Anda di halaman 1dari 15

AMMETER

( AMPERMETER )
FISIKA
F
S
T

Oleh
Kelompok 1
UMI KALSUM F1C314001
WINDY LESTARI F1C314004
OKY LIDYA KUMALA F1C314007
PUTRI MUTIA F1C314010
SITI HARTINA F1C314013
DEVI INDRIANI F1C314017
OKY DWI SYAPUTRA F1C314020
YOKA ABRIANTO F1C314024
JULIANTI LESTARI F1C314026
AYU DIA RIZKI F1C314029
LUTHFIA NATASHA F1C314032
Alat ukur azaz kumparan putar

( permanent magnet moving


coil)
Kontruksi alat ukur azaz
kumparan putar
Karakteristik Alat Ukur Kumparan Putar

Pembagian skala uniform


Pemakaian daya rendah
Ketelitian tinggi
Tahan terhadap medan magnet
Untuk pengukuran besaran AC
diperlukan penyearah (rectifier)
Pegas dialiran arus yang diukur
AMMETER ( AMPERMETER)
Ammeter adalah alat yang digunakan
untuk mengukur kuat arus. Kontruksi
sederhana dari ammeter arus searah (DC)
adalah jenis PMMC (permanent magnet
moving coil). Karena PMMC kecil dan
kemampuan hantar arus yang terbatas,
maka hanya dapat dialui oleh arus yang
kecil saja. Jika arus besar akan diukur, maka
sebagian arus itu dilewati pada tahanan
yang dipasang parallel dengan kumparan
PMMC
Dimana keterangan :
Rm = tahana
kumparan
Rs = tahanan yang
dipasang parallel
dengan kumparan
Im = arus maksimum
yang boleh lewat
kumparan
IFsd = I ful scale
deflection
I = arus total yang
diukur skala penuh
sesuai dengan range
ammeter .
JENIS AMMETER
1. Ammeter Analog


Bagian ammeter
CONTOH PENGUKURAN analog
AMMETER ANALOG

skala yang digunakan yaitu 5,


harga 1 strip 0.1 maka hasil
pengukuran dari gambar = 3,5 A
1. Ammeter Digital
Hal yang harus diperhatikan
dalam penggunaan ammeter
DC :
Ammeter selalu dihubungkan seri
dengan beban atau dengan rangkaian
yang akan diukur arusnya.
Polaritas ammeter harus sesuai
dengan rangkain.
Bla menggunakan mutirange , pertama
kali gunakan range yang tertinggi
kemudian diturunkan sampai
mendekati skala penuh range tersebut.
Adapun aturan atau cara
menggunakan ammeter antara
lain:
Memilih alat ukur ampere meter dengan
ditandai symbol A.
Pastikan posisi membaca alat ukur tersebut.
Pastikan alat ukur sesuai sumber tegangan
yang digunakan.
Pastikan membaca dari kiri ke kanan.
Posisi dalam pengukuran adalah SERI
dengan beban yang diukur.
Posisi beban dirangkaian tetap terhubung
pada sumber tegangan.
Prosedur pengukuran pada ammeter antara lain sebagai berikut:

1. Pastikan bahwa jarum penunjuk skala berada tepat


satu garis dengan angka nol pada skala ( pada
ammeter analog ).
2. Memasang seri ammeter dengan hambatan.
3. Memasang kabel negative ( berwarna hitam )
digroud ammeter, dan kabel positif (berwarna
merah) pada probe ammeter.
. Membaca penunjukana arus pada papan skala
arus sesuai dengan posisi jarum penunjuk skala.
. Pembacaan skala dilakukan tegak lurus dimana
bayangan jarum pada cermin harus satu garis
dengan jarum penunjuk, maksudnya agar tidak
terjadi penyimpangan dalam membaca.
Perawatan ammeter yaitu :

1. Jangan sekali-kali menghubungkan langsung ke sumber


tegangan karena tahanan sangat lemah sehingga arus akan
mengalirkan arus yang tinggi maka kemungkinan besar akan
merusak alat ini.
2. Periksa porasitas yang tepat, karena jika poristas terbalik akan
deflesi berlawanan dengan akan dapat merusak jarum jam.
3. Jika menggunakan rangkaian ganda maka gunakan rangkaian
yang tinggi lalu diturunkn sehingga memperoleh deflesi atau
penyimpnagan.
4. Tidak boleh mengukur melebih kapasitas maksimum nya.
5. Disimpan ditempat yang aman, kering dan bersih.
6. Sangat tidak di perbolehkan melilitkan kabel ammeter karena
dapat merusak komponen didalamnya.
Efek Pembebanan Ammeter


Rangkaian Ammeter Pada Beban Tunggal Dan Parallel

Beban Tunggal Beban Paralel


AMMETER