,4%), dengan
dengan perbandingan
perbandingan 2 2 tenaga
tenaga kerja
kerja per
per unit
unit usaha
usaha untuk
untuk
usaha
usaha mikro
mikro dan
dan 3
3 tenaga
tenaga kerja
kerja per
per unit
unit usaha
usaha untuk
untuk usaha
usaha kecil.
kecil. Sebaliknya
Sebaliknya industri
industri
besar
besar dan
dan menengah,
menengah, yang
yang jumlah
jumlah unit
unit usahanya
usahanya hanya
hanya 0,9%,
0,9%, menyerap
menyerap 15,5%
15,5%
tenaga
tenaga kerja
kerja dengan
dengan perbandingan
perbandingan 1919 tenaga
tenaga kerja
kerja per
per unit
unit usaha
usaha untuk
untuk usaha
usaha
menengah,
menengah, dan
dan 108
108 tenaga
tenaga kerja
kerja per
per unit
unit usaha
usaha untuk
untuk usaha
usaha besar.
besar.

Persentase Jumlah Usaha (Total: Tenaga Kerja/ Unit Usaha (Total: 49,7 juta orang)
22,7 juta)
Perbandingan Daya
Serap Tenaga
Kerja/Unit Usaha
Besar 108 9,6%
dan
Persentase Jumlah
0,2
Usaha
19 5,9%
0,7 Menengah

3 21,9%
15,8 Kecil

2 62,5%
83,3 Mikro

Sumber: Diolah dari BPS, Sensus Ekonomi 2006


The most problematic factors for
doing business in Indonesia, 2007

Source: WEF (2007) based on executive opinion survey.


Hakikat Pembangunan ekonomi
Pembangunan biasanya didefinisikan sebagai rangkaian usaha mewujudkan
pertumbuhan dan perubahan secara terencana dan sadar yang ditempuh oleh
suatu negara bangsa menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa.

Definisi tersebut mengandung makna sebagai berikut

(1)Bahwa pembangunan merupakan suatu proses yang merupakan rangkaian


kegiatan yang berlangsung secara berketanjutan
(2)Pembangunan merupakan usaha sadar yang harus dilakukan dan yang
ditetapkan sebagal sesuatu yang harus dIaksanakan.
(3)Pembangunan diIakukan secara terencana , baik secara jangka panjang,
menegah dan pendek.
(4)Rencana pembangunan mengandung makna pertumbuhan dan perubahan
(5)Pembangunan mengarah pada modernitas atau cara hidup yang lebih baik
dari sebelumnya.
(6)Pembangunan mengarah pada pembinaan bangsa sehingga negara bangsa
semakin kukuh fondasinya dan semakin mantap keberadaannya sehingga
menjadi negara bangsa yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain didunia
karena mampu menciptakan situasi yang membuatnya berdiri sama tinggi
dan duduk sama rendah dengan negara bangsa lain tersebut.
LANJUTAN
Todaro mendifinisikan pembangunan ekonomi sebagai
suatu proses multidimensional yang mencakup perubahan
struktur, sikap hidup dan kelembagaan, selain mencakup
peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketidak
merataan distribusi dan pemberantasan kemiskinan.

Pengukuran keberhasilan pembangunan ekonomi terdapat


beberapa model -- model penilaian sebagai berikut :
1. Pertumbuhan ekonomi
2. PertumbuhanPDB per kapita
3. The Physical Quality of Life Index (PQLI)
4. The Human Development Index (HDI)
5. Pemenuhan Kebutuhan pokok
6. Indikator ekonomi bersih
PENGERTIAN INVESTASI
investasi sering disamakan dengan Modal atau Kapital. Istilah Kapital diartikan sebagai semua
bentuk kekayaan yang dapat digunakan , Iangsung maupun tidak langsung dalam produksi untuk
menambah output. Kapital terdiri dan barang-barang yang dibuat untuk penggunaan produksi
pada masa yang akan datang, yang meliputi pabrik dan alat-alat , bangunan-bangunan dan
sebagainya. ( Sesuatu yang berwujud dan tidak berujud/ human capital).

Pengertian investasi ditinjau dan perspektip Pembelanjaan perusahaan, bahwa yang dimaksud
investasi adalah penggunaan dana yang ditanamkan pada aktiva lancar atau modal kerja maupun
aktiva tetap yang berupa tanah, mesin, peraIatan dan kendaraan bermotor , seperti terlihat datam
neraca disisi sebelah kiri, sedangkan sisi sebetah kanan merupakan sumber-sumber dana yang
diinvestasi

Pengertian lain tentang investasi mengatakan bahwa investasi merupakan aktivitas pemindahan
dana dari kepemilikan pnbadi/lembaga pada suatu kegiatan yang direncanakan dengan harapan
akan memperoleh keuntungan yang diharapkan dari kegiatan tersebut.

Dari berbagai pandangan tentang pengertian investasi diatas dapat dirangkum bahwa yang
dimaksud pengertian investasi adalah upaya menempatkan dana dan kepemilikan
pribadi/lembaga kepada semua kegiatan-kegiatan baik berupa modal kerja maupun aktiva tetap
untuk digunakan dalam kegiatan ekonomi dengan memperoleh keuntungan yang diharapkan
Menurut M. Porter dalam era persaingan global saat ini suatu
bangsa atau negara yang melebihi compatitive advantage of nation dapat
bersing di pasar international bila memiliki 4 (empat) faktor penentu (W.J.
Keegan & M.C. Green) yang digambarkan sebagai suatu diamond
berikut :

Faktor Strategy
Struktur & Rivalry

Demand
Factor Conditions
Conditions

Related &
Supporting Industry

Gambar 2.1. Skema Daya saing M.


Dong-Sung Cho
Daya Saing Dengan Model 9

Politisi Pekerja
Birokrasi Lingkungan
Bisnis

Factor Daya Saing Perminta


Condition Internasional an
s Domestik

Industri Terkait
dan Pendukung
Kewirausaha Faktor Manusia
an Manajer
Profesional,
Perancang dan
Teknisi
Akses dan
Kesempatan
BOTTOM OF PYRAMID

Potential
Target Market
ada sekitar
4,000,000,000
"BOP" market penduduk dunia
yang incomenya <$2/hari

Bottom of Pyramid
Hampir sebagian besar barang yang diproduksi

Fakta :
di dunia ini, tidak secara khusus diperuntukkan
bagi segmen pasar BOP ini
FENOMENA BOTTOM OF
PYRAMID
1. Terdapat daya beli dan potensi perputaran uang yang
sangat besar pada segmen ini, karena jumlah populasinya
yang sangat besar
2. Terjadi disparitas (kesenjangan) dalam hal aksesibilitas
pasar dan keuangan antara segmen BOP dan segmen di
atasnya
3. Segmen BOP memiliki skala prioritas berbeda dengan
segmen lainnya, dalam hal pengeluaran/belanja
4. Segmen BOP juga relatif peduli merk dan nilai, karena
mereka cenderung untuk beraspirasi menikmati segala hal
yang dinikmati segmen lainnya
Kita dapat mengentaskan kemiskinan, bila sejak saat ini kita berhenti mengangap
bahwa masyarakat miskin sebagai korban atau beban, dan mulai memandang mereka
sebagai para wirausahawan yang tangguh dan kreatif, serta sebagai konsumen yang
peduli NILAI, maka peluang dunia baru akan terbuka
Circular Flow Pendapatan dan
Pengeluaran Kaitannya
Impor (M)
dengan Ekspor
dan Impor Ekspor (X)

Luar Negeri

8
Konsumsi C+1 C+I+G+(X-M) = GDP
Investasi 6
7
Disposable income (DI) = GDP - NT Pendapatan agregat = GDP
Pembelian 9
Pemerintah (G)
Tabungan
Pajak
Pajak
5
Pembayaran 10
Transfer
Rumah Tangga Pemerintah Perusahaan
4 11 1

3
2
Pendapatan nasional berdasarkan pendekatan pengeluaran ,
Konsep Teori Ekonomi
sebagai berikut:
GNP = Y = C + I + G + ( X M ) atau GNP = Y =
C+I+G+(ZJ)
GNP = Gross National Product
Y = Income = Pendapatan Nasional
C = Cosumption = Konsumsi
I = Investment = Investasi
G = Government Expenditure = Pengeluaran
Pemerintah
X/Z = Ekspor dan M/J = Impor. Atau X M = Net
export = ekspor bersih
GLOBALISASI EKONOMI:
GATT : General agreement tarif and trade
WTO : World trade organization
Regionalisme : Free trade area ( FTA )
PERMASALAHAN
PERMASALAHAN PERMASALAHAN
PERMASALAHAN
STRATEGIS
STRATEGIS DI
DI SEKTOR
SEKTOR KESEHATAN
KESEHATAN
Tiga Sumber Unggulan :
Harga bersaing
Mutu tinggi
Ketepatan waktu sampai ke pasar

Permasalahan Strategis :
Persaingan perdagangan antar negara
Percepatan teknologi
Prosedur dan birokrasi yang rumit
Waktu proses penyelesaian relatif lama
Biaya yang tinggi
Kualitas pelayanan
Promosi dan akses pasar masih terbatas
BAHAN PENDUKUNG DAMPAK TERHADAP
PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN INTERNASIONAL PEREKONOMIAN INDONESIA
1. DAYA SAING BANGSA
MENURUN ; POSISI TAHUN 2007
GRAND THEORY : PADA POSISI 54 DARI 55
NEGARA
2. DAYA SAING INVESTASI
PERDAGANGAN INTERNASIONAL MENURUN :
BENTUK
KELEMBAGAAN INTERNASIONAL POSISI TAHUN 2007 PADA
KONVENSI INTERNASIONAL POSISI 54 DARI 55 NEGARA
1. BARANG 3. RENDAHNYA KEPERCAYAAN
PERADILAN INTERNASIONAL
2. JASA BENTUK PASAR DUNIA TERHADAPA
4. PENGUASAAN
1. NILAI ASET-ASET
KURS RUPIAH DAN SAHAM
1. PASAR CAPITAL ATAU MODAL NEGARA
SANGAT FLUAKTUATIF DAN
( NILAI MATA UANG DAN NILAI KETERGANTUNGAN
OTORITAS SAHAM-SAHAM,DLL ) 2. NILAI KOMANDITI KITA
2. PASAR COMANDITY ATAU RENDAH,DAN NILAI TAMBAHNYA
1. MODAL / BARANG PADA NEGARA
( HARGA PENGEKSPOR,NEGARA
SAHAM
EMAS,MINYAK,GAS,DLL ) PENGIMPOR
2. 3. PASAR JASA 3. NILAI JASA YANG HARUS DIBAYAR
KOMANDITI/ PELAKU EKONOMI TINGGI DAN MILIK NEGARA LAIN
BARANG ( ASURANSI,TRANSPORTASI,DL 4. BARGAINING POSITION KITA
EKONOMI L) RENDAH
1. NEGARA :
INTERNA (SATU NEGARA,BEBERAPA 5.
1. PASAR
KUATNYADIKUASAI
PERANANASING.
NEGARA
SIONAL NEG. ) MAJU DALAM KEBIJAKAN
2. SWASTA EKONOMI DUNIA DAN NEGARA
LINGKUPAN BERKEMBANG
( PERUSAHAAN,ASOSIASI,KARTE 2. KUATNYA DOMINASI MNC DI
1.GLOBAL LI INDONESIA
3. MASYARAKAT 3. KUATNYA PERANAN LEMBAGA
2.REGIONAL
DUNIA DALAM MENGATUR
( PERORANGAN,LSM,ORGANISA KEBIJAKAN EKONOMI DUNIA
SIKERJASAMA
) EKONOMI DAN NEGARA BERKEMBANG

1. PEMERINTAH ; 1. ISI KERJASAMA DITENTUKAN


-. BILATERAL ( 2 NEGARA ) OLEH YANG KUAT
KEBIJAKAN
-. MULILATERAL( BEBERAPA 2. KITA HARUS MEMBAYAR ROYALTI
NEGARA ) DAN BIAYA-BIAYA LAINNYA
1. GLOBAL - INTERNASIONAL ( GLOBAL ) 3. NILAI JUAL,PEMBAYARAN,DAN
2. BLOK 2. SWASTA ; STANDAR MUTU DITETAPKAN
EKONOMI KARTEL; KOLABORASI; MEREKA
ALIANSI STRATEGIS; MERGER; 4. KETERGANTUNGAN TERUS
TERIMA KASIH