Anda di halaman 1dari 30

PENGARUH EKSTRAK DAUN

TERHADAP GAMBARAN
MIKROSKOPIS GINJAL TIKUS WISTAR
JANTAN YANG DIINDUKSI
DIETHYLNITROSAMINE

Pembimbing I Dosen Penguji


dr.Hermawan Istiadi, M.Si.Med Dr.dr. Udadi Sadhana, M.Kes.Sp.PA
NIP.198412142010121002 NIP. 196308211991031001

Disusun oleh :
NOVI HASBYANTI
22010114140201
Latar Rumusan
Tujuan Manfaat
Belakang Masalah

INDONESIA
Seiring dengan
meningkatnya jumlah
penduduk yang diikuti
dengan kenaikan
pertumbuhan ekonomi
Indonesia, maka
diperkirakan kebutuhan
konsumsi makanan pun
meningkat dan
pendudukpun lebih
memilih makanan siap
saji ( yg mana lebih
tahan lama
diproduksinya )sebagai
pilihan utama dalam
makanan sehari2.dan
zat penambah makanan
2
Latar Rumusan
Tujuan Manfaat
Belakang Masalah

Apakah pemberian ekstrak daun sukun ( artocarpus altilis )


dapat berpengaruh terhadap gambaran mikroskopis ginjal
tukus wistar jantan yang di induksi diethylnitrosamine
(nitrosamine ).

3
Latar Rumusan
Tujuan Manfaat
Belakang Masalah

Tujuan Umum :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan
adanya pengaruh ekstrak daun sukun ( artocarpus altilis ) terhadap
gambaran mikroskopis organ ginjal tikus wistar setelah diinduksi
diethylnitrosamine (nitrosamine).

Tjuan Khusus :
1. Mengetahui gambaran mikroskopis organ ginjal tikus wistar setelah diinduksi
diethylnitrosamine
2. Mengetahui gambaran mikroskopis organ ginjal tikus wistar yang telah di beri
ekstrak daun sukun (artocarpus altilis) setelah diinduksi diethylnitrosamine
3. Menganalisis perbedaan antara keduanya, dari yang sebelum di induksi
nitrosamine, setelah diinduksi nitrosamine, dan setelah di beri ekstrak daun
sukun terhadap gambaran mikroskopis ginjal tikus wistar.
4
Latar Rumusan
Tujuan Manfaat
Belakang Masalah

1. Memberi informasi data ilmiah tentang efek buruk


diethylnitrosamine pada organ ginjal

2. Memberi informasi data ilmiah tentang efek protektif daun sukun


(artocarpus altilis ) terhadap organ ginjal tikus wistar jantan

3. Memberi data ilmiah tentang efek protektif daun sukun


(artocarpus altilis ) terhadap organ ginjal yang terpapar oleh
diethylnitrosamine
4. Sebagai landasan untuk penelitian selanjutnya tentang potensi
daun sukun.

5
KEASLIAN PENELITIAN

6
Proses Kerangk
Daun Kerangk Hipotes
Definisi Diorga a
Sukun a Teori is
n Konsep
Nitrosamin dan diethylnitrosamin

7
Proses Kerangk
Definisi Daun Kerangk Hipotes
Diorga a
Sukun a Teori is
n Konsep

8
Proses Daun Kerangka Kerangka
Definisi Hipotesis
Diorgan Sukun Teori Konsep

9
Proses Kerangk
Daun Kerangk Hipotes
Definisi Diorga a
Sukun a Teori is
n Konsep

saponin, asam hidrosianat,


asetilcolin, chemprol,
kalium, riboflavin, phenol,
tannin, flavanoid, dan
tanin

antinflamasi, potensi
antijamur, antibakteri,
anti-kolinergik, dan antioksidan

10
Proses Kerangk
Defini Daun Kerangk Hipotes
Diorga a
si Sukun a Teori is
n Konsep

Nitrosamin Diethylnitrosamin

Ros

Stres okstidatif

Antioksidan

Ekstrak Daun
Sukun (Artocarpus
altilis)

11
Latihan Kerangka Kerangka Hipotesi
APE
Skipping Teori Konsep s

Diethylnitrosamin Mikroskopis Daun Sukun


e Ginjal (Artocarpus altilis)

HIPOTESIS
1. Hipotesis Mayor
Adanya pengaruh pemberian ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) terhadap
gambaran mikroskopis ginjal tikus wistar jantan yang diinduksi
Diethylnitrosamine.
2. Hipotesis Minor
Terdapat perbedaan jumlah kerusakan tubulus ginjal tikus wistar jantan yang
diinduksi berupa Diethylnitrosamine dan diberi ekstrak daun sukun (Artocarpus
altilis). 12
BAB
3
13
Jenis dan Rancangan Penelitian

1.Desain : true experimental dengan desain Post Test Only


Controlled Group, dengan hewan coba

15
Populasi dan Subjek
Penelitian
Populasi Target
tikus wistar jantan

Populasi Terjangkau
Sampel penelitian diambil dari populasi secara acak dan
memenuhi kriteria inklusi, eksklusi dan dropout

Sampel
Memenuhi kriteria berikut
Kriteria Inklusi :
1. Umur 2-3 bulan Kriteria Eksklusi
2. Berat badan rata-rata Kriteria Drop
180-200 gram Out
Mati Selama Terdapat kecacatan
3. Tikus dalam keadaan
Penelitian
sehat dan lincah anatomis 16
Besar Sampel
D E N m e n y e b a b ka n b a n y a k e f e k t o k s i k t e rh a d a p o rg a n g i n j a l d i a n t a r a n y a ,
m e n y e b a b ka n m e n u r u n n y a G S H p a d a g i n j a l , G S H a d a l a h a n t i o k s i d a n y a n g
m e l i n d u n g i s e l d a r i ke r u s a ka n r a d i ka l b e b a s . D E N j u g a m e n g u r a n g i a k t i fi t a s d a r i
e n z y m a n t i o k s i d a n S O D , G P X , d a n G S T. 30 D a r i ke t i g a e n z y m i t u f u n g s i n y a u n t u k
m e ka n i s m e p e r t a h a n a n t u b u h d a r i e f e k t o k s i k d a r i R O S d a n G S T a d a l a h e n z y m
d e k t o s i fi ka s i . 32 G a m b a r a n m i k ro s ko p i s ke r u s a ka n p a d a g i n j a l a k i b a t D E N d a p a t
t e r l i h a t s e l - s e l n y a ke c i l , s i t o p l a s m a n y a b a s o fi l i k , t e rd a p a t v a r i a s i u ku r a n d a n
b e n t u k d a r i i n t i s e l d a n k ro m a t i n . Ke r u s a ka n d i g i n j a l d a p a t d i l i h a t d a r i
p e n i n g ka t a n u re a , k re a t i n i n d a n a s a m u r a t p a d a s e r u m d a r a h .

Cara Sampling
DEN menyebabkan banyak efek toksik terhadap organ ginjal diantaranya, menyebabkan menurunnya GSH pada
ginjal, GSH adalah antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan radikal bebas. DEN juga mengurangi aktifitas
dari enzym antioksidan SOD, GPX, dan GST.30 Dari ketiga enzym itu fungsinya untuk mekanisme pertahanan tubuh
dari efek toksik dari ROS dan GST adalah enzym dektosifikasi.32 Gambaran mikroskopis kerusakan pada ginjal
akibat DEN dapat terlihat sel-selnya kecil, sitoplasmanya basofilik, terdapat variasi ukuran dan bentuk dari inti sel
dan kromatin. Kerusakan di ginjal dapat dilihat dari peningkatan urea, kreatinin dan asam urat pada serum darah.
Variabel Penelitian
Variabel Bebas Variabel Terikat

Ekstrak daun sukun


( artocarpus altilis ), Gambaran Mikroskpis
diethylnitrosamine. Ginjal

18
Definisi Operasional
Ekstrak Daun Sukun Skala
Skala
Nominal

Diethylnitrosamin Skala
Skala
Nominal

19
Definisi Operasional
Gambaran Mikroskopis Ginjal Skala
Gambaran mikroskopik ginjal tikus wistar jantan yang berupa Skala
jumlah kerusakan tubulus (brush border tubulus tubuluh hilang,
vakuolisasi epitel tubulus, dan akumulasi debris dalam lumen Ordinal
tubulus) dinilai setelah dilakukan pengecatan PAS dan diamati
oleh dua pengamat menggunakan mikroskopik binokuler dengan
pembesaran 400x pada lima lapang pandang. Gambaran
mikroskopis ginjal dinilai dengan menggunakan kriteria
penilaian derajat kerusakan tubulus ginjal.

20
Cara Pengumpulan Data
Alat :

27
Bahan
Cara Kerja :

1)Melakukan aklimatisasi hewan sampel di laboratorium selama 1 minggu


2)Memilih sampel dengan metode simple random sampling sebanyak 12 ekor tikus
wistar jantan dibagi dalam 2 kelompok. Masing-masing tikus wistar dikandangkan
secara individual
3)Mempersiapkan diethylnitrosamine dengan dosis 50mg/kg BB tikus/hari, dan
ekstrak daun sukun ( artocarpus altilis ) dengan dosis 200mg/kgBB tikus/hari
Memberi perlakuan pada tiap kelompok,yaitu
a.) Pelompok P1, : kelompok perlakuan I, berupa pemberian diethylnitrosamine
dengan dosis 50 mg/kg BB tikus/hari menggunakan intraperitoneal satu kali pada
hari pertama penelitian
b.) Kelompok P2, : kelompok perlakuan II, berupa pemberian diethylnitrosamine
dengan dosis 50 mg/kg BB tikus/hari menggunakan intraperitoneal satu kali pada
hari pertama penelitian. Setelah 60 menit diberikan daun sukun (artocarpus altilis)
dengan dosis 200mg/kgBB/hari mengunakan sonde lambung.
Alur Penelitian :
Analisa Data

25
Etika penelitian

26
TERIMA KASIH
LAMPIRAN 1

28
LAMPIRAN 2

29
LAMPIRAN 3

30