Anda di halaman 1dari 15

Studi Kasus Kegiatan Reklamasi dan

Pascatambang di PT. Kaltim Prima Coal


Profil KPC
PT. Kaltim Prima Coal adalah salah
satu perusahaan pertambangan yang
memproduksi komoditas batubara.
Perusahaan ini terletak di Sangatta,
Kalimantan Timur. Memulai kontrak
dengan Indonesia pada tahun 1982
hingga sekarang. Dalam kegiatan
pertambangan, tahapan kegiatan
yang dilaksanakan dari Penyelidikan
umum sampai dengan reklamasi.
PERATURAN PERDA KALTIM NO.8/2013

Pasal 9 tentang kriteria keberhasilan


reklamasi, indicator keberhasilan
reklamasi wajib memenuhi syarat
minimal dalam tahap kegiatan
penataan lahan, revegetasi, dan
pemantauan.
Peran PT.KPC Dalam Proses
Reklamasi
Penerapan good mining practice pada aspek
lingkungan

PT.KPC telah membangun sistem manajemen terpadu yang menjadi


pondasi dalam mempertahankan keberlanjutan lingkungan
PENCEGAHAN PENCEMARAN
Pengelolaan air asam tambang
melalui klasifikasi dan pemisahan
batuan penutup .

Pasal 9 ayat 2 : Harus memisahkan batuan berpotensi asam dan


tidak berpotensi asam
Pengelolaan Limbah Non B3
Limbah kertas dari perkantoran juga
dimanfaatkan sebagai bahan baku kompos
Ban bekas dari alat berat (truk)
dimanfaatkan untuk pembuatan sistem
drainage (drop structure) di areal
reklamasi.

Syarat minimal pada kegiatan revegetasi menurut pasal 9 ayat 3


yaitu b. Kualitas tanah harus dipulihkan kesuburannya dengan
penambahan pupuk, bahan organic (kompos) dan kapur pertanian
apabila pH tanah asam.
Revegetasi
Pemeliharaan keanekaragaman
hayati
PERATURAN PERDA KALTIM NO.8/2013

Pengembalian lahan bekas tambang


menurut pasal 14 di dalam kawasan
hutan wajib dilakukan dalam bentuk
terevegetasi. Pengembalian lahan bekas
tambang di areal penggunaan lain
budidaya non kehutanan dalam bentuk
terevegetasi dan/ atau diprioritaskan
untuk kegiatan peternakan dan
perkebunan rakyat.
Peran KPC dalam kegiatan
pascatambang
Restorasi ekosistem pascatambang
Zona lindung digunakan untuk pemanfaatan air, seperti
pengadaan sumber air.
Zona penyangga merupakan zona yang berbatasan
langsung dengan Taman Nasional Kutai. Zona ini dirancang
untuk menunjang aktivitas rehabilitasi dan pengelolaan area
bekas tambang KPC.
Zona Konservasi untuk restorasi habitat dan
keanekaragaman hayati.
Zona eco-wisata, salah satunya adalah Telaga Batu Arang.
Zona pemanfaatan, yang luasnya mencapai 45% dari total
area pascatambang KPC, dikembangkan dan dimanfaatkan
menjadi berbagai aktivitas agrobisnis lokal seperti
peternakan sapi, budidaya ikan air tawar, penanaman
rumput gajah, dan penanaman singkong gajah.