Anda di halaman 1dari 6

Staphylococcus aureus

Aji Julio Perdana PO 7233316 469


Herlina Jeliani Putri PO 7233316 476
Indra PO 7233316 477
Iqbal Maarif PO 7233316 478
Maulisa PO 7233316 482
Medi Sasmita PO 7233316 483
Melisa Mardianto PO 7233316 485
Meta Tamilis PO 7233316 486
Widya Dwi Rahayu Mukti PO 7233316 501
KERACUNAN NASI JAGUNG
Keracun nasi jagung pada santri Pondok Pesantren Roudhotul Tholibin,
Desa Jawar, Kecamatan Mojotengah. Tujuh santri Pondok Pesantren
Roudholuth Tholibien menjadi korban keracunan makanan pada awal April
2012. Dua di antaranya meninggal dunia. Dinas Kesehatan Wonosobo
mengungkapkan, dari sampel-sampel yang diperiksa di Balai Laboratorium
KesehatanSemarang tersebut, ditemukan adanya bakteriStaphylococcus
aureuspada nasi jagung.Pengolahan nasi jagung dan penyajian yang
kurang higienis menjadi pemicu munculnya bakteri tersebut. Gejala
keracunan yang ditimbulkan oleh bakteri ini berupa kejang perut, diare,
menggigil, mual, serta muntah-muntah, terutama pada renang waktu masa
inkubasi 12 jam hingga 72 jam,dan bisa menyebabkan kematian
SIFAT RACUN
Pathogen
Memproduksi enterotoksin
Memproduksi koagulase
Proteolitik, Lipolitik dan betahemolitik
Aerob fakultatif
RESIKO KERACUNAN
Gejala seperti mual, muntah, kejang perut, dan diare
Apabila jumlah bakterinya lebih dari nilai ambang batasnya bias
menyebabkan kematian
STANDAR RACUN
Menurut SNI 7388:2009 Batasan Maksimum Cemaran Mikroba Pada Pangan
Staphylococcus aureus dalam minuman batas maksimumnya 1x 102
koloni/g sedangkan dalam minuman 1x102 koloni/ml
TERIMAKASIH