Anda di halaman 1dari 22

INDEPENDENSI DAN KOMPETENSI AUDIT

&
ARTIKEL TERKAIT

OLEH:
IRNI YUSNITA 1520532044
POPPY VEONE HELSYA 1520532061
PUTRA ANDRA 1520532053
LATAR BELAKANG
MASALAH
KASUS DALAM DUNIA AUDIT

KUALITAS
INDEPENDENSIKOMPETENSI AUDIT
Kasus dalam Dunia Audit
PEMBAHASA
N
A. INDEPENDENSI

Independensi berarti bahwa auditor harus jujur, tidak


mudah dipengaruhi dan tidak memihak kepentingan
siapapun, karena ia melakukan pekerjaannya untuk
kepentingan umum
Sikap mental independen
Hal-hal yang mempengaruhi Independensi
Hal-hal berikut ini dimuat dalam PSA No.04 (SA Seksi 220):

1. Standar ini mengharuskan auditor bersikap independen,


artinya tidak mudah dipengaruhi.
2. Kepercayaan masyarakat umum atas independensi sikap
auditor independen sangat penting bagi perkembangan
profesi akuntan publik.
3. Profesi akuntan publik telah menetapkan dalam Kode Etik
Akuntan Indonesia, agar anggota profesi menjaga dirinya
dari kehilangan persepsi indenpendensi masyrakat.
4. Bapepam menetapkan persyaratan indenpendensi bagi
auditor yg melaporkan tentang informasi keuangan
5. Auditor harus mengelola praktiknya dalam persepsi
independensi dan aturan ditetapkan untuk mencapai
derajat independensi dalam melaksanakan pekerjaannya
6. Untuk menekankan independensi auditor dari manajemen,
penunjukan auditor dari banyak perusahaan dilaksanakan
oleh dewan komisaris, rapat umum pemegang saham,
atau komite audit
Auditor dan perusahaan tidak boleh
tergantung dalam hal keuangan terhadap klien

Auditor dan perusahaan seharusnya tidak


AICP terlibat dalam konflik kepentingan yang akan
mengangggu obyektivitas mereka berkenaan
A dengan cara-cara yang mempengaruhi laporan
keuangan.

Auditor dan perusahaan seharusnya tidak


memiliki hubungan dengan klien yang akan
menganggu obyektivitasnya auditor.
Definisi...

05/04/17 12
ISA - 2013

Prinsip
kompete
nsi serta
sikap
kecerma
tan dan
kehati-
hatian
profesio
KOMPETENSI Menurut Para
Ahli
Tuanakotta (2011)
Dreyfus (1986)
De Angelo (1981) 3 sudut
pandang:
a. Auditor individual
b. Audit tim
c. KAP
dua komponen : 1. Pengetahuan
2. Pengalaman
C. KUALITAS AUDIT

Audit merupakan suatu proses untuk mengurangi


ketidakselarasan informasi yang terdapat antara manajer dan
para pemegang saham dengan menggunakan pihak luar
untuk memberikan pengesahan terhadap laporan keuangan.
Para penggguna laporan keuangan terutama para pemegang
saham akan mengambil keputusan berdasarkan pada laporan
yang telah dibuat oleh auditor mengenai pengesahan laporan
keuangan suatu perusahaan. Hal ini berarti auditor
mempunyai peranan penting dalam pengesahan laporan
keuangan suatu perusahaan. Oleh karena itu, kualitas audit
merupakan hal penting harus dipertahankan oleh para auditor
dalam proses pengauditan.
ARTIKEL
NEW EVIDENCE ON AUDITOR
INDEPENDENCE POLICY
Philip M. J. Reckers and Dahlia Robinson

Advances in Accounting, Volume 23, 207


229
ISSN: 0882-6110/doi:10.1016/S0882-
6110(07)23008-1
FENOMENA

Perubahan
KEKHAWATIRAN SEC DAN profesi akuntansi
PENGGUNA LAPORAN
KEUANGAN mengenai
potensi dari efek negatif Jenis layanan
pada independensi auditor yang diberikan
ketika auditor menyediakan auditor
audit dan NAS untuk klien
Peningkatan
audit mereka
biaya yang
dikenakan untuk
NAS
Tujuan Penelitian

Tujuan utama penelitian ini


adalah untuk mendapatkan
wawasan lebih lanjut pada
tekanan lingkungan bersaing
yang dihadapi auditor
berpotensi mempengaruhi
independensi mereka
Penelitian Sebelumnya
DESAIN PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan desain eksperimental. Dengan


subjek penelitian 92 senior audit yang menghadiri program
pelatihan CPE yang dilakukan oleh 4 kantor akuntan besar.

Variabel yang Dimanipulasi:


Risiko Klien
risiko klien bervariasi pada dua tingkat: rendah dan tinggi.
Dalam kondisi berisiko rendah, klien digambarkan sebagai
memiliki rasio kinerja di atas rata-rata industri dan rasio
leverage di bawah rata-rata
HIPOTESIS

H1: Probabilitas auditor mengeluarkan


keputusan going concern adalah berkorelasi
dengan tingkat biaya layanan non-audit yang
dibayarkan oleh klien audit.

H2: Auditor berpengalaman dan auditor tidak


berpengalaman berbeda dalam respon
mereka terhadap penyediaan NAS signifikan
terhadap klien audit.
KESIMPULAN DAN HASIL PENELITIAN

Reformasi legislatif dan peraturan yang membatasi jenis


auditor yang dapat melakukan NAS untuk klien audit mereka
dimotivasi oleh keyakinan objektivitas auditor terganggu oleh
penyediaan NAS. Penelitian baru pada masalah ini
memberikan sedikit dukungan empiris untuk keyakinan ini.
Penelitian ini menguji kembali isu independensi auditor dan
NAS menggunakan pengaturan penelitian laboratorium
eksperimental. Dengan menggunakan auditor nyata peneliti
berharap untuk mendapatkan wawasan tambahan pada
tekanan lingkungan bersaing yang dihadapi auditor yang
berpotensi berdampak terhadap independensi mereka, karena
keseimbangan dalam tekanan-tekanan mungkin telah bergeser
dalam beberapa tahun terakhir.
Peneliti tidak menemukan bukti bahwa keputusan pelaporan
auditor yang terpengaruh oleh pemberian NAS. Secara khusus,
peneliti menemukan bahwa probabilitas klien menerima opini
going concern meningkat dengan tingkat NAS. Temuan ini
didorong oleh subyek auditor yang lebih berpengalaman,
menunjukkan pengalaman yang memungkinkan auditor untuk
mengasosiasikan NAS yang besar dengan mendokumentasikan
kekurangan kinerja perusahaan. Hasil penelitian ini juga
konsisten dengan saran bahwa NAS berpotensi meningkatkan
efektivitas pemeriksaan melalui spillover informasi.