Anda di halaman 1dari 34

CASE REPORT

DERMATITIS
Disusun Oleh :
Debora P.P Saragih
1261050257

Dokter Pembimbing : dr. Heryanto


Syamsuddin, Sp.KK
Kepanitraan Klinik Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin
Periode 03 April 2017 06 Mei 2017
Rumah Sakit Pelabuhan
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. RA
Usia : 54 Tahun
Jenis Kelamin : Wanita
Status Pernikahan : Sudah Menikah
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan Terakhir : SMP
Agama: Islam
Suku : Jawa
Alamat: Jl. Kramat Jaya Raya No. 92
Keluhan Utama
Gatal-gatal pada sela-sela Jari sejak 3
minggu yang lalu

Keluhan Tambahan
Kulit kedua telapak tangan kering dan
panas
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan dirasakan
gatal pada sela- sela jari tangan kiri, gatal-
gatal dirasakan sepanjang hari. Awalnya
sela-sela jari hanya terasa gatal, kemudian
lama-lama menjadi panas, kemerahan lalu
kulitnya mengelupas sehingga menjadi
kasar dan tampak bersisik. Keluhan
dirasakan juga pada tangan kanan.
Pasien mengatakan baru pertama
kali mengeluhkan keluhan seperti
ini, dan riwayat alergi disangkal.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien mengatakan bahwa pasien belum pernah
mengalami keluhan ini sebelumnya

Riwayat Penyakit Keluarga


Di lingkungan keluarga pasien tidak ada yang
pernah mengalami keluhan ini sebelumnya.
Riwayat kebiasaan pasien
pasien mengatakan kalau sedang gatal, pasien
merendam tangannya dengan air panas dan air garam

Riwayat Pemakaian Obat


Pasien mengatakan rutin meminum obat yang
dokter berikan.
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
Tanda Vital :
Tekanan Darah : T.A.K
Frekuensi Nadi : T.A.K
Frek Pernapasan : T.A.K
Suhu : T.A.K
Pemeriksaan Fisik
STATUS GENERALIS
Kepala : T.A.K
Leher : T.A.K
Abdomen : T.A.K
Thorax : T.A.K
Ekstremitas : T.A.K
Kulit : Lihat status dermatologis
Status Dermatologis
Lokasi : Sela-sela jari kedua tangan
Jenis : Eritema dengan Skuama
Penyebaran : Bilateral
Susunan : Polisiklik
Ukuran :-
Tepi : Tidak aktif, batas tidak tegas
Permukaan : tidak rata, kasar
Deskripsi
Eritem berskuama, dengan tepi tidak
tegas, serta tidak aktif, permukaan
tidak rata, kasar, konsistensi lesi padat,
penyebaran bilateral, susunan polisiklik,
ada nyeri pada penekanan.
Resume
Perempuan, 54 tahun, ibu rumah tangga,
datang dengan keluhan kulit kedua telapak
tangan terasa gatal sejak 3 minggu SMRS.
Os juga merasa kulit terasa kering dan
terkelupas. Riw alergi (-), Riw keluhan yang
sama (-), didalam keluarga tidak ada yang
mengalami hal yang sama.
Status dermatologis : lokasi palmaris manus,
eritme dengan skuama susunan polisiklik,
batas tidak tegas dan tepi tidak aktif,
konsistensi lesi padat, penyebaran bilateral,
susunan polisiklik, ada nyeri pada
Diagnosis

Diagnosa Kerja
Dermatitis Kontak Iritan Kronik
Kumulatif
Diagnosa Banding
Dermatitis Kontak Alergi
Rencana Pemeriksaan
Penunjang
Patch test
Penatalaksanaan
NON MEDIKAMENTOSA
Hindari pajanan bahan iritan yang menjadi
penyebab
Menggunakan pelindung tangan saat mencuci
Edukasi bahwa penyakit ini tidak menular

MEDIKAMENTOSA
Kortikosteroid topikal : Hidrokortison
Prognosis
Quo ad vitam : bonam
Quo ad functionam : bonam
Quo ad sanationam : bonam
DERMATITIS
KONTAK IRITAN
Dermatitis Kontak Iritan
DKI dapat dialami oleh semua orang
dari berbagai golongan umur, ras, dan
jenis kelamin. Jumlah orang yang
mengalami DKI diperkirakan cukup
banyak, terutama yang berhubungan
dengan pekerjaan
Etiologi
Pajanan bahan iritan :
Bahan pelarut
Deterjen
Minyak pelumas
Asam
Alkali, dan
Serbuk kayu
Klasifikasi
Akut

Akut Lambat

Kronik
Kumulatif

DKI
Reaksi Iritan

Traumatik

Non-
eritematosa

Subyektif
DKI Kronik Kumulatif
Jenis dermatitis yang paling sering terjadi
Penyebab : kontak berulang dengan iritan
lemah (deterjen, sabun, pelarut, tanah,
air)
Kelainan baru terlihat nyata setelah
kontak berlangsung beberapa minggu
atau bulan, bahkan bisa bertahun-tahun
kemudian
Sering berhubungan dengan pekerjaan,
oleh karena itu lebih banyak
ditemukan di tangan dibandingkan
dengan bagian tubuh lain
Pekerjaan risiko tinggi : pencuci, kuli
bangunan, montir, juru masak, tukang
kebun, penata rambut
Gejala Klasik
Kulit kering disertai eritema, skuama,
yang lambat laun menjadi tebal
(hiperkeratinosis) dengan likenifikasi
yang difus
Bila kontak terus berlangsung,
akhirnya kulit dapat retak seperti luka
iris (fisura)
Histopatologik
Gambaran histopatologik
dermatitis kontak iritan tidak khas
DKI akut : dermis bagian atas
terdapat vasodilatasi disertai
serbukan sel MN disekitar
pembuluh darah
Diagnosis
Anamnesis
Gambaran klinis
DKI kronis : terjadi lebih lambat serta
mempunyai variasi gambaran klinis
yang luas, sehingga adakalanya sulit
dibedakan dengan DKA
Uji tempel dengan bahan yang dicurigai
Penatalaksanaan
Hindari pajanan bahan iritan yang
menjadi penyebab
Pemakaian alat pelindung diri yang
adekuat
Kortikosteroid topikal (hidrokortison)
untuk mengatasi peradangan
Prognosis
Bila bahan iritan yang menjadi
penyebab dermatitis tersebut tidak
dapat disingkirkan dengan
sempurna, maka prognosisnya
kurang baik.