Anda di halaman 1dari 30

PENYEDERHANAAN URUSAN

DI BIDANG PERTANAHAN

KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/


BADAN PERTANAHAN NASIONAL
MATERI
1. Pendahuluan
2. Kemudahan Urusan di Bidang Agraria, Tata Ruang dan
Pertanahan Untuk Mendukung Kegiatan Penanaman
Modal
3. Dukungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional Dalam Layanan Izin Investasi 3
Jam
4. Upaya Meningkatkan Ease of Doing Business untuk
Registering Property di Indonesia
5. Penutup
1. Pendahuluan
Sebagai bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah,
Kementeria Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan
Nasional telah melakukan berbagai langkah dalam
mendukung penyederhanaan dan percepatan pelayanan
dan pengaturan agraria, tata ruang dan pertanahan dalam
kegiatan penanaman modal
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan
Nasional telah melakukan deregulasi pelayanan dan
pengaturan agraria, tata ruang dan pertanahan dalam
kegiatan penanaman modal.
Sejak tahun 2015, Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/Badan Pertanahan Nasional telah memberikan
layanan agraria, tata ruang dan pertanahan di Pelayanan
Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat.
2. Kemudahan Urusan Di Bidang Agraria, Tata
Ruang dan Pertanahan Untuk Mendukung
Kegiatan Penanaman Modal

1. Dukungan Peraturan Perundangan di Bidang Agraria,


Tata Ruang dan Pertanahan
2. Percepatan dan Kepastian Pelayanan Agraria, Tata
Ruang dan Pertanahan di Pelayanan Terpadu Satu
Pintu

4
Dukungan Peraturan perundangan
1. Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 5 Tahun 2015
Tentang Izin Lokasi;
2. Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 2 Tahun 2015
Tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan Agraria, Tata
Ruang dan Pertanahan dalam Kegiatan Penanaman
Modal yang telah diganti Peraturan Menteri Agraria dan
Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 17
Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan
Agraria, Tata Ruang dan Pertanahan dalam Kegiatan
Penanaman Modal;
3. Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 15 Tahun 2014
tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu Bidang Agraria Tata Ruang dan Pertanahan
Dalam Kegiatan Penanaman Modal.
4. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
5
Pertanahan Nasional Nomor 8 Tahun 2016 tentang
Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 5 Tahun
2015 Tentang izin Lokasi

1. Ijin Lokasi diberikan untuk jangka waktu 3 tahun


2. Kewenangan Pemberian Izin Lokasi:
a. Dalam 1 kabupaten:
Bupati/Walikota/Gubernur atau Pejabat yang
ditunjuk (khusus untuk DKI)
b. Lintas kabupaten dalam 1 provinsi:
Gubernur
c. Lintas provinsi:
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN
3. Dalam rangka efisiensi dan efektivitas usaha
kawasan industri, apabila diperlukan tanah dengan
luasan yang melebihi luas maksimum yang boleh
dikuasai, maka ijin lokasi dapat diberikan setelah
6
mendapat persetujuan dari Menteri ATR/Kepala BPN.
Permen ATR / BPN No. 5 Tahun 2015
IZIN LOKASI
Tidak Perlu Izin Perusahaan (3) Risalah PTP
ATR/
Lokasi (Penanaman Modal/ UU N0. 25 Thn
BPN

Permohonan PTP
Tembusan
(Psl 2 (3)) 2007)
Psl 2 (3)
4 1
SERTIPIKAT
(Pasal 9, ayat (6)) (5) PTP dari BPN Perlu Izin Lokasi HAT :
SK IZIN LOKASI Izin Lokasi (Bupati/Walikota/Gubernur) HGU
PETA (Lampiran) HGB
Dalam Rangka
Izin Prinsip (2) (9)
dari Bupati/ Walikota
ONE MAP POLICY (PP 15/2010) Pasal 163
Lampiran Peta Skala :
Bupati/wk = 1 : 10.000 Tata Cara pemberian Izin Keterangan:
Gubernur = 1 : 50.000 Produk Pemda
Lokasi Produk ATR
(6 a) dari Bupati/ Walikota Kegiatan Pemohon
(PERMEN ATR 5/2015) Pasal 15
Pemohon (Pasal 10): Wajib Didaftarkan HAT
- Sosialisasi (8) (Lampiran PTP, IL)
- Perolehan tanah dalam areal IL (7) MONEV (Pasal 14)
- Tidak menutup atau mengurangi (Pasal 14 ayat (5))
Mengontrol :
aksesibilitas dan melindungi kepentingan - perolehan tanah
umum - penggunaan & pemanfaatan tanah dan ruang Bila TIDAK SESUAI
- Melaporkan ke Bupati/ Wali kota dan - pengamanan terhadap tanah yang sudah diperoleh dengan SK IL dapat
Kakantah setiap 3 bulan mengenai - pengawasan & pengendalian terhadap batas tanah yang dijadikan bahan
perolehan tanah & penggunaannya telah diperoleh PEMBATALAN IZIN
- Izin Lokasi dan PTP sebagai syarat permohonan Hak atas LOKASI
Tanah
(6 b) Perpanjangan IL
(Pasal 5)
PERMEN ATR/BPN NOMOR 17
TAHUN 2015
Untuk mempercepat pelayanan pertanahan
dalam rangka penanaman modal, Peraturan
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 2 Tahun 2015
tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan
Agraria, Tata Ruang dan Pertanahan dalam
Kegiatan Penanaman Modal diganti dengan
Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional
Nomor 17 Tahun 2015 tentang Standar
Pelayanan dan Pengaturan Agraria, Tata Ruang
dan Pertanahan dalam Kegiatan Penanaman
JENIS PELAYANAN
1. Informasi Ketersediaan Tanah
2. Pertimbangan Teknis
Pertanahan
3. Pengukuran Bidang Tanah dan
Kawasan
4. Penetapan Hak Atas Tanah
5. Pendaftaran Keputusan Hak
Atas Tanah
6. Pengelolaan Pengaduan
Pelayanan agraria, tata ruang dan
pertanahan di kantor Pelayanan
Terpadu Satu Pintu (PTSP) BKPM
dimaksudkan untuk memberi
pelayanan kepada para investor
yang mempunyai keinginan
serius untuk melakukan investasi
yang dapat meningkatkan kinerja
ekonomi nasional dan membuka
lapangan kerja yang jumlahnya
signifikan
PERCEPATAN PELAYANAN SETELAH TERBIT PERMEN
17/2015
No Jenis Pelayanan PerKa BPN PerMen 2/2015 Permen 17/2015
1/2010
1 Informasi Ketersediaan - 7 hari kerja 3 jam, 14 hari
Tanah melengkapi persyaratan
2 Pertimbangan Teknis 14 hari kerja 7 hari kerja 3 s/d 5 hari kerja
Pertanahan
3 Pengukuran Bidang Tanah 12 s/d 30 hari 10 s/d 30 hari 15 s/d 20 hari kerja
kerja kerja
4 Penetapan Hak Atas Tanah
Pemberian HGU 38 s/d 138 hari 30 s/d 90 hari 20 s/d 45 hari kerja
kerja kerja*
Perpanjangan/Pembaharu 30 s/d 70 hari 20 s/d 70 hari 7 s/d 14 hari kerja
an HGU kerja kerja*
Pemberian HGB/Hak Pakai 38 s/d 97 hari 20 /d 50 hari 20 s/d 30 hari kerja
kerja kerja*
Perpanjangan/Pembaharu 30 s/d 97 hari 20 s/d 50 hari 5 s/d 7 hari kerja
an HGB/ Hak Pakai kerja kerja*
5 Pendaftaran Keputusan Hak Temasuk pada 5 hari kerja 1 hari kerja untuk
3. Dukungan
Kementerian Agraria
dan Tata
Ruang/Badan
Pertanahan Nasional
Dalam Layanan Izin
Investasi 3 Jam
Dalam skema pelayanan 3 jam
bagi investor di PTSP, desk
kementerian Agraria
Tataruang/Badan Pertanahan
Nasional (ATR/BPN) memberi
pelayanan Informasi
Ketersediaan Tanah
Untuk mendapatkan pelayanan ini
investor disyaratkan telah
mempunyai :
Akta pendirian Badan Hukum

Informasi Ketersediaan
Tanah
adalah informasi spasial dalam bentuk
peta sketa lokasi yang diinginkan setelah
dilakukan analisis dari berbagai informasi
pertanahan dengan mempertimbangkan :
Peta tataruang wilayah
Peta Kawasan Hutan
Peta Kemampuan tanah
Peta pendaftaran tanah
Namun belum mempertimbangkan :
Ijin-ijin yang diterbitkan oleh pemerintan
daerah

Produk layanan Informasi


Ketersediaan Tanah ini adalah
Dokumen Informasi Booking Tanah
yang akan akan digunakan dan
dimanfaatkan untuk kegiatan
investasi yang akan dilakukan
Dokumen Informasi Booking Tanah
merupakan surat keterangan kepada
calon investor untuk dapat memesan
lokasi bidang tanah sesuai arahan
lokasi yang diberikan (jika diperlukan)
sehingga mendapat prioritas untuk
Setelah mendapatkan dokumen
informasi booking tanah, investor diberi
waktu selama 14 hari untuk memenuhi
persyaratan (a.l. proposal penggunaan
dan pemanfaatan tanah) untuk
mendapatkan jenis-jenis pelayanan
pertanahan selanjutnya. Jika
persyaratan tersebut tidak dipenuhi maka
booking tanah otomatis batal
Syarat yang harus dipenuhi dalam waktu
14 hari, agar proses pelayanan
pertanahan lainnya dapat dimohonkan
adalah:
Akta pendirian Badan Hukum
4. Upaya Meningkatkan Ease of Doing
Business untuk Registering Property di
Indonesia
Instruksi Bapak Presiden RI untuk meningkatkan
peringkat Ease of Doing Business (EODB) Indonesia dari
109 ke peringkat 40.
Salah satu kriteria acuan penilaian adalah pelayanan
registering property yang saat ini masih berada di
peringkat 131.
Telah diterbitkan Peraturan Menteri Agraria Nomor 8
Tahun 2016 tentang Pelayanan Peralihan Hak Guna
Bangunan Tertentu di Wilayah Tertentu.
Ruang lingkup Peraturan Menteri ini mengatur pelayanan
peralihan Hak Guna Bangunan tertentu karena jual beli di
Wilayah tertentu, meliputi DKI Jakarta, Kota Bandung;
REGISTERING PROPERTY MENUJU
PERINGKAT 40
3 prosedur

5 hari 1 Hari 2 Hari 2 Hari (parallel 2 Hari 1 Hari (paralel dg


dengan II) IV)
Rp. 50.000 5% dari NJOP/Nilai 1% dari transaksi + 1/1000 dari Nilai Free
Transaksi materai Rp. 6.000 Tanah + 50.000
5% dari NJOP/Nilai (2 lb/dokumen)
Transaksi - Rp. 80
WEB SITE DAN APLIKASI
ADMINISTRASI PERTANAHAN

Pengaduan Online

APLIKASI SENTUH
ATR/BPN,
download di play store
5. Penutup
Dukungan Kementerian Agraria dan Tata dan Tata
Ruang/Badan Pertanahan Nasional dalam kegiatan
penanaman modal melalui deregulasi dan
penyederhanaan serta percepatan pelayanan dan
pengaturan agraria, tata ruang dan pertanahan terus
dilaksanakan dan disempurnakan untuk meningkatkan
investasi Indonesia yang pada gilirannya diharapkan
dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran
seluruh rakyat Indonesia.
TERIMA KASIH
lampiran
1. Informasi Ketersediaan
Tanah
Tindak lanjut
oleh pemohon

Proses
Permohona
n
Persyaratan:
3 jam : NPWP; Akta Pendirian; Ijin Investasi (didapatkan pada hari yang
sama dalam pelayanan 3 jam)
2. Pertimbangan Teknis
Pertanahan
Kelengkapan syarat
oleh pemohon 200
Ha

Proses 200 Ha
Permohonan

Persyaratan (dilengkapi dalam 3 hari):


Identitas dan surat kuasa (bila dikuasakan); NPWP; Akta Pendirian; TDP;
Proposal Rencana Pengusahaan Tanah; Sketsa lokasi tanah yang dimohon;
Dasar Penguasaan Tanah (bila ada); SPPT PBB; Surat Pernyataan
3. Pengukuran Bidang Tanah
Kelengkapan syarat
oleh pemohon 200 Ha

Proses 200 Ha
Permohonan

Persyaratan (dilengkapi dalam 5 hari):


Syarat pada pelayanan PTP; Izin Lokasi (bila disyaratkan); Peta areal tanah
yang dimohon; Bukti perolehan tanah/alas hak; Surat Pernyataan
pemasangan tanda batas; Surat pernyataan tidak sengketa; Surat
4. Pemberian Hak Guna
Usaha
Kelengkapan syarat
oleh pemohon 200 Ha

Proses 200 Ha
Permohonan

Persyaratan (dilengkapi dalam 5 hari):


Syarat pada pelayanan pengukuran bidang tanah dan kawasan; Peta
bidang; Rekapitulasi Perolehan Tanah beserta petanya; Izin dari dinas
terkait (izin usaha, pelepasan kawasan hutan); Persetujuan penanaman
5.
Perpanjangan/Pembaharuan
Hak
KelengkapanGuna
syarat
oleh pemohon
Usaha
200 Ha

Proses 200 Ha
Permohonan

Persyaratan (dilengkapi dalam 3 hari):


Hasil evaluasi pengelolaan HGU; Hasil pemeriksaan lapangan; Melengkapi
persyaratan jika ada perubahan data
6. Pemberian Hak Guna Bangunan/
Hak Pakai
Kelengkapan syarat
oleh pemohon 15 Ha

Proses 15 Ha
Permohonan
Persyaratan (dilengkapi dalam 5 hari):
Peta bidang; Persetujuan penanaman modal; Keterangan status kawasan
hutan; Keterangan status kawasan pertambangan; Keterangan bebas
garapan masyarakat; Surat pernyataan tanah-tanah yang dipunyai;
7.
Perpanjangan/Pembaharuan
Hak Guna Bangunan/Hak
Kelengkapan syarat
oleh pemohon 15 Ha
Pakai

Proses 15 Ha
Permohonan

Persyaratan (dilengkapi dalam 3 hari):


Hasil evaluasi pengelolaan HGB/HP; Hasil pemeriksaan lapangan;
Melengkapi persyaratan jika ada perubahan data
8. Penerbitan Sertipikat
Kelengkapan syarat
oleh pemohon

Proses
Permohonan

Persyaratan (dilengkapi dalam 1 hari):


Asli SK Pemberian Hak Atas Tanah; SPPT PBB; BPHTB; Asli bukti alas hak