Anda di halaman 1dari 27

MEMBINA KELUARAGA SEJAHTERA

Kenalilah dirimu sendiri, niscaya engkau akan


mengenal Tuhanmu ( socrates )


Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka (at-Tahrim : 6 )
CARA-CARA ABNORMAL PEMUASAN SEKS
Sadisme : menyakiti parternya secara fisik maupun psikologis
Masochisme : mendapatkan kepuasan dengan siksaan fisik dan psikologis
Exhibitionisme : kepuasan seks dengan memperlihatkan alat kelaminnya pada orang yg tdk
mau melihatnya.
Scoptophilia : mendapat kepuasan seks dengan melihat hubungan seksual dan alat kelamin
orang lain.
Voyeurisme : kepuasan sek dengan melihat orang lain telanjang
Troilisme : membagi parter seksual dengan orang lain, sementara orang lain tsb
menontonnya.
Transvestisme : mendapat kepuasan seks dengan memakai pakaian dari jenis kelamin yg
berbeda.
Transexualist : meras dirinya berjenis kelamin yg berlawanandengan fisiknya dan sering
minta dioprasi alat kelamin untuk berubah dengan jenis kelamin yg berlawanan.
KELUARGA SEJAHTERA ( SAKINAH )
Keluarga : unit terkecil dari susunan kelompok
masyarakat berupa pasangan suami istri, mempunyai
anak atau tidak mempunyai anak
Sakinah : rasa tentram, aman dan damai. Seseorang
akan merasakan hidup sakinah apabila terpenuhi
unsur-unsur hajat hidup spritual dan material secara
layak dan seimbang
Keluarga sakinah : keluarga yang dibina atas
perkawinan yang sah, mampu memenuhi hajat spritual
dan material secara layak dan seimbang , diiputi
suasana kasih sayang dan memperdalam nilai
keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia
PERKAWINAN

Ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan
tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasrkan ketuhanan
yme
Perkawinan sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya
dan kepercayaannya itu
Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan
DASAR PERKAWINAN





Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan
orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu
yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika
mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-
Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha
Mengetahui. ( An- Nur : 32 )
LANJUTAN
AL- HADIST


Perkawinan adalah peraturanku, barang siapa yang benci
kepada peraturanku,bukanlah ia termasuk ummatku. ( Hr.
Bukhori dan muslim )
TUJUAN PERKAWINAN
Menjadi sakinah


Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan
untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung
dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu
rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. ( Ar-
Rum : 21 )
LANJUTAN
Menjaga pandangan dan kehormatan diri

Hai sekalian pemuda.. Barangsiapa diantara kamu yang telah sanggup kawin maka
hendaklah kawin, maka sesungguhnya kawin itu menghalangi pandangan (terhadap yang
dilarang agama) dan memelihra farj. Dan barangsiapa yang tidak sanggup hendaklah
berpuasa karena puasa itu adalah perisai baginya. (Hr. Bukhori dan muslim)
LANJUTAN
Untuk mendapat keturunan yang sah, sehat
jasmani rohani dan sosial, mempererat dan
memperluas hubungan kekeluargaan serta
membangun hari depan individu, keluarga dan
masyarakat yang lebih baik.
SYARAT PERKAWINAN

Perkawinan harus berdasarkan persetujuan kedua calon


mempelai
Sudah berumur 21 tahun
Jika salah seorang kedua orang tua meninggal,izin pada
orang tua yang masih ada
Jika tidak ada keduanya maka izin pada wali
RUKUN PERKAWINAN

Calon mempelai pria dan wanita


Adanya wali dari calon mempelai wanita
Dua orang saksi pria
Ijab
Qabul
SYARAT CALON MEMPELAI PRIA
Islam
Pria
Tidak dipaksa
Tidak beristri 4
Bukan mahram calon istri
Tidak mempunyai istri yang haram dimadu
Mengetahui calon istrinya itu haram dinikahinya
Tidak sedang haji dan umrah
Cakap melakukan tindakan hukum
Tidak terdapat halangan perkawinan
SYARAT CALON MEMPELAI WANITA
Islam
Wanita
Telah memberi izin kepada wali untuk menikahkannya
Tidak bersuami dan tidak dalam idah
Bukan mahramnya calon suami
Belum pernah di lian
Jelas orangnya
Tidak dalam haji dan ikhram
SYARAT SAKSI
Dua orang pria
Beragama islam
Sudah dewasa
Hadir dalam upacara akad nikah
Dapat mengerti maksud akad nikah
SYARAT AKAD NIKAH
Adanya ijab
Adanya qabul
Ijab harus menggunakan kata-kata
Ijab harus jelas
Ijab dan kabul harus satu majlis
Orang yang ijab kabul tidak sedang haji dan ihram
LARANGAN PERKAWINAN
HUBUNGAN MAHRAM
KERABAT DEKAT
HUBUNGAN SEPERSUSUAN
HUBUNGAN PERSEMENDAAN
HAK ISTRI
MENDAPAT MAHAR DAN NAFKAH
PERLAKUAN YANG BAIK
SUAMI MENJAGADAN MEMELIHARA ISTRINYA
HAK SUAMI
KETAATAN ISTRI PADA SUAMI DALAM
MELAKSANAKAN URUSAN RUMAH TANGGA
TERMASUK DIDALAMNYA URUSAN ANAK
HAK BERSAMA SUAMI ISTRI
HALALNYA PERGAULAN
SUCINYA HUBUNGAN PERBESANAN
SALING MEWARISI
PERLAKUAN DAN PERGAULAN YANG BAIK
KEWAJIBAN ISTRI
HORMAT DAN PATUH PADA SUAMI
MENGATUR URUSAN RUMAH TANGGA
MEMELIHARA DAN MENDIDIK ANAK
MEMELIHARA DAN MENJAGA KEHORMATAN KELUARGA
MENERIMA PEMBERIAN SUAMI
KEWAJIBAN SUAMI
MEMIMPIN KELUARGA
MEMBERI NAFKAH
MEMBANTU TUGAS ISTRI
MEMBERI KEBEBASAN BERFIKIR
DAPAT MENGATASI KEADAAN
KEWAJIBAN SUAMI ISTRI
SALING MENGHORMATI ORTU
MEMUPUK RASA CINTA KASIH
HORMAT MENGHORMATI
MATANG DALAM B ERBUAT
TIDAK MEMBUKA RAHASIA PRIBADI
SABAR DAN RELA ATAS SEGALA KEKURANGAN
UPAYA MEMBENTUK KELUARGA
SAKINAH
HARMONISASI HUBUNGAN ANTARA SUAMI ISTRI
MEMBINA HUBUNGAN ANTARA ANGGOTA KELUARGA DAN LINGKUNGAN
MELAKSANAKAN PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA
MEMBINA KEHIDUPAN BERAGAMA DALAM KELUARGA
MEMBINA KEHIDUPAN BERAGAMA DALAM KELUARGA

MELAKSANAKAN SHALAT LIMA WAKTU


MEMBIASAKAN ZIKIR
MEMBUDAYAKAN UCAPAN KALIMAT TOYYIBAH
MEWUJUDKAN HARMONISASI
HUBUNGAN SUAMI ISTRI
ADANYA SALING PENGERTIAN
SALING MENERIMA KENYATAAN
SALING MELAKUKAN PENYESUAIAN DIRI
MEMUPUK RASA CINTA
MELAKSANAKAN ASAS MUSYAWARAH
SUKA MEMAAFKAN
BERPERAN SERTA UNTUK KEMAJUAN BERSAMA
MEMBINA HUBUNGAN ANTARA ANGGOTA
KELUARGA DAN LINGKUNGAN
HUBUNGAN ANTARA ANGGOTA KELUARGA
HUBUNGAN ANTARA TETANGGA DAN MASYARAKAT
MELAKSANAKAN PEMBINAAN
KESEJAHTERAAN KELUARGA
KELUARGA BERENCANA
USAHA PERBAIKAN GIZI KELUARGA (UPGK)
IMUNISASI DAN MANFAATNYA
MEMBINA KEHIDUPAN BERAGAMA DALAM KELUARGA