Anda di halaman 1dari 21

DESKRIPSI MATA KULIAH

Mata kuliah ini membahas pengertian , tujuan, fungsi, sumber cahaya


serta peralatan yang digunakan dalam proses pencahayaan satu
adegan di dalam teater, acara televisi dan film.

TUJUAN YANG HENDAK DICAPAI


Mahasiswa mampu memahami secara teoritis tentang pencahayaan ,
kemudian mampu menganalisis serta mengaplikasikannya dalam
suatu acara yang diproduksinya.

SISTEM PENILAIAN:
Presensi 10%
Sikap & Etika 5%
Tugas & Presentasi 15%
UTS 30%
UAS 40%
Pengertian tata cahaya menurut Kamus Umum
Bahasa Indonesia susunan W.J.S. Poerwadarminta,
tata adalah susunan atau pengetahuan mengenai
penyusunan, sedangkan cahaya adalah terang
atau sinar dari matahari, bulan dan lampu. Dalam
konteks pembuatan paket produksi acara televisi
atau semacamnya, tata cahaya adalah suatu
kegiatan dan merencanakan pengaturan cahaya-
cahaya yang berasal dari beberapa sumber-sumber
terhadap orang-orang atau suatu dekorasi atau
hal-hal yang lain sehingga merupakan satu
kesatuan yang mendukung dan memenuhi
persyaratan teknis, artistik dan dramatik.
The art of
cinematography is the art
of lighting and making
that light tell the story

(Stephen H. Burum)
Secara sederhana ada dua jenis
sumber pecahayaan, yakni :
Original Light (pencahayaan alami)
Matahari
Bulan
Artificial
Light (pencahayaan
buatan/tiruan)
Cahaya merupakan gelombang
elektromagnestis yang diterima oleh
indera penglihat (mata) yang kemudian
diteruskan ke otak yang akan
merespon, menanggapi ransangan
cahaya terebut. Sederhanya, tanpa
cahaya maka benda tidak akan
kelihatan. Atas dasar itulah, produksi
film dan video memerlukan cahaya
agar subyek bisa terlihat
untuk mendapatkan gambar yang
menarik dan mendukung suatu
produksi visualisasi dari naskah cerita
atau musik.
Untuk memenuhi keperluan sistem
peralatan teknis supaya kamera dapat
menghasilkan gambar
Untuk memberikan perspektif tiga
dimensi
Untuk memberikan perhatian pada
elemen yang penting pada adegan.
Untuk menetapkan suasana pada adegan,
menetapkan waktu kejadian (pagi, siang,
sore dan malam)
Untuk mendukung keindahan dalam
keseluruhan adegan
Menyinari scene sehingga menghasilkan
gambar yang mudah dipahami dan dapat
dilihat tanpa menyulitkan mata manusia.
Menghasilkan video signal yang bebas dari
cacat atau noise
Memberikan penyinaran yang seimbang
dari scene yang satu dengan yang lain,
sehingga didapat urutan gambar yang
sesuai tone warna yang baik terutama
pada wajah artis.
Mendukung suasana realistik (pagi, siang,
sore dan malam) maupun dramatik (sedih,
gembira, cemas atau takut)
Menghasilkan gambar yang menyenangkan
melalui distribusi cahaya dan bayangan
secara artistik.
Menciptakan dimensi atau kesan ruang dan
kesan kepaduan bentuk, menghasilkan
pemisahan visual antara obyek latar depan
dan belakang.
Menambah keindahan atau kemolekan dari
segi wajah artis atau pengisi acara.
Membantu menyembunyikan cacat orang atau
kekurangtepatan tata lampu (setting) dengan
melindungi dari penyinaran secara bijaksana
atau mengalihkan tekanan pada obyek lain.
Tata cahaya merupakan proses kreatif
dari seorang penata cahaya dalam
mendukung suatu proses produksi
visualisasi atau gambar yang diambil
dengan menggunakan kamera
elektronik atau film.
Menurut Gerald Millerson (1999:36)
terdapat tiga dasar penempatan
lampu (Three Point of Light),
sebagai berikut :
penyinaran terarah yang utama yang jatuh
pada subyek menghasilkan bayangan kuat,
memberikan tekanan pada segi yang
menarik dari wajah artis dan membentuk
dimensi pada kepala dan wajah. Ideal
pemasangan key light adalah pada sudut
antara 30 derajat sampai dengan 45 derajat
secara vertikal, secara horisontal 30 derajat
sampai dengan 45 derajat. Intensitas dari
lampu ini lebih besar dari fill light dan lebih
kecil dari back light.
cahaya yang digunakan untuk melunakkan
bayangan yang dihasilkan oleh lampu key light
ataupun lampu lainnya. Idealnya ditempatkan
pada kedudukan antara 30 derajat s/d 45
derajat secara vertikal, secara horizontal
sudutnya 5 derajat s/d 30 derajat. Intensitasnya
lebih kecil dari key dan back light. Fill light
biasa ditempatkan pada sisi kamera berlawanan
dengan arah key light. Biasanya menggunakan
jenis lampu soft light dengan arah yang tidak
langsung. Hal ini memungkinkan memadukan
kedalam cahaya soft light dengan lembut pada
pencahayaan key light.
cahaya dari belakang subyek dengan arah
kamera dan diatur hingga jatuh pada kepala
dan bahu pada subyek, penyinaran ini
membentuk garis tepi pada subyek (rim) yang
memisahkan pada latar belakang dan untuk
menambah ketajaman yang nyata dengan
memberikan kontras sehingga tampak kesan
tiga dimensi. Idealnya pemasangan back light
di belakang obyek dengan sudut 0 derajat s/d
30 derajat, penyinaran sebesar 45 derajat s/d
60 derajat secara vertikal, secara horisontal
sudutnya 0 derajat s/d 30 derajat.
Selain 3 poin pencahayaan tadi masih
ada jenis pencahyaan lainnya, yakni
Background Light dimaksudkan agar
setting/panggung tetap bisa kelihatan
dengan baik.
Intensitas cahaya yang yang dihasilkan
dari key light, fill light,serta backlight
bisa diukur oleh sebuah alat yakni
Lightmeter. Ada dua jenis alat ini yaitu
Incident and Reflectant. Incident
diperuntukkan untuk mengukur
intensitas cahaya yang jatuh pada
subjek. Sedangkan Reflectant
dipergunakan untuk mengukur
intensitas cahaya yang dipantulkan
oleh subyek.
Kualitas pencahayaan berkaitan dengan
keras atau lembutnya pencahayaan itu
sendiri. Ada dua kualitas pencahayaan
yaitu :
Hard light : pencahayaan yang kuat
dimana shadow atau bayangan lebih
terlihat jelas.
Soft light : pencahayaan dengan
bayangan hanya memiliki perbedaan
yang tipis.
Pencahayaan tidak diarahkan langsung
pada subyek tapi dipantulkan terlebih
dahulu. Efek yang dihasilkan dengan
metode ini yakni pencahayaan yang soft.
Secara teknis bouncing bisa dilakukan
area yang tidak terlalu besar. Arah
cahaya dipantulkan pada dinding atas
yang berwarna cerah.
Silver Reflektor : pemantul berwarna perak
akan memantulkan cahaya yang keras /
hardlight.
Gold Reflektor : pemantul berwarna emas
memantulkan banyak cahaya, biasanya
digunakan agar obyek terkesan lebih warm.
White Reflektor : memantulkan cahaya yang
lebih lembut dibandingkan dengan silver
atau gold reflektor.
Difussion Screen : biasa digunakan juga
sebagai white reflektor, untuk mengurangi
cahaya matahari yang akan menyinari
subyek.