Anda di halaman 1dari 66

IDENTIFIKASI GOLONGAN

ALKALOID
KELOMPOK 5
FARMASI BD
Aliyatul Himmah 11151020000067
Shella Desilia P. 11151020000071
Nailul Muna 11151020000077
Elfhira Rosalia 11151020000083
Dhimaz Aryo P. 11151020000085
Farijal Zamzami Kusnadi 11151020000088
Nugroho Aji Saputra 11151020000094
Aziza Nurul Amanah 11151020000095
Tina Yuliyana 11151020000098
Linda Mazroatul Ulya 11151020000104
Aditya Rahman N.H 11151020000106
DEFINISI

Alkaloid adalah :
1. Suatu zat organik yang mengandung unsur N
basa dalam ikatan siklis yang dalam HCl 0,5 N
dan pereaksi Mayer mengendap. Definisi ini
hanya untuk alkaloid yang berasal dari alam
( tumbuhan )
2. Suatu N hetero siklis yang bersifat alkalis,
umumnya berasal dari tumbuhan yang dalam
dosis kecil mempunyai aktivitas biologis
SIFAT UMUM ALKALOID

1. Mengandung atom N, satu atau lebih dalam


bentuk amina primer, sekunder, tersier dan
bersifat basa
2. Mempunyai sepasang elektron bebas yang
dapat mengikat proton secara kovalen
membentuk garam
3. Dalam bentuk basa, umumnya sukar larut
dalam air ( kecuali nikotin ), larut dalam pelarut
organik ( CHCl3, eter )
4. Dalam bentuk garam, umumnya larut dalam air
PEMBAGIAN ALKALOID

1. Alkaloid alam
2. Alkaloid semi sintetis / sintetis
3. Alkaloid golongan sisa
4. Alkaloid berdasarkan struktur inti
ALKALOID ALAM

1. Alkaloid alam mengendap dengan pereaksi Mayer


2. Alkaloid opium
a. golongan fenantren (morfin, codein, dionin)
b. golongan isokuinolin (papaverin, narkotin, narsein)
3. Alkaloid solanaceae
a. golongan atropin (atropin, hyoscyamin, scopolamin)
b. golongan nikotin (nikotin, asam nikotinat, nikotinamida, INH)
4. Alkaloid kina (kinin, kinidin, chinconin, chinconidin)
5. Alkaloid Radix Ipeca (emetin)
6. Alkaloid Secale cornutum (ergotamin, ergotoxin)
7. Alkaloid Radix hydrastis (hydrastin)
8. Alkaloid Radix Rauwolfia (reserpin)
9. Alkaloid Coca (cocain)
10.Alkaloid Strychnin (strychnin)
ALKALOID SEMISINTETIS / SINTETIS

Disebut juga PSEUDOALKALOID

Mengendap dengan pereaksi Mayer


1. Turunan pirazolon (antipirin, fenilbutazon, piramidon, antalgin)
2. Turunan aminobenzoat (procain HCl/Novocain,
anaestesin/benzocain)
3. Turunan akridin (rivanol)

Tidak mengendap dengan pereaksi Mayer


4. Turunan purin basa (teofilin, teobromin, kafein)
5. Turunan anilin (parasetamol, asetanilid, fenasetin)
6. Turunan ureum (ureum, tioureum, urotropin)
7. Turunan amin alifatis (efedrin)
ALKALOID GOLONGAN SISA

Santonin,
yohimbin,
konitin,
arekolin,
atopan
PENGGOLONGAN ALKALOID BERDASARKAN
KERANGKA STRUKTUR INTI :

Golongan Piridina: piperine, coniine, trigonelline, arecoline,


arecaidine, guvacine, cytisine, lobeline, nikotina, anabasine,
sparteine, pelletierine.

Golongan Pyrrolidine: hygrine, cuscohygrine, nikotina

Golongan Tropane: atropine, kokaina, ecgonine, scopolamine,


catuabine

Golongan Kuinolina: kuinina, kuinidina, dihidrokuinina,


dihidrokuinidina, strychnine, brucine, veratrine, cevadine
LANJUTAN.

Golongan Isokuinolina: alkaloid-alkaloid opium (


papaverine, narcotine, narceine), sanguinarine,
hydrastine, berberine, emetine, berbamine,
oxyacanthine

Alkaloid Fenantrena: alkaloid-alkaloid opium (morfin,


codeine, thebaine)

Golongan Phenethylamine: mescaline, ephedrine,


dopamin
LANJUTAN.

Golongan Indola:
Tryptamines: serotonin, DMT, 5-MeO-DMT, bufotenine, psilocybin

Ergolines (alkaloid-alkaloid dari ergot ): ergine, ergotamine, lysergic acid

Beta-carboline: harmine, harmaline, tetrahydroharmine

Yohimbans: reserpine, yohimbine

Alkaloid Vinca: vinblastine, vincristine

Alkaloid Kratom (Mitragyna speciosa): mitragynine, 7-hydroxymitragynine

Alkaloid Tabernanthe iboga: ibogaine, voacangine, coronaridine

Alkaloid Strychnos nux-vomica: strychnine, brucine

Golongan Purine: Xantina: Kafein, teobromina, theophylline


LANJUTAN.

Golongan Terpenoid:
Alkaloid Aconitum: aconitine
Alkaloid Steroid (yang berkerangka steroid pada struktur yang
bernitrogen):
Solanum (contoh: kentang dan alkaloid tomat) (solanidine, solanine,
chaconine)
Alkaloid Veratrum (veratramine, cyclopamine, cycloposine, jervine,
muldamine)[2]
Alkaloid Salamander berapi (samandarin)
lainnya: conessine
Senyawa ammonium quaternary s: muscarine, choline,
neurine
Lain-lainnya: capsaicin, cynarin, phytolaccine,
phytolaccotoxin
REAKSI PENGGOLONGAN ALKALOID
1. Reagen Mayer
Reaksi Mayer : HgI2
HgCl2 1 bagian + KI 4 bagian
Cara : zat + pereaksi Mayer timbul endapan kuning atau larutan kuning bening + alakohol
endapannya larut. Reaksi dilakukan di objek glass lalu Kristal dapat dilihat di mikroskop. Jika
dilakukan di tabung reaksi lalu dipindahkan, Kristal dapat rusak. Tidak semua alkaloid mengendap
dengan reaksi mayer. Pengendapan yang terjadi akibat reaksi mayer bergantung pada rumus
bangun alkoloidnya.

2. Reagen Bouchardat
Reaksi Bouchardat
I2 2 bagian + KI 4 bagian + aqua ada 100
Cara : sampel zat + pereaksi Bouchardat coklat merah, + alkohol endapan larut.
Sublimat larutan 5%.
Sublimasi dilakukan dengan cincin sublimasi.
Cara: pada objek glass, taruh zat + talk lalu aduk-aduk, letakkan cincinnya dan taruh objek glass di
atas cincin tersebut. Taruh kapas di atasnya, yang dilihat yang di atasnya.
Tanin ;larutan 10% (membentuk endapan alkaloid-tannat).
Asam pikrat/pikrolin 1% ( membentuk endapan pikrat)
Reaksi Kalomel: zat digerus dengan kalomel lalu diberi nafas supaya lembab endapan.
LANJUTAN.

3. Reagen Dragendorf
Pereaksi dragendorf mengandung bismut nitrat dan
merkuri klorida dalam nitrit berair. Ketika suatu
alkaloid ditambahkan pereaksi dragendorf maka
akan menghasilkan endapan jingga.

Beberapa alkaloid sukar mengendap dengan Mayer


dan Bouchardat (mengendap dalam dosis besar):
arecolin, coniin, dilaudid, eucodal, morfin
REAKSI WARNA

REAGEN WARNA
Asam kuat (HNO3 Pekat& H2SO4 kuning/merah
Pekat)
Merquis (Pereaksi marquis menghasilkan warna jingga.
mengandung formaldehid
(1bagian) dan H2SO4pekat (9
bagian).

Sampel ditambah diazo A (4 menghasilkan warna merah


bagian) dan diazo B (1 bagian),
ditambah NaOH, dipanaskan lalu
ditambah amyl alkohol
Pereaksi frohde mengandung Kuning kehijauan
larutan 1% NH4 molibdat dalam
H2SO4pekat.
lanjutan

Pereaksi frohde mengandung Warna kehijauan


larutan 1% NH4 molibdat
dalam H2SO4pekat.

Pereaksi frohde mengandung Kuning kehijauan


larutan 1% NH4 molibdat dalam
H2SO4pekat.
REAKSI KRISTAL
Reaksi Kristal dragendorf
Pada objek glass, zat +HCl aduk, lalu teteskan dragendorf di pinggirnya
dan jangan dikocok, diamkan 1 menit Kristal dragendorf
Reaksi Fe-complex & Cu-complex:
Pada objek glass, gas ditetesi dengan Fe-compleks dan Cu-complex lalu
tutup dengan cover glass panaskan sebentar, lalu lihat Kristal yang
terbentuk.
Pada objek glass, zat + asam lalu ditaburkan serbuk sublimat dengan
spatel, sedikit saja digoyangkan di atasnya Kristal terlihat.
Reaksi Iodoform : zat ditetesi NaOH sampai alkali + sol. Iodii lalu
dipanaskan hingga berwarna kuning (terbentuk iodoform), lalu lihat
Kristal bunga sakura di mikroskop.
Reaksi Herapatiet. (reagen : air + spirtus + asam cuka biang + sedikit
H2SO4 dan aqua iod sampai agak kuning pada objek glass). Zat + 1
tetes reagen kristal lempeng (coklat/violet)
REAKSI-REAKSI GUGUS FUNGSIONAL

1. Gugus Amin Sekunder


Reaksi SIMON : larutan alkaloida + 1% asetaldehid + larutan
Na-nitroprussida = biru-ungu.
Hasil cepatditunjukkan oleh Conilin, Pelletierin dan Cystisin.
Hasil lambatditunjukkan oleh Efedrin, Beta eucain, Emetin,
Colchisin dan Physostigmin.
2. Gugus Metoksi
Larutan dalam Asam Sulfat + Kalium Permanganat = terjadi
formaldehid, dinyatakan dengan reaksi SCHIFF.Kelebihan
Kalium Permanganatdihilangkan dengan Asam Oksalat.
Hasil positifuntuk Brucin, Narkotin, koden, Chiksin, Kotarnin,
Papaverin, Kinidin, Emetin, Tebain, dan lain-lain.

LANJUTAN

3. Gugus Alkohol Sekunder


Reaksi SANCHES : Alkaloida + Larutan 0,3% Vanilin dalam HCl pekat,
dipanaskan diatas tangas air = merah-ungu.
Hasil positif untuk Morfin, Heroin, Veratrin, Kodein, Pronin, Dionin, dan
Parakonidin.

4. Gugus Formilen
Reaksi WEBER & TOLLENS :
Alkaloida + larutan Floroglusin 1% dalam Asam Sulfat (1:1), panaskan =
merah.
Reaksi LABAT :
Alkaloida + Asam Gallat + asam Sulfat pekat, dipanaskan diatas tangas
air = hijau-biru.
Hasil positif untuk Berberin, Hidrastin, Kotarnin, Narsein, Hidrastinin,
narkotin, dan Piperin.
LANJUTAN

5. Gugus Benzoil
Reaksi bau : Esterifikasi dengan alcohol + Asam
Sulfat pekat = bau ester.
Hasil positif untuk Kokain, Tropakain, Alipin,
Stivakain, Beta eukain, dan lain-lain.

6. Reaksi GUERRT
Alkaloida didiazotasikan lalu + Beta Naftol =
merah-ungu.
Hasil positif untuk kokain, Atropin, Alipin, Efedrin,
tropakain, Stovakain, Beta eukain, dan lain-lain.
LANJUTAN

7. Reduksi Semu
Alkaloida klorida + kalomel + sedikit air = hitam Tereduksi menjadi logam
raksa. Raksa (II) klorida yang terbentuk terikat dengan alkaloid sebagai
kompleks.
Hasil positif untuk kokain, Tropakain, Pilokarpin, Novokain, Pantokain, alipin,
dan lain-lain.

8. Gugus Kromofor
Reaksi KING :
Alkaloida + 4 volume Diazo A + 1 volume Diazo B + natrium Hidroksida =
merah intensif. Hasil positif untuk Morfin, Kodein, Tebain dan lain-lain.
Reaksi SANCHEZ:
Alkaloida + p-nitrodiazobenzol (p-nitroanilin + Natrium Nitrit + Natrium
Hidrolsida)
= ungu kemudian jingga. Hasil positif untuk alkaloida opium kecuali Tebain,
Emetin, Kinin, kinidin setelah dimasak dengan Asam Sulfat 75%.
REAKSI KHUSUS
UNTUK ALKALOID
ALAM
A. ALKALOID DERIVAT FENIL ALANIN

1. Alkaloid Amin
a) Efedrin HCl
Sifat :
Kristal tak berwarna
) Titik leleh 40oC
) Kelarutan dalam air sukar larut
) Rasa pahit
Indikasi :
) Telahdigunakanbaikuntukpencegahandanpengobatanhipotensi
Analisa :
1. Zat uji + sulfanilat + NaOH menghasilkan warna merah
2. Zat uji + HCL + H2O2 + NaCl + NaOH larutan berwarna merah violet
3. Larutan zat dalam air + PbSO4 + NaOH larutan berwarna violet.
4. Zat uji + 1 ml air + 3 tetes HCl 3N + 5 tetes larutan CuSO 4 2% + 1-2 ml NaOH 3N warna
biru ungu (sulfonamid) jika dikocok dengan 1 ml eter maka lapisan eter berwarna merah
(efedrin)
B. ALKALOID BENZIL ISOKUINOLON

1. MORFIN
Mayer (+)
Frohde = ungu hijau
Marquis = ungu (segera)
Sancez, King, Pesez = (+)
Larutan dalam H2SO4 + KI + CHCl3 -> dikocok ->
ungu
+ K2Fe(CN)6 + FeCl3 = biru
Reaksi Huseman
Zat + H2SO4 pekat + dipanaskan di atas api + HNO3
65% + KNO3 Padat = violet merah merah darah
LANJUTAN
2.
kodein
LANJUTAN.

3. PAPAVERIN
Rumus kimia: C20OH22CINO4
Nama kimia papaverin yaitu 1-(3,4-Dimethoxybenzyl ) -6,7
dimethoxyisoquinoline hidroklorida.
Pemerian papaverin yaitu putih atau hampir putih, bubuk
kristal atau kristal putih atau hampir putih, tidak berbau;
rasa pahit lalu pedas.
Kelarutannya sedikit larut dalam air, sedikit larut dalam
alkohol.
Memiliki berat molekul 375.9.
Titik lebur 226C. Titik didih 483.2C at 760 mmHg. Titilk
nyala 172.2C.
C. ALKALOID DERIVAT PURIN

1. COFEIN
LANJUTAN

2. Theobromin
Organoleptis : Bubuk hablur, berwarna putih, berfluorosensis ungu
biru
Kelarutan : Dalam air = 1:0.03, dalam Spiritus= 1:0.02 , dalam
eter= 1: 0.004.
Reaksi Identifikasi:
Raksi Murexide ( + )
Parri (- )
Zat + larutan tannian Endapan putih
Zat + HCl + Aq. Iod Endapan coklat hijau tua
Reaksi Kristal
Dragendorf
Fe-kompleks
Cu-kompleks
D. ALKALOID KUINOLON (CHINAE CORTEX)
ALAM : CHININ, CINCHONIN,

1. CHININ
Organoleptis :Hablur putih, pahit.
Kelarutan : dalam air (1:4800), spiritus (1:1). Dalam H 2SO4 berfluoresensi biru kuat.
Reaksi Identifikasi:
- Reaksi Thalleiochin hijau zamrud (warna ini dapat dihasilkan pula jika dikocok
dengan kloroform).
- Reaksi ini positif terhadap :
cinchonin & cinchonidin endapan putih
codein merah rosa
morfin coklat merah
Antipyrin mengganggu reaksi ini
Reaksi Erytrochin lapisan CHCl3 berwarna merah.
Reaksi Sanchetz ungu tua, asamkan dengan H2SO4 jingga
Reaksi Herapathiet :
zat + 1 tetes reagen kristal platces (coklat/violet), spesifik untuk kinin
LANJUTAN..

2. CHINCHONIN
Organoleptis : kristal jarum ortokrombik
Kelarutan : Larut dalam alkohol (1:60), alkohol
panas (1:2), kloroform (1:110), eter (1:500),
praktis tidak larut dalam air
Reaksi Identifikasi:
Reaksi Fluoresensi
Larutan zat dalam air tidak berflouresensi
Larutan zat dalam asam asetat glasial +
H2SO4 + formalin berflouresensi (+)
Reaksi warna (-) terhadap Erythrochin, Sanchez
(cuprein), dan herapathiet.
E. ALKALOID SINTETIK PIRAZOLON

1. PYRAMIDON
Sinonim : aminofenazon / aminopirin
Organoleptis :
- Serbuk hablur putih, tidak berbau, pahit

Sifat Kimia :
-Kelarutan dalam air 1:18
-Larut baik dalam eter dan kloroform
LANJUTAN.

Reaksi Golongan
Reaksi Mayer : Positif
Reaksi BOUCHARDAT : Positif

Reaksi Warna
Zat + HCl dil + NaNO2 warna ungu biru
Zat + FeCl3 warna ungu
jika + H2SO4 dilut warna merah darah-violet
Zat + AgNO3 warna biru ungu + endapan abu-abu
Zat + HNO3 pekat kuning-hijau-abu-abu,jika berlebihan
akan hilang
Zat + aqua brom endapan ungu yang akan menjadi
kuning jingga
F. ALKALOID SINTETIK KUINOLIN

1. EUKININ
Organoleptis : hablur putih, berbentuk bulu
atau jarum, tidak berbau, tidak berasa, jika
dikunyah agapahit
Kelarutan: dalam air (tidak larut), dalam
spiritus (1:2)
JENIS-JENIS ALKALOID
LAINNYA
1. ANAESTHESIN BENZOCAIN

Organoleptis:
Serbuk kristal putih, tidak berbau, rasa menggigit
anastesis
Mudah larut dalam alkohol, eter, kloroform,
minyak lemak.
Sukar larut dalam air, lebih mudah larut dalam air
mendidih
REAKSI IDENTFIKASI
Zat +pDAB HCl jingga
Reaksi korek api positif
Esterifikasi Bau etil asetat
Reaksi diazo merah, setelah dipanaskan
kadang-kadang terjadi endapan

Reaksi iodoform positif


Zat +Nessler Abu-abu
Zat +Drogendorf lama-lama timbul bintik merah
Zat +Bouchardat endapan coklat
0,1 g zat + 2 ml air, kocok, Warna orange tua
asamkan dengan 2 tetes HCl
encer, + 3 tetes larutan
NaNO2,masukkan larutan
kepada larutan -naftol,
2. ANTHIPYRIN

Organoleptis :
serbuk hablur tidak berwarna atau putih, tidak
berbau dan agak pahit
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, mudah
larut dalam etanol dan kloroform, agak sukar
larut dalam eter
reagen hasil

+ aq.brom terbentuk endapan putih

Zat + HCl 0,5 N + pereaksi (HgCl2 timbul endapan kuning


+ KI + aquadest)
pereaksi Millon : Larutan zat dalam berwarna kuning-hijau
air + pereaksi Millon
+ FeCl3 Merah darah
+ H2SO4 kuning

Larutan zat dalam air + NaNO2 + berwarna hijau dan timbul kristal
HCl hijau (lama
Zat + pyramidon + HNO3 encer berwarna merah coklat

Zat + HNO3 encer (jika perlu berwarna kuning


dipanaskan)

Zat + H2SO4 dil. + KNO2 hijau

Larutan zat dalam air + asam timbul endapan putih


tannat panaskan
3.
Apomorphin
atau
apomorpina
REAKSI APOMORPHIN
Dengan asam kuat :

H2SO4 pekat dan HNO3 pekat (umumnya menghasilkan merah)

Pereaksi Marquis :

Zat + 4 tetes formalin + 1 ml H 2SO4 pekat (melalui dinding tabung, pelan-pelan)


warna ungu biru
Pereaksi Forhde :

larutan 1% NH4 molibdat dalam H2SO4 pekat

Zat + pereaksi Forhde warna ungu lalu menjadi hijau


Reaksi SERULAS & LEFORT:
larutan zat dalam H2SO4 encer + KI + CHCl3 dikocok; lapisan CHCl3 akan berwarna
ungu
LANJUTAN.......


4. BERBERIN

5. AMFETAMIN


LANJUTAN

reaksi apomorphin amfetamin berberin


Ungu biru orange Kuning coklat

Pereaksi Frohde : Ungu menjadi - Coklat ungu


larutan 1% NH4 hijau
molibdat dalam
H2SO4 pekat
Pereaksi Runge : - - Merah darah
Dipanaskan
dengan HCl 25%
lalu dinginkan ,
ditambah NaOH
ad basa lemah
6. HEROIN

Rumus kimia: C17 H17NO(OOH3CO)2


Kristal putih tak berbau
T1. 171O-173O C
Kelarutan: air tidak larut
Larut dalam H2SO4 encer + H2SO4 pekat+ spir
+Focl3 +k3fo(oN)6=biru berlin
+venilin +HO1=Merah ungu
+H2SO4+ KBr dipanaskan = hijau
Reaksi kristal:
1. HCL2
2. IRADFNDORF
7.Kokai
n
Sifat :
8. Kristal Putih, rasa pahit, tak
EMETIN berbau
Titik leleh 235oC 255oC
Kelarutan dalam air 1:7
Indikasi :
Mengobati hepatitis amoeba,
dan abses amoeba
Analisa :
Zat uji + H2SO4 larutan
menjadi coklat
Zat uji+ HCL pekat + H2O2
lalu di panaskan, larutan
akan menjadi kuning jingga
9. Sifat :
Kristal putih tak berbau
Ergometrin Titik leleh 195oC 197oC
Larut dalam air 1:36
Indikasi :
Mengobati sakit kepala vaskular
seperti migrain, atau migrain
varian.
Analisa :
Ditambahkan dengan Di Metil
Amino Benzaldehid ( DAB HCl )
menghasilkan warna biru
Larutan dalam air berfluorisensi
biru
Reaksi ninhydrin warna larutan
menjadi ungu
10. ERGOTAMIN

11. ERGOTOXIN NETHAN


SULFAT
12. HEROIN, HYDRASTIN,
HYOSCYAMIN
PERBEDAAN KRAKTERISTIK

senyawa krakteristik
heroin Rumus kimia : C 17 H 17 NO(OOH
3 CO) 2
Kristal putih tak berbau
T1. 171 O -173 O C
Kelarutan: air tidak larut
hydrastin Larut dalam kloroform, berbentuk
kristal prisma, meleleh pada suhu
131-132 derajat C.
hyoscyamin Garam-garamnya: HBr, Dulftat,
nothylbromida
REAKSI
senyawa Reaksi dan hasil Reaksi kristal
hydrastin FROHDE= Kuning Asam piknolon
hijau K4f(cn)6
H2SO4= Kuning-
violet
MANDELLIN=merah
jingga
+ KmnO4: BIRU
heroin +Focl3 HCL2
+k3fo(oN)6=biru IRADFNDORF
berlin
+venilin
+HO1=Merah ungu
+H2SO4+ KBr
dipanaskan = hijau
hyoscyamin Oclat, prisma,
AuCl2: lempeng
kuning, TL: 165 O C
PtCl2 : prisma arang,
13. METADON - HCL, NIKOTIN

senyawa pemerian kelarutan


Metadon-HCL Berbentuk Kristal Dalam air 1 : 12
putih Dalam spir 1 : 6
Tidak berbau Dalam CHCl 1 : 3
Rasa pahit - asam
nikotin Cairan mudah Titik didih = 247
menguap Celcius
Rasa pedas
Bau spesifik seperti
tembakau
IDENTIFIKASI REAKSI

METADON-HCL
Mayer (+)
Bouchardat (+)
Zat + 1 tetes dinitrobenzene -> di aduk = ungu
kecoklatan
Larutan dalam air + NaOH = endapan seperti
minyak tidak berwarna dan ketika di gosok dengan
batang pengaduk menjadi Kristal.
Larutan + asam pikrat = Kristal kuning.
Aqua brom = jingga seperti tetes minyak.
14. NIKOTIN

Reaksi =
Larutan dalam spir + beberapa butir 2,4
dinitriklorobenzen dipanaskan di atas waterbath.
Sesudah dingin + spir KOH = merah ungu
Sanchez = Vanillin HCl 25% = merah rose, jika
dipanaskan warnanya semakin intensif.
P-DAB HCl = merah ungu
Reaksi Kristal =
K2Fe(CN)6
DRGENDORF
HgCl2
Asam pikrolon
15. OPIAL

Opial adalah campuran dari


heroin HCl, thobain, codein
HCL, papaverin HCl, NaCl,
narcotin HCl, morphin HCl.
Organoleptis opial adalah
berbentuk bubuk putih dan
larut dalam air.
16. PHENACETIN

Organoleptis phenacetin berbentuk


bubuk hablur, warna putih, rasa
pahit. Kelarutan air 0,06 , spir 6,7 ,
eter 1,5. Titik lelehnhya 134C-136C
17. PETHIDIN

Reaksi
Zat + NaOH menghasilkan tetesan seperti
minyak
18. PULVIS DOVARI
Organoleptis : Bubuk coklat kelabu
Teridiri atas :
10 Bagian Opium
10 Bagian Radix Ipecaa
80 Bagian KSO

Reaksi Warna
Zat + Reagen FROHDE warna hijau kotor
Zat + FeCl warna merah jingga
Reaksi Marquis
zat + HSO + larutan formalin warna ungu muda dalam 5 menit
Reaksi Biru Berlin
zat + KFe(CN) + FeCl warna biru berlin

Reaksi Kristal :
HgCl, asam pikrat dan chinosol padat
PERBEDAAN PEPHIDIN, PYRAMIDON,
PULVIS DOVARI
reaksi pephidin pyramidon Pulvis dovari
Zat + NaOH menghasilkan - -
tetesan seperti
minyak
Zat + HCl dil + warna ungu -
NaNO2 biru
Zat + FeCl3 - warna ungu warna merah
jingga
Reaksi Marquis - - warna ungu
(zat + HSO + muda dalam 5
larutan menit
formalin)
Zat + aqua _ endapan ungu _
brom yang akan
menjadi kuning
jingga
ANY QUESTION?

Anda mungkin juga menyukai