Anda di halaman 1dari 21

Kesehatan mental

sebagai ketahanan
psikologi positif
Nama kelompok :

Rizky Noor Ikhsani Harjono ()


Sholahudin Almaliki ()
Zakirotul Diana ()
Yunita Nurlaili (J91214127)
Kesehatan mental adalah Kesehatan mental,
berasal dari dua kata, yakni kesehatan dan
mental. Kesehatan berasal dari kata sehat,
yang merujuk pada kondisi fisik. Individu yang
sehat adalah individu yang berada dalam
kondisi fisik yang baik, dan bebas dari
penyakit. Sedangkan mental adalah
kepribadian yang merupakan kebulatan
dinamik yang tercermin dalam cita-cita, sikap,
dan perbuatan. Mental adalah semua unsur-
unsur jiwa termasuk pikiran, emosi, sikap, dan
perasaan yang dalam keseluruhan atau
kebulatannya akan menentukan tingkah laku,
cara menghadapi suatu hal yang menekan
perasaan, mengecewakan, atau yang
menggembirakan dan menyenangkan.
Kesehatan mental menggambarkan tingkat
kesejahteraan psikologis, atau adanya gangguan mental.
Dari perspektif 'psikologi positif' atau 'holisme',
kesehatan mental dapat mencakup kemampuan individu
untuk menikmati hidup, dan menciptakan keseimbangan
antara aktivitas kehidupan dan upaya untuk mencapai
ketahanan psikologis. Kesehatan mental juga dapat
didefinisikan sebagai suatu ekspresi emosi, dan sebagai
penanda adaptasi sukses untuk berbagai tuntutan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan
kesehatan mental sebagai, "suatu keadaan kesejahteraan
dimana individu menyadari kemampuan sendiri, dapat
mengatasi tekanan yang normal dari kehidupan, dapat
bekerja secara produktif dan baik, dan mampu
memberikan kontribusi bagi dirinya sendiri dan
masyarakat.
Kesehatan mental adalah terwujudnya
keharmonisan yang nyata antara fungsi-
fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan
untuk menghadapi problem-problem yang
biasa terjadi dalam kehidupan pribadi dan
bermasyarakat, dan merasakan secara
positif kebahagiaan dan kemampuan
dirinya. Fungsi-fungsi jiwa seperti fikiran,
perasaan, sikap jiwa, pandangan dan
keyakinan hidup, harus dapat saling
membantu dan bekerja sama satu sama
lain, sehingga dapat dikatakan adanya
keharmonisan, yang menjauhkan orang dari
perasaan ragu dan bimbang, serta terhindar
dari kegelisahan dan pertentangan (konflik).
Beberapa ahli mengemukakan orientasi umum dan
pola-pola wawasan kesehatan mental, yang terbagi
menjadi tiga orientasi, yaitu :

1. Orientasi klasik
2. Orientasi penyesuaian diri
3. Orientasi pengembangan potensi
Konsep-konsep kesehatan dikembangkan
berdasarkan :

1.Dimensi Emosional
Menurut Goleman emosional merupakan hasil
campur dari rasa takut, gelisah, marah, sedih dan
senang.
2.Dimensi Intelektual
Memecahkan masalah dengan pikiran yang tenang,
yang dapat memecahkan masalah tersebut.
Misalnya ,berhenti sejenak dan memijit pada bagian
kaki yang keseleo saat bermain futsal
3.Dimensi Fisik
Suatu kondisi tubuh yang di haruskan dengan kondisi tubuh
sehat.
4.Dimensi Sosial
Seseorang dapat melakukan perannya dalam lingkup yang
lebih besar dan dapat berinteraksi dengan baik
5.Dimensi Spiritual
Spiritual merupakan kehidupan kerohanian. Dengan
menyerahkan diri dengan bersujud dengan kepercayaan agama
masing-masing. Misalnya , ketika di diagnosa menderita
penyakit kronis , adakalanya selalu memohon dan meminta
kesembuhan kepada Allah swt.
Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

Kesehatan menurut Freund (1991) suatu kondisi yang


dalam keadaan baik dari suatu organisme atau bagian yang
dicirikan oleh fungsi yang normal dan tidak adanya penyakit,
juga sampai pada kesimpulan mengenai kesehatan sebagai
suatu keadaan tidak adanya penyakit sebagai salah satu ciri
kalau organisme disebut sehat. Mental hygiene disebut juga
ilmu kesehatan mental merupakan ilmu pengetahuan yang
masih muda. Dulu orang berpendapat gangguan keseimbangan
mental itu disebabkan oleh gangguan roh jahat.
Pada tahun 1930 Mental Hygiene mengadakan
kongres pertama di Washington D.C. tahun 1946
Presiden Amerika Serikat menandatangani undang-
undang The National Mental Health Act untuk
memajukan kesehatan mental rakyat Amerika, yang
menyelenggarakan program mental hygiene antara
lain:
WHO :Organisasi ini memberi informasi dan
penyuluhan mengenai kesehatan mental
kepada anggota UNO. Mengadakan
pengawasan terhadap alkoholisme,
pencegahan kriminal.
UNESCO :Untuk menstimulir penukaran
masalah informasi kebudayaan antar
bangsa. Didalamnya terdapat suatu
departemen yang mengurusi masalah sosial
WFMH : Di dirikan pada tahun 1948. Antara
the internasional committee for mental
hygiene dengan the british association for
mental health, merupakan kelompok non
govermental health agencies membantu
kesehatan di dunia.
Ketahanan psikologis kecenderungan individu untuk
mengatasi stres dan kesulitan [1] Ini mengatasi dapat
mengakibatkan individu "memantul kembali" ke
keadaan sebelumnya fungsi normal, atau hanya tidak
menunjukkan efek negatif [2] Yang ketiga, lebih
kontroversial.. bentuk ketahanan kadang-kadang disebut
sebagai 'pertumbuhan pasca trauma' atau 'efek
menguatkan' di mana dalam pengalaman kesulitan
mengarah ke fungsi yang lebih baik (banyak seperti
inokulasi memberikan satu kemampuan untuk
mengatasi dengan baik dengan paparan masa depan
untuk penyakit). Ketahanan ini paling sering dipahami
sebagai suatu proses, dan bukan sifat dari seorang
individu.
Ekspresi ketahananKetahanan dapat dijelaskan oleh
melihat:

Hasil yang baik meski statusnya berisiko tinggi


Kompetensi konstan di bawah stres
Pemulihan dari trauma
Menggunakan tantangan untuk pertumbuhan
yang membuat kesulitan masa
depan yang lebih ditoleransi
Cara untuk Membangun Ketahanan", yaitu:

1. menjaga hubungan baik dengan anggota keluarga dekat,


teman dan lain-lain;
2. untuk menghindari melihat krisis atau kejadian stres sebagai
masalah tak tertahankan;
3. untuk menerima keadaan yang tidak dapat diubah;
4. untuk mengembangkan tujuan yang realistis dan bergerak
menuju mereka;
5. untuk mengambil tindakan tegas dalam situasi yang
merugikan;
6. mencari peluang penemuan diri setelah berjuang
dengan kerugian;
7. mengembangkan kepercayaan diri;
8. untuk menjaga perspektif jangka panjang dan
mempertimbangkan peristiwa stres dalam konteks yang
lebih luas;
9. untuk mempertahankan pandangan penuh harapan,
mengharapkan hal-hal yang baik dan memvisualisasikan
apa yang ingin;
10. untuk mengurus pikiran dan tubuh, berolahraga
secara teratur, memperhatikan kebutuhan dan perasaan
orang itu sendiri.
Dalam al-Qur'an juga terdapat ayat-ayat yang berkaitan
dengan uraian definisi kesehatan mental, yang meliputi
hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dengan sesama
manusia, dengan lingkungan dan dengan Allah SWT.Ayat :

'Dan tidak Aku jadikan jin dan manusia kecuali untuk


beribadah kepada-Ku" (QS. Adz Dzariyat (51) : 56)

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat


sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang
yang sabar ". (QS Al Baqarah (2): 153).

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat


(agama) dari Tuhanmu sebagai penyembuh bagii penyakit
yang ada di dalam, dada (rohani), sebagai petunjuk serta
rahmat bagi orang yang beriman". (QS. Yunus (10) : 5 7).




"Barang siapa melakukan perbuatan baik dari
lelaki dan perempuan dan ia beriman maka kami
hidupkan, dia dengan penghidupan yang baik,
dan akan kami balas dengan balasan yang baik
dari apa yang telah mereka kerjakan". (QS: An-
Nahl (16) : 97).

"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia


menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang
)munkar serta beriman kepada Allah. (QS. Ali Imron (3) :110
Sumber :
- http://en.wikipedia.org/wiki/Psychological_resilience
- Sarwono, Sarlito W. (2010). Pengantar psikologi umum.
Jakarta:Rajawali Pers. Schultz, Duane.(2011).psikologi
pertumbuhan:model-model kepribadian
sehat.Yogyakarta:Kanisius
Sarwono, Sarlito W. (2010). Pengantar psikologi umum.
Jakarta:Rajawali Pers.
http://linaajadeh.blogspot.com/2012/03/konsep-sehat.html
http://www.psychologymania.com/2011/03/pengertian-dan-kara
kteristik-kesehatan.html

-
http://kajianislamnugraha.blogspot.co.id/2009/11/kesehatan-
mental-dalam-psikologi-agama.html
THANKS YOU FOR
EVERYTHING