Anda di halaman 1dari 14

ASKEP PADA KLIEN

DENGAN CA CERVIX
Kheli Fitria. A
PENGERTIAN
Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor
ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat
dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak
terkontrol dan merusak jaringan normal di
sekitarnya.
ETIOLOGI
Penyebab utama : Human
Papilloma Virus (HPV) tipe 16
dan 18.
Lebih dari 90 % kanker serviks
disebabkan oleh infeksi HPV.
FAKTOR RESIKO
Usia
Jumlah perkawinan : Hubungan seksual pertama
kali pada usia dini (umur < 16 tahun).
Infeksi Herpes Simpleks Virus (HSV) tipe 2
Wanita yang melahirkan anak lebih dari 3 kali
Hygiene dan sirkumsisi

Status sosial ekonomi

Pola seksual : Sering berganti-ganti pasangan


(multipatner sex).
Terpajan virus terutama virus HIV

Merokok : karena hal tersebut dapat menurunkan


daya tahan tubuh.
KLASIFIKASI CA SERVIKS
MENURUT FIGO 1978
Tingkat Kriteria

0 Karsinoma In Situ ( KIS), membran basalis utuh

I Proses terbatas pada servks walaupun ada perluasan ke korpus uteri

Ia Karsinoma mikro invasif, bila membran basalis sudah rusak dan sel tumor sudah stroma tidak > 3
mm, dan sel tumor tidak tedapat didalam pembuluh limfe atau pembuluh darah.

Ib Secara klinis tumor belum tampak sebagai karsinoma, tetapi pada pemeriksaan histologi ternyata sel
tumor telah mengadakan invasi stroma melebihi Ia

II Proses keganasan telah keluar dari serviks dan menjalar 2/3 bagian atas vagina dan parametrium,
tetapi tidak sampai dinding panggul

II a Penyebaran hanya ke vagina, parametrium masih bebas dari infitrat tumor

II b Penyebaran ke parametrum, uni atau bilateral, tetapi belum sampai dinding panggul

III a Penyebaran sampai bagian distal vagina, sedang parametrium tidak dipersoalkan asal tidak sampai
dinding panggul.

III b Penyebaran sudah samapi dinding panggul, tidak ditemukan daerah infiltrat anatar tumor dan
dinding panggul

IV Proses Keganasan telah keluar dari pangggul kecil dan melibatkan mukosa rektum dan atau vesika
urinaria atau telah bermetastasis keluar panggul ke tempat yang jauh

IV a : Proses sudah sampai mukosa rektum dan atau vesika urinaria atau sudah keluar dari pangul kecil,
metastasi jauh belum terjadi
GEJALA
Keluar cairan vagina yang tidak biasa
Perdarahan vagina antar periode

Perdarahan setelah menopause

Perdarahan atau nyeri saat berhubungan


Diagnosis kanker serviks
Pemeriksaan pap smear
Pemeriksaan DNA HPV

Biopsi

Kolposkopi (pemeriksaan serviks dengan lensa


pembesar)
Tes Schiller

Radiolog
FAKTOR- FAKTOR PENYEBAB KANKER
MELIPUTI (DALIMARTHA, 2004)
Menghindari berbagai faktor risiko, yaitu hubungan seks pada
usia muda, pernikahan pada usia muda, dan berganti-ganti
pasangan seks. Wanita yang berhubungan seksual dibawah usia
20 tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena
infeksi.
Wanita usia di atas 25 tahun, telah menikah, dan sudah

mempunyai anak perlu melakukan pemeriksaan pap smear


setahun sekali atau menurut petunjuk dokter.
Pilih kontrasepsi dengan metode barrier, seperti diafragma dan

kondom, karena dapat memberi perlindungan terhadap kanker


leher rahim.
Memperbanyak makan sayur dan buah segar. Faktor nutrisi

juga dapat mengatasi masalah kanker mulut rahim.


Pada pertengahan tahun 2006 telah beredar vaksin pencegah

infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker


serviks.
PENGOBATAN KANKER SERVIKS
pengobatan kanker leher rahim tergantung pada
lokasi dan ukuran tumor, stadium penyakit, usia,
keadaan umum penderita, dan rencana penderita
untuk hamil lagi.
Meliputi : Pembedahan, Terapi penyinaran
(radioterapi) , Kemoterapi
PROGNOSIS
Prognosis kanker serviks adalah buruk.
Prognosis yang buruk tersebut dihubungkan
dengan 85-90 % kanker serviks terdiagnosis pada
stadium invasif, stadium lanjut, bahkan stadium
terminal (Suwiyoga, 2000; Nugroho, 2000).
Prognosis kanker serviks tergantung dari
stadium penyakit. Umumnya, 5-years survival
rate untuk stadium I lebih dari 90%, untuk
stadium II 60-80%, stadium III kira - kira 50%,
dan untuk stadium IV kurang dari 30%
(Geene,1998; Kenneth, 2000).
ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian
DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG
MUNGKIN MUNCUL
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d
factor biologi (berat badan 20 % atau lebih di bawah ideal)
Risiko infeksi b/d tindakan invasive (pemasangan Infus)

Nyeri akut b/d agen cidera fisik (luka operasi)

Kerusakan integritas kulit b/d immobilitas fisik

Resiko infeksi berhubungan dengan tindakan infasif (dower

cateter), pertahanan tubuh primer menurun.


Defisit perawatan diri (mandi, ganti pakaian dan toileting)

berhubungan dengan kelemahan fisik, hambatan lingkungan


(terpasang dower cateter).
Gangguan mobilitas fisik b.d Kelemahan

Kurang pengetahuan b/d keterbatasan kognitif, interpretasi

terhadap informasi yang salah, kurangnya keinginan untuk


mencari informasi, tidak mengetahui sumber-sumber informasi.
Distres spiritual b.d tirah baring di RS
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN CA SERVIKS
PEMERIKSAAN PAPS SMEAR