Anda di halaman 1dari 19

Nama : Mulia dalimunte

nim : 4153341031
Ordo protura
Ciri morfologinya
Merupakan serangga kecil dengan ukuran 0,6 2,4 mm
dan berwarna putih
Tidak mempunyai mata dan antena
sepasang kaki depannya berperan sebagai organ peraba
diarahkan kedepan
Habitatnya pada tanah yang lembab, di humus, dibawah
kulit kayu ataupun kayu yang membusuk jumlahnya
hingga saat ini ada 250 jenis (spesies)
Ordo protura
Ordo protura dibagi menjadi 4 famili yaitu:
1. Eocentomidae
Mempunyai trachea dengan dua pasang spirakulum pada thorax.
Alat tambahan pada abdomen mempunyai sebuah terminal vesicle.
satu genus Eosentomon
2. Protentomidae
Tidak mempunyai trachea dan spirakulum. alat tambahan pada
abdomen mempunyai dua pasang terminal vesicle. 3 genus
Hesperentomon, Proturentomon dan Protentomon
3. Acerentomidae
Tidak mempunyai trachea dan spirakulum. Alat tambahan pada
abdomen hanya pasangan pertama yang mempunyai terminal
vesicle. (Berisi 10 genus termasuk Acerentulus Acerella,
Acerentomon dan Berberentulus)
4. Sinentomidea (berisi satu spesies primitif (Sinentomon erythranum)
Ordo protura
Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Subphylum: Hexapoda
Class: Entognatha
Order: Protura
Sinentomidae
Family:
Yin, 1965

Genus: Sinentomon

Pada protura mengalami proses metamorphosis tipe Ametabola


atau primitive. Dalam metamorfose ini tidak terjadi perubahan-
perubahan bentuk luar yang jelas, kecuali ukuran besarnya.
Ordo protura

Manfaat Ordo Protura Bagi Kehidupan


a. Merupakan rantai makanan yang amat penting bagi

kehidupan
b. Memakan sisa tumbuhan yang telah mati

c. Membantu dalam aktivitas penyerbukan, baik bagi tanaman


pertanian, perkebunan maupun kehutanan


d. Membantu dalam proses perombakan bahan organik

Kerugian Yang Ditimbulkan Ordo Protura Bagi Kehidupan


a. Merusak bahan bangunan misalnya pada kayu gelondongan

b. Hidup parasit pada tumbuhan seperti pada jamur daun


c. Menyebabkan kerusakan pada tanaman (bunga)


d. Menimbulkan kerugian secara ekonomis



Ordo diplura
Ciri morfologi
Memiliki ukuran kecil 2 10 (58) mm
Antena pendek dan kecil
Cercinya kadang mengalami modifikasi
seperti penjepit
Memiliki 2 ekor / buntut yang berperan
sebagai peraba
Habitatnya pada tempat yang lembab, lumut,
batu batuan dan kayu yang membusuk
Ordo Diplura
Ordo Diplura terdiri dari 10 famili, dan kebanyakan
spesiesnya hidup di dalam tanah yang lembab, di
bawah seresah sisa tumbuhan atau humus.
Famili Campodeidae
Lebih dari 1 ruas dan tidak berbentuk catut. Cerci
beruas banyak sepanjang antena. Styli pada abdomen
terletak pada ruas ke 2 sampai ke 7. Tidak mempunyai
palpus. Panjang tubuh 4 mm atau lebih.
Famili Anajapygidae
Mempunyai sersi yang lebih pendek dari antena,
beruas banyak akan tetapi jumlah ruas lebih sedikit
dari anggota Campodeidae. Cerci tidak berbentuk
catut. Mempunyai palpus. Styli pada abdomen terletak
pada ruas kesatu sampai ke tujuh.
Famili Japygidae
Ordo Diplura

Parajapyx sp
Campodea
westwoodi
Ordo diplura termasuk ametabola Telur menetas menjadi muda
yang lebih kecil dari orang dewasa, tapi serupa penampilannya.
Kebanyakan Diplura adalah predator; Makanan mereka mungkin
mencakup berbagai penghuni tanah lainnya, termasuk collembola,
tungau, symfikla, larva serangga, dan bahkan ijazah lainnya.
Mereka juga dapat bertahan hidup dengan sisa sayuran dan
miscelia jamur, namun sebagian besar spesies lebih memilih
Ordo Thysanura
Ciri morfologinya
Memiliki tubuh yang halus, putih mengkilat
atau tubuhnya tetrtutupi oleh sisik yang
mengkilat
Mempunyai antenna yang panjang dan tiga
ekor yang berjumbai berperan sebagai
peraba
Habitat serangga di tempat tumpukan
buku buku bekas digudang yang jarang
dibersihkan, kayu kayu lembab dan busuk
Ordo Thysanura
Ordo Tysanura dibagi menjadi 4 famili:
1.Famili Lepidotrichidae
Mempunyai mata facet kecil, letak keduanya terpisah lebar. Mempunyai ocelli.
Coxa kaki tengah dan belakang tidak mempunyai styli. Tarsus beruas 5. Letak styli
abdomen bervariasi. Tubuhnya ada yang tertutup sisik ada yang tidak. Serangga
pelari.
2.Famili Nicoletiidae
Tidak mempunyai mata facet dan ocelli. Coxa kaki tengah dan belakang tidak
mempunyai styli, tarsi beruas 3 atau 4. Letak styli abdomen bervariasi. Tubuhnya
ada yang tertutup sisik ada yang tidak.
3.Famili Lepismatidae
Mempunyai mata facet yang kecil dan letak keduanya terpisah, tidak mempunyai
ocelli. Coxa kaki tengah dan belakang tidak mempunyai styli, tarsi beruang 3 atau
4. Letak styli abdomen bervariasi. Tubuh selalu tertutup sisik.
4.Famili Machilidae
Mempunyai mata facet yang besar dan letak keduanya berdekatan. Coxa kaki
tengah dan belakang mempunyai styli, tarsi beruas 3. Abdomen mempunyai styli
yang terletak pada ruas kedua sampai ke sembilan. Serangga pelompat.
Ordo Thysanura
Adults and Immatures

Mata majemuk tidak ada


Antena lebih panjang dari pada kepala,
dengan 10 atau lebih segmen seperti manik-
manik
Abdomen dengan 10 segmen terlihat
Cerci hadir -
O a. Panjang dan ramping, atau
O b. Seperti forceps
Tarsi tersegmentasi
Styles pendek dan lateral dan vesikel
eversibel hadir pada sebagian besar dari 7
segmen perut pertama
Ordo Thysanura

Lepisma saccharina Thermobia domestica

Ordo Thysanura termasuk ametabola dimana Telur menetas menjadi


muda yang lebih kecil dari orang dewasa, tapi serupa
penampilannya. Peran ordo thysanura lebih kepada proses
pelapukan biasanya serangga ini memakan potongan-potongan
kecil sampah, debu, kertas, kain, kulit, pasta, tepung, gula dan
setiap jenis lain dari bahan tepung. aktif di malam hari, sehingga
keberadaannya sering tak disadari. Siklus hidup cukup panjang,
memakan waktu sekitar sekitar 3 tahun untuk mencapai dewasa
Ordo Collembola
Memiliki ukuran 1 2 mm (0,2 9 nm)
Diperkirakan ada 200 jenis
Ciri khas terdapat pada abdomen yakni pada segmen
keempat ada alat yg disebut furcula atau hamula yang
berguna untuk meloncat (ekor pegas)
Warna pada serangga ini bervariasi mulai dari putih,
kelabu, kunig atau merah
Habitatnya banyak didasar suatu hutan atau ditanah
lapang berumput
Serangga dalam ordo collembola termasuk serangga
ametabola dimana Telur menetas menjadi muda yang
lebih kecil dari orang dewasa, tapi serupa penampilannya
Ordo Collembola
Colembolla dibagi menjadi 2 sub ordo berdasarkan bentuk tubuh dan
sifat abdomenya yaitu:
sub ordo Arthropleona
tubuhnya panjang,abdomen terdiri dari 6 ruas yang jelas,sub ordo ini
dibagi menjadi 4 famili yaitu: Poduridae,Onychiuridae,Isotomidae,dan
Enthomobrydae.
sub ordo Symphypleona
tubuhnya oval atau bulat, keempat ruas abdomen berfusi menjadi
satu,sedang ruas kelima dan ke enam membentuk apikal papila yang
kecil. Sub ordo ini hanya terdiri dari satu famili yaitu Smynthuridae
yang ciri-cirinya seperti sub ordonya.
Ordo
Collembola
Sub ordo Arthropleona terdiri dari:
1. Famili Produridae
Prothoraxnya berkembang dengan baik,dapat dilihat dari atas dan mempunyai rambut
atau setae sebelah dorsal. Mempunyai mata.Ruas antena ketiga hanya mempunyai
alat perasa seperti papila,ruas ke 14 mempunyai terminal vesicle yang dapat
ditarik. Kulitnya tidak mempunyai pori yang tersebar teratur.
2. Famili Onychiuridae
Sifat prothoraxnya sama dengan Poduridae. Tidak mempunyai mata. Ruas antena ke 3
mempunyai 2 atau 3 alat perasa berbentuk kerucut dan alat perasa seperti papila.
Ruas antena ke 4 ada yang mempunyai terminal vesicle ada yang tidak. Kulitnya
berpori yang tersebar.
3. Familia : Entomobrydae
Entomobryidae merupakan Familia yang terbesar dari ordo Collembola. Berwarna
kecoklat-coklatan atau keputih-putihan dan beberapa jenis ada yang berwarna
belang. Memiliki antena panjang, memiliki abdomen 6 ruas dan ruas abdomen
keempat sangat besar. Protoraks menyusut, biasanya tidak terlihat dari atas dan
tidak memiliki rambut-rambut duri atau seta di bagian dorsal. Tubuh bersisik dan
jika ada seta bentuknya seperti gada. Furkula berkembang dengan baik. Contoh,
Tomocerus elongates dan Entomobrya sicia.
4.Familia: Isotomidae
Isotomidae berwarna putih, putih kuning, dan hijau sampai biru, coklat dan ungu tua
dengan garis-garis longitudinal atau pita-pita transversal. Tubuh memanjang,
abdomen memiliki 6 ruas yang jelas terlihat. Ruas abdomen ketiga dan keempat
kira-kira sama panjang dengan panjang garis tengah ruas abdomen ketiga. Tubuh
Ordo Collembola
Peranan: Hewan ini memiliki peranan penting
pada bahan-bahan yang membusuk
(bangkai), jarang yang bertindak sebagai
hama. Kelompok collembola ini kebanyakan
hidup di atas permukaan tanah sehingga
digunakan oleh para ahli untuk mendeteksi
polusi tanah. Collembola diketahui peka
terhadap herbisida. Potensi ini cukup layak
untuk diteliti, terutama untuk pengelolaan
lingkungan yang aman dari benda berbahaya.
Ordo ephemeroptera
Ciri morfologinya
Tubuhnya berukuran 1-2 cm
Diperkirakan ada 3000 jenis
Larva dan nymfanya mempunyai alat pernafasan yang
berupa insang di air
Imagonya memiliki mulut yang tereduksi d
Mata majemuk besar(khussunya jantan) dan tiga mata
tunggal (ocelli)
Imago dari serangga ini hanya sehari. Sehubungan
dengan itu serangga ini disebut serangga sehari
Serangga pada ordo ini mengalami metamorfosis
sempurna (hemimetabola) Yaitu telur menetas
menjadi nimfa (miniatur dewasa) dan dewasa (imago).
Ordo ephemeroptera
Ordo Ephemeroptera di bagi menjadi :
1. Subordo Schistonota
a. Superfamili Baetoidea : Siphlonuridae, Baetidae,
Oniscigastridae, Ameletopsidae, Ametropodidae
b. Superfamili Heptagenioidea : Coloburiscidae, Oligoneuriidae,
Isonychiidae, Heptageniidae
c. Superfamili Leptophlebioidea : Leptophlebiidae
d. Superfamili Ephemeroidea : Behningiidae, Potamanthidae,
Euthyplociidae, Polymitarcydae, Ephemeridae, Palingeniidae
2. Subordo Pannota
a. Superfamili Ephemerelloidea : Ephemerellidae,
Leptohyphidae, Tricorythidae
b. Superfamili Caenoidea : Neoephemeridae, Baetiscidae,
Caenidae, Prosopistomatidae
Ordo ephemeroptera
Peranan dan Kerugian
1. Peranan Ordo Ephemeroptera
a. Merupakan salah satu alat yang sangat efektif untuk
menduga secara ekologis kualitas suatu perairan.
b. Beberapa komunitas serangga mati rajin dikumpulkan,
dikeringkan, dan dijual sebagai makanan burung, umpan
ikan, atau pupuk.
c. Sering digunakan sebagai umpan oleh para pemancing.
2. Kerugian Ordo Ephemeroptera
a. Beterbangan secara kelompok dalam jumlah yang
banyak, sehingga sering tertabrak oleh kendaraan bermobil
dan mayatnya tertempel pada kaca mobil, sehingga
menggangu pandangan jalan.