Anda di halaman 1dari 24

GELOMBANG

BUNYI

1
Apa penyebab Timbulnya
Bunyi

Jika berteriak sambil memegang tenggorokan, maka


tenggorokan Anda bergetar.

Ketika senar Anda petik, senar bergetar dan Anda


mendengar bunyi.
Bunyi adalah gelombang yang merambat, yang berasal dari getaran
sumber bunyi
Sumber bunyi adalah benda yang mengalami getaran
Medium perambatan bunyi bisa berupa zat padat, cair dan gas
Bunyi tidak bisa merambat dalam ruang vakum (hampa udara)
Frekuensi Bunyi
Frekuensi Bunyi yang bisa didengar oleh telinga manusia normal
adalah antara 20 20.000 Hz
Umur bisa mengurangi keakuratan pendengaran kita
Nada adalah bunyi tunggal yang mempunyai frekuensi teratur
Desis adalah bunyi tunggal yang mempunyai frekuensi tidak teratur

1
f = 300 Hz
BUNYI =
f = 500 Hz

DESIS =
Perpaduan dua Gelombang
Bunyi

.01 sec
300 Hz

.01 sec
500 Hz

300 + 500 Hz.


Sumber Bunyi
1. Dawai /Senar

( n 1)v
fn
L 2l

n = 0, 1, 2, 3, . . . .
Untuk nilai v
Fl
v Maka berlaku
m
2l
n
n 1
Gelombang pada Senar/Dawai

Nada Dasar (f0) v v


l 0
1 f0
2
0 2l
(Harmonik pertama)
Nada atas pertama (f1) v v
l 1 f1
1 l
(Harmonik kedua)
v 3v
Nada atas kedua (f2) l 2 3 f2
2
2 2l
(Harmonik ketiga) v 2v
Nada atas ketiga (f3) l 23 f3
3 l
(Harmonik keempat)
f0 : f1 : f2 : ....= 1, 2, 3: ....
Contoh Soal

Seutas dawai memiliki nada atas ketiga dengan frekuensi


sebesar 600 Hz. Tentukan :
a) frekuensi nada atas kedua dawai
b) frekuensi nada dasar dawai
Sumber Bunyi
2. Pipa Organa
Terbuka ( n 1)v
fn
2l

2l ( n 1)
n atau l n
n 1 2
f 0 : f1 : f 2 : f 3 : . . . 1 : 2 : 3 : 4 : . . .

n = 0, 1, 2, 3, . . . .
Sumber Bunyi
3. Pipa Organa
Tertutup (2n 1)v
fn
4l
4l (2n 1)
n atau l n
2n 1 4

f 0 : f1 : f 2 : f 3 : . . . 1 : 3 : 5 : 7 : . . .

n = 0, 1, 2, 3, . . . .
Gelombang pada Pipa Organa

Pipa Organa Terbuka Pipa Organa


Tertutup
Nada Dasar (f0) v v v v
l 0
1 f0 l 14 0 f0
2 0 2l 0 4l
(Harmonik pertama)
Nada atas pertama (f1)
v v v 3v
l 1 f1 l 34 1 f1
1 l 1 4l
(Harmonik kedua)
v 3v v 5v
Nada atas kedua (f2) l 32 2 f2 l 54 2 f2
2 2l 2 4l
(Harmonik ketiga)
v 2v v 7v
Nada atas ketiga (f3) l 23 f3
3 l
l 3
7
4
f3
3 4l
(Harmonik keempat)
Contoh Soal
Sebuah pipa organa tertutup memiliki
panjang 50 cm. Jika cepat rambat bunyi di
udara adalah 340 m/s, tentukan frekuensi
pipa organa saat:
a) terjadi nada dasar
b) terjadi nada atas kedua
Contoh
Frekuensi nada atas pertama pipa organa
terbuka A sama dengan frekuensi nada dasar
pipa organa tertutup B. Jika panjang pipa A
= 60 cm. Maka panjang pipa B = ......cm
TABUNG RESONANSI
2n 1
Ln L1 : L2 : L3 = 1 : 3 : 5
4
Intensitas Gelombang
Bunyi
adalah:
Energi yang dipindahkan per satuan luas per satuan waktu atau daya
per satuan luas yang tegak lurus pada arah cepat rambat gelombang

P
I
4r 2

2
Perbandingan intensitas gelombang I 2 r1
bunyi pada jarak r1 terhadap r2 2
I 1 r2
adalah :

Intensitas total gelombang bunyi merupakan penjumlahan


aljabar terhadap intensitas masing-masing intensitas

I total I 1 I 2 I 3 . . . I n
Taraf Intensitas Bunyi
Intensitas ambang pendengaran Io adalah intensitas bunyi terendah
yang masih dapat didengar manusia sebesar 1012 W/m2.
Intensitas ambang perasaan adalah intensitas bunyi tertinggi yang
masih dapat didengar manusia tanpa sakit sebesar 1 W/m2.

Taraf Intensitas bunyi (TI) bunyi adalah logaritma


perbandingan antara sumber bunyi dengan
intensitas ambang

I R1
TI 10 log TI total TI 10 log n TI total TI 20 log
Io R2
TI = taraf intensitas (dB)
I = intensitas bunyi (W/m2)
I0 = intensitas ambang (10-12 W/m2)
n = banyaknya sumber bunyi

Interferensi
Bunyi kuat terjadi ketika superposisi kedua gelombang bunyi
pada suatu titik adalah sefase atau memiliki beda lintasan
yang merupakan kelipatan bulat dari panjang gelombang
bunyi.
Bunyi kuat s = n;n = 0, 1, 2, 3, . . .
n = 0, n = 1, dan n = 2, berturut-turut untuk bunyi kuat
pertama, bunyi kuat kedua, dan bunyi kuat ketiga.
Bunyi lemah terjadi ketika superposisi
kedua gelombang bunyi kuat pertama,
bunyi kuat kedua, dan bunyi kuat
ketiga.Interferensi destruktifjika kedua
gelombang yang bertemu pada suatu titik
adalahberlawanan faseatau memiliki
beda lintasan, 1
n
2
Bunyi lemahs= n= 0,
1, 2, 3, . . .
n =0,n= 1,n= 2, berturut-turut untuk
bunyi kuat pertama, bunyi kuat kedua,
dan bunyi kuat ketiga.
Pelayangan Bunyi
Layangan bunyi adalah terjadinya pengerasan bunyi dan
pelemahan bunyi karena efek dari interferensi gelombang
bunyi. Peristiwa interferensi dapat terjadi bila dua buah
gelombang bunyi memiliki frekuensi yang sama atau
berbeda sedikit dan berada dalam satu ruang dengan arah
yang berlawanan

f p f1 f 2
Dengan:
fp = frekuensi pelayangan (Hz)
f1 = frekuensi gelombang y1 (Hz)
f2 = frekuensi gelombang y2 (Hz)
EFEK DOPPLER

Adanya gerak relatif


antara sumber bunyi
dengan pendengar
akan menyebabkan
terjadi perubahan
frekuensi bunyi
yang didengar oleh
pendengar.
Efek ini diamati oleh
C Johann Doppler.
Persamaan Efek Doppler

Perubahan frekuensi dituliskan:


fP fS v vp
or f P f S syarat (vs < v)
v v P v vS v vS
Dengan:
fp = frekuensi pendengar ; fs = frekuensi sumber
vp = kecepatan pendengar ; vs = kecepatan sumber
v = cepat rambat bunyi diudara.

Kesepakatan Tanda
+/ pada p
+/ pada s + p pendengar mendekati sumber
+ s sumber menjauhi pendengar p pendengar menjauhi sumber
s sumber mendekati pendengar
Rumus di atas digunakan jika pengaruh angin
diabaikan. Jika pengaruh angin diperhitungkan
maka:
(v va ) v p
f P f S
(v va ) v S
dimana a adalah kelajuan angin dengan perjanjian tanda sebagai
berikut:
+ a jika angin mengarah dari sumber bunyi menuju pendengar
a jika angin mengarah dari pendengar ke sumber bunyi

Energi Bunyi dan Daya


Energi gelombang:
1 E
2 2 Daya ( P )
E mA 2 mf A
2 2 2
t
2
CEPAT RAMBAT BUNYI
DALAM GAS

RT
v
M
DALAM ZAT CAIR
B
v

DALAM ZAT PADAT
E
v

Aplikasi Gelombang Bunyi
Aplikasi dalam Bidang Industri

Teknik SONAR banyak digunakan dalam bidang industri


1. Mengukur Kedalaman Laut
2. Mendeteksi retak-retak pada struktur logam