PRINSIP PERAWATAN LUKA

:
Moist Wound Healing
Arum R. Pratiwi
Wound Care Clinic
Siloam Hospitals Surabaya

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 1
5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 2
Peran Perawat

Lebih mandiri
Lebih kompeten
Membuat keputusan perawatan berdasarkan
evidence (evidence based)

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 3
Prinsip Penatalaksanaan
Luka

• Mengontrol dan atau menghilangkan faktor
penyebab.
• Memberikan support secara sistemik
• Mempertahankan kondisi fisiologis luka

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 4
Lingkungan Luka Fisiologis
• Lingkungan luka fisiologis dikarakteristikkan
dengan organisme yang sehat dan berfungsi normal.
• Topical wound manajemen adalah suatu manajemen
memanipulasi luka untuk mempengaruhi
lingkungan luka.
• Dressing luka digunakan untuk meniru kulit
sehingga dapat menciptakan lingkungan luka
fisiologis (lembab, mengontrol suhu luka, adequate
blood supply, kontrol bakteri)

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 5
Wound Dressing
(Topical Therapy)
• Sebelum 1980, kasa merupakan balutan
dominan dan mempunyai fungsi pasif sebagai
penutup luka.
• After 1980----Outdated traditional wound
treatment seperti antasida, balutan kering,
kompres iodine, lampu penghangat
• Now--- dressing yang mampu memberikan
suasana lembab pada luka (Interactive dressing)

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 6
“Moist Wound Healing”

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 7
Keuntungan dari Moist
Wound Healing
• Menurunkan dehidrasi dan kematian sel
(Neutropil, macrofag dan fibroblas yang
dibutuhkan untuk proses penyembuhan tidak
bisa tumbuh dalam lingkungan yang kering).
• Mendukung proses debridemen autolitik.
• Meningkatkan re-epitelisasi
• Menurunkan tingkat nyeri
• Less scarring

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 8
Moist is Moist

E RIN
K
G

MOIST /
AS AH
LEMBAB
B

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 9
How to Create Moist
Wound?
Menggunakan Balutan
yang Tepat

Melakukan
penggantian balutan
disaat yang tepat

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 10
Choosing the Dressing

BASAH KERING LEMBAB
• Pertahan
• Sera • Basa kan
p hi

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 11
BASAH

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 12
Jenis Balutan Penyerap
• Terbuat dari • Terbuat dari serat • Terbuat dari
polyurethene kayu (CMC) rumput laut
foam • Mengunci cairan • Menyerap
• Menyerap eksudat sedang-
• Menyerap banyak
eksudat sedang-
eksudat banyak • Memberi efek
sedang-banyak hemostasis
FOAM Hidrofiber Alginate

• Serat kapas + • Terbuat dari
film serat kapas.
• Menyerap • Menyerap
eksudat eksudate
minimal- minimal-
sedang banyak
Low
adherent KASA
dressing

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 13
Foam

Alginate

Hidrofiber
Kasa

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 14
5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 15
KERING

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 16
Jenis Balutan Pemberi
Kelembaban
• Mengandung 80- • Kasa yang
90% air/ gliserine dilembabkan dengan
saline.
+ CMC • Memberikan
• Melepas kelembaban ke
kelembaban dalam luka ketika
secara perlahan kasa dalam kondisi
ke luka lembab.
Hidroakti Kasa
f gel saline

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 17
5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 18
5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 19
LEMBAB

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 20
Jenis yang Mempertahankan
Kelembaban

• Terbuat dari CMC + • Terbuat dari • Mengandung
pectin kolagen sebagai
• Bila kontak dengan
polyuretane
film cikal bakal
panas tubuh/ fibroblast
eksudat membentuk • Melindungi sel
gel. • Melindungi sel
dari pengaruh dari dehidrasi
• Melindungi sel dari
pengaruh suhu luar
suhu
Hidrocol Transpar
lingkungan Spon
oid ant Film Kolagen

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 21
5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 22
5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 23
Pergantian Balutan
• Efektifitas kerja balutan (dressing)
• Tingkat Kejenuhan Dressing
• Ancaman kerusakan pada saat balutan dibuka
(resiko paparan suhu lingkungan, paparan
kuman lingkungan)

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 24
X
5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 25
Efektifitas Kerja Balutan
Kenali bahan balutan
(dressing)

Kenali cara kerja dressing

Kenali maksimal waktu
penggunaannya

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 26
Tingkat Kejenuhan Dressing
Kenali daya
absorbsinya

Ketahui jumlah
eksudat yang keluar
dari luka

Kenali aktifitas klien
yang berpengaruh
terhadap kejenuhan
dressing
5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 27
Ancaman Interupsi Proses
Penyembuhan Luka

Temperatur

Kontaminasi saat
balutan dibuka

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 28
Keep it Moist

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 29
TERIMA KASIH

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 30
Refferences
AWMA, 2011, Bacterial Impact on Wound Healing: from Contamination
to Infection, www.awma.com.au
Bryant,Nix, 2007, Acute & Chronic Wounds Current Management
Concepts, 3rd Edition, Mosby Elsevier, Missouri.
Collier, 2004, Recognition and Management of Wound Infection,
www.worldwidewounds.com
Dealey, 2005, The Care of Wounds A Guide for Nurses, 3rd Edition,
Blackwell Publishing, Victoria.
EWMA, 2006, Management of Wound Infection, Medical Education
Partnership Ltd, London.
EWMA, 2005, Identifying Criteria for Wound Infection, Medical Education
Partnership Ltd, London.
EWMA, 2004, Wound Bed Preparation in Practice, MEP Ltd, London
Gary Sibbald, 2008, Wound Bed Preparation: DIM befire DIME, Wound
Healing South Africa
Milne et.al, 2003, Wound, Ostomy and Continence Nursing Secrets,
Henley & Belfus, Inc, New Jersey.

5/6/17 Presented at STIKVINC seminar 31

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful