Anda di halaman 1dari 24

UJI

PRAKLINI
K

OLEH

FADILLA MARYAM
JULIYANTY AKUBA
MARISA A. IBRAHIM
MEUTIA FARHANAH H.K
INDAH FEBRIANA SYAPUTRI
PENGERTIAN
Uji praklinik merupakan persyaratan uji
untuk calon obat, dari uji ini diperoleh
informasi tentang efikasi (efek farmakologi),
profil farmakokinetik dan toksisitas calon obat.
Pengujian ikatan obat pada reseptor dengan
kultur sel terisolasi atau organ terisolasi,
selanjutnya dipandang perlu menguji pada
hewan utuh.
Sebelum calon obat baru ini dapat
dicobakan pada manusia, dibutuhkan
waktu beberapa tahun untuk meneliti
sifat farmakodinamik, farmakokinetik, dan
efek toksiknya pada hewan coba. Dalam
studi farmakokinetik ini tercakup juga
pengembangan teknik analisis untuk
mengukur kadar senyawa tersebut dan
metabolitnya dalam cairan biologic.
Semua ini diperlukan untuk
memperkirakan dosis efektif dan
memperkecil risiko penelitian pada
manusia.
Studi toksikologi pada hewan umumnya dilakukan
dalam 3 tahap, masing-masing pada 2-3 spesies
hewan coba.
Penelitiantoksisitas akutbertujuan mencari
besarnya dosis tunggal yang membunuh 50% dari
kelompok hewan coba (LD50). Pada tahap ini
sekaligus diamati gejala toksik dan perubahan
patologik organ pada hewan yang bersangkutan.
Penelitiantoksisitas jangka panjang, bertujuan
meneliti efek toksik pada hewan coba setelah
pemberian obat ini secara teratur dalam jangka
panjang dan dengan cara pemberian seperti pada
pasien nantinya. Lama pemberian bergantung pada
lama pemakaian nantinya pada penderita (Lihat
Tabel). Disini diamati fungsi dan patologi organ.
LAMA PEMBERIAN OBAT PADA PENELITIAN TOKSISITAS

Lama pemakaian pada manusia Lama pemberian pada hewan

Dosis tunggal atau beberapa dosis Minimal 2 minggu


Sampai dengan 4 minggu 13-24 minggu
Lenih dari 4 minggu Minimal 26 minggu (termasuk
studi karsinogenitas)
Penelitian toksisitas jangka panjang meliputi
penelitian terhadap system reproduksi
termasuk teratogenisitas dan mutagenisitas,
serta uji ketergantungan. Walaupun uji
farmakologi-toksikologik pada hewan ini
memberikan data yang berharga, ramalan
tepat mengenai efeknya pada manusia belum
dapat dibuat karena spesies yang berbeda
tentu berbeda pula jalur dan kecepatan
metabolisme, kecepatan ekskresi, sensitivitas
reseptor, anatomi, atau fisiologinya. Satu-
satunya jalan untuk memastikan efek obat
pada manusia, baik efek terapi maupun efek
nonterapi, ialah memberikannya pada manusia
dalam uji klinik.
Pengujian pada Uji
Praklinik
Penelitian toksisitas
Sifat farmakokinetik obat
Menentukan khasiat obat
Melihat efek obat
Penelitian toksisitas merupakan cara potensial untuk mengevaluasi :

Toksisitas yang berhubungan dengan


pemberian obat akut atau kronis
Kerusakan genetik (genotoksisitas,
mutagenisitas)
Pertumbuhan tumor (onkogenisitas atau
karsinogenisitas)
Kejadian cacat waktu lahir (teratogenisitas)
Sifat Farmakokinetik obat meliputi :
Adsorpsi
Distribusi
Metabolisme
Eliminasi
Menentukan khasiat obat,
meliputi :
Uji aktivitas enzim
Uji antikanker
Uji anti mikroba
Uji antioksidan
Uji antiinflamasi
dll
HEWAN COBA YANG DIGUNAKAN
DAN CARA PENANGANAN
1. MENCIT Cara handling
Untuk memegang mencit yang akan
diperlakukan (baik pemberian obat
maupun pengambilan darah) maka
diperlukan cara-cara yang khusus
sehingga mempermudah cara
perlakuannya. Secara alamiah mencit
denderung menggigit bila mendapat
sedikit perlakuan kasar. Pengambilan
mencit dari kandang dilakukan
dengan mengambil ekornya
kemudian mencit ditaruh pada kawat
kasa dan ekornya sedikit ditarik.
Cubit kulit bagian belakang kepala
dan jepit ekornya (Lihat gambar 1)
Gambar 1. Cara menghandel mencit untuk pemberian obat baik injeksi
maupun peroral
Gambar 2. Alat untuk penghandel
hewan laboratorium khusus hewan
pengerat (rodensia)
Tempat atau lokasi untuk injeksi
pada mencit :
IV IP IM SC Oral

Lokasi Lateral Tidak Belaka


ekor direkomen ng
dasi leher

Volum 0,2 ml 2-3 ml 2-3 ml 5-10


e ml/Kg
Ukuran <25 <21guag <20 Jarum
jarum guage e guage tumpul
22-24
guage
2. TIKUS Cara handling
Pertama ekor dipegang
sampai pangkal ekor.
Kemudian telapak tangan
menggenggam melalui
bagian belakang tubuh
dengan jari telunjuk dan
jempol secara perlahan
diletakkan dismping kiri
dan kanan leher. Tangan
yang lainnya membantu
dengan menyangga
dibawahnya, atau tangan
lainnya dapat digunakan
untuk menyuntik.
Gambar 3. Cara memegang tikus
untuk dilakukan injeksi ip. Gambar 4. cara memegang tikus
Tempat atau lokasi untuk injeksi
pada Tikus :
IV IP IM SC Oral

Lokasi Lateral ekor Otot Belakang


dan vena quadricep, leher
saphena bag.
Belakang
paha

Volume 0,5 ml 5-10 ml 0,1 ml 5-10 ml 5-10 ml/Kg

Ukuran <23 guage <21gauge <21gauge <20 Jarum


jarum gauge tumpul 18-
20 guage
3. Kelinci
Kadang kelinci mepunyai
kebiasaan untuk mencakar atau
menggigit. Bila penanganan
kurang baik, kelinci sering
berontak dan mencakarkan kuku
dari kaki belakang dengan sangat
kuat yang kadang dapat
menyakiti dirinya sendiri. Kadang
kondisi tersebut dapat
menyebabkan patahnya tulang
belakang kelinci yang
bersangkutan.
Cara menghandel adalah dengan
menggenggam bagian belakang
kelinci sedikit kedepan dari
bagian tubuh, dimana bagian
tersebut kulitnya agak longgar.
Kemudian angkat kelinci dan
bagian bawahnya disangga.
Tempat atau lokasi untuk injeksi
pada kelinci :
IV IP IM SC Oral

Lokasi Vena Otot Belakang


marginal quadricep, leher
telinga bag.
Belakang
paha, otot
lumbal

Volume 1-5 ml 50-100 ml 0,5-1 ml 50-100 5-10 ml/Kg


ml
Ukuran <21 guage <2gauge <20gauge <20 Jarum
jarum gauge tumpul 18-
20 guage
4. Kera

Kera adalah termasuk


non-human primata,
dimana hewan ini
sangat berguna untuk
penelitian yang erat
hubungannya dengan
manusia. Banyak sekali
jenis primata, tetapi
yang sering digunakan
untuk keperluan
penelitian adalah kera
ekor panjang.
Uji Metabolisme Obat
Dalam melakukan uji metabolisme suatu
obat dalam tubuh hewan percobaan, perlu
dilakukan pada kandang individu. Kandang
tersebut dirancang khusus untuk
mendapatkan contoh dari hasil metabolisme ,
seperti didalam urine, faeses dan sebagainya.
Kandang dibuat sedemikian rupa sehingga
koleksi urine dan feses dapt dilakukan dengan
mudah tidak tercampur dengan dengan pakan
atau air minum.
Gambar Kandang
Hewan coba

Beberapa kandang
Kandang Metabolik untuk
metabolik diletakkan ke
1 ekor hewan
dalam rak
Daftar Pustaka
Blumenthal, M., et. al., (Eds.), The Complete German Commission E
Monographs, Therapeutic Guide to Herbal Medicines, American
Botanical Council, Boston, 1998.

Bull, E., L. Rapport and B. Lockwood, Nutraceutical, Pharm.J.,


255(7104), p 57-58, 2000

Forth, W., D. Henschler, W. Rummel, U. Foerstermann und K.Starke,


Allgemeine und
spezielle Pharmakologie und Toxikologie, Urban & Fisher, Muenchem,
2001

Herfindal, E.T., D.R., Gourley, Textbook of Therapeutics, Lippincott


Williams &
Wilkins, Philadelphia, 2000.

SEKIAN
DAN
TERIMA
KASIH