Anda di halaman 1dari 16

REFARAT

Emboli Paru (Pulmonary Embolism)

Pembimbing:
dr. Edwin Anto Pakpahan, Sp.P

Disusun Oleh:
Aulia Ulfa
1608320187

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
2017
Emboli paru merupakan keadaan terjadinya
obstruksi sebagian atau total sirkulasi arteri
pulmonalis atau cabang-cabang akibat
tersumbatnya emboli trombusatau emboli
yang lain. Bila obsrtuksi tadi akibat
tersangkutnya emboli thrombus disebut trombo
emboli paru. Akibat lanjut dari emboli paru dapat
terjadi infark paru.
EPIDEMIOLOGI

10 % penderita tromboemboli paru


meninggal

Antara 60%-90% penyebab


emboli paru berasal dari
vena ekstremitas bawah
dan pelvis

AMERIKA :50.000 kasus emboli


paru setiap tahunnya
ETIOLOGI

autopsi paru pasien yang


Faktor-faktor predisposisi
meninggal karena penyakit ini
terjadinya emboli paru menurut
menunjukkan dengan jelas
Virchow 1856 atau sering
bahwa penyebab penyakit
disebut sebagai physiological
tersebut adalah trombus pada
risk factor, meliputi:2
pembuluh darah. Umumnya
1. Adanya aliran darah lambat
tromboemboli berasal dari
(stasis)
lepasnya trombus di pembuluh
2. Kerusakan dinding pembuluh
vena di tungkai bawah atau dari
darah vena
jantung kanan. Sumber emboli
3. Keadaan darah mudah
paru yang lain misalnya tumor yang
membeku (hiperkoagulasi)
telah menginvasi sirkulasi vena
(emboli tumor), amnion, udara,
lemak, sumsum tulang, fokus
septik (pada endokarditis)
PATOFISIOLOGI
DIAGNOSIS

GAMBARAN KLINIS
Dispnoe merupakan gejala yang paling sering muncul, dan
tachypnoe adalah tanda emboli paru yang paling khas. Pada
umumnya, dispnoe berat, sinkop atau sianosis merupakan tanda
utama emboli paru yang mengancam nyawa.
WELLS SCORE
Emboli Paru massif
Presentasi klinis: Sesak nafas, sinkop dan sianosis dengan
hipotensi arteri sistemik persisten; khas > 50 persen
obstruksi pada vaskulatur paru. Disfungsi ventrikel kanan
dapat dijumpai.

Emboli Paru sedang sampai besar (submassif)


Presentasi klinis: Tekanan darah sistemik masih normal, gambaran
khas > 30 persen defek pada perfusi scan paru dengan tanda-tanda
disfungsi ventrikel kanan

Emboli Paru Kecil sampai Sedang


Presentasi klinis: Tekanan darah arteri sistemik yang normal tanpa
disertai
tanda-tanda disfungsi ventrikel kanan
Infark Paru (Pulmonary Infarction)
Presentasi klinis: Nyeri pleuritik, hemoptisis, pleural rub, atau bukti
adanya konsolidasi paru; khasnya berupa emboli perifer yang kecil,
jarang disertai disfungsi ventrikel kanan

Emboli Paru Paradoksikal (Paradoxical Embolism)


Presentasi klinis: Kejadian emboli sistemik yang tiba-tiba seperti
stroke, jarang disertai disfungsi ventrikel kanan

Emboli Nontrombus (Nonthrombotic embolism)


Penyebab yang tersering berupa udara, lemak, fragmen tumor,
atau cairan amnion. Disfungsi ventrikel kanan jarang menyertai
keadaan ini.
FOTO
THORAX

D-dimer AGDA

EMBOLI
Scaning PARU
Ventilasi- MRA
Perfusi

Angiografi
ECO
Paru
PENATALAKSANAAN

Tatalaksana yang umum


anatara lain :
- Tirah baring di ruang intensif
- Pemberian oksigen 2 4 l/menit
- Pemasangan jalur intravena untuk pemberian cairan
- Pemantauan tekanan darah
Terapi yang bersifat khusus adalah :2
1. Trombolitik: diindikasikan pada emboli paru massif dan sub massif
Sediaan yang diberikan :
- Streptokinase 1,5 juta dalam 1 jam
- rt-PA (alteplase) 100 mg intravena dalam 2 jam
- Urokinase 4400 / kg/ jam dalam 12 jam
Dilanjutkan dengan unfractionated heparin / low molecular weight heparin
selama 5 hari
2. Ventilator mekanik diperlukan pada emboli paru massif
3. Heparinisasi sebagai pilihan pada emboli paru non massif / non sub
massif
4. Anti inflamasi nonsteroid bila tidak ada komplikasi perdarahan
5. Embolektomi dilakukan bila ada kontraindikasi heparinisasi /
trombolitik pada emboli paru massif dan sub massif
6. Pemasangan filter vena cava dilakukan bila ada perdarahan yang
memerlukan transfusi, emboli paru berulang meskipun telah menggunakan
antikoagulan jangka panjang
KOMPLIKASI DAN PROGNOSIS

PENCEGAHAN
1. Suntikan heparin dosis kecil
2. Obat anti platelet
3. Penggunaan stocking elastik
4. Imobilisasi dini pada pasien pasca operasi
5. Posisi kaki yang lebih tinggi pada pasien
tirah baring
PROGNOSIS
Prognosis emboli paru jika terapi yang tepat dapat segera diberikan adalah baik.
Emboli paru juga dapat menimbulkan kematian mendadak. Prognosis emboli
paru tergantung pada peyakit yang mendasarinya, juga tergantung ketepatan
diagnosis dan pengobatan yang diberikan.

Umumnya emboli paru kurang baik. Pada emboli paru masif prognosisnya lebih buruk
lagi, karena 70% dapat mengalami kematian dalam waktu 2 jam sesudah
sesudah serangan akut. Prognosisnya juga buruk pada pasien emoli paru kronik dan
yang sering mengalami ulangan serangan. Resolusi emboli paru dapat
terjadi dengan terapi trombolitik yang progresif. Umumnya resolusi dapat dicapai
dalam waktu 30 jam. Resolusi komplet dapat terjadi dalam wakti 7-19 hari,
variasinya tergantung pada kapan mulai terapi, adekuat tidaknya terapi dan besar
kecilnya emboli paru yang terjadi.2,9
THANK YOU

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts