Anda di halaman 1dari 35

Hello . . .

Anis Faridah
Wulansari Merdekawati

Mela Fauzi Melinda


Nurfadilah Marliana
Hutang Jangka Pendek / Hutang Lancar
Hutang yang harus dilunasi dalam
jangka waktu pendek, paling lama
satu tahun sesudah tanggal
neraca, atau harus dilunasi dalam
HUTANG JANGKA PENDEK jangka waktu satu siklus operasi
ATAU normal perusahaan yang
bersangkutan (tergantung mana
UTANG LANCAR yang lebih panjang).
PENGUKURAN UTANG LANCAR
Untuk tujuan pengukuran, baik hutang lancar maupun
tidak lancar dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis,
yaitu:
1) Hutang yang jumlahnya sudah pasti.
Contoh: dari hutang ini adalah nominal dari wesel atau
obligasi.
2) Hutang yang jumlahnya harus di estimasi. Dilihat dari
kepastian nya, hutang ini pasti terjadi namun jumlahnya
belum diketahui secara pasti.
Contoh: Hutang Garansi
3) Hutang bersyarat (contingent liability) yaitu suatu
hutang yang akan muncul jika terjadi kejadian lain.
Contoh: Perusahaan di tuntut dipengadilan oleh
perusahaan lain.
Rasio lancar adalah ukuran kemampuan sebuah perusahaan
untuk membayar utang dan kewajiban jangka pendek.
Rasio lancar sangat penting dalam menentukan sehat
atau tidaknya kondisi keuangan suatu perusahaan.
Secara umum, rasio lancar 2:1 berarti aset lancar
perusahaan besarnya dua kali utang lancar sehingga
kondisi keuangan perusahaan bisa dianggap sehat.
Rasio lancar 1 berarti aset dan utang perusahaan
sama besar sehingga bisa dianggap cukup sehat.
Rasio yang lebih rendah menunjukkan adanya indikasi
ketidakmampuan perusahaan untuk membayar utang.
Rumus dasar
piutang dagang, persediaan
menghitung rasio lancar barang dagang, surat-surat
berharga, dan aset yang
mudah dicairkan lainnya.

Hutang usaha,Wesel
bayar,Hutang jangka
panjang yang jatuh
tempo,Kewajiban jangka
pendek yang diharapkan
didanai kembali,Hutang
deviden,Deposito yang
dapat
dikembalikan,Pendapatan
diterima dimuka,Hutang
pajak,penjualan/pendapat
an,Kewajiban kepada
karyawan
Menghitung aset lancar

Sebagai ilustrasi, kita umpamakan bahwa Anda sedang menghitung


rasio lancar dari sebuah perusahaan dengan aset total Rp120 juta,
modal sendiri Rp55 juta, aset tidak lancar Rp28 juta, dan utang tidak
lancar Rp26 juta. Untuk menghitung aset lancar, kurangilah aset tidak
lancar dari aset total: Rp120 juta Rp28 juta = Rp92 juta.
Menghitung total hutang
Untuk menghitung utang total dengan
contoh di atas, kurangilah modal
sendiri dari aset total:
Rp120 juta Rp55 juta = Rp65 juta.

Untuk menghitung utang lancar


dengan contoh di atas,
kurangilah utang tidak lancar
dari utang total:
Rp 65 juta Rp26 juta = Rp39
juta.
Macam macam Hutang Jangka Pendek
atau Hutang Lancar
1. Hutang Usaha
2. Hutang wesel
3. Hutang jangka panjang yang jatuh tempo
4. Kewajiban jangka pendek yang diharapkan didanai kembali
5. Hutang deviden
6. Deposito yang dapat dikembalikan
7. Pendapatan diterima dimuka
8. Hutang pajak penjualan / pendapatan
9. Hutang kontijensi
1

saldo yang terhutang kepada pihak


lain baik berupa barang , supplies
ataupun jasa yang di beli dengan
Hutang usaha secara kredit. Penilaian yang
atau dilakukan didasarkan pada jumlah
pesanan (invoice). Pencatatan
hutang dagang hutang dagang atau hutang usaha
( Account Payable ) bisa dilakukan atas dasar net atau
gross.
Jika hak telah beralih sebelum barang diterima , maka transaksi di catat setelah
hak di terima pembeli.
Pencatatan pada saat terjadi nya hutang dagang.
Format jurnal pada hutang lancar

Pembelian xxx

Hutang dagang xxx

Jurnal pada saat terjadi nya pelunasan hutang dagang

Hutang dagang xxx

Kas xxx
*Contoh Soal
1. Pada tanggal 21 Juni 2006 PD Nusa Lestari membeli barang dagangan
pada PD Rinjani seharga Rp. 8.200.000,00 faktur no 411 syarat
pembayaran 2/10,n/30. Transaksi ini akan dicatat dengan jurnal
sebagai berikut:

21 Juni Pembelian 8.200.000


2006
Hutang Dagang 8.200.000
Hutang yang berbentuk
Hutang wesel bukti tertulis formal
yang isinya tertulis
kesanggupan untuk
membayar pada tanggal
tertentu
2
Hutang wesel

Utang wesel yang tidak


Utang wesel yang berbunga
berbunga

Utang wesel yang pada


Utang wesel yang pada
tanggal jatuh tempo
tanggal jatuh tempo
pelunasannya sebesar nilai
pelunasannya hanya sebesar
nominal wesel + dengan
nominal wesel
bunga
PENJURNALAN HUTANG WESEL
Pada tanggal 1 Februari 2013 PT. ABC mengeluarkan wesel bayar senilai Rp 300.000.000 dengan suku bunga
sebesar 36% per tahun, dan bunga dibayarkan sekaligus saat jatuh tempo. Wesel bayar tersebut jatuh
tempo pada tanggal 1 Juni 2013.

Saat 1 Februari 2013 Kas 300.000.000


wesel di Wesel Bayar 300.000.000
terbitkan

1 Juni 2013 Beban Bunga 36.000.000


Saat Wesel
Bayar Jatuh Wesel Bayar 300.000.000
tempo
Kas 336.000.000


Beban
Beban Bunga
Bunga 11 Tahun
Tahun
PENJURNALAN HUTANG WESEL
Pada tanggal 1 Januari 2013 PT. ABC mengeluarkan wesel bayar senilai Rp 400.000.000 dengan suku bunga
sebesar 30% per tahun, dan bunga dibayarkan sekaligus saat jatuh tempo. Wesel bayar tersebut jatuh
tempo pada tanggal 1 Juni 2013.

Saat 1 Januari 2013 Kas 400.000.000


wesel di Wesel Bayar 400.000.000
terbitkan

Saat Wesel 1 Juni 2013 Beban Bunga 50.000.000


Bayar Jatuh
Wesel Bayar 400.000.000
tempo
Kas 450.000.000


Beban
Beban Bunga
Bunga 11 Tahun
Tahun
* Bank A pada tanggal 1 okt 2008 setuju memberikan pinjaman
kepada PT. B sebesar Rp 6.000.000 untuk itu PT B harus
menandatangani promes dengan bunga 10% yang berjangka
waktu 5 bulan
3

Hutang jangka panjang seperti


Hutang jangka obligasi, hipotik maupun wesel
panjang yang yang akan jatuh tempo pada
jatuh tempo tahun fiskal berikutnya akan di
akui sebagai Hutang lancar.

Adapun hutang jangka panjang yang tidak diakui hutang lancar yaitu :
a. Dilunasi dari penerbitan hutang yang baru
b. Dikonversi menjadi hutang saham
c. Dilunasi dengan menggunakan aktiva yang terakumulasi
Contoh Soal
Obligasi yang jatuh tempo pada tanggal 1 November 2010
sebesar Rp. 2.000.000,00 tidak dilakukan pelunasan.

2010 Nov 1 Utang obligasi Rp. 2.000.000,00


Obligasi yang sudah jatuh tempo Rp. 2.000.000,00
4

hutang yang dijadwalkan akan jatuh


tempo dalam waktu satu tahun
Kewajiban jangka setelah tanggal neraca perusahaan .
beberapa kewajiban jangka pendek
pendek diharapkan akan didanai kembali
yang diharapkan atas dasar jangka panjang dan
didanai kembali karena itu dipekirakan tidak
memrlukan penggunaan modal kerja
selama tahun berikutnya.
Suatu perusahaan diharuskan mengeluarkan kewajiban jangka
pendek dari kewajiban lancar jika dua dari kondisi berikut
terpenuhi :
1. Memilik rencana untuk mendanai kembali kewajiban atas dasar
dasar jangka panjang
2. Menunjukkan kemampuan untuk melaksanaan pendanaan
kembali, kemampuan tersebut dapar ditunjukkan dari :
3. Mendanai kembali secara aktual kewajiban jangka pendek
dengan menerbitkan kewajiban jangka panjang atau sekuritas
ekuitas setelah tanggal neraca, tetapi sebelum neraca tersebut
di terbitkan .
4. Melakukan perjanjian pendanaan yang jelasmengizinkan
perusahaan untuk mendanai kembali hutang atas dasar jangka
panjang pada syarat-syarat yang dapat ditentukan.
5
Adalah kewajiban perusahaan
Hutang Deviden kepada pemegang saham
karena mengumumkan
pembagian laba berupa kas dan
aktiva lain. Deviden menjadi
hutang pada saat diumumkan
oleh dewan direksi perusahaan.
Hutang deviden tidak
bertambah seperti halnya
hutang obligasi.

Dalam pembagian deviden, perusahaan mengumumkan secara resmi


berapa jumlah yang akan dibagikan dan setelah itu baru dilakukan
pembayaran. Dengan adanya pengumuman ini, maka pada saat itu
perusahaan sudah memunyai kewajiban kepada para pemegang saham
sebesar jmlah deviden yang telah diumumkan dan deviden itu baru
lunas setelah deviden dibayarkan
Kewajiban pengumuman ini diakui sebagai kewajiban lancar sebesar jumlah
yang akan dibayarkan. Contoh timbulnya kewajiban :
Pada tgl 31 desember 2010 PT. WIBOWO mengumumkan pembagian deviden Rp.
1.000 per lembar saham untuk jumlah lembar saham yang beredar 10.000 lembar.
Pembayaran akan dilakukan mulai tanggal 15 januari 2011.

Mulai tanggal 15 januari 2011.


Transaksi ini akan dicatat sbb :
1. Pada waktu pengumuman
Laba yang ditahan Rp. 10.000.000,-
Hutang deviden Rp. 10.000.000,-
2. Pada waktu deviden dibayarkan
Hutang deviden Rp. 10.000.000,-
Kas Rp. 10.000.000,-

Contoh Soal
PT. Mewah pada tanggal 10 Juni 2011 mengumumkan dividen tunai sebesar Rp100
atas satu juta lembar saham yang dibayarkan tanggal 16 Juli 2011 kepada semua
pemegang saham yang tercatat per 24 Juni 2011
Pada tanggal pengumuman:
10/6/2011 Laba ditahan Rp100.000.000
Hutang dividen Rp100.000.000

*Laba ditahan meruapakan modal yang diperoleh perusahaan.


Pada tanggal pencatatan:
24/6/2011 Tidak ada ayat jurnal

Pada tanggal pembayaran


16/7/2011 Hutang dividen Rp100.000.000
Kas Rp100.000.000
6 deposito kas yang diterima dari
pelanggan dan karyawan untuk
menjamin
Deposito yang Pelaksanaan kontrak atau jasa
sebagai jaminan untuk
apat dikembalikan menutuppembayaran kewajiban
Yang diharapkan dimasa depan.
Klasifikas deposito yang dapat
dikembalikan sebagai
hutang Lancar dan tidak lancar
tergantung pada waktu antara
tanggal deposito
dan pemutusan Hubungan yang
memasyarakatkan deposito.

Contoh deposito yang akan dikembalikan :


1. Perusahaan telepon seringkali mensyaratkan sejumlah deposito
untuk pemasangan
telepon
2. Deposito juga dapat diterima dari pelanggan sebagai jaminan
untuk kemungkinan
kerusakan atas property yang ada ditangan pelanggan.
7

Perusahaan kadang menerima


pembayaran untuk barang atau
jasa yang belum diberikan. untuk
Pendapatan yang penerimaan jenis ini, perusahaan
harus memasukkannya kedalam pos
diterima dimuka utang, karena perusahaan
mempunyai kewajiban untuk
memberikan barang atau jasa
diwaktu yang akan datang.
Contoh
Tgl 22 Februari 2009 PT. D menerima pembayaran Rp 50.000.000 untuk barang
dagangan yang dipesan konsumen, barang dagangan tersebut harus dikirim akhir
bulan depan.

22 Feb 2009 Kas 50.000.000

Pendapatan diterima dimuka 50.000.000


8

Kewajiban yang timbul akibat


perusahaan belum membayar
pajak yang dikenakan sesuai
Hutang pajak dengan perundangan yang
berlaku, seperti pajak
penjualan / pendapatan pertambahan nilai, pajak
penghasilan, dan sebagainya.
Contoh
Pada tanggal 15 agustus 2012 PT.Dadidu,
distributor TV, menjual
5 unit TV dengan harga Rp 2.000.000 per unit.
Atas penjualan tersebut, konsumennya dibebani
pajak pertambahan nilai sebesar 10%.

Jadi, atas transaksi tersebut, jurnal yang perlu


dibuat adalah sebagai berikut:

15 Agustus 2012 Kas 11.000.000


Saat
Transaksi Penjualan 10.000.000

Hutang PPN 1.000.000



Pajak
Pajak
Contoh
Pada tanggal 20 Juni 2015 PT. Agus, distributor
DVD, menjual 50 unit DVD secara kredit dengan
harga Rp 500.000 per unit. Atas penjualan
tersebut, konsumennya dibebani pajak
pertambahan nilai sebesar 10%.

Jadi, atas transaksi tersebut, jurnal yang perlu


dibuat adalah sebagai berikut:

20 Juni 2015 Piutang Usaha 27.500.000


Saat
Transaksi Penjualan 25.000.000

Hutang PPN 2.500.000



Pajak
Pajak
9

Kewajiban potensial di masa


yang akan datang yang
memungkinkan dapat terjadi.
Hutang Kewajiban ini berbeda dengan
kewajiban yang diestimasikan,
kontijensi yaitu kewajiban yang memang
ada namun jumlah, tanggal jatuh
temponya dan atau pelunasannya
tidak pasti
Utang hadiah
-> kewajiban yang timbul dalam periode hadiah, karena hadiah tersebut belum
diambil oleh pelanggan. Hadiah ini akan diberikan apabila pembeli memenuhi
syarat yang telah ditetapkan oleh penjual.
Contoh
Sebuah swalayan membeli 30 unit barang untuk hadiah bagi pelanggan yang mengirimkan
kupon berhadiah yang didapat pada saat mereka belanja seharga Rp15.000.000.
Pada
Pada saat
saat pembelian
pembelian hadiah
hadiah tanggal
tanggal 2 2 Februari
Februari 2011:
2011:
2/2/2011
2/2/2011 Persediaan
Persediaan hadiah
hadiah Rp15.000.000
Rp15.000.000
Kas
Kas
Rp15.000.000
Rp15.000.000

Pada
Pada saat
saat mencatat
mencatat utang
utang hadiah
hadiah pada
pada ayat
ayat jurnal
jurnal penyesuaian
penyesuaian 31
31 Desember
Desember 2011,
2011, karena
karena hadiah
hadiah
akan
akan diundi
diundi dan
dan diberikan
diberikan bulan
bulan Januari
Januari 2012:
2012:
31/12/2011
31/12/2011 Biaya
Biaya hadiah
hadiah Rp15.000.000
Rp15.000.000
Utang
Utang hadiah
hadiah Rp15.000.000
Rp15.000.000

Pada
Pada saat
saat memberikan
memberikan hadiah
hadiah tanggal
tanggal 55 Januari
Januari 20122012
5/1/2012
5/1/2012 Hutang
Hutang Hadiah
Hadiah Rp15.000.000
Rp15.000.000
Persediaan
Persediaan hadiah
hadiah
Rp15.000.000
Rp15.000.000
Utang garansi
-> kewajiban yang timbul sebagai akibat pemberian garansi atas pembelian barang/jasa.
Adapun perlakuan terhadap biaya garansi adalah garansi dakui sebagai biaya pada periode
penjualan (expense warranty treatment), dan biaya garansi diakui jika garansi tersebut telah
terjadi (sales warranty treatment)

Contoh
Pada tanggal 5 April 2011 PT AUTO menjual sebuah mobil dengan harga Rp
20.000.000. Garansi diberikan pada pembeli mobil dalam bentuk perbaikkan dan
pemeliharaan pada 36.000 km pertama atau selama 3 tahun mana yang tercapai lebih
dulu. Pembeli mobil juga membeli jasa perbaikkan dan pemeliharaan mobil untuk
tambahan 36.000 km atau 3 tahun senilai Rp 600.000

5/4/2011
5/4/2011 Kas
Kas Rp
Rp 20.600.000
20.600.000
Penjualan
Penjualan
Rp
Rp 20.000.000
20.000.000
Pendapatan
Pendapatan garansi
garansi diterima
diterima dimuka
dimuka $$ Rp Rp 600.000
600.000
Cara penyajian hutang lancar pada laporan
keuangan neraca

Dalam laporan keuangan neraca hutang lancar disajikan dengan cara :


1. Setiap jenis hutang lancar harus disajikan terpisah (cut off) dari jumlah yang material,
2. Hutang terhadap perusahaan afillasi, pemegang saham, karyawan perusahaan harus dipisahkan dari
hutang kepada pihak ketiga yang independent,
3. aktiva yang dijaminkan dalam penarikan hutang lancar harus diungkapkan dalam laporan keuangan,
4. Aktiva dan hutang lancar tidak boleh digabungkan penyajiannya kedalam jumlah netto,
5. Hutang bersyarat harus dijelaskan didalam neraca,
6. Disajikan sesuai likuiditasnya, sama seperti aktiva, hutang lancar yang dapat dengan segera dibayar
maka disajikan dalam urutan yang paling diatas,
7. Dilaporkan pada sisi sebelah kanan neraca.
Thank you...