Anda di halaman 1dari 23

KONSEP DEMAM BERDARAH

DENGUE
DISUSUN OLEH :
1. DEKI HERIYANTO
2. FENI APRILIA
3. FITRI WULANDARI
4. HIDAYANTI
5. IKKA MEILITA SARI
6. JAMIATUSSOLIKHAH
7. TRIA RAHMAWATI
Pengertian Demam Berdarah Dengue
Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue
(DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan
oleh virus genus Flavivirus famili Flaviviridae,
mempunyai 4 jenis serotipe yang melalui perantara
gigitan nyamuk Aedes aegypti. Serotipe virus
dengue (DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4) secara
antigenik sangat mirip satu dengan lainnya, tetapi
tidak dapat menghasilkan proteksi silang yang
lengkap setelah terinfeksi oleh salah satu tipe.
Keempat serotipe virus dapat ditemukan di berbagai
daerah di Indonesia. Serotipe DEN-3 merupakan
serotipe yang dominan dan diasumsikan banyak
yang menunjukkan manifestasi klinik yang berat.
ETIOLOGI
Virus dengue yang termasuk kelompok
B Arthropod Borne Virus (Arbovirus)
yang sekarang dikenal sebagai genus
flavivirus, familio flavivisidae dan
mempunyai 4 jenis serotipe. Di
Indonesia pengamatan virus dengue
yang dilakukan sejak tahun 1975 di
beberapa Rumah Sakit menunjukkan
keempat serotipe di temukan dan
bersirkulasi sepanjang tahun.
CARA PENULARAN
Terdapat tiga faktor yang memegang peranan pada
penularan infeksi virus dengue, yaitu mausia, virus
dan vektor perantara. Virus dengue ditularkan kepada
manusia melalui nyamuk Aedes Aegypti. Aedes
tersebut mengandung virus dengue pada saat
menggigit manusia yang sedang mengalami viremia.
Kemudian virus yang berada di kelenjar liur
berkembang biak dalam waktu 8 10 hari (extrinsic
incubation period) sebelum dapat di tularkan kembali
pada manusia pada saat gigitan berikutnya.
Sekali virus dapat masuk dan berkembang biak di
dalam tubuh nyamuk tersebut akan dapat menularkan
virus selama hidupnya (infektif). Ditubuh manusia,
virus memerlukan waktu masa tunas 4 6 hari
(intrinsic incubation period) sebelum menimbulkan
PATOFISIOLOGI
Fenomena patofisiologi utama yang
menentukan berat penyakit dan
membedakan demam dengue dengan
demam berdarah dengue ialah
meningginya permeabilitas dinding
kapiler karena pelepasan zat
anafilaktoksin, histamin dan serothin
sert aktivasi sistim kalikrein yang
berakibat ekstravasosi cairan
intravascular.
Hal ini mengakibatkan berkurangnya
volume plasma, terjadinya hipotensi,
GEJALA UTAMA
Demam
Tanda-tanda perdarahan
Penyebab perdarahan pada pasien demam
berdarah adalah vaskulopati, trombosipunio
gangguan fungsi trombosit serta koasulasi
intravasculer yang menyeluruh.
Hepatomegali
Pada umumnya dapat ditemukan pada
permulaan penyakit bervariasi dari haya
sekedar diraba sampai 2 4 cm di bawah
arcus costa kanan.
Syok
PEMERIKSAAN
LABORATORIUM
Darah
Urine
Sumsum tulang
Serologi
Uji serologi memakai serum ganda
Uji serologi memakai serum tunggal
DIAGNOSIS
menurut WHO tahun 1997 terdiri dari kriteria klinis dan
laboratoris.
A. Kriteria Klinis
1. Demam tinggi mendadak, tanpa sebab jelas, berlangsung terus
menerus selama 2 7 hari.
2. Terdapat manifestasi perdarahan ditandai dengan :
- Uji tourniquet positif
- Retekia, ekomosis, epitaksis, perdarahan gusi.
- Hemetamesis dan atau melena.
3. Pembesaran hati
4. Syok, ditandai nadi cepat dan lemah serta penurunan tekanan
nadi, hipotensi, kaki dan tangan dingin, kulit lembab dan pasien
tampak gelisah.
B. Kriteria Laboratoris
1. Trombositopenia (100.000 sel/ mm3 atau kurang)
DIAGNOSA BANDING
1. Demam thyphoid
2. Malaria
3. Morbili
4. Demam Chikungunya
5. Leptospirosis
6. Idiophatic Thrombocytopenia Purpura (ITP)
PENCEGAHAN
Memutuskan rantai penularan dengan cara :
1. Menggunakan insektisida :
- Malathion (adultisida) dengan pengasapan
- Temephos (larvasida) dimasukkan ketempat
penampungan air bersih.
2. Tanpa Insektisida :
- Menguras bak mandi dan tempat penampungan
air bersih minimal 1x seminggu.
- Menutup tempat penampungan air rapat rapat.
- Membersihkan halaman rumah dari kaleng
kaleng bekas, botol botol pecah dan benda lain
yang memungkinkan nyamuk bersarang.
ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
1. Identitas Diri Klien
Nama : Tn. A
Umur : 14 Tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Nuangan
Status perkawinan : belum kawin
Agama : Islam
Suku : Mongondow
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Pelajar
No. RM : 011716
Tgl masuk RS : 27 juni 2014

Penanggung Jawab
Nama : Ny. W
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Nuangan
2. Keluhan utama
Panas naik turun sejak 4 hari yang lalu.
3. Riwayat penyakit sekarang
Saat dilakukan pengkajian klien mengatakan demam sejak 4 hari
yang lalu. Keluhan yang menyertai : sakit kepala, pusing, mual
muntah, kurang nafsu makan.
4. Riwayat penyakit dahulu
Sebelumnya klien belum pernah mengalami penyakit seperti yang
dirasakan saat ini. Biasanya klien hanya pusing-pusing biasa.
5. Riwayat penyakit keluarga
Dalam keluarga klien tidak ada yang pernah mengalami penyakit
yang sama dengan klien.
6. Pemeriksaan fisik
a. tanda tanda vital
TD : 110/70
R : 22X/m
Nadi : 60X/m
Suhu : 36,4 celcius
b. Head to toe
Kepala
Bentuk: Oval, simetris
Rambut : Hitam
Tekstur : Tidak mudah dicabut
Kebersihan : Cukup
Mata
Bentuk: Simetris
Pupil : Isokor
Sklera : Normal
Konjungtiva : Tidak pucat
Kelainan : Tidak ada
Kebersihan : Cukup
Telinga
Bentuk: Simetris
Kelainan : Tidak ada
Sekret : Tidak ada
Kebersihan : Cukup
Hidung
Bentuk: Simetris
Kebersihan : Cukup
Mulut
Bentuk: Simetris
Warna Bibir : Pucat dan kering
Kebersihan : Cukup
Leher
Bentuk: Normal
Kebersihan : Cukup
Kulit
Warna : Sawo matang
Oedema : Tidak ada
Turgor : Elastis
Kebersihan : Cukup
Dada
Inspeksi : Simetris
Palpasi : Tidak ada pembesaran
Perkusi : Sonor
Auskultasi : Vesikuler
Ekstremitas
Ekstremitas Bawah: Simetris
Ekstremitas Atas : Simetris

Abdomen
Inspeksi: Simetris
Palpasi : Nyeri tekan dan kembung
Perkusi : Tympani
Auskultasi : Bising usus (+)

Genetalia
Kelainan : Tidak ada
Pengeluaran : - BAB : 1 x sehari
- BAK : 4 5 x sehari
c. Pola aktivitas
Pola Nutrisi
Kebutuhan Cairan
Pola Eliminasi
Pola Tidur dan Istirahat
Pola Aktivitas dan Latihan

7. Riwayat Lingkungan
Kebersihan rumah klien dijaga.
Polusi disekitar dipengaruhi oleh asap kendaraan karena lokasi
rumah klien dekat dengan jalan raya.
8. Aspek Psikososial
Persepsi
Suasana hati : klien merasa cemas
Hubungan komunikasi
Pertahanan Koping
Sistem Nilai Kepercayaan
ANALISA DATA
NO DATA ETIOLOGI PROBLEM
1 DS : Proses Hipertermi
- Klien mengatakan demam inflamasi
sejak 4 hari yang lalu.
- Klien mengatakan sakit
kepala dan pusing.
DO :
Kesadaran Umum : sedang
Kesadaran komposmentis
TTV : TD = 110/70 mmHg,
N = 60 x/m, P = 22 x/m, S =
38oC
2 DS : Intake cairan Deficit
- Klien mengatakan sering tidak adekuat Volume
mual dan muntah Cairan dan
DO : Elektrolit
- Test turgor kulit buruk
- Mukosa bibir nampak
kering.
- Kelopak mata agak cekung
- Klien tampak berkeringat.
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Deficit volume cairan dan elektrolit b/d


intake cairan yang tidak adekuat

2. Hipertermi b/ d proses inflamasi


RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
1. Hipertermi berhubungan dengan proses inflamasi
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x 24 jam
diharapkan klien menunjukan temperatur tubuh dalam batas normal,
dengan kriteria :
- Suhu badan kembali normal 36,5 0 C
- Klien tidak gelisah
Rencana : - Pantau suhu badan pasien
- Pantau suhu lingkungan, batasi penggunaan pakaian yang tebal
- Berikan kompres hangat, hindari penggunaan kompres dengan
alkohol
Rasional : 1) Suhu 38 0 C 41,1 0C Menunjukan proses penyakit
infeksius.
2) Suhu ruangan jumlah selimut harus dirubah untuk
mempertahankan suhu mendekati normal
3) Dapat membantu menurunkan panas tubuh akibat efek
vasidilatasi pembuluh darah, Penggunaan alkohol dan es dapat
kedinginan dan meningkatkan suhu secara aktual, dan alkohol dapat
I M P L E M E N TA S I
1. Tanggal 27 juni 2016,10.00 WIB
Implementasi :
Memantau suhu badan pasien
Hasil : sb : 38 derajat celcius
Memantau suhu lingkungan, batasi penggunaan pakaian yang tebal
Hasil : klien memakai baju yang tipis
Memberikan kompres hangat, hindari penggunaan kompres dengan
alcohol
Hasil : klien di kompres dengan air yang hangat.
Berkolaborasi pemberian antiperetik
Hasil : pemberian invomit,pantopump, neurosanbe
Menganjurkan kepada orang tua cara mengukur suhu tubuh anak
Hasil : keluarga mengerti yang di lakukan
Evaluasi :
S : klien mengatakan masih merasa demam
Keluarga mengatakan mengerti dengan apa yang dilakukanoleh perawat
O : suhu tubuh klien 37,5 derajat celcius
A: masalah belum teratasi sebagian
P: intervensi dilanjutkan
2. Tanggal 27 juni 2016, 10.15 WIB
Implementasi :
Memonitor intake dan out put
Hasil : klien mampu minum 4 gelas air dalam sehari
Berikan cairan oral dan parenteral sesuai program
Hasil : memasang cairan iv dan memberikan klien minum air mineral
Kaji Satus hidrasi
Hasil : normal
Palpasi denyut perifer
Hasil: denyut teraba normal
Ajarkan orang tua dalam memenuhi kebutuhan cairan pada anak
Hasil : orang tua klien paham dengan apa yang disarankan
Kolaborasi Pemberian cairan IV,
Hasil : cairan yg diberikan RL : 28gtt/m
Evaluasi
S : klien mengatakan demam mulai turun
Keluarga mengatakan mengerti dengan apa yang
dilakukanoleh perawat
O : suhu tubuh klien 37,5C
A: masalah sudah mulai teratasi
P: intervensi dilanjutkan
KESIMPULAN
1. Demam berdarah dengue (DBD) ialah penyakit yang terdapat
pada anak dan dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot
dan sendi, yang biasanya memburuk pada hari kedua.
2. Virus dengue tergolong dalam grup Flaviviridae dengan 4
serotipe, DEN 3, merupakan serotie yang paling banyak.
3. Vektor utama dengue di Indonesia adalah Aedes Aegypti.
4. Gejala utama demam berdarah dengue (DBD) adalah demam,
pendarahan, hepatomegali dan syok.
5. Kriteria diagnosis terdiri dari kriteria klinis dan kriteria
laboratoris. Dua kriteria klinis ditambah trombosipenia dan
peningkatan hmatokrit cukup untuk menegakkan diagnosis
demam berdarah dengue.
6. Penatalaksanaan demam berdarah dengue bersifat simtomatif
yaitu mengobati gejala penyerta dan suportif yaitu mengganti
cairan yang hilang.