Anda di halaman 1dari 19

KELAYAKAN USAHA

PENDIRIAN RUMAH
MAKAN BU DE

OLEH : RIKO WARDANA


LATAR BELAKANG
Rumah makan merupakan bisnis usaha yang menjanjikan.
Bisnis usaha seperti ini bila dikembangkan dengan teknik
dan pendekatan pasar yang benar akan mendatangkan
keuntungan yang besar bagi pemiliknya, oleh sebab itu
tidak sedikit para pengusaha yang melirik bisnis ini,
termasuk salah satu perusahaan atau jenis usaha yang baru
akan didirikan, yaitu Rumah Makan Bu De yang akan
mencoba memulai usaha bisnis rumah makan. Berdasarkan
hal-hal tersebut maka dilakukan penelitian tentang studi
kelayakan bisnis terhadap Rumah Makan Bu De yang
bergerak di bidang usaha bisnis rumah makan yang ditinjau
dari aspek-aspek yang terkait dengan studi kelayakan.
RUMUSAN MASALAH

Apakah Rumah Makan Bu Inem ini layak untuk di dirikan?


Bagaimanakah bentuk investasi yang sebaiknya dilakukan
agar segera bisa kembali?
Apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat
berkembangnya rumah makan makan Bu De dilihat dari
Aspek Pasar dan Pemasaran, Aspek Teknis dan Teknologis,
Aspek Keuangan, Aspek Sosial dan Ekonomi, Aspek
Manajemen Sumber Daya Manusia, Aspek Hukum atau
Yuridis, dan Aspek Analisis Dampak Lingkungan Hidup
(AMDAL)?
TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengetahui layak atau tidaknya usaha yang akan di
dirikan berupa rumah makan di daerah Kab. Aceh Tamiang,
Kec. Tamiang Hulu.
Untuk Mengetahui pola investasi yang terbaik agar uang
yang di investasi kan dapat segera kembali.
Untuk mengetahui faktor-faktor pendukung
berkembangnya rumah makan dari Aspek Pasar dan
Pemasaran, Aspek Teknis dan Teknologis, Aspek Keuangan,
Aspek Sosial dan Ekonomi, Aspek Manajemen Sumber
Daya Manusia, Aspek Hukum atau Yuridis, dan Aspek
Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL).
PENGERTIAN STUDI KELAYAKAN
BISNIS
kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat
diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha atau
proyek.

Pengertian layak dalam penilaian ini adalah kemungkinan dari


gagasan usaha atau proyek yang akan dilaksanakan
memberikan manfaat, baik dalam arti manfaat finansial maupun
dalam arti manfaat sosial.
TUJUAN STUDI KELAYAKAN BISNIS

Tujuan dilakukan studi kelayakan adalah untuk


menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu
besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan,
untuk menghindari resiko kegagalan suatu proyek yang
menyangkut investasi dalam jumlah besar (Husnan dan
Suwarsono, 2000)
ASPEK-ASPEK STUDI KELAYAKAN
USAHA
Aspek-aspek yang dinilai dalam studi kelayakan bisnis
meliputi aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan
teknologis, aspek keuangan, aspek sosial ekonomi, aspek
manajemen dan sumber daya manusia, aspek hukum, dan
aspek dampak lingkungan (Ibrahim, 2003).
1. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
Pengertian pasar dapat diartikan sebagai suatu mekanisme
yang terjadi antara pembeli dan penjual atau tempat
pertemuan antara kekuatan-kekuatan permintaan dan
penawaran (Kasmir dan Jakfar, 2003).

Pemasaran dapat diartikan sebagai upaya untuk


menciptakan dan menjual produk kepada berbagai pihak
dengan maksud tertentu. Pemasaran berusaha
menciptakan dan mempertukarkan produk baik barang
maupun jasa kepada konsumen di pasar (Kasmir dan Jakfar
Terdiri dari :

- Strategi Lokasi dan Distribusi

- Tujuan Kegiatan Pemasaran Suatu


Produk atau Jasa
2. ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGIS

Analisis dari aspek teknis dan teknologi adalah untuk


menilai kesiapan perusahaan dalam menjalankan
usahanya dengan menilai ketetapan lokasi, luas
produksi dan tata letak serta kesiagaan mesin-mesin
yang akan digunakan.
Terdiri dari :

- Tujuan Aspek Teknis dan Teknologis


- Strategi Lokasi Usaha
- Metode Pemilihan Lokasi
- Pemilihan Teknologi
3.ASPEK KEUANGAN

Aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai


keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Alat ukur untuk menentukan kelayakan suatu usaha berdasarkan


kriteria investasi dapat dilakukan melalui pendekatan periode
pengembalian investasi (PP), nilai bersih sekarang (NPV), tingkat
pengembalian hasil internal (IRR), rata-rata pengembalian bunga
(ARR), indeks keuntungan (PI).
Meliputi...

Sumber-sumber Dana
Biaya Kebutuhan Investasi
Arus Kas
Pengertian Investasi
Periode Pengembalian Investasi (PP)
Jumlah Investasi
PP x12 Bulan
Jumlah Aliran Kas Bersih
Tingkat Rata-rata Pengembalian Bunga (ARR)
Total EAT
Rata - rata EAT
Nilai Ekonomis (n)
Investasi
Rata - rata Investasi
2
Rata - rata EAT
ARR
Rata - rata Investasi
Nilai Bersih Sekarang (NPV)

NPV PV Aliran Kas Bersih PV Investasi


Tingkat Pengembalian Hasil Internal (IRR)
NPV1
IIR i1 x( i2 i1 )
NPV1 NPV2

Dimana :
i1 = tingkat bunga tahun 1 (tingkat discount rate yang
menghasilkan NPV1)
i2 = tingkat bunga tahun 2 (tingkat discount rate yang
menghasilkan NPV2)
NPV1 = Net Present Value tahun ke 1
NPV2 = Net Present Value tahun ke 2
4. ASPEK SOSIAL DAN EKONOMI
secara garis besar apabila aspek ekonomi dan sosial
dijalankan berdasarkan usaha atau proyek akan memberikan
manfaat secara ekonomi dan sosial kepada berbagai pihak
atau sebaliknya. Oleh karena itu, aspek ekonomi dan sosial ini
perlu dipertimbangkan, karena dampak yang akan
ditimbulkan nantinya sangat luas apabila salah dalam
melakukan penilaian. Diharapkan dari aspek ekonomi dan
sosial, yang akan dijalankan akan memberikan dampak yang
positif lebih banyak.
5 ASPEK MANAJEMEN DAN SUMBER
DAYA MANUSIA
Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu
konsep yang bertalian dengan kebijaksanaan, prosedur
dan praktik bagaimana mengelola atau mengatur orang
dalam suatu usaha untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Manajemen sumber daya manusia dapat dijabarkan dalam
fungsi manajerial yang meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan fungsi
operatif yang meliputi pengadaan, kompensasi,
pengembangan, integrasi, pemeliharaan dan pemutusan
6. ASPEK HUKUM ATAU ASPEK
YURIDIS
Bagi penilai studi kelayakan bisnis, dokumen yang perlu
diteliti adalah mengenai keabsahan, kesempurnaan dan
keasliannya meliputi badan hukum, izin-izin yang dimiliki,
sertifikat tanah atau dokumen lainnya yang mendukung
kegiatan usaha tersebut.
7 ASPEK ANALISIS DAMPAK
LINGKUNGAN HIDUP (AMDAL)
Pengertian Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)
menurut PP No. 27 Tahun 1999 Pasal 1 adalah telaah
secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan
penting suatu rencana usaha dan kegiatan.