Anda di halaman 1dari 53

BERSALIN

FISIOLOGIS
Defini
si
Persalinan :
Proses pengeluaran produksi
konsepsi yang viable melalui jalan
lahir biasa. Sinopsis Obstetri,Prof.Dr. Rustam Mochtar
MPH.

Suatu proses pengeluaran hasil


konsepsi yang dapat hidup dari
dalam uterus melalui vagina ke dunia
luar. Ilmu kebidanan, Sarwono Prawirohardjo 2006.
Persalinan normal adalah proses
pengeluaran janin yang terjadi pada
kehamilan cukup bulan (37-42 minggu) lahir
spontan dengan presentasi belakang kepala
yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa
komplikasi baik pada ibu maupun pada janin
(Prawirohardjo, 2006)

Persalinan normal disebut juga partus


spontan adalah proses kelahiran bayi pada
letak belakang kepala dengan tenaga ibu
sendiri, tanpa bntuan alat-alat serta tidak
melukai ibu dan bayi, yang umumnya
berlangsung kurang dari 24 jam (Rustam
Mochtar, 1998)
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERSALINAN
gg
sen
s
Pa er
Posisi
Peregangan SBR, pembukaan cervix, kemampuan
peregangan vagina dan introitus

Uterus segmen atas (peran aktif) dan segmen bawah (peran

pasif).
Sifat his yang sempurna :
a). Kontraksi yang simetris
b). Kontraksi paling kuat atau adanya dominasi difundus uteri
c). Sesudah itu terjadi relaksasi
His adalah gelombang kontraksi ritmis otot
polos dinding uterus yang dimulai dari daerah
fundus uteri dimana tuba falopii memasuki dinding
uterus, awal gelombang tersebut didapat dari
'pacemaker' yang terdapat di dinding uterus
daerah tersebut.
Terjadinya
HIS, akibat :
Akibat dari HIS :
Posisi Ibu
Perubahan sistem
Reproduksi
Selama kehamilan estrogen dan
progesteron meningkat dan menekan
hipofise anterior sehingga sekresi FSH
dan LH tertekan dan tidak terjadi
pematangan Folikel dan ovulasi
Siklus menstruasi terhenti
Setelah implantasi, ovum yang telah
mengalami fertilisasi dan villi korialis
membentuk HCG
TANDA TANDA PERMULAAN
PERSALINAN
TANDA TANDA INPARTU
ES
O S AN
PR LIN
SA
ER
P
PERSALINAN KALA 1 :
Dimulai pada waktu serviks membuka
karena his : kontraksi uterus yang
teratur, makin lama, makin kuat,
makin sering, makin terasa nyeri,
disertai pengeluaran darah-lendir
yang tidak lebih banyak daripada
darah haid.

Berakhir pada waktu pembukaan


serviks telah lengkap Selaput
ketuban biasanya pecah spontan pada
saat akhir kala 1.
Lanjutan.,,
Fase aktif terbagi atas :
Peristiwa yang terjadi pada
persalinan kala 1
Pematangan dan pembukaan serviks
(cervical effacement) pada
primigravida berbeda dengan pada
multipara:
PERSALINAN KALA 2:

Lama kala 2 pada primigravida +/- 1.5 jam,


multipara +/- 0.5 jam.
Peristiwa penting pada persalinan
kala 2
1. ENGAGEMENT
(Masuknya kepala janin
pada PAP)
PERSALINAN KALA 3:
Lepasnya plasenta dari
insersinya :
PENATALAKSANAAN AKTIF KALA III

1. Segera setelah anak lahir, dilakukan pemeriksaan palpasi untuk


menyingkirkan kemungkinan kehamilan kembar
2. Bila merupakan kehamilan tunggal, berikan oksitosin
3. Bila uterus berkontraksi, lakukan

TARIKAN TALIPUSAT TERKENDALI :


a. Pertahankan regangan talipusat dengan menahan talipusat pada klem.
b. Tempatkan telapak tangan lain diatas simfisis pubis dan dorong uterus
kearah atas.
c. Tarikan talipusat terkendali ini disebut juga metode Brandt Andrew.
d. Separasi plasenta terjadi saat uterus kontraksi dan saat dilakukan tarikan
talipusat terkendali, plasenta dilepaskan dari segmen bawah uterus.
e. Bila separasi sudah terjadi, tarikan talipusat dilanjutkan sehingga plasenta
lahir.
f. Bila separasi tidak terjadi saat traksi terkendali pertama kali dilakukan,
tunggu sampai terjadi kontraksi uterus berikutnya dan lakukan tarikan
talipusat ulangan.
PENATALAKSANAAN KALA III
METODE PASIF
Setelah anak lahir, ditunggu adanya tanda-tanda
separasi plasenta.
Bila tanda separasi plasenta sudah terlihat, pasien
diminta untuk meneran dan plasenta lahir dengan
upaya ibu sendiri.
PERSALINAN KALA
4:
Sampai dengan 1
jam postpartum,
dilakukan
observasi.

FISIOLOGI KALA IV
Setelah plasenta lahir tinggi fundus uteri kurang lebih 2 jari dibawah
pusat. Otot-otot uterus berkontraksi, pembuluh darah yang ada diantara
anyaman-anyaman otot uterus akan terjepit. Proses ini akan
menghentikan perdarahan setelah plasenta dilahirkan.
Yang harus
diperhatikan pada
kala 4:
1. Kontraksi uterus harus baik,
2. Tidak ada perdarahan pervaginarn atau
dari alat genital lain,
3. Plasenta dan selaput ketuban harus
sudah lahir lengkap,
4. Kandung kencing harus kosong,
5. Luka-luka di perineum harus dirawat dan
tidak ada hematoma,
6. Resume keadaan umum bayi, dan
7. Resume keadaan umum ibu.
Terimakasih.