Anda di halaman 1dari 16

NORMA-NORMA DALAM

KEHIDUPAN BERMASYARAKAT

Irma andrianys, S.Kep., Ns. M.Kep


LATAR BELAKANG PERLUNYA NORMA

Manusiadilahirkandanhiduptidakterpisahkansatusama
lain,melainkanberkelompok
Hidup berkelompokmerupakankodratmanusia
dalammemenuhi kebutuhan dan mempertahankan
hidupnya, baikterhadapbahayadari dalam maupun yang
datangdariluar.
Dalamhidupberkelompokituterjadilahinteraksi
antar manusia, sehingga bertemulah dua atau lebih
kepentingan. Pertemuan kepentingantersebutdisebut
kontak.
Norma Dalam Kehidupan
Masyarakat
Pengertian
Norma adalah pedoman perilaku untuk melangsungkan
kehidupan bersama-sama dalam suatu kelompok
masyarakat. Norma dapat juga diartikan sebagai
petunjuk atau patokan perilaku yang dibenarkan dan
pantas dilakukan saat menjalani interaksi sosial dalam
kelompok masyarakat tertentu.
a.John J. Macionis:
Menurutnya norma adalah aturan-aturan dan
harapan-harapan masyarakat untuk memandu
perilaku anggota-anggotanya.
b.Robert Mz. Lawang:
Pengertian norma menurut Robert Mz. Lawang adalah
gambaran mengenai apa yang diinginkan baik dan
pantas sehingga sejumlah angggapan yang baik dan
perlu dihargai sebagaimana mestinya.
c.Hans Kelsen:
Menurut Hans Kelsen, pengertian norma adalah
perintah yang tidak
d.Soerjono Soekanto: suatu perangkat agar hubungan
antar masyarakat terjalin dengan baik.
e.Isworo Hadi Wiyono: peraturan atau petunjuk hidup yang
memberi ancar- ancar perbuatan mana yang boleh dijalankan
dan perubatan mana yang harus dihindari.
f.Antony Gidden: prinsip atau aturan konkret yang
seharusnya diperhatikan oleh masyarakat.
Norma sosial pada umumnya tidak tertulis:Dalam masyarakat,
norma sosial tidak tertulis yang hanya diingat dan diserap
serta mempraktekkannya dalam interkasi antara anggota
kelompok masyarakat
Hasil kesepatakan bersama: Sebagai peraturan sosial yang
difungsikan untuk megnarahkan perilaku seluruh anggota
masyarakat. Norma sosial dibentuk dan disepakati bersama seluruh
warga masyarakat
Mengalami perubahan: Sebagai aturan yang lahir dari proses
interkasi sosial di masyarakat, norma mengalami perubahan sesuai
atas keinginan dan kebutuhan dari anggota masyarakat itu sendiri.
Ditaati bersama: Norma sosial merupakan seperangkat aturan sosial
untuk mengarahkan dan menertipkan perilaku anggota masyarakat
untuk dari keinginan bersama. Oleh sebab itu, norma didukung dan
ditaati bersama.
Pelanggar norma mendapatkan saksi: Norma sosial bersifat
memaksa individu agar berperilaku untuk sesuai dengan kehendak
bersama. Sehingga pelanggaran diberikansanksi dengan tindakan
atau daya ikat norma.
SUMBER-SUMBER NORMA SOSIAL
Ciri ciri
norma :
Ajaran Agama
Ajaran Moral
Ajaran Adat
Istiadat Aspek
Hukum
Kode Etik Profesi
Macam-Macam Norma
Berdasarkan Daya Ikatnya
a. Cara (usage)
Cara adalah suatu bentuk perbuatan tertentu yang dilakukan oleh individu-individu dalam
suatu masyarakat akan tetapi tidak dilakukan secara terus menerus. Norma memiliki
daya ikat yang lemah sehingga pelanggaranya tidak akan mendapatkan hukuman atau
sanksi yang berat, melainkan hanya sekeder celaan atau teguran dalam anggotam
masyarakat lainnya.
Contoh :
Cara makan yang wajar dan baik bagi beberapa orang adalah tidak mengeluarkan suara
saat mengunyah makanan. Akan tetapi di tempat tertentu, bersendawa pada akhir makan
merupakan tanda atau ekspresi rasa kenyang dan puas sehingga tidak melanggar
norma.
b. Kebiasaan (Folkways)
. Kebiasaan adalah suatu bentuk perubatan yang dilakukan terus menerus dalam bentuk
yang sama secara sadar dengan tujuan jelas yaitu dianggap baik dan benar oleh
masyarakat tertentu.
Contoh Kebiasaan (Foklways)
Memberi hadiah kepada orang-orang yang berperstasi dalam suatu kegiatan atau
memakai baju bagus di waktu pesat. atau lazimnya anak laki-laki berambut pendek dan
anak perempuan berambut panjang.
c. Tata Kelakuan (mores)
Tata kelakuan adalah sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sifat-sifat
hidup akan suatu kelompok manusia secara sadar untuk melaksanakan
pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya.
Fungsi tata kelakuan adalah untuk membuat seluruh anggota masyarakat
menyesuaikan perbuatannya dengan tata kelakuan tersebut
Contoh Tata Kelakuan (Mores)
Melarang membunuh, mencuri, atau menikahi kerabat dekat.
d. Adat Istiadat
Adat istiadat adalah kumpulan tata kelakuan denga kedudukan sangat tinggi
yang bersifat kekela dan berinteraksi kuat terhadap masyarakat yang
memilikinya.
Contoh Adat Istiadat
Pelanggaran terhadap tata cara pembagian harta warisan
Pelanggaran terhadap pelaksanaan upacara-ucapara tradisional
e. Hukum
Hukum adalah serangkaian aturan yang ditujukan bagi
anggota masyarakat yang berisi ketentuan-ketentuan,
perintah, kewajiban, ataupun larangan, dengan sanksi yang
beragam.
Contoh Hukum
Mematuhi rambu-rambu lalu lintas
Dilarang mencuri
Norma Sosial
Berdasarkan Aspek-Aspeknya
a. Norma Agama
Norma agama adalah peraturan sosial bersifat mutlak
karena berasal dari Tuhan. Norma agama berasal dari
ajaran agama dan kepercayaan- kepercayaan yang
lainnya.
Contoh :
Melakukan sembahyang, Mengaji, Melaksankan sholat tepat
waktu, Melasanakan segala perintah agama Menjauhi
b. Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan adalah peraturan sosial yang berasal dari hati nurani yang
menghasilkan akhlak. Dari adanya norma kesusilaan, seseorang dapat
membedakan baik dan buruk. Pelanggaran norma kesusilaan berdampak
atau berakibat dari sanksi yang sifatnya pengucilan secara fisik mapun secara
batin
Contoh-Contoh Norma Kesusilaan
dilarang Pelacuran, perzinaan, korupsi, Menghormati orang lain terutama
orang tua, Memiliki sikap jujur dan adil dalam masyarakat, Tidak menfitnah
orang lain
Selalu menolong orang lain
C. Norma Kesopanan
Norma kesopanan adalah peraturan sosial yang mengarah pada
tingkah laku wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Pelanggaran
norma mendapatkan celaan, kritik, dan pengucilan.
Contoh-Contoh Norma Kesopanan
Tidak meludah disembarang tempat
Memberi atau menerima makanan dengan tangan kanan
Jangan makan sambil berbicara
Bersikap dan bersifat rukun dengan siapa saja
d. Norma Kebiasaan
Norma kebiasaan adalah sekumpulan peraturan sosial yang dibentuk
secara sadar atau tidak yang berisi mengenai petunjuk akan perilaku
secara terus-menerus sehingga menjadi kebiasaan individu. Pelanggaran
norma kebiasaan berupa sanksi celaan, kritik dan pengucilan
Contoh-Contoh Norma Kebiasaan
Membawa oleh-oleh ketika pulang dari suatu tempat
Mencuci tangan sebelum makan
Membaca doa sebelum melakukan sesuatu
Menggosok gigi setelah makan
Mandi dengan teratur
e. Norma Hukum
Norma hukum adalah aturan sosial yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu,
seperti pemerintah yang bersifat tegas, memaksa untuk berperilaku sesuai
dengan aturan tersebut. Pelanggaran norma hukum akan mendapatkan sanksi
yag berupa denda atau hukuman fisik.
Contoh-Contoh Norma Hukum
Kewajiban membayar pajak

Dilarang menerobos lampu merah

Menyeberang jalan dengan melaui jembatan penyeberangan Dilarang


mengganggu ketertiban umum

Tidak terlamat masuk sekolah


Norma Berdasarkan Sifat
Resminya
a. Norma Tidak Resmi (Nonformal)
Norma tidak resmi adalah patokan yang dirumuskan secara tidak jelas
dan pelaksanaannya tidak diwajibkan untuk masyarakat. Norma
yang tumbuh dan berkemang dari kebiasaan bertindak secara
seragam dan diterima oleh masyarakat. Walaupun tidak diwajibkan
tetapi semua anggota sadar akan patokan tidak resmi harus ditaati
dan memiliki kekuatan memaksa yang lebih besar dibandingkan
dengan patokan resmi
Contoh-Contoh Norma Tidak Resmi (Nonformal)
Aturan adat istiadat
Aturan dalam keluarga
Pantanga-pantanga dalam lingkungan masyarakat
b. Norma Resmi (Formal)

Norma resmi adalah patokan yang dirumuskan dan diwajibkan


dengan jelas dan tegas oleh yang berwenang untuk semua
msyarakat. Keseluruhan norma formal merupakan suatu
badan hukum yang dimiliki masyarakat modern dan
diperkenalkan dari pengumuman sosial.
Contoh-Contoh Norma Resmi (Formal)

Aturannya berdasarkan :
UUD 1945, Perpu, Surat Keputusan, Keputusan Presiden, Perda