Anda di halaman 1dari 19

PMTCT (PREVENTION

MOTHER TO CHILDREN
TRANSMISION)
PPIA (PENCEGAHAN
PENULARAN HIV DARI IBU
KE BAYI)
PMTCT

Menurut Depkes RI (2008), Prevention


Mother to Child Transmission (PMTCT)
atau Pencegahan Penularan HIV dari
Ibu ke Anak (PPIA), merupakan
program pemerintah untuk mencegah
penularan virus HIV/AIDS dari ibu ke
bayi yang dikandungnya. Program
tersebut mencegah terjadinya
penularan pada perempuan usia
produktif, kehamilan dengan HIV
positif, penularan dari ibu hamil ke
bayi yang dikandungnya
CARA PENULARAN HIV/AIDS
Ada 3 faktor penularan hiv ibu ke anak:
1. Faktor ibu
Kadar viral load ibu yang tinggi dilihat dari jumlah
sel cd4
2. Faktor bayi
Bayu dengan BBLR rentan infeksi
3. Faktor tindakan obstetrik
Saat persalinan tekanan plasenta meningkat sehingga
menimbulkan koneksi antara ibu dan bayi meningkat
CONT

Penularan HIV dari ibu ke bayi (MTCT-mother-


to-child transmission) selama proses kehamilan,
persalinan dan kelahiran atau menyusui disebut
sebagai penularan/transmisi perinatal. Penularan
secara vertical terjadi dari ibu yang terinfeksi
HIV ke bayinya. Penularan perinatal ini adalah
cara penularan HIV yang paling sering pada bayi
dan anak
KOMPONEN KEGIATAN PPIA
KOMPREHENSIF
Kegiatan komprehensif yang meliputi 4
komponen/ Prong meliputi:
1. Prong (1)Mencegah terjadinya penularan
HIV pada perempuan usia reproduksi
2. Prong (2) Mencegah kehamilan yang tidak
direncanakan pada ibu dengan HIV
3. Prong (3) Mencegah terjadinya penularan
HIV dari ibu hamil HIV ke bayi yang
dikandungnya
4. Prong (4) Memberikan dukungan psikologis,
sosial dan perawatan kepada ibu HIV
beserta bayi dan keluarganya.

PRONG 1. MENCEGAH TERJADINYA


PENULARAN HIV PADA PEREMPUAN
USIA REPRODUKSI
ABCDE, yaitu:
konsep
A (Abstinence), artinya Absen seks ataupun tidak melakukan hubungan seks bagi
yang belum menikah
B (Be Faithful), artinya Bersikap saling setia kepada satu pasangan seks (tidak
berganti-ganti pasangan);
C (Condom), artinya Cegah penularan HIV melalui hubungan seksual dengan
menggunakan Kondom.
D (Drug No), artinya Dilarang menggunakan narkoba.
E (Equipment), artinya pakai alat-alat yang bersih, steril, sekali pakai, tidak
bergantian, diantaranya alau cukur dan sebagainya (E dapat juga pemberian
Edukasi, pemberian informasi yang benar)

Kegiatan KIE secara individu maupun kelompok kepada masyarakat tentang HIV-
AIDS dan Kesehatan reproduksi
PRONG 2. MENCEGAH KEHAMILAN
YANG TIDAK DIRENCANAKAN PADA
IBU DENGAN HIV
Pencegahan dan penundaan kehamilan
akses layanan yang menyediakan informasi dan sarana kontrasepsi yang aman
dan efektif
Konseling yang berkualitas,penggunaan alat kontrasepsi yang aman dan efektif

Perencanaan kehamilan
Pada prinsipnya setiap perempuan harus merencanakan kehamilannya. Pada
perempuan dengan HIV perencanaan kehamilan harus lebih matang sesuai
dengan risiko bahwa perempuan dengan HIV dapat menularkan HIV pada
bayinya,
PRONG 3. MENCEGAH TERJADINYA
PENULARAN HIV DARI IBU HAMIL
HIV POSITIF KE BAYI YANG
DIKANDUNGNYA
kegiatan sebagai berikut:
1. Layanan ANC terpadu termasuk penawaran dan tes HIV;
2. Diagnosis HIV;
3. Pemberian terapi antiretroviral pada ibu hamil;
4. Persalinan yang aman;
5. Tatalaksana pemberian makanan bagi bayi dan anak;
6. Pemberian profilaksis ARV dan kotrimoksazol pada anak;
PRONG 4. MEMBERIKAN DUKUNGAN
PSIKOLOGIS, SOSIAL DAN
PERAWATAN KEPADA IBU HIV
POSITIF BESERTA BAYI DAN
KELUARGANYA
Bagi ibu
Pemeriksaan kondisi kesehatan
Pengobatan ARV dan pemantauan terapi ARV
Pemantauan kondisi kesehatan, termasuk pemantauan CD4 dan
viral load
Pencegahan dan pengobatan infeksi oportunistik
Konseling dan dukungan kontrasepsi dan pengaturan kehamilan
Konseling dan dukungan asupan gizi
Layanan klinik dan rumah sakit yang bersahabat
Kunjungan ke rumah (home visit)

Bagi bayi:
Pemberian kotrimoksazol dan ARV pencegahan
Informasi dan edukasi pemberian makanan bayi.
Diagnosis HIV pada bayi
STRATEGI-STRATEGI DARI PENCEGAHAN
PENULARAN DARI IBU KE BAYI (PMCTC) :
1. Pencegahan infeksi HIV
a. Promosi hubungan seksual yang bertanggung jawab dan
aman
b. Menyediakan akses kepada kondom
c. Menyedialkan pelayanan untuk diagnosis dini dan
pengobatan infeksi menular seksual
d. Membuat tes HIV dan konseling tersedia luas
e. Menyediakan konseling untuk perempuan HIV negatif
..
2. Pencegahan kehamilan tak diinginkan pada perempuan dengan
infeksi HIV :
a) Menyediakan pelayanan keluarga berencana yang efektif
b) Promosi kepada kontrasepsi yang aman dan efektif
c) Promosi hubungan seks yang aman.
3. Pencegahan penularan ibu ke bayi
d) Menyediakan tes dan konseling HIV
e) Menyediakan pengobatan dan pencegahan dengan obat
antiretroviral
f) Promosi praktek kelahiran yang aman
g) Edukasi dan dukungan pada praktek pemberian nutrisi untuk bayi
yang aman.
..
4.Menyediakan pelayanan pengobatan, dukungan dan
perawatan kepada perempuan dengan infeksi HIV, bayi
dan keluarga mereka
a) Menyediakan pelayanan pengobatan, perawatan dan
dukungan kepada perempuan.
b) Menyediakan diagnosis awal, prawatan dan dukungan
kepada bayi dan anak yang terinfeksi HIV.
c) Promosi kepada layanan berbasis komunitas untuk
memberikan pelayanan keluarga yang menyeluruh.
UNTUK ITU BEBERAPA KEBIJAKAN TEKNIS PMTCT TELAH
DIAMBIL OLEH PEMERINTAH, YAITU :
1.Kebijakan umum pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi
dilaksanakan sejalan dengan kebijakan umum pada Kesehatan Ibu
dan Anak dan kebijakan penanggulangan HIV dan AIDS DI
Indonesia.
2. Layanan pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi diintegrasikan
dengan paket pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dan layanan
Keluarga Berencana di tiap jenjang pelayanan kesehatan
3. Semua perempuan yang datAng ke pelayanan kesehatan ibu dan
anak dan layanan keluarga berencana di tiap jenjang pelayanan
kesehatan mendapat informasi pencegahan penularan HIV selama
masa kehamilan dan menyusui.
KEBIJAKAN PMTCT
a. Untuk semua perempuan
1. Antenatal Care
2. Penyuluhan tentang HIV
3. Testing HIV
4. Testing pada pasangan
5. Keluarga Berencana
b. Perempuan dengan HIV Positif
1. Pelayanan kesehatan ibu dan anak yang komprehensif
2. Layanan konseling dan tes HIV secara sukarela
3. Program ARV untuk PMTCT
4. Konseling makanan bayi
5. Dukungan psikososial
6. Perawatan HIV
7. Diagnosa HIV untuk bayi
KONSELING HUB PENCEGAHAN IBU
HAMIL KE BAYI
1. Konseling sebelum dan sesudah tes HIV
Persiapan mental ibu dan pasangan, konselor menggali faktor risiko
dan alasan menjalani tes, memberi pengertian tes positif /negatif,
memberi arti masa jendela dan rasa tenang pada pasien.konseling post
test memberitahukan hasil test pada klien
2. Konseling ARV
3. Konseling kehamilan
4. Konseling psikologis dan sosial
JEJARING

Jalinan kerjasama kegiatan PMTCT antara


sarana kesehatan dan organisasi masyarakat
merupakan faktor penting dalan kegiatan
PMTCT komperhensif
KEGIATAN PMTCT dilakukan dirumah sakit,
puskesmas , bidan praktek swasta serta praktisi
swasta lainnya
TERIMA
KASIH