Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN KASUS ANESTESI

Pembimbing :
dr. Riza M. Farid, Sp.An
dr. Asep Hendradiana, Sp.An, KIC, M.Kes
dr. Sonny Tresnadi, Sp.An
dr. Muhammad Naufal, Sp.An
dr. Nini Memen, Sp.An

Disusun oleh :
Hilyatus Shalihat 1102010125
Muchammad Zulkarnain 1102010172
Sandra Aldira 1102010262
Dila Rizky Pratiwi 1102011080
IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. F
Umur : 27 tahun
Agama : Islam
Pendidikan : Sarjana
Suku : Indonesia
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Jl. Kera bakti No 1 Kramat jati
Makasar
Tanggal masuk rumah sakit : 28 Mei 2016
ANAMNESA

Anamnesis dilakukan dengan


autoanamnesa pada tanggal 28
Mei 2016 di Ruang Operasi RS
POLRI Raden Sukanto Jakarta
Timur.
Keluhan Utama : Keluar air-air
sejak 2 jam SMRS
Keluhan Tambahan : Mules (+),
Keputihan (+)
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke IGD RS POLRI R. Said
Sukanto pada tanggal 28 Mei 2016. Pasien datang
dengan keluhan keluar air-air sejak 2 jam SMRS.
Awalnya pasien merasakan mulas-mulas sejak 3
jam SMRS. Namun, mulas-mulas dirasakan
semakin lama, semakin sering. Keluhan mulas-
mulas kemudian diikuti dengan keluarnya cairan
berwarna bening dari vagina tanpa disertai
adanya darah. Kemudian pasien memutuskan
untuk pergi ke IGD Rumah Sakit POLRI. B.
Saat ini pasien mengaku hamil anak pertama
dengan usia kandungan 37 minggu. Riwayat
haid teratur tiap bulan. Lama 3 sampai 4 hari,
ganti pembalut 3 sampai 4 kali perhari. pasien
tidak merasakan nyeri saat haid dan saat
berhubungan. Hari Pertama Haid Terakhir
tanggal 13 September 2015. pasien tidak ada
riwayat merokok, minum jamu maupun alkohol.
Pasien tidak memiliki riwayat darah tinggi, gula
darah tinggi, tidak ada riwayat pemakaian K
Riwayat Penyakit
Dahulu
Hipertensi (-)
DM (-)
Asma (-)
Riwayat Penyakit Keluarga :
Tidak memiliki riwayat penyakit
keluarga
Riwayat Alergi:
Pasien tidak memiliki riwayat
alergi obat
Riwayat Operasi :
Riwayat operasi sebelumnya
disangkal
GCS: E4V5M6 = 15
Pemeriksaan fisik
Mata :
Konjungtiva anemis
Status (-/-)
KU: TSS General Sklera ikterik (-/-)
Kesadaran : CM is
Leher :
Tidak ada pembesaran
Kepala : KGB
Normocephal Tidak ada pembesaran
thyroid
VS :
TD : 150/100
mmHg THT :
N: 109 X/menit Hidung simetris
RR: 20 x/menit Rhinorrhea (-)
Suhu: 38.4 C Tenggorokan tidak hiperemis
Mulut : sianosis (-)
Pemeriksaan Fisik
Pulmo Jantung Akral

Inspeksi Inspeksi : Iktus Akral hangat


:Normochest, cordis tidak Edema tidak
simetris saat terlihat ditemukan pada
statis dan Palpasi : Iktus keempat
dinamis. cordis tidak ekstremitas
Palpasi teraba Sianosis tidak
:Fremitus taktil Perkusi : Sonor ditemukan pada
dan fremitus Auskultasi: keempat
vokal simetris, Bunyi jantung I-II ekstremitas
tidak teraba reguler, murmur Perfusi baik pada
masa (-), gallop(-) keempat
Perkusi :Sonor di ekstremitas
kedua lapang
paru
Auskultasi :Suara
nafas vesikuler
dikedua lapang
paru,tidak
Abdomen
Inspeksi Permukaan abdomen buncit. Tidak terdapat lesi.

palpasi Tidak teraba pembesaran hati dan spleen

Auskultas Bunyi timpani pada seluruh lapang abdomen


i
Perkusi Bising usus (+) normal,4x/min
PEMERIKSAAN PENUNJANG

28 Mei 2016

Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan


Hematokrit 34% 40-48%
Leukosit 12.200/uL 5.000-10.000/uL
Trombosit 411.000/uL 150.000-400.000/uL
Masa Perdarahan 130 1-6 menit
Masa Pembekuan 11 10-15 menit
SGOT 26.9 U/L <31 U/L
SGPT 23.9 U/L <31 U/L
Ureum 16 mg/dl 10-50 mg/dl
Creatinine 0.6 mg/dl 0.5-1.3 mg/dl
Gula Darah Sewaktu 72 <200 mg/dl
Penatalaksaan yang Diberikan
oleh Rumah Sakit:
Inj Dexametason 3cc/hari
Inj Ceftriaxone 2x1gr
Drip Bicasmo 3 Amp 8 tpm
Laporan operasi
Pasien Litotomi dengan Spinal Anastesi.
Asepsis dan antisepsis daerah operasi dan
sekitarnya.
Dilakukan insisi kutis sampai peritoneum
Insisi dinding uterus, dilebarkan dan gunting
kiri ke kanan
Dibantu forcep, lahir bayi perempuan BB 2700
gram. Apgar Score 8/9 PB 47cm
Plasenta dilahirkan secara manual. Cavum
uterus dibersihkan
Dinding uterus dijahit, Kontrol perdarahan
Dinding abdomen dijahit
Persiapan Operasi

Surat izin Operasi


Puasa 6-8 jam sebelum operasi
Tidak memakai
perhiasan/kosmetik
Tidak ada gigi palsu
Memakai baju khusus kamar
bedah.
Laporan Anestesi

Anastesi: Regional Anestesi dengan teknik


spinal anestesi.
Medikasi:
Regivel 15 mg
Tramadol 100 mg
Piralen 10 mg
Oxytocin 20 iu
Metergin 1 Amp
Cytotex 2,5 tab
Pronalges supp 1
Epedrin 2x10 mg
Teknik Anestesi:
Alat disiapkan dan pasien diposisikan duduk
Pasien disemprot di bagian punggung dengan asepsis
Pasien ditusuk menggunakan needle di Touffliers line (sejajar
dengan krista iliaca)
Obat dimasukkan menggunakan spuit 5 cc yang berisi Regivell 15
mg
Pasien diposisikan litotomi guna dilakukan operasi
Selang O2 diberikan kepada pasien dengan volume O2 sebanyak
2L/menit
Pemberian Tramadol secara drip sebanyak 100 mg
Pemberian Piralen secara bollus sebanyak 10 mg
pemberian Oxytocin 20 iu
Pemberian Metergin 1 Amp
Pemberian Cytotex 2,5 tab
Pemberian Pronalges supp 1
Pemberian Epedrin 10 mg
Pemberian Epedrin 10 mg
Saat operasi berakhir, diberikan larutan RL
sebanyak 80 tetes/menit
Setelah operasi selesai, pasien dibawa ke
Ruang pemulihan guna mengembalikan
fungsi tubuh yang dibius dan menunggu
dijemput oleh perawat ruangan
VII. DIAGNOSIS
Pasien wanita 27 tahun dengan G1P0A0 37
minggu susp KPD

VIII. PROGNOSIS
Quo ad vitam : dubia ad Bonam
Quo ad functionam : dubia ad Bonam
Quo ad sanantionam : dubia ad Bonam
Perubahan yang terjadi selama
kehamilan dan pertimbangan fisiologi
kehamilan atau persalinan pada
anestesi obstetri akan dijelaskan
sebagai berikut :
1. Perubahan Kardiovaskular dan
Hemodinamik
Tekanan darah selama masa
kehamilan meningkat hingga 45-
50 %.
2. Perubahan Pernapasan
Perubahan pada fungsi pulmonal,
ventilasi, dan pertukaran gas.
Kapasitas fungsi residual
3. Perubahan Gastrointestinal
Uterus gravid menyebabkan peningkatan
tekanan intragastrik dan perubahan sudut
gastroesophageal junction sehingga
meningkatkan kemungkinan terjadinya
regurgitasi dan aspirasi pulmonal isi lambung.
4. Sistem Saraf Pusat
Akibat peningkatan endorfin dan progesteron
pada wanita hamil mengakibatkan
konsentrasi obat inhalasi yang lebih rendah
cukup untuk mencapai analgesia.
5. Transfer Obat dari Ibu ke Janin
melalui Sirkulasi Plasenta
Hal ini juga menjadi pertimbangan
karena obat-obatan anestesia yang
umumnya merupakan depresan, dapat
juga menyebabkan depresi pada janin.
Anestesi yang dilakukan pada pasien
ini adalah anestesi regional yang biasa
disebut sub Arachnooid Blok (SAB)
atau anestesi spinal.
karena pembedahan dilakukan
didaerah abdomen, berada dibawah
bagian yang dipersarafi oleh T4, yang
merupakan indikasi dilakukannya
anestesi SAB.
Anestesi spinal atau subarakhnoid adalah
anestesi regional dengan tindakan
penyuntikan obat anestetik lokal ke dalam
ruang subarakhnoid. Anestesi spinal atau
subarakhnoid disebut juga sebagai analgesik
blokspinal intradural atau blok intratekal.
Untuk mencapai cairan serebrospinal maka
jarum suntik akan menembus kutis, subkutis,
ligamentum supraspinosum, ligamentum
interspinosum, ligamentum flavum, ruang
epidural, duramater, kemudian paling akhir
adalah ruang subarakhnoid
Konsentrasi dan Berat Jenis obat
Anestetik Spinal
Obat Konsentrasi Berat Jenis

Prokain 1,5% dalam air 1,0052


2,5% dalam Dextrosa 5% 1,0203

Lidokain 2% plain 1,0004-1,0066


8% dalam 7,5% dekstrosa 1,0262-1,0333

Tetrakain 0,5% dalam dekstrosa 5% 1,0133-1,0203


0,5% dalam air 0,9977-0,9997

Bupivacain 0,5% dalam 8,25% dekstrosa 1,0277-1,0278


0,5% plain 0,9990-1,0058
Berat jenis normal cairan
serebrospinal adalah 1,007. Larutan
anestetik lokal dengan berat jenis
yang lebih besar dari 1,007 disebut
larutan hiperbarik, hal ini dapat
dicapai dengan jalan menambahkan
glukosa ke dalam larutan. Sebaliknya
bila anestetik lokal dilarutkan ke
dalam larutan NaCl hipotonis atau air
suling akan didapatkan larutan
hipobarik
Indikasi anestesi spinal :

1. Bedah ekstremitas bawah


2. Bedah panggul
3. Tindakan sekitar rektum perineum
4. Bedah Obstetrik-Ginekologi
5. Bedah Urologi
6. Bedah abdomen bawah
Kontraindikasi absolut anestesi spinal:

Pasien menolak
Infeksi pada tempat suntikan
Tekanan intrakranial meningkat
Fasilitasi resusitasi minim
Kurang pengalaman tanpa didampingi konsulen anestesi
Kontraindikasi relatif anestesi spinal:
Infeksi sistemik
Infeksi sekitar tempat suntikan
Kelainan psikis
Bedah lama
Penyakit jantung
Hipovolemia ringan
Tehnik anestesi spinal:

1. Posisi duduk atau posisi lateral dekubitus dengan tusukan


pada garis tengah
2. Setelah dimonitor, tidurkan pasien misalkan dalam posisi
lateral dekubitus
3. Perpotongan antara garis yang menghubungkan kedua
garis krista iliaka, misal L2-L3, L3-L4, L4-L5. Tusukan pada L1-L2
atau diatasnya beresiko trauma terhadap medulla spinalis.
4. Sterilkan tempat tusukan dengan betadine atau alkohol
5. Beri anestesi lokal (jika perlu) pada tempat suntikan,
misalnya dengan lidokain 1-2% 2-3 ml.
6. Cara tusukan media atau paramedian
7. Posisi duduk sering dikerjakan untuk bedah perineal
misalnya bedah hemorroid dengan anestetik hiperbarik
Komplikasi anestesi spinal adalah sebagai
berikut :

1. Hipotensi berat akibat blok simpatis terjadi


venous pooling. Pada dewasa dicegah dengan
meberikan infus cairan elektrolit 1000 ml atau
koloid 500 ml sebelum tindakan.
2. Bradikardia dapat terjadi tanpa disertai
hipotensi atau hipoksia.
3. Hipoventilasi akibat paralisis saraf frenikus atau
hipoperfusi pusat kendali nafas.
4. Trauma pembuluh saraf.
Pada pasien ini obat anestesi yang
digunakan adalah bupivakain
hyperbaric dengan dosis 15 mg.
Bupivacain adalah obat anastetik local
yang termasuk dalam golongan amino
amida. Bupivacain diindikasikan pada
anestesi local termasuk anestesi
infiltrasi, blok serabut saraf, anestesi
epidural dan anestesi intratekal.
Bupivacain adalah obat anestetik
lokal epidural yang umum digunakan
selama proses persalinan. Struktur
mirip dengan lidokain dan merupakan
anestetik lokal yang mempunyai masa
kerja yang panjang, dengan efek
blokade terhadap sensorik lebih besar
daripada motorik.
Pengukuran yang paling sering digunakan
untuk mengukur blok motor adalah
bromage skor.
Kriteria Nilai Skor

Dapat memfleksikan kaki dan lutut (None) 0

hanya dapat menekuk lutut tetapi tidak dapat 1


mengangkat kaki (Partial)

Hanya dapat menggerakkan kaki (Almost 2


Complete)

Tidak dapat mengangkat kaki sama sekali 3


(Complete)

TOTAL

Keterangan : Pasien dapat dipindahkan ke bangsal atau ruang perawatan jika skor kurang dari atau sama
dengan 2.
Skor Bromage
TERIMA KASIH