Anda di halaman 1dari 14

ETIOLOGI PARTUS LAMA DAN ASFIKSIA

SASBEL 1
persalinan

Persalinan :
Adalah proses pengeluaran hasil konsepsi, yang mampu hidup, dari
dalam uterus melalui vagina kedunia luar (Winkjosastro,2009)
Proses membuka dan menipisnya serviks, dan janin turun ke dalam
jalan lahir (Sarwono, 2009)
DEFINISI

Disebut juga distosia persalinan abnormal/persalinan yang


sulit/persalinan yg lambat.

Persalinan yang berlangsung > 24jam untuk primigrivida dan > 18jam
untuk multigravida.
EPIDEMIOLOGI

Keadaan partus yg berlangsung lebih lama dari normal indikasi


tersering untuk dilakukannya tindakkan secsio sesaria (68%)
Penyebab kematian ibu dan bayi
Insidensi 1-7 %
etiologi

Keadaan partus lama dapat disebabkan oleh abnormalitas

3P:
Abnormalitas power (kontraksi uterus)

Abnormalitas passage (jalan lahir)

Abnormalitas passenger ( kelainan janin)


Etilogi Sebab-sebab partus lama(distosia) dapat dibagi dalam 3 golongan besar :
1. Kelainan tenaga (atau kelainan his) = Power
His yang tidak normal dalam kekuatan atau sifatnya dapat menyebabkan bahwa
rintangan pada jalan lahir yang lazim terdapat pada setiap persalinan, tidak dapat
diatasi, sehingga persalinan mengalami hambatan atau kemacetan.
2. Kelainan janin = Passenger
Persalinan dapat mengalami gangguan atau kemacetan karena kelainan dalam letak
atau bentuk janin.
3. Kelainan jalan lahir = Passage
Kelainan dalam ukuran atau bentuk jalan lahir bisa menghalangi kemajuan persalinan
atau menyebabkan kemacetannya
Abnormalitas kekuatan mendorong
(power)
Dilatasi serviks, pendorongan dan ekspulsi janin
dihasilkan oleh kontraksi uterus (HIS) dan diperkuat
selama Kala II oleh kerja otot2 volunter dan involunter
dinding abdomen untuk mendorong.

Inersia uteri / Hipotonic uterine contraction

Tidak adekuatnya ibu untuk mengejan


ABNORMALITAS jalan lahir (passage)

Menghalangi kemajuan persalinan


Disproporsi cephalopelvic (CPD) /fetopelvik
perbedaan ukuran tulang panggul dan kepala janin
halangi kelahiran pervaginam K.I pervaginam
Bentuk dan ukuran tulang panggul ibu
Bayi terlalu besar
ABNORMALITAS JANIN (passanger)

Malpresentasi semua presentasi janin selain vertex


(presentasi bokong, dahi, wajah, atau letak lintang)
Malposisi posisi kepala janin relative terhadap
pelvis dengan oksiput sebagai titik referansi
Etiologi asfiksia

Hipoksia janin yang menyebabkan asfiksia neonatorum terjadi karena gangguan


pertukaran gas serta transpor O2 dari ibu kejanin sehinga terdapat gangguan
dalam persediaan O2 dalam menghilangkan CO2.Gangguan ini dapat berlangsung
secaramenahun akibat kondisi atau kelainan pada ibu selama kehamilan atau
secara mendadak karena hal-hal yang diderita ibu dalam persalinan.Gangguan
menahun dalam kehamilan dapat berupa gizi ibu yang buruk, penyakitmenahun
seperti anemia, hipertensi, penyakit jantung, dan lain-lain.
Pada keadaan terakhir ini pengaruh terhadap janin disebabkan oleh
gangguan oksigenasi sertakekurangan pemberian zat-zat makanan berhubungan
dengan gangguan fungsi plasenta.Hal ini dapat dicegah atau dikurangi dengan
melakukan pemeriksaan antenatal yangsempurna, sehingga perbaikan sedini-
dininya dapat diusahakan.Asfiksia disebabkan oleh penyakit infeksi akut atau
kronis, keracunan obat anestesi,urimea dan taksemia gravidarum, anemia berat,
cacat bawaan atau trauma.
# Beberapa faktor tertentu diketahui dapat menjadi penyebab terjadinya asfiksia
pada bayi baru lahir, diantaranya adalah faktor ibu, tali pusat dan bayi berikut ini:

1. Faktor ibu
a. Preeklampsia dan eklampsia
2. Faktor Tali Pusat

b. Pendarahan abnormal (plasenta a. Lilitan tali pusat

previa atau solusio plasenta) b. Tali pusat pendek

c. Simpul tali pusat


c. Partus lama atau partus macet d. Prolapsus tali pusat

d. Demam selama persalinan 3. Faktor Bayi

Infeksi berat (malaria) a. Bayi prematur (sebelum 37 minggu kehamilan)

b. Persalinan dengan tindakan (sungsang, bayi kembar, distosia bahu,


e. Kehamilan Lewat Waktu ekstraksi vakum,ekstraksi forsep)

(sesudah 42 minggu kehamilan)